
Sekitar lima orang keluar dari berbagai sisi Lin Xuan dan memegang senjata pedang. Sebenarnya mereka sendiri cukup terkejut saat targetnya bisa mengetahui keberadaan mereka. Tapi jika sudah terlanjur seperti ini, maka terpaksa mereka harus keluar dan menyerang Lin Xuan secara bersamaan.
Masing-masing dari mereka setidaknya hanyalah seorang kultivator Nascent Soul, yang tidak sepadan dengan Lin Xuan yang berada di ranah Spirit Severing bintang sembilan dan sebentar lagi memasuki ranah Dao Fusion.
Hal sekecil ini sebenarnya membuat Lin Xuan merasa cukup geli. Sehingga dia bisa menghindar dengan cukup gesit tanpa memperdulikan Byakko karena dia yakin bahwa Byakko meskipun kecil tidak butuh diselematkan.
Lin Xuan bergerak menghindar, tapi Byakko tidak menghindar yang mana justru dia bergerak dan mengeluarkan sebuah kuku tajam yang langsung mencekik salah satu dari mereka dan membantingnya di atas tanah.
Mereka benar-benar cukup terkejut. Padahal satu orang remaja dan satu anak kecil yang masing-masing tidak memiliki aura kultivasi mampu untuk mengalahkan dalam sekejap. Apalagi di balik sebuah kegelapan.
Salah satu orang beraga jarak dengan tatapan yang was-was. Niat mereka sebenarnya untuk merampok, berhubung sosok yang menjadi terget mereka berjalan sendirian tanpa ada rasa takut sama sekali.
Dan salah satu orang tersebut tiba-tiba terkejut saat anak paling kecil itu sudah berada di hadapannya sambil mengayunkan tangannya ke depan.
“Aaah!”
Darah muncrat kemana-mana. Orang itu berteriak secara kasar karena wajahnya baru saja terkena sebuah cakaran yang cukup berat. Sehingga dia memilih untuk mundur
Bahkan atau yang lainnya sama sekali tidak bisa melihat pergerakan anak kecil tersebut yang tahu-tahu mereka sudah terkapar di atas sebuah tanah dengan teriakan dan juga sebuah darah yang muncrat dari wajah mereka.
“Monster!”
Byakko tidak berhenti, dia memang bergerak bagaikan monster dan menyerang mereka berlima sekaligus dalam sekejap. Itu membuat Lin Xuan hanya berdiri manis dan menggarukkan kepala karena Byakko bisa menyelesaikannya dengan cukup mudah.
“Bagaimana mungkin anak kecil itu bisa bertarung? Sial, dia monster.” Salah satu orang bangkit saat dia terkapar karena serangan cepat dari Byakko.
__ADS_1
Mendengar hal itu Byakko langsung menoleh ke belakang. Matanya menyala berwarna hijau dan langsung menunjukkan gigi taringnya yang tajam. Wanita yang menggemaskan itu seketika berubah menjadi monster ganas yang bisa membunuh kapan saja.
Yang benar saja, Byakko bergerak ke asal suara tersebut. Bahkan sangat cepat yang membuat orang itu sama sekali tidak menyadarinya, bahkan dia langsung berteriak sebentar, sebelum sebuah tusukan menembus leher.
Tusukan tersebut adalah sebuah kuku tajam milik Byakko yang bisa dia keluarkankapan saja.
“Hentikan Byakko, mereka hanya perampok.” Lin Xuan menahannya.
Dari lima orang, hanya satu yang tewas. Ke empat perampok itu benar-benar memiliki ketakutan yang cukup luarbiasa setelah dia baru saja melihat seekor monster kecil yang cukup ganas. Sehingga mereka memilih untuk berlari daripada nasip mereka sama seperti rekannya yang sama sekali sudah tak bernyawa.
Byakko berjalan ke arah Lin Xuan dengan tatapan ganas. Tapi ketika berjarak beberapa meter, Byakko berubah menjadi gadis menggemaskan dengan pipi yang menggembung. Kuku tajam kini hanya tersisa tangan munil berwarna lembut. Serta mata yang menyala tadi kini berubah seperti mata kucing.
“Mereka ingin mengacau tuan. Jadi Byakko mengalahkan mereka semua.”
Satu hal yang pasti. Yaitu Byakko hanya bersikap mencari perhatian. Dia melakukan hal ini hanya di hadapan tuannya.
“Baiklah. Mereka hanyalah perampok. Sudahlah, kita lanjutkan perjalanannya, atau kau ingin tidur di bawah pepohonan? Kita masih di jalan yang kiri kanan adalah hutan.”
“Melihat tuan yang kelelahan, sebaiknya tuan beristirahat saja. Byakko benar-benar khawatir dengan tuan. Byakko akan menjga utuk tuan.” Byakko tersenyum manis.
“Aku kelelahan? Tidak-tidak. Tapi rasanya tidak etis apabila datang ke desa tersebut.”
Maka dari itu, Lin Xuan memilih untuk minggir. Tapi hanya karena ada mayat, dia memilih untuk tempat yang paling jauh. Setidaknya tidak mengganggu dirinya sendiri.
Dia kemudian bersandar di sebuah batang pohon sambil merileks kan tubuhnya.
__ADS_1
“Huuh aku ingin makan, Byakko tunggulah di sini.” Lin Xuan berdiri dari tempat. Kemudian dia berinisitiatif untuk mencari hewan untuk diburu.
“Tidak perlu tuan. Tuan hanya perlu duduk manis. Sedangkan Byakko yang akan berburu untuk tuan.”
“Tidak-tidak, duduklah yang manis Byakko manis.” Kata Lin Xuan.
Byakko tersenyum senang, sehingga dia hanya menurut dan duduk di tempat. Lagipula siapa yang tidak senang saat dipuji seperti itu? Jiwa Byakko hanyalah seorang anak kecil yang membutuhkan pujian secara lebih. Dan Lin Xuan tampaknya juga mengerti bahwa dia akan diperlakukan seperti anak kecil yang membuat dia jauh lebih bersemangat.
Lin Xuan bergerak masuk ke dalam hutan, tapi di sisi lain dia ada merasa yang janggal secara intuisinya. Tapi dia tidak menghiraukan hal tersebut terlebih dahulu, dan yang paling penting apa yang dia inginkan hanyalah merasakan daging meskipun dia sama sekali tidak lapar.
Kultivator Spirit Severing seperti dia sebenarnya sudah tidak membutuhkan makan, tapi barang kali. Makan mungkin hanya sekedar untuk memahami rasa dan ingin memakan sesuatu tanpa memperdulikan apakah perutnya tidak membutuhkan makanan sama sekali.
Tanpa disadari, Lin Xuan pada akhirnya menemukan sebuah rusa. Ya, rusa yang berkeliaran pada malam hari. Ini benar-benar aneh. Tapi siapa peduli? Sehingga secara langsung dia mengikuti saja dengan bergerak sangat cepat.
Pergerakan Lin Xuan di awal membuat rusa itu menyadari. Sehingga dia berlari dengan sangat cepat untuk melindungi dirinya sendiri.
Namun, ada yang salah. Rusa itu justru memberikan sebuah jalan dan menuntun Lin Xuan pada sebuh tempat yang cukup tersembunyi. Dimana di bawah sebuah pepohonan terdapat sebuah lambang pentagram dengan berbagai lilin dan dupa di titik sudutya.
Ini membuat Lin Xuan mengerutkan dahinya. Itulah mengapa dia merasa ada yang janggal di sini. Rupanya terdapat tempat sebuah sesembahan milik seseorang. Akan tetapi dia curiga, aliran-aliran seperti ini sudah jelas menganut sekte hitam yang menyembah sesautu yang lebih jahat.
Dia tidak lupa tentang aliran penyembah naga yang ada di kota Xiazing kemarin. Tapi sepertinya ini benar-benar sangat berbeda yang membuat Lin Xuan benar-benar penasaran.
Tapi daripada ada sesuatu yang jelas merepotkan, Lin Xuan menghancurkan pentagram tersebut beserta lilin dan dupanya. Masalah akan timbul besar apabila ini terus dilanjutkan, apalagi jika ada sebuah penumbalan dan summoning entitas tertentu maka akan membahayakan orang tak bersalah.
Ini benar-benar jahat. Dalam kehidup sebelumnya, meskipun dia menyandang gelar dewa kematian, dia juga memiliki sifat yang apik, tapi tetap brengis. Sekte pemujaan seperti ini yang membangkitkan sebuah entitas tak dikenal juga membuat dia cukup marah. Bahkan saat manusia dalam keadaan lemah-lemahnya, dia sudah menghitung ada puluhan sekte penyembah seperti ini.
__ADS_1