Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Memulai Kultivasi


__ADS_3

Mei Lin masih menjelaskan dikala Lin Xuan berkonsentrasi. Namun dia juga berkata bahwa dia juga bisa mengimbangi penjelasan yang dia berikan dengan konsentrasi yang Lin Xuan lakukan.


Baik itu hati, esensi dan juga kemauan harus bekerja sama untuk memperkuat jalur meridian. Setelah itu, apabila melakukannya dengan benar, rasa panas yang diakibatkan oleh pil bunga lotus api itu akan berubah menjadi sensasi kehangatan dan kedamaian yang masuk ke dalam hati.


Lin Xuan bisa merasakannya. Energi Qi seolah meledak di dalam dantiannya. Dia bisa merasakan kehangatan yang berada di sekujur tubuhnya. Kedamaian seolah tidak ada beban berat membuat Lin Xuan bisa berkonsentrasi secara lebih.


Mei Lin masih menjelaskan bahwa fondasi kultivasi Lin Xuan sudah dibuat. Tapi itu tidak sesederhana hari ini dan berhenti begitu saja. Perlu menuangkan energi alam dan mengaliri pada jalur meridian dan menyempurnakan Qi hingga bisa menjadi murni. Hal tersebut akan membuat fondasi menjadi lebih kuat.


“Setelah itu, kau bisa berkultivasi dengan mudah.”


Lin Xuan menuruti apa yang dikatakan oleh gurunya. Dia tetap mengambil posisi sama seperti tadi untuk memulai kultivasi dengan begitu mudah. Ia masih merasakan energi alam yang berada di sekitar seolah berhembus bagaikan angin.


Lin Xuan mencoba mengosongkan pikirannya dan menenangkan pikiranya. Sama seperti perkataan gurunya, pikiran, hati, esensi diri dan juga kemauan harus saling bekerja sama.


Meski sudah mencobanya tadi, tapi tampaknya untuk melakukan hal tersebut bukanlah suatu hal yang sangat mudah. Bahkan jauh lebih sulit daripada yang ia kira.


Waktu terus berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa hari yang cerah dan menunjukkan waktu pagi, perlahan bersilih ganti dengan gelapnya malam. Akan tetapi Lin Xuan masih duduk dan berkultivasi di bawah pohon tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Karena dalam pikirannya hanya fokus untuk berkultivasi.


Hari sudah mulai tengah malam. Lin Xuan justru tertidur di bawah pohon di atas bukit dengan begitu damai. Mei Lin yang menyadarinya, dia membiarkan Lin Xuan untuk tidur dengan tenang, namun tidak memperdulikan Lin Xuan sehingga dia kembali turun untuk kembali ke gubuknya.


Keesokan harinya, Mei Lin yang penasaran dengan Lin Xuan, dia bangun tepat pada matahari terbit dan bergegas menuju puncak bukit dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Namun saat berada di sana, dia merasakan aura yang sangat besar yang bocor dari tubuh Lin Xuan. Bahkan Mei Lin harus menggunakan auranya sendiri untuk menetralkan keadaan.


“Anak ini, baru satu hari berkultivasi tapi memiliki aura sebesar ini? padahal tadi malam dia belum mengeluarkan aura apapun” Gumam Mei Lin. “Dia benar-benar berbakat sepertinya. Tidak heran sebenarnya dia adalah seorang ....”

__ADS_1


“Ah guru?”


Lin Xuan yang menyadari ada seseorang datang, dia langsung membuka matanya dan bertekuk lutut di hadapan gurunya. Matahari juga terbit, namun dia sama sekali belum melakukan apapun yang diperintahkan gurunya sama seperti kemarin.


“Maafkan aku guru, hanya saja tidak ada alasan bagi Anda untuk menghukumku. Karena pada dasarnya aku sudah berada di puncak bukit sebelum matahari terbit sekalipun.”


“Tidak salah juga.” Gumam Mei Lin dengan tersenyum kecut. Masalahnya semalaman Lin Xuan berada di atas puncak bukit tanpa turun. Sehingga dia tidak melakukan aturan yaitu menuju puncak bukit sebelum matahari terbit. Karena memang dia sudah di puncak bukit. “Jika memang begitu, aturan selanjutnya, sebelum matahari terbenam kamu sudah harus di bawah..”


Hal tersebut membuat Lin Xuan menghela napas dengan malas setelah mendengarnya. Tapi untungnya dia tidak mendapatkan hukuman apapun saat terlambat. Meski begitu, dia tidak akan berpikiran untuk terlambat dan membantah perkataan gurunya.


Saat ini Lin Xuan sudah melakukan terobosan. Lebih tepatnya  tadi malam sebelum tidur yang mana saat ini dia berada di ranah Qi Foundation bintang dua. Namun, Lin Xuan sama sekali tidak bisa melihat atau merasakan kultivasi milik Mei Lin. Tapi yang pasti Lin Xuan sama sekali tidak berani untuk bertanya.


“Sudahlah, kau mungkin butuh asupan sarapan. Aku membawakanmu daging beast yang ku buru kemarin. Setelah ini, kamu akan mendapatkan latihan khusus untuk melatih pernapasan dariku.”


Sore hari telah tiba, Lin Xuan diperbolehkan untuk turun bukit namun dalam kurun waktu sebelum matahari terbenam. Memang dia bisa turun dengan mudah sebelum matahari terbenam, yang menjadi masalahnya adalah, dia belum memiliki gubuk miliknya sendiri yang akan membuat dia bisa tidur dengan nyenyak.


Sehingga dia berinisiatif untuk membangun gubuknya sendiri dengan material ala kadarnya. Seperti dia berusaha untuk menebang pohon menggunakan pedangnya dan mencoba mendirikannya sendiri.


Mei Lin yang memang sudah turun dari tadi, dia menatap Lin Xuan dengan tatapan datar. Dia penasaran tentang bagaimana Lin Xuan membuatnya? Namun tetap saja Mei Lin tidak ada inisiatif untuk membantu Lin Xuan seolah tidak begitu peduli.


Hingga hari sudah mulai malam, akan tetapi Lin Xuan sama sekali belum menyelesaikan apa yang dia buat. Sehingga secara terpaksa dia harus beristirahat dengan bersandar di batang kayu agar esok dia bisa bangun dini hari dan melakukan apa yang diperintahkan oleh gurunya.


Keesokan harinya, Lin Xuan bernapas dengan lega karena dirinya tidak terlambat. Padahal dia sempat berpikir bahwa awal-awal dirinya pasti akan terlambat bangun yang membuat dirinya pasti mendapatkan hukuman tambahan dari gurunya.

__ADS_1


Dengan penuh semangat, tanpa menunggu perintah Mei Lin, Lin Xuan langsung bergerak dan berlari ke arah bukit dengan tekad yang begitu kuat.


Mei Lin bisa melihat apa yang dilakukan oleh Lin Xuan. Dia tidak menyangka bahwa murid satu-satunya itu memiliki ambisi dan tekad yang begitu kuat. Sehingga di awal ini Mei Lin sedikit senang dengan Lin Xuan. Padahal dia sendiri berpikiran bahwa memiliki murid laki-laki, sedangkan dirinya perempuan akan sangat sulit diatur.


Dia kemudian pergi dari tempat berdirinya. Bukan untuk menuju ke puncak bukit, melainkan dia akan masuk ke dalam hutan dan berburu hewan. Lagipula, dia bisa terbang menggunakan ilmu meringankan tubuh dan langsung ke puncak bukit nanti dengan sangat mudah.


...****************...


“Ini tidak mungkin! Aku berlari sekuat tenaga tapi belum setengah jalan hari sudah mulai cerah. Sial, sepertinya aku mendapatkan hukuman nantinya.” Gumam Lin Xuan dengan terus berlari meskipun tubuhnya benar-benar sangat kelelahan.


Dia terus berusaha, tidak peduli apakah dia belum setengah jalan dan matahari sudah mulai naik. Meski juga napasnya terengah-engah dan juga jantung yang berdetak dengan sangat kencang.


Dan ketika hari benar-benar sudah mulai pagi. Matahari juga naik menjulang tinggi. Lin Xuan seolah ingin menyeret tubuhnya saat sudah sampai di atas puncak. Apa yang dia lihat adalah Mei Lin yang duduk di atas kursi dengan cangkir dan lepek yang ada di tangannya.


“Xuan’er, kau terlambat dua jam.”


“Guru, tunggu, bisakah aku beristirahat terlebih dahulu sebelum melakukan hukuman?” Tawar Lin Xuan dengan perkataan yang terbata-bata.


“Empat jam. Hukuman menjadi empat jam.”


“A-apa?”


Lin Xuan benar-benar terkejut. Namun dia baru teringat tentang peraturan ketika dia membantah, maka hukuman yang akan diberikan akan berkali lipat. Dia tidak bisa berkutik, kemungkinan apabila dia menolaknya atau sedikit menawar, maka hukuman yang terjadi adalah dia harus mengangkat batang kayu itu selama 8 jam atau setengah hari lamanya.

__ADS_1


Sehingga tanpa menunggu lama dan memberikan alasan. Lin Xuan langsung berdiri dengan lemah dan mengangkat batang kayu yang ada di dekatnya menggunakan kedua lengan.


__ADS_2