Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Babak Selanjutnya


__ADS_3

“Selamat datang kembali di sebuah pertandingan kompetisi antar kultivator muda yang ada di kota Jinling ini.”


Teriakan dan sorakan meriah kembali menggema di alun-alun kota Jinling. Ini sudah hari kedua semenjak diadakan kultivator kemarin, namun kemarin hanyalah penyelesaian babak pertama yang mana membuahkan 20 peserta untuk masuk ke babak selanjutnya ini.


Tentu saja, Lin Xuan juga sudah kembali. Dengan aura baru, serta ranah kultivasi yang baru. Tapi tidak ada yang menyadarinya selain dirinya sendiri. Selain itu, naik kultivasi menjadi seorang Nascent Soul membuat Lin Xuan semakin percaya diri bahwa dia bisa memenangkan pertandingan ini.


Sekaligus dia juga ingin menghajar habis-habisan sosok yang bernama Wue Yan yang menyerang dirinya malam kemarin. Jelas itu tidak bisa dimaafkan.


“Untuk aturan, ini cukuplah sederhana, dimana di atas arena akan bertanding dua peserta yang akan merebutkan posisi untuk babak selanjutnya. Namun, perlu diingat bahwa dalam pertarungan ini ada aturan yang tidak bisa diganggu gugat seperti membunuh.”


“Sama seperti kemarin, bawa menyerah dinyatakan kalah, keluar arena juga dinyatakan kalah. Bahkan ketika dirasa salah satu peserta tidak mampu untuk melanjutkan pertarungan, maka wasit akan menghentikan pertandingan tersebut.”


“Langsung saja, kita panggil untuk arena pertama, peserta pertama dan juga peserta kedelapan untuk bertanding.”


Lin Xuan yang mendengar itu, dia menghela napas malas. Dia padahal ingin sekali melihat pertandingan untuk pemanasan di pagi hari ini. Namun, siapa yang berpikir bahwa dirinya harus bertanding pertama kali.


Dengan disaksikan ribuan penonton, termasuk orang-orang penting, Lin Xuan kali ini sudah masuk pada arena pertama. Di depannya terdapat seorang pria bertubuh besar dengan sebuah gada berduri di pundaknya. Selain itu, sosok yang menjadi musuhnya kali ini hanyalah seorang Core Formation bintang tiga.


“Mulai!”


Peserta nomor delapan setelah mendapatkan aba-aba, dia langsung bergerak cepat ke arah Lin Xuan untuk melayangkan pukulannya, namun Lin Xuan bisa menghindar dengan sangat cepat tanpa memandang pergerakan musuh tersebut.


Dan justru, dia hanya mengandalkan sebuah tendangan pada punggung lawannya secara telak.


Melompat mundur untuk memberikan sebuah napas, Lin Xuan berdiri di pinggir arena dengan begitu tenang. Masuk ke ranah Nascent Soul benar-benar memiliki perubahan yang begitu signifikan, tubuhnya menjadi ringan, tulangnya juga menjadi lebih kuat.

__ADS_1


“Kau, kau tidak memiliki aura kultivasi, tapi bagaimana mungkin ....” Orang tersebut tidak ingin kalah, dia langsung lari ke arah Lin Xuan dengan mengalirkan qi pada gada berdurinya untuk memukul Lin Xuan.


Lagi-lagi Lin Xuan sudah menghilang, hanya ada gada pemukul yang menancap di atas tanah yang sulit untuk ditarik lagi. Sedangkan Lin Xuan, dia menyentuh pundak lawannya hingga membuat lawannya langsung menoleh ke belakang.


Tiba-tiba reaksinya langsung berubah saat menatap Lin Xuan dengan penuh kengerian, apalagi dia melihat bahwa Lin Xuan juga melayangkan sebuah pukulan dimana Lin Xuan mengalirinya dengan energi qi sehingga akan menjadi sebuah pukulan yang jauh lebih kuat.


Orang tersebut sontak langsung menyilangkan tangannya untuk menghindari pola pukulan yang Lin Xuan berikan. Sedangkan Lin Xuan benar-benar memberikan sebuah pukulan telak hingga orang itu terlempar ke belakang. Sekaligus juga muncul suara keretakan tulang yang mungkin terjadi pada lengan orang tersebut.


“Tidak bisa dipercaya! Lagi-lagi peserta nomor satu mengalahkan musuhnya dengan begitu mudah! Apakah ini menjadi sebuah kebanggaan kota Jinling. Dan lihat, dua patriark sekte bereaksi.”


Semua orang melihat ke arah kursi para tamu dan bisa memperhatikan bahwa Ji Huang dan Chang Ai berdiri dari kursinya dan memperhatikan pertandingan ini dengan seksama. Jelas bahwa itu membuat para peserta iri, dan mereka cukup yakin bahwa Lin Xuan tidak hanya memenangkan pertarungan ini, melainkan juga memenangkan hati dua patriark tersebut.


Pertandingan juga terus berlanjut, dengan mudah Wue Yan juga menyelesaikan pertarungannya. Namun yang menjadi pertanyaan, bahkan menjadi pandangan orang bahwa Wue Yan sedikit mengalami kebingungan.


“Wue Yan, aku pikir apakah aku bisa membunuhmu nanti?” Ucap Lin Xuan dalam hatinya sambil duduk memperhatikan jalannya pertarungan.


Karena babak kedua ini benar-benar sangat cepat karena hanya ada 20 peserta, dan kini sisa 10 peserta, maka pertandingan tidak dilanjutkan esok pagi, melainkan tepat pada hari ini. Seperti biasa, kemenangan Lin Xuan membawanya pada babak ketiga, yang membuat dia dipanggil pada babak ketiga ini.


“Ya, siapa yang berpikir bahwa peserta nomor satu menjadi peserta favorit? Tapi, bagaimana jadinya jika dia melawan dengan peserta nomor 36, seorang wanita muda berumur 25 tahun yang merupakan seorang kultivator Nascent Soul bintang pertama? ini menjadi sebuah rekor dan menjadi sebuah keputusan bahwa wanita ini adalah kultivator terkuat di kompetisi ini.”


Semuanya bertepuk tangan dengan begitu meriah, ketika seorang peserta pertama yang menjadi peserta paling favorit karena kemampuannya yang membuat orang terkejut, melawan peserta terkuat karena kultivator paling tinggi.


Tapi mereka sama sekali tidak bisa menyimpulkan, masalahnya Lin Xuan tidak menunjukkan kultivasinya sama sekali atau masih menjadi misteri. Sehingga membuat mereka memberikan sebuah teori asal-asalan mana yang akan menjadi pemenang.


“Menyerah saja, aku yang akan memenangkan pertandingan ini.” Kata wanita tersebut.

__ADS_1


“Semua orang juga ingin menang dan akan berbicara seperti itu. Jadi perkataanmu sungguh sia-sia.” Jawab Lin Xuan dengan nada yang datar.


“Mulai!” Teriak aba-aba dari seorang wasit tersebut.


Dalam sekali kedipan mata, seketika Lin Xuan sudah berada di depan mata sambil berusaha meraih lehernya dan berusaha mencekik wanita tersebut.


“Ce-cepat sekali!”


Jelas wanita itu cukup terkejut saat menerima sebuah serangan yang begitu mendadak, tapi dia tidak bisa berpikir secara panjang dan langsung mengayunkan sebuah pukulan yang dialirkan dengan energi qi tepat pada tangannya.


Begitupun Lin Xuan dimana tangan kirinya hendak mencekik leher wanita tersebut, sedangkan tangan kanannya juga mengepalkan tangannya. Sehingga belum Lin Xuan berhasil menggapai leher tersebut, sebuah tinju beradu yang mengakibatkan sebuah ledakan yang cukup besar terdengar.


Lin Xuan menaikkan ujung bibirnya saat tahu ternyata kurang beberapa inchi tangannya sudah menyentuh leher wanita tersebut. Tapi dia tidak memikirkan hal tersebut, dia kemudian mengeluarkan sebuah pedang secara tiba-tiba pada tangan kirinya yang membuat wanita tersebut langsung melompat mundur karena terkejut.


“Sialan, dia lebih kuat dibandingkan dengan yang ku kira.”


“Aliran pemecah samudra!”


“Tebasan pedang vermillion!”


Lin Xuan mengambil gerakan memutar, mengeluarkan jurusnya tepat ke arah wanita tersebut dengan perasaan yang cukup terkejut. Sayangnya, wanita tersebut bisa mundur ke belakang sambil mengeluarkan pedang kecilnya dari selongsong miliknya.


Namun, Lin Xuan juga tidak memberikan sebuah kesempatan bagi wanita itu untuk mengeluarkan sebuah jurus.


“Hentikan, kau benar-benar sama seperti iblis!” Wanita itu bergidik ketakutan saat Lin Xuan menyerangnya secara brutal. Bahkan kemanapun wanita itu pergi, Lin Xuan selalu bergerak lebih cepat dan mengayunkan pedang yang muncul sebuah vermillion yang seolah hendak melahap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2