Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Informasi Baru


__ADS_3

“Tentu saja tidak, dasar bodoh!” Wanita itu mengambil sebuah kesempatan di kala Lin Xuan menghentikan serangannya dan meluncurkan serangan balasan. Dia bergerak dengan cepat dan lincah, mencoba menyerang Lin Xuan dengan pedang kecilnya. Namun, Lin Xuan dengan sigap menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh wanita itu.


"Kamu tidak buruk, tapi aku bisa melihat bahwa kemampuanmu masih jauh di bawahku," kata Lin Xuan sambil tersenyum dengan sinis. "Ayo, tunjukkan apa yang kamu punya!"


Wanita itu semakin frustrasi dengan ketidaksanggupannya mengalahkan Lin Xuan. Dia menyerang dengan lebih agresif, mengayunkan pedangnya dengan cepat dan berulang kali mencoba menembus pertahanan Lin Xuan. Namun, Lin Xuan dengan mudah menghindar dan mengantisipasi setiap gerakannya.


"Tidak buruk, kamu cukup bertahan," kata Lin Xuan sambil tetap dengan kecepatan dan kefasihannya. "Tapi kamu tidak akan bisa mengalahkanku dengan serangan seperti itu!"


Dengan keahliannya yang superior, Lin Xuan akhirnya menemukan celah di pertahanan wanita itu. Dalam sekejap, ia meluncur maju dan dengan satu tebasan pedang yang cepat dan mematikan, dia berhasil melumpuhkan lawannya.


Wanita itu terjatuh ke tanah dengan napas yang terengah-engah. Dia melihat ke arah Lin Xuan dengan tatapan penuh keterkejutan dan kekaguman. "Kau... kau memang layak menjadi pemenang... Aku mengakui kehebatanmu," ucapnya dengan suara yang lemah.


Lin Xuan mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri. "Kamu juga tidak buruk. Terima kasih atas pertarungannya. Aku menghargainya," kata Lin Xuan dengan tulus. Baru kali ini dia menaruh rasa hormat pada pertarungan ini. Bagaimana tidak, wanita ini memiliki sifat psikologis yang aneh, seolah memilih untuk bertekad memenangkan pertandingan ini.


“Aku punya sesuatu, sebenarnya aku murid dalam dari sekte Langit Biru, patriark sekte menjanjikanku memberikan uang yang cukup untuk menyembuhkan ibuku apabila membunuhmu. Tapi sayangnya tidak. Apakah kau sempat melihatku di babak pertama? tidak kan, karena aku adalah peserta susupan.” Ungkap wanita itu dengan perasaan sedih.


“Mu-murid dalam? Sekte langit biru? Kenapa aku tidak melihatmu di makam kuno?”


“Hanya junior, bukan senior. Sudah lupakan itu, jika berlama-lama di sini, patriark sekte akan mencurigai. Namun, berhati-hatilan pada Wue Yan, karena aku melihat sesuatu bahwa patriark sekte memberikan sesuatu kepadanya meskipun dia bukan murid sekte.”


Mendengar hal itu, Lin Xuan kemudian berbalik badan. Ini sudah begitu jelas bahwa musuhnya tidak hanya keluarga Wue, melainkan juga sekte langit biru. Selain berbalik pergi, dia sudah meletakkan beberapa koin platinum. Sudah jelas, wanita tersebut baru saja menceritakan kisahnya, sekaligus memberikan sebuah informasi yang begitu berharga.

__ADS_1


“Untuk menyembuhkan ibumu.” Ucapnya dengan lirih.


“A-aku menyerah!” Teriak wanita tersebut sambil berdiri, dia tersenyum pulas sambil mengangkat kedua tangannya untuk memberikan aba-aba menyerah.


“Huang Yun, namaku adalah Huang Yun.”


“Aku akan mengingatnya.”


Semua orang bersorak karena peserta nomor satu memenangkan sebuah pertandingan ini. Ini sudah disimpulkan bahwa peserta nomor satu sudah menjadi peserta paling kuat, bahkan kultivator dengan ranah Nascent Soul pun bisa dikalahkan. Satu persatu peserta yang tersisa, yang mungkin untuk melanjutkan babak selanjutnya memilih mundur karena tidak mungkin untuk melawan Lin Xuan.


Sedangkan kali ini Lin Xuan duduk di tempat, dia merasa bahwa masalah meluber kemana-mana. Dia juga tidak menyangka bahwa sekte Langit Biru memusuhinya yang membuat Lin Xuan merasa terkekang.


“Apakah mungkin karena Wue Dong meminta bantuan kepada sekte langit biru karena Wue Yei merupakan murid dari sekte itu?” Batinnya.


“Patriark sekte Langit Biru berusaha untuk membunuhku. Dia bahkan juga bekerja sama dengan Wue Yan.”


“Aku pikir, jangan melawan Wue Yan.”


Lin Xuan yang mendengar itu, dia menoleh ke belakang, memperlihatkan seorang wanita yang tidak begitu asing muncul secara tiba-tiba. Sebenarnya Lin Xuan sudah merasakannya, tapi mungkin dia hanya menganggap Wue Yei hanya sekedar lewat.


Tapi anehnya, wanita tersebut, atau tidak lain Wue Yei, dia tiba-tiba duduk di samping Lin Xuan dan memberikan sebuah pil penyembuhan. Namun, Lin Xuan menaruh curiga karena Wue Yei tiba-tiba bersifat diluar nalar atau begitu mendadak.

__ADS_1


“Apa maksudnya ini.” Lin Xuan berkata seperti itu, tapi dia juga tidak merasa adanya hawa atau niat membunuh. Apalagi dia juga bisa mencium pil penyembuhan itu tampak harum, sehingga dia menerima dan langsung menelannya.


“Jangan salah paham, aku hanya memberitahumu. Bukan hanya ayahku yang menjadi musuhku, tapi juga patriark Fen Jihyang. Beberapa minggu yang lalu, dia hampir terbunuh oleh kekuatanmu, itulah yang ku dengar sehingga mungkin itu yang membuatnya tidak terima.” Ucapnya.


“Selain itu, dia juga memberikan Wue Yan sebuah pil terlarang, yang membuatnya bisa kuat secara instan, bahkan bisa menjadi iblis. Tapi itu hanya sekejap saja. Setelah berhasil membunuhmu, maka dia dijanjikan posisi yang besar di sekte.”


“Sial, apa yang membuatmu menjadi baik di hadapanku? Aku pikir kau mendendam kebencian yang besar kepadaku?” Tanya Lin Xuan.


“Aku katakan jangan salah paham, aku hanya membenci adikku. Patriark sekte juga tiba-tiba berhubungan dengan adikku yang membuatku sedikit kecewa.” Balas Wue Yei dengan nada yang penuh kebencian.


Lin Xuan yang mendengar hal itu, dia menghela napas. “Jika aku membunuh semua keluargamu, bagaimana perasaanmu?”


“Itu tidak mungkin, ayahku dan para penatua benar-benar sangat kuat. Tapi jika memang itu terjadi aku sangat bersyukur.”


“Bagaimana dengan ibumu?” Tanya kembali Lin Xuan.


“Maksudmu Ibu Wue Yan? Lelucon yang sangat baik, semua orang tahu bahwa ibuku dibunuh oleh Wue Dong dengan beringas. Tapi orang-orang takut untuk menyuarakannya.”  


Lin Xuan melirik ke arah Wue Yei yang tengah memendam sebuah amarah, emosi dan yang lainnya. Dia menggenggam tangan begitu erat, seolah ingin melampiaskan sebuah emosi, tapi kepada siapa? Lin Xuan mengerti mengapa Wue Yei saat di makam kuno dia ingin kuat, karena sebenarnya dia ingin menghabisi keluarganya secara pribadi.


“Tunggulah balas budiku karena kamu memberikan aku informasi yang cukup baik. Tapi sayangnya aku tidak berbincang-bincang lagi karena babak terakhir akan dimulai. Wue Yan juga sudah memenangkan pertandingan ini. Tidak peduli apakah dia menjadi sosok apa dan memiliki kekuatan apa, maka akan kutunjukkan bahwa aku bukanlah orang yang bisa dibenci dengan mudah.”

__ADS_1


Lin Xuan beranjak pergi dari tempatnya karena babak terakhir atau penentuan siapa pemenang pertandingan ini akan dimulai sebentar lagi. Hanya sekedar menunggu waktu untuk Wue Yan menyelesaikan pemulihannya.


“Jika memang itu benar, maka tebakanku benar. Di makam kuno dia bukanlah orang yang biasa, kemampuan untuk berada inti makam dengan mengalahkan empat patung penjaga. Aku menunggu balas budimu.” 


__ADS_2