
“Lin Xuan!”
Meski begitu, dia tidak bisa diam begitu saja. Dia menarik pedang dari selongsongnya, melompat dari lantai dua melalui celah rumahnya dan turun di depan Lin Xuan.
Tatapan mereka yang bertemu, seolah ada perang berkecamuk yang akan terjadi. Meski begitu, Ma Guang benar-benar merasa cukup heran saat tahu bahwa Lin Xuan benar-benar kuat.
Tidak heran mengapa para bawahannya tidak ada yang kembali saat berusaha untuk mencari Lin Xuan. Tidak peduli seberapa banyak, jika lawannya seperti monster seperti di hadapannya, maka tidak sampai satu jam Lin Xuan bisa menyelesaikannya.
Bisa dilihat bahwa dengan menghancurkan formasi pelindung, itu sudah menunjukan seberapa kuat Lin Xuan. Setidaknya Kultivator Spirit Severing belum tentu bisa menghancurkannya. Tapi lagipula, Ma Guang sama sekali tidak bisa melihat apa kultivasi Lin Xuan itu sendiri
“Siapa yang berpikir ternyata dirimulah yang menjemput kematian. Sayangnya aku tidak bisa membuatkanmu sebuah liang lahat, jadi aku akan membuat mayatmu menjadi makanan binatang spiritual.” Ucap Ma Guang.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Jawab singkat Lin Xuan.
Ma Guang tiba-tiba tertawa cukup keras mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Xuan dengan nada suara yang cukup berani. Tapi, tawaan itu tiba-tiba berakhir saat sebuah gelombang kematian muncul di depannya, bahkan hanya berjarak beberapa inchi di depan mata yang membuat Ma Guang sendiri benar-benar cukup kaget.
Tampaknya, serangan itu tidak cukup berhasil untuk menyerang Ma Guang, karena seketika sebuah dinding tanah yang muncul dalam sekejap. Menjadi pelindung lautan kematian itu. Namun, itu tidak terlalu efektif, karena dinding tanah tersebut langsung hancur. Sedangkan Ma Guang terkena dampaknya dengan terlempar jauh ke belakang.
Lin Xuan bisa melihat tampaknya Ma Guang baik-baik saja. Bahkan setelah dia terlempar, dia masih sanggup untuk berdiri dengan tatapan yang penuh emosi dan keterkejutan. Namun, Lin Xuan langsung bergerak dengan sangat cepat ke arahnya seolah tidak memberinya sebuah waktu.
“Amukan tanah membara!”
Sebuah gundukan tanah muncul di permukaan, muncul secara tiba-tiba dan berusaha menghantam Lin Xuan yang berdiri di atasnya dan berusaha untuk menyerang Ma Guang. Tampaknya, Ma Guang hampir bisa mengimbangi Lin Xuan, sehingga dia bisa mundur ke belakang sambil serangan itu bekerja.
__ADS_1
Mendapati serangan tersebut, Lin Xuan mundur ke belakang. Namun, gundukan tanah muncul lagi dan hendak menghantamnya. Lin Xuan memanfaatkan momen tersebut dan berdiri tepat di atas gundukan tanah tanpa terlempar.
Barulah, dia meluncur ke arah Ma Guang bagaikan sebuah meteor yang hendak menghantam bumi. Selain itu, dia juga membakar pedangnya dengan kobaran yang cukup besar.
Ma Guang mengayunkan pedangnya ke atas, sehingga sebuah tanah berbentuk sebuah pedang muncul, melesat dengan cepat ke arah Lin Xuan dengan kekuatan penuh seolah hendak menghantam Lin Xuan dari bawah.
Lin Xuan, dia bergerak memutar seolah melakukan manuver yang begitu hebat. Pola api terbentuk begitu apik membelah pedang tanah tersebut barulah dia bisa mendarat tepat di atas Ma Guang sambil mengulurkan pedangnya.
Klang!
Ma Guang terdorong ke belakang, dia benar-benar terkejut saat menerima serangan tersebut membuat pedangnya bergetar. Bahkan dia melihat pinggiran pedangnya retak dan juga cuil yang membuat dia kaget dan penasaran seberapa kuat sebenarnya pedang Lin Xuan.
“Jurus seribu pedang!”
Saat Ma Guang fokus ke depan, dia benar-benar terkejut saat ribuan pedang api muncul dan melesat ke arahnya dengan begitu cepat. Bahkan dia menggertakkan giginya karena ternyata Lin Xuan bukanlah lawan yang begitu mudah.
Dinding tanah berlapis muncul, menahan ratusan pedang yang melesat kuat. Tapi itu tidak bisa bertahan lama, sebelum dinding berlapis itu retak dan juga hancur menembus pertahanan yang sangat kuat.
Sayangnya Ma Guang sudah tidak berada lagi di belakang dinding pelindung, yang membuat Lin Xuan harus menjaga kewaspadaan dan melihat di sekitar. Karena apa yang dia takutkan adalah Ma Guang yang menyerang secara tiba-tiba.
Dan yang benar saja, ketika Lin Xuan menghadap kanan atas, Ma Guang sudah meluncur dengan aura yang begitu kuat. Pedangnya yang sebelumnya merupakan besi biasa, kini dilapisi oleh sebuah tanah yang tebal. Mungkin tahu apabila sekali terkena serangan Lin Xuan, maka pedangnya akan patah.
“Tebasan Pedang Vermillion!”
__ADS_1
Lin Xuan secara refleks langsung memainkan pedangnya secara miring ke atas. Hal tersebut tentunya membuat sebuah api berkobar, membuat sebuah vermillion yang kuat yang seolah hendak memangsa mangsanya.
Namun, pedang tanah Ma Guang cukup kuat. Bahkan Ma Guang sendiri tidak bereaksi dengan serangan tersebut. Lin Xuan terlempar ke belakang sejauh beberapa meter, tapi hal tersebut membuat pedang tanah Ma Guang langsung hancur seketika saat membentur pedang milik Lin Xuan.
Ma Guang membuat pedang tanahnya lagi. Kemudian dia menusukkannya di atas tanah sehingga menciptakan dua dinding tanah yang berdiri di antara Lin Xuan. Kedua dinding itu bergerak dengan sangat cepat, seolah hendak menghimpit Lin Xuan.
Lin Xuan langsung berdiri. Hanya kurang berjarak beberapa inchi saja, dia langsung menghancurkan tanah itu dengan begitu mudah menggunakan pedangnya. Sayangnya, saat pedang iut menghancurkan dinding, Ma Guang secara tiba-tiba muncul dari balik tembok tersebut, menghunuskan pedangnya dimana pedangnya sendiri mengeluarkan sebuah cahaya biru yang begitu terang, memancarkan sebuah kekuatan yang begitu besar.
“Aura dasar bumi!”
Cahaya biru dari ujung pedang Ma Guang tersebut melesat, bagaikan sebuah ledakan yang menghantam Lin Xuan. Bahkan Lin Xuan sendiri merasakan kesakitan yang cukup berat, bahkan rasanya dia ditabrak puluhan ton sebuah batu berukuran besar.
Saat dia terlempar ke belakang, tiba-tiba tanah berlapis muncul, membuatnya langsung terbentur. Di tambah cahaya tersebut masih memberinya sebuah rasa sakit yang cukup berat.
Hingga akhirnya cahaya yang menyerang Lin Xuan berhenti, dia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Napasnya terengah-engah hingga membuat seluruh tubuhnya benar-benar cukup lemas. Wajahnya begitu pucat setelah menerima serangan yang begitu berat.
“Ternyata melawan kultivator Dao Fusion lebih sulit daripada yang ku kira. Untuk bisa mengimbanginya, aku perlu naik Spirit Severing bintang satu.” Batin Lin Xuan sambil menyeka darah segar yang keluar dari bibirnya.
“Kau bukanlah lawanku. Bayi sepertimu seharusnya duduk di rumah dan menunggu susu dari ibumu.” Kata Ma Guang dengan nada yang begitu sombong.
“Bosss!” Teriak Wue Yei dari kejauhan, dia yang bersembunyi dari balik pohon dengan tatapan yang begitu takjub sebelumnya. Tapi dia benar-benar tidak begitu menyangka bahwa Lin Xuan kalah, tapi kekalahannya tidak bisa dianggap remeh.
Beberapa pembunuh bayaran hanya bisa melihat kegilaaan tuannya. Namun, mereka juga benar-benar senang saat tuannya bisa menang dengan begitu mudah.
__ADS_1
“Cih, dia benar-benar tidak memberikanku waktu. Tapi tidak masalah. Aku yang datang ke sini, jadi aku tahu kemampuan apa yang ku miliki.”
“Ada sekitar dua atau tiga mayat di sekitar sini. Aura kematiannya juga sedikit, tapi itu sanggup membuat diriku masuk ke ranah Spirit Severing.”