
“Hal remeh begitu saja kau tidak bisa mengurusnya? Apakah aku harus turun tangan? Begini saja, jika sesuatu yang dilelang orang yang kau maksud tidak membuatku terkejut, kau harus dihukum.” Kata wanita itu beranjak dari tempatnya dan bergerak menuju ke lantai dua untuk melihat hal yang dimaksud oleh perempuan yang menjadi bawahannya.
Perempuan tersebut menelan ludah secara kasar. Tapi dia sama sekali tidak berkutik dan hanya mengikuti kemana perginya wanita yang menjadi pemilik paviliun rumah lelang ini.
Kemudian, wanita itu ramahnya datang dan menemui Mei Lin dan Lin Xuan yang tengah menunggu.
“Ada apa, apakah kalian ingin melelang sesuatu?” Tanya wanita tersebut.
Mei Lin kemudian menunjukkan tanaman herbal berjenis teh nya. Namun, reaksi yang tak terduga muncul dari wanita tersebut. Dimana, bola matanya melebar dan hampir keluar saat dia melihat tanaman herbal yang dipegang oleh Mei Lin.
“Ini, apakah Anda tidak bercanda ingin menjual tanaman herbal berjenis teh yang langka ini?” Tanya wanita tersebut dengan penuh kejutan. “Ini adalah teh bunga awan dari benua tengah yang tumbuh 500 tahun sekali? Dan, mataku tidak bisa dibohongi, ini berusia seribu tahun?”
“Anda ternyata sangat jeli. Benar, aku ingin menjual tanaman herbal ini.”
“Ten-tentu saja nona, panggil aku Madam Li. Aku juga sangat berterima kasih. Dengan begitu apakah Anda juga tertarik mengikuti lelang? Anda menjadi tamu hormatku, sehingga anda mendapatkan tiket emas untuk mengikuti acara lelang ini.”
“Sepertinya muridku ini tertarik, jika memang begitu aku tidak bisa menolaknya.” Ucap Mei Lin dengan senang.
“Baik, pelayan, antarkan mereka berdua di kamar nomor sembilan.” Pinta Madam Li kepada pelayan yang memanggilnya tadi.
“Baik Madam Li. Nona, tuan, ikuti Saya.” Ucap pelayan tersebut bernapas dengan lega.
Alasan sederhana Madam Li menjadikan Mei Lin tamu kehormatan dan menempatkan di kamar khusus karena Mei Lin bukanlah sosok yang sederhana. Mendapatkan teh bunga awan yang berusia seribu tahun pastinya harus mengalami rintangan yang berat karena itu menjadi rebutan.
Madam Li juga tidak bisa dianggap remeh. Pemahaman dan wawasannya tentang sumber daya sudah diakui di kota Jinling ini. Mengenai sumber daya baik itu batu giok, kristal atau mungkin tanaman herbal, dia tahu persis. Bahkan, matanya tidak bisa dibohongi dan bisa melihat berapa umur dari sumber daya tersebut terutama tanaman herbal.
Tidak hanya sumber daya, tentang pedang, baju zirah dan senjata lainnya, Madam Li bisa mengetahuinya dengan jelas benda-benda tersebut. Jadi, tidak ada yang meremehkan Madam Li di kota ini.
__ADS_1
Sementara itu, Lin Xuan dan Mei Lin mendapatkan kamar atau ruangan khusus untuk acara lelang. Hal ini sangat mudah bagi tamu undangan karena tidak harus berdesak-desakan dengan penonton yang lain. Sehingga menjadi tamu undangan atau tamu khusus haruslah menjadi orang yang berada.
“Nona, tuan, jika ada masalah, Kalian bisa memanggilku. Acara lelang juga akan dimulai sepuluh menit lagi.”
Pada akhirnya acara lelang telah dimulai ketika bangku penonton telah terisi penuh setelah sepuluh menit. Lin Xuan dan gurunya duduk dengan tenang sambil melihat mulainya acara ini. Dia juga bisa melihat ruangan-ruangan lain yang mana diisi oleh tamu-tamu penting dan berpengaruh.
“Xuan’er, jika kau ingin barang sesuatu katakan saja. Uang dari teh herbal setidaknya sangatlah cukup untuk membeli sesuatu karena ini adalah tanaman yang cukup langka. Bahkan kemungkinan akan memiliki sisa untuk biaya hidupmu nanti.” Kata Mei Lin dengan datar.
“Tidak, terimakasih guru. Sepertinya aku hanya sekedar mencari hiburan dengan Anda.” Kata Lin Xuan dengan tersenyum. Lagipula dia menyembunyikan sesuatu.
Madam Li kemudian muncul di tengah-tengah panggung sebagai pemandu acara. Kali ini semua orang bersorak baik itu karena dimulainya acara ini atau mungkin karena kemolekan madam Li itu sendiri.
Bahkan pandangan orang-orang juga tidak bisa dilepas seolah mereka melihat barang berharga.
“Selamat datang para hadirin yang datang. Seperti biasa, kalian tentunya mengetahui mengapa kalian berada di tempat yang megah ini. Selain itu, kalian juga sudah mengenal siapa diriku di sini sehingga tidak perlu mengenalkan diri, kita mulai acara pada pagi hari ini. Tapi tunggu, kali ini ada beberapa barang istimewa yang akan dilelangkan, namun ini masih menjadi rahasia. Sehingga, persiapkan kalian semua!” Ucap Madam Li dengan penuh wibawa.
“Baiklah, tanpa menunggu lama-lama, dan kalian tidak ingin mendengarkan bualanku. Inilah barang pertama.”
Seorang pelayan wanita membawa sebuah kotak kaca transparan, kotak kaca tersebut berisi sebuah kitab yang tampaknya bukanlah kitab biasa.
Kemudian, Madam Li memperkenalkan sebuah kitab jurus yang baru saja dibawakan oleh pelayan wanita tadi kepada semua orang. Dan tentunya, Madam Li juga tidak hanya asal bicara, dia mengetahui apa kitab ini, fungsinya dan seberapa bernilai kitab ini apabila digunakan.
Sehingga, dia mengatakan apa adanya tentang apa yang diketahuinya. Hal tersebut jelas juga menarik perhatian para penonton yang mengikuti acara lelang ini.
Lalu, setelah menjelaskan semua detailnya, Madam Li mematok harga dengan akurat dan tidak asal-asalan pada kitab jurus itu, barulah Madam Li mengizinkan mereka untuk menawar. Baik kepada penonton biasa, ataupun para tamu khusus.
“Kau tidak tertarik?” Tanya Mei Lin.
__ADS_1
“Tidak.”
Persetan dengan tertarik barangnya, Lin Xuan justru tertarik dengan pemandangan tawar menawar ini. Bagaimana tidak? Lin Xuan yang sebelumnya tidak pernah mengikuti acara lelang, dia merasa sangat terhibur dengan orang-orang yang berebut harga.
“Selamat untuk ruang kamar nomor empat karena memenangkan harga untuk kitab jurus ini.” Teriak Madam Li.
Pemilik ruang kamar nomor empat tersenyum, atau lebih tepatnya merasa sangat bangga sehingga dia menaikkan kepalanya. Terlebih dari itu, dia juga bersiap untuk pelelangan selanjutnya.
“Barang selanjutnya.” Ucap Madam Li.
Dua orang pelayan datang dan membawa dua kotak kaca yang lebih panjang dibandingkan dengan sebelumnya. Kali ini bukan sebuah buku, melainkan sebuah pedang dengan ukiran yang mencolok. Bukan hanya itu, tapi juga mengeluarkan sebuah energi spiritual yang pekat, yang mana siapa saja dapat merasakannya.
Lagi-lagi madam Li menjelaskan tentang barang ini dengan rinci, yang mana setelah memasang harga, penonton mulai berebut harga yang membuat pelelangan ini sangatlah dramatis.
Waktu telah berlalu, beberapa barang pada akhirnya telah dilelang. Lin Xuan yang sebelumnya merasa bersemangat melihat pelelangan ini, perlahan menjadi malas dan berharap acara ini telah berakhir begitu saja.
“Kau serius tidak ingin sesuatu?” Tanya Mei Lin.
“Tidak ada yang menarik guru.”
“Hampir di puncak acara, masih ada dua barang yang belum dilelang. Barang selanjutnya, silahkan dibawa masuk.”
Seorang pelayan lagi-lagi membawa sebuah kotak yang mana berisi dengan daun berwarna merah darah. Daun tersebut tiba-tiba menjadi pusat perhatian, bahkan Lin Xuan yang sebelumnya malas, kini menjadi lebih bersemangat dan penasaran tentang benda yang sebelumnya milik gurunya tersebut.
“Hahaha, mungkin kalian tidak akan percaya. Ini adalah tanaman herbal berjenis teh, yaitu teh bunga awan yang hidup di daratan tengah setiap 500 tahun sekali. Dan, yang membuat daun teh ini hebat adalah, daun teh ini berumur seribu tahun.” Madam Li menjelaskan.
Para tamu khusus menjadi bersemangat dan mereka langsung berdiri di tempat untuk memperebutkan daun tersebut sebelum aba-aba dari Madam Li dimulai.
__ADS_1
“Dimulai dari harga 100 koin emas!”