Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Acara Lelang (2)


__ADS_3

“100 koin emas? Hanya lembaran daun berharga 100 koin emas?” Batin Lin Xuan tidak percaya.


100 koin emas baginya sudah bisa mencukupi kehidupan secara normal selama dua tahun. Bahkan dia berpikir bahwa orang-orang dari keluarga yang berada di ruangan khusus sama sekali tidak tertarik karena harganya yang sangat mahal.


“110 Koin emas!” Ruangan ketiga yang ditempati kepala keluarga Huo berteriak dan menaruh harga.


“125 koin emas!” Keluarga Wue yang berada di kamar nomor dua tidak mau kalah, sehingga dia juga melemparkan sebuah harga.


“Patriak keluarga Huo, keluarga Wue, saya harap kalian bisa mengalah karena aku adalah raja kota di sini. Jadi, 175 Koin emas!” Teriak Jin Wu yang berada di kamar nomor satu.


“200 Koin emas!” Teriak tamu khusus di kamar ruang nomor lima.


Tidak hanya dari tiga keluarga itu saja, bahkan kedelapan ruangan khusus terus meninggikan harga untuk memperebutkan sumber daya yang berharga ini. Bahkan Lin Xuan sendiri menjadi terhibur lagi karena pikirannya salah.


Pikirnya bahwa tidak ada yang tertarik dengan daun teh yang dilelang oleh gurunya, siapa yang berpikir menjadi rebutan? Bahkan gurunya mengatakan bahwa sebenarnya tumbuhan herbal itu tidak terlalu berguna di cincin ruang nya, maka apabila dibiarkan maka akan membusuk.


Daripada teh seperti itu, maka masih banyak teh-teh berharga lainnya. Seperti tanaman herbal yang diberikan oleh Lin Xuan kemarin, itu jelas sangat berharga. Yang mana Mei Lin tidak akan mau untuk menjualnya.


“Apakah kalian tidak memberiku kesempatan? 290 Koin emas! Aku harap tidak ada yang bisa menyaingi harga ini!” Teriak kepala keluarga Huo  dengan penuh ambisi.


“300 Koin emas!” Teriak Jin Wu.


“300 koin emas, apakah tidak ada yang menawarnya lagi?” Ucap Madam Li setelah menunggu beberapa menit.


Semua tamu khusus terdiam, harga 300 koin emas tampaknya terlalu mahal dan tidak mampu apabila dipaksakan. Apalagi mereka juga belum tahu apa barang berharga selanjutnya yang akan dilelangkan, sehingga mereka membiarkan sang raja kota itu mendapatkannya.


“300 Koin emas 1.”


“300 Koin emas 2”

__ADS_1


“300 Koin emas 3. Selamat untuk raja kota Jin yang ada di kamar ruang pertama.” Ujar Madam Li.


“Hei, mengapa kamar ruang nomor 9 sama sekali tidak meninggikan harga dari tadi. Apakah mereka hanya sekedar menonton? Jika mereka tidak memiliki uang seharusnya mereka tidak berhak di tempat itu.” Teriak salah seorang yang menjadi seorang provokator.


Dan itu benar saja, para penonton tiba-tiba menatap kearah kamar ruang nomor sembilan yang diisi oleh laki-laki dan perempuan. Bahkan para pemilik atau tamu khusus yang menempati kamar ruang lainnya terpicu dengan omongan salah satu orang yang memprovokasi.


Terkecuali Jin Wu yang sebelumnya hanya fokus pada acara, dia cukup terkejut saat melihat kamar khusus nomor sembilan. Dimana itu ditempati oleh sosok yang dia kenal kemarin, yang menyelamatkan Jin Xia di dalam makam kuno.


Namun, tamu khusus yang lainnya mencela keberadaan Lin Xuan.


“Haha iya, mengapa orang yang hanya menonton sepertinya menempati kamar ruang? Nak seharusnya kau turun karena kau sama sekali tidak menawar harga sampai barang terakhir ini!” Teriak tamu khusus nomor dua yaitu patriak keluarga Wue.


“Benar, sebaiknya kau turun saja jika tidak menawar! Kau dari tadi hanya diam.” Imbuh tamu khusus nomor 7.


Lin Xuan dan Mei Lin memilih untuk diam dan ingin mengikuti acara ini hingga selesai. Lagipula dia juga penasaran tentang barang apa yang dilelang di penghujung acara ini. Selain itu, merespon ucapan mereka juga sama sekali tidak berguna.


“Maaf para tamu khusus, tapi ini bukan tempat untuk saling mencela. Ini justru akan memperlambat penghujung acara ini. Jadi mohon ketenangannya.” Ucap Madam Li dengan lembut.


“Baiklah, terimakasih kerja samanya para hadirin.”


“Untuk barang terakhir, yang ditunggu-tunggu dan dinantik-nantikan. Hadirin silahkan fokuskan perhatian Anda pada panggung.” Ucap Madam Li dengan penuh semangat.


Semua orang melakukan keheningan sejenak, ketika beberapa pelayan pria menjunjung kotak kaca transparan dalam posisi berdiri. Selain itu, di dalam kaca tersebut terdapat baju zirah berwarna putih, dengan corak bagaikan sisik naga yang terlihat dengan begitu jelas.


Selain itu, kaca yang melindungi zirah tersebut juga mengeluarkan embun dari luar, yang menandakan ada energi dingin yang keluar dari zirah sisik naga tersebut yang membuat beberapa orang tertarik melihatnya. Terutama para tamu khusus yang berada di ruang kamar.


“Itu, itu zirah sisik naga es. Mengapa ada di tempat yang seperti ini?”


Mei Lin yang sebelumnya duduk santai, tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi sangat terkejut saat melihat barang terakhir yang akan dilelang. Bahkan dia sempat berdiri dengan tubuh yang sangat antusias dan sangat tidak bisa menahan kesabaran.

__ADS_1


“Ada apa guru? Apakah ada yang aneh?”


Sebelum Mei Lin menjelaskan, Madam Li terlebih dahulu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“500 tahun yang lalu, di daratan manusia ini terdapat sebuah pertarungan hebat. Yaitu pertarungan antara naga timur dan naga barat. Dimana, naga timur lebih condong kepada daratan Mao serta naga barat lebih mendukung daratan Nirwana. Sehingga kedua naga timur dan barat melakukan sebuah pertarungan yang hebat.”


“Naga barat, salah satunya adalah naga es mengalami kematian setelah dikalahkan oleh naga Timur. Namun, tampaknya itu memberikan sebuah keberkahan bagi manusia dimana sisiknya berhasil digunakan sebagai zirah ini.” Madam Li menjelaskan.


Semua orang menjadi tertarik dengan zirah tersebut. Apalagi zirah itu dengan sangat jelas bukanlah zirah biasa yang tidak dapat diremehkan. Selain itu, para tamu khusus bersiap menghitung sisa mereka, kali ini bahkan mereka bersiap untuk mendapatkan zirah tersebut berapapun harganya.


Bahkan ada yang berpikiran tidak masalah untuk menghabiskan kekayaan sebuah keluarga untuk zirah ini. Tidak peduli apapun yang terjadi, pikiran mereka hanya satu, yaitu mendapatkan barang berharga ini.


“Kita mulai dengan harga, 400 Koin emas.” Madam Li memberikan sebuah aba-aba.


Para tamu khusus mulai melontarkan harga mereka, mereka mulai berebut harga bagaikan sebuah perang mulut yang tidak ada habisnya.


Sementara itu, di ruang kamar nomor 9.


“Anjing sialan! Kenapa dia menjual dengan harga semurah itu! Itu tidak seberapa dengan harga diri para umat manusia yang hina ini! Apalagi informasi Madam Li jelas tidak akurat karena pertarungan naga barat dan timur itu terjadi lima ribu tahun yang lalu!” Ucap Mei Lin dengan emosi yang menggebu.


Bahkan Lin Xuan merasakan bagaimana emosi yang diberikan oleh Mei Lin. Sepertinya barang berharga ini tidak pantas dengan harga 400 koin emas yang seharusnya itu masihlah sangat rendah.


“Guru tenanglah.” Kata Lin Xuan.


“Sialan, andaikan aku punya uang banyak agar barang ini tidak jatuh kepada para makhluk hina ini!” Ucap Mei Lin tidak menghiraukan apa yang Lin Xuan mintakan.


“500 Koin emas!” Ucap tamu khusus di ruang kamar nomor 4.


“Ayolah, kalian mengalah saja! 550 Koin emas!” Ucap Jin Wu.

__ADS_1


“590 Koin emas!” Patriak keluarga Huo tidak ingin kalah.


“600 Koin emas!” Teriak patriak keluarga Wue.


__ADS_2