Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Mata-Mata


__ADS_3

Lin Xuan menghela napas dengan lega saat dia bisa menyerap manfaat dari batu giok darah yang dia pegang. Meskipun dia menyerap manfaatnya, tapi batu giok ini memiliki energi yang tidak terbatas. Sehingga bisa digunakan lagi.


Itu semua tidak akan bisa dia lakukan jika tidak mendapatkan sebagian kecil dari ingatan dari dewa kematian melalui Byakko. Sehingga dia bisa dengan mudah untuk melakukan hal ini.


“Dengan begitu, aku bisa berkultivasi menggunakan energi alam biasa dan sumber daya hanya beberapa hari saja. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama sama seperti sebelumnya.” Batinnya dengan senyuman cerah di wajahnya.


Kemudian, Lin Xuan mengeluarkan kristal binatang spiritual tingkat legenda dari cincin penyimpanannya. Sehingga, dia meletakkan beberapa di depan, dan mulai untuk berkultivasi secara perlahan-lahan tanpa menunggu waktu yang begitu lama.


Lin Xuan duduk dengan tenang di tengah lingkaran kristal binatang spiritual tingkat legenda yang terhampar di hadapannya. Energinya yang kuat dan misterius memancarkan aura yang memenuhi sekelilingnya. Dia menutup mata dan mulai memusatkan pikiran.


Dalam keheningan yang tercipta, Lin Xuan mengatur pernafasannya dan memasuki keadaan kultivasi yang dalam. Energinya menyatu dengan aliran energi alam, dan dia merasakan getaran tempat yang lembut meresap ke dalam tubuhnya. Dia merasakan energi itu mengalir melalui pori-pori kulitnya, melewati jalur meridian dan berhasil memenuhi lautan dantian secara luas.


...****************...


Tepat pada sore hari. Para prajurit dari kerajaan, yang melakukan sebuah investigasi, mereka semua hendak melaporkan kejadian kepada raja kota, alias Xia Bao.


Xia Bao yang telah menunggu, dengan tatapan yang begitu serius dia duduk di atas singgasana dan hendak mendengarkan laporan dari penyidikan tersebut. Dia benar-benar berharap bahwa laporan itu adalah laporan yang palsu karena jika memang benar-benar kejadian, maka itu akan sangat merepotkan dan membahayakan kota Xiazing.


“Hormat dariku yang mulia.” Kata penasihat raja kota.


“Cepat katakan.”


“Hasil dari penyelidikan, laporan yang diberikan oleh anak yang bernama Lin Xuan adalah palsu. Karena setelah melakukan investigasi, memang ada kegiatan di sekitar gunung Huanggua, tapi itu hanya kegiatan biasa, yaitu perburuan binatang jinak spiritual yang dilakukan oleh anak-anak muda.” Ucap penasihat raja.

__ADS_1


Xia Bao menghela napas, dia benar-benar lega bahwa itu hanya laporan palsu. Tapi dia tidak bisa membiarkan laporan palsu begitu saja. Setidaknya pertanggungjawaban harus ada. “Cepat cari anak yang bernama Lin Xuan itu. Dia harus mempertanggung jawabkan laporannya!” Pinta kembali Xia Bao dengan wajah yang serius.


“Siap tuanku.”


...****************...


“Jatuhkan!”


Seorang wanita yang kini dalam posisi terikat mulai untuk memberontak saat tahu bahwa akan ada kematian yang dia alami sebentar lagi. Dia sadar, bahwa memberontak pun sebenarnya percuma, berteriak juga tidak mungkin karena mulutnya disekap. Namun, secara naluriah, dan raganya lah yang berusaha untuk memberontak dan berteriak.


Tapi, itu sia-sia. Lima orang yang menggunakan jubah hitam, mereka menyeret wanita itu secara erat. Di depannya terdapat sebuah kawah, dengan lahar yang meletup-letup seolah hendak berusaha untuk keluar.


Dalam sekejap, wanita itu di lempar ke dalam kawah dengan sangat kejap. Wajahnya terlihat pasrah saat dia tidak ada cara lagi untuk lari. Dia hanya bisa memejamkan matanya, sebelum ditelan oleh api cair yang membara.


Benda berbentuk seperti pecahan kristal, yang mana bergambar seperti seekor naga seolah menyerap energi kematian yang begitu pekat. Alhasil, pecahan kristal itu mengeluarkan reaksi yang tak terduga, dimana memiliki garis bercahaya yang seolah hendak mengeluarkan kekuatan yang dahsyat dan tak terduga.


“Hahahaa bagus, hanya kurang satu tumbal lagi. Menurut manual yang ku dapatkan, aku hanya perlu melakukan ritual penumbalan tepat pada malam bulan purnama nanti. Dan untungnya Fen Jihyang sudah menyiapkan sisanya.”


Yuan Rong tertawa begitu keras,


 “Dan setelah itu, aku akan menguasai kekaisaran Han dan menjadikan kekaisaran Han sebagai wilayah terkuat. Tidak tidak, bukan kekaisaran Han lagi, tapi kekaisaran Yuan!” Teriak Yuan Rong dengan tawa jahatnya yang menggelegar.


Di belakang Yuan Rong yang berdiri, terdapat patriark sekte Fen Jihyang dan juga Xia Zheng yang merupakan sekutu dari Yuan Rong. Sehingga jika tidak ada mereka, mungkin Yuan Rong tidak bisa bergerak sejauh ini.

__ADS_1


Ratusan pengikutnya yang mana juga menggunakan jubah hitam. Wajah mereka tertunduk seolah sedikit mengerti kekuasaan dan kekuatan Yuan Rong yang cukup hebat. Apalagi Yuan Rong adalah sosok kultivator Dao Fusion bintang sembilan, dan sebentar lagi akan menembus kultivasi Eternal Being.


Semua di belakang Yuan Rong mereka tidak sabar akan kekuatan yang besar itu. Lagipula, mereka adalah seorang pengikut yang setia. Pengikut yang setia? Tentu saja tidak, kini ada seseorang yang tubuhnya bergetar, raut wajahnya benar-benar sangat pucat saat dia mendengar semuanya.


Seorang wanita yang kepalanya tertutup penutup jubah, yang mana dia dapatkan pagi tadi dari membunuh salah satu bawahan Yuan Rong. Karena setelah dia mendapatkan tugas dari tuannya, dia benar-benar langsung berangkat dan menyelesaikan itu semua.


Untung saja belum ada pergerakan yang tidak mencurigakan yang dia keluarkan. Dia juga sudah membuang jauh-jauh mayat yang dia bunuh sebelumnya sehingga tidak meninggalkan jejak.


Namun ada satu masalah. Dia hanya takut dan bergetar saat tahu, bahwa ini semua ada hubungannya dengan patriark Fen Jihyang. Sehingga membuat Wue Yei sebagai muridnya hampir tidak percaya untuk mendengarnya. Apalagi salah satu wanita yang dijatuhkan itu tadi adalah seniornya.


Sedangkan senior yang satunya, yaitu Huang Yun masih berada di balik jeruji besi dan menunggu gilirannya untuk dijadikan sebuah tumbal.


Ini benar-benar keberuntungan yang tak akan pernah dia dapatkan, dimana dirinya benar-benar lari dari sekte setelah merasakan firasat buruk yang akan menimpa dirinya. Karena jika dia tidak keluar dari sekte, maka dirinya mungkin sudah dijadikan tumbal terakhir.


Karena seperti apa yang dia dengar, bahwa Fen Jihyang menganggap Wue Yei sudah mati bersama keluarganya akibat pembunuhan massal. Sehingga kejadian itu sangat disayangkan sehingga membuat Fen Jihyang mencari murid pengganti.


“Baik, semuanya bisa pergi! Tapi kalian harus kembali untuk ritual malam nanti.” Ucap Yuan Rong dengan nada yang cukup tinggi.


Semua orang berdiri, mereka kemudian kembali secara bergiliran keluar dari puncak gunung Huanggua. Sedangkan Wue Yei hanya bisa menghela napas dengan lega karena dia bisa selamat dari semua ini. Sehingga, dia tinggal melaporkannya kepada Lin Xuan.


“Tunggu, untuk kau, kau bisa tinggal di sini karena aku ingin berbicara denganmu!” Ucap Yuan Rong sambil menunjuk Wue Yei.


Tubuh Wue Yei benar-benar hampir gemetar. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan menuruti apa yang dikatakan oleh Yuan Rong. Sehingga dia kembali menghadap dan juga bertekuk lutut di hadapan Yuan Rong.

__ADS_1


__ADS_2