Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Genosida Darah Wue


__ADS_3

Wue Yei benar-benar merasa sangat jijik, dan ingin memuntahkan isi perutnya saat melihat muka dua ayahnya yang begitu menjijikkan. Entah kenapa dia memiliki niat untuk menghabisi ayahnya sekarang juga, tapi dia tidak memiliki waktu, dia berniat untuk segera keluar dari kediaman ini secepatnya.


“Jika memang begitu, aku pamit untuk undur diri. Patriark Fen Jhiyang mungkin sedang mencariku karena aku satu hari sudah tidak berada di sekte.” Ucapnya sambil membungkukkan badannya.


“Pergilah, ayah selalu mendukungmu.”


Wue Yei kemudian pergi dari ruangan tersebut, keluar dari kediaman tersebut menuju gerbang depan yang dimana para penjaga sudah kehilangan nyawa mereka. Tapi ini sama sekali tidak disadari oleh penatua maupun patriark keluarga ataupun anggota keluarga yang lainnya.


“Lin Xuan, semuanya sudah beres. Ayahku tidak memiliki niatan untuk lari. Dengan begini, mereka justru mengumpulkan seluruh anggota secara langsung karena tahu dirimu akan datang.”


Sosok dengan pakaian serba hitam, dengan sebuah pedang yang ada di genggamannya tersenyum lebar. Dia tidak menyangka bahwa Wue Yei bisa diajak berkompromi seperti ini, padahal sebelumnya, atau mungkin pada saat di makam kuno, Wue Yei adalah seorang yang begitu keras kepala dan sombong dengan statusnya.


Tapi ternyata tidak.


Semenjak keluar dari liontin mata ilahi, dia juga mendapatkan terobosan baru. Karena saat ini dia sudah berada di ranah Nascent Soul bintang empat yang membuatnya lebih kuat, lebih berwibawa, dan auranya jauh lebih dominan.


Selain itu, pemahaman tentang sutra kecepatan sudah meningkat seratus persen. Serta tebasan pedang vermillion meningkat menjadi tiga puluh persen.


“Bagaimana, apakah kita menyerang secara diam-diam dan masuk secara perlahan-lahan untuk membunuh keluarga Wue yang sedang tidur, atau kau memiliki cara lain? Aku tidak tahu apa tingkat kultivasimu, tapi terakhir aku mengetahuinya kau berada di Core Formation bintang satu.”


Lin Xuan kemudian mengulurkan tangannya, dia sudah berpikir semenjak Wue Yei berjalan keluar dari kediaman, Wue Dong mungkin sudah mengumpulkan anggota keluarganya untuk menyambut dirinya. Hal tersebut sangat mudah juga karena Wue Yei sudah memperingatkan mereka agar anggota keluarga lainnya tidak keluar dari kediaman.


“Lautan kematian!”

__ADS_1


Saat Lin Xuan mengulurkan tangannya, sebuah gelombang kematian secara lurus menerjang bangunan sebuah kediaman yang sebelumnya sunyi dari luar. Namun saat itu juga, tiba-tiba sebuah ledakan, dengan daya hancur yang begitu luar biasa terlihat begitu intensif.


Tapi itu hanya sebagai sebuah peringatan, kemudian pada tangan kanannya yang memegang sebuah pedang abad kematian, dia membakar pedang tersebut hingga pedangnya sangat mirip seperti sebuah bara api.


“Tebasan Lautan Kematian!”


Wushhhh!


Tentunya dia menebaskan pedangnya secara horizontal, lagi-lagi sebuah gelombang yang memanjang mengikuti alunan pedang bergerak maju ke depan. Bagaikan sebuah ombak yang menyapu pasir pantai tapi jauh lebih mengerikan dan penuh dengan kegelapan yang begitu besar.


Lin Xuan melangkahkan kakinya  masuk ke kediaman dengan begitu santai, dia saat ini mengeluarkan kemampuannya secara maksimal sehingga sudah tak terhitung lagi kemungkinan korban yang terenggut. Tapi yang pasti, serangan seperti ini mungkin masih membuat patriark dan penatua masih hidup, tapi tidak sesehat sebelumnya.


Wue Yei yang ada di sampingnya pun terlihat ketar-ketir, dia terdiam seribu bahasa, wajahnya mendadak menjadi pucat bagaikan kertas putih tanpa tulisan apapun. Tubuhnya juga bergetar saat melihat sosok di hadapannya bagaikan seorang iblis kematian yang menumpas di hadapannya dalam sekali dua kali serangan.


“Ada apa? Apakah karena perbuatanku membunuh anggota keluarga yang lain? Kau jangan khawatir, karena jika mereka dibiarkan hidup, maka dia akan membalas dendam kepadamu di masa depan. Sebuah dendam harus diputuskan dengan memutus rantainya yang mana akan terus berputar.”


Di kediaman Wue yang telah hancur, Wue Dong benar-benar terkejut dengan ini semua, tubuhnya lemah seolah tulangnya benar-benar remuk. Untungnya dia sanggup memunculkan sebuah perlindungan dari serangan itu, sayangnya ini tidak mampu melindunginya sepenuhnya.


Tidak, sebenarnya yang terjadi para tetua terlebih dahulu mengeluarkan teknik perlindungan, berhubung patriark Wue Dong ada di belakang para tetua, justru itu membuat para tetua menjadi sebuah tameng yang membuat para tetua tidak sadarkan diri karena terkena sebuah serangan yang begitu mengerikan.


Dia melihat sekelilingnya secara remang-remang dalam kegelapan bahwa anggota keluarga Wue mendadak berubah menjadi abu, hal tersebut membuat pandangan Wue Dong merasa sangat femilier dengan luka yang menjadi abu. Dia menyeret tubuhnya dan menatap seluruh keluarganya benar-benar hancur.


“Si-sialan, jika para tetua tidak menjadi sebuah tameng bagiku, mungkin aku juga berdampak seperti mereka.” Katanya dengan menyeret tubuhnya yang mungkin hampir hancur.

__ADS_1


Dia mengambil sesuatu dari cincin penyimpanan, yang tidak lain adalah pil penyembuhan tingkat tinggi. Tidak ada cara lain, sehingga dia langsung menelan dua pil penyembuhan secara langsung tanpa memperdulikan efek samping.


Tubuhnya pulih perlahan, dia sanggup untuk berdiri. Wajahnya terlihat campur aduk antara kebingungan ataupun emosi penuh amarah, sedih juga ada karena semua anggota keluarganya terbunuh.


Napas panjangnya dia atur, namun saat itu juga dia melihat sebuah kobaran api jauh di depannya. Kobaran api itu semakin membesar, seolah semakin mendekat.


Semakin mendekat, dia juga semakin melihat dua orang yang terkena cahaya dari api tersebut. Sosok yang dia kenal, yang tidak lain Lin Xuan, dan juga putrinya yaitu Wue Yei. Wajahnya yang campur aduk, kini hanya menjadi satu fokus saja, yaitu berubah menjadi penuh emosi.


“Tidak kusangka bahwa putriku telah berkhianat.” Katanya dengan nada yang rendah. Tapi dari nada rendah itulah muncul sebuah kalimat yang menusuk seolah ada sebuah ancaman besar nantinya.


“Untuk apa aku harus setia? Aku bukanlah sebuah anjing yang tidak dihargai. Lagipula ibuku juga kau bunuh. Ini adalah balasan yang setimpal.”


“Aghhh! Bajingan, kau benar-benar seorang iblis, Lin Xuan! Kau lebih keji daripada seorang iblis!” Teriak Wue Dong dengan penuh emosi, wajahnya berubah bagaikan merah darah, tangannya bercahaya mengeluarkan warna emas kekuningan. Kemudian, dia mendorong salah satu tangannya ke depan sehingga muncul tapak harimau yang melesat ke arah Lin Xuan dari jarak yang begitu dekat.


Dengan sangat cepat, Lin Xuan memposisikan pedangnya secara vertikal. Teknik itu tiba-tiba juga terbelah hingga berubah menjadi sebuah kepingan cahaya yang remang-remang menghilang. Tatapan Lin Xuan juga datar, karena dia akan bermain dalam permainan ini.


“Wue Yei, bunuhlah semua tetua yang tidak sadarkan diri. Selain itu, menjauhlah dari sini.”


Wue Yei mengerti, kemudian dia beranjak pergi untuk melakukan tugasnya. Tampaknya dia bisa bernapas dengan panjang, keputusannya untuk menyerahkan kepada Lin Xuan tidak salah karena Lin Xuan sendiri juga memiliki dendam kepada Wue Dong.


“Sialan, sialan, sialan!”


Dengan penuh amarah, Wue Dong bergerak dengan sangat cepat, berusaha memberikan sebuah pukulan telak kepada Lin Xuan agar Lin Xuan terkena serangan tersebut secara mendasar.

__ADS_1


Untungnya, pergerakan Lin Xuan kali ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan apapun. Bahkan dia bisa bergerak dalam kedipan mata, menghindari semua serangan Wue Dong yang tampak sia-sia dan hanya mengenai kosong udara.


 


__ADS_2