Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Kemampuan Binatang Buas


__ADS_3

Berbulan-bulan bahkan bisa dibilang hampir satu tahun di dunia liontin mata ilahi, akhirnya Lin Xuan membuka matanya secara perlahan-lahan. Dia menggerakkan tangannya secara perlahan, membuka tutup kepalan tangannya serta meregangkan sikunya. Rasanya ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan sebelumnya.


Beberapa ledakan juga terdengar di dalam dirinya, secara cepat dia sudah menguasai ranah kultivasi Core formation bintang empat, bintang lima dan juga bintang enam. Hal tersebut karena konsentrasi energi qi pada liontin mata ilahi jauh lebih kental dibandingkan dengan sebelumnya.


Bahkan dibandingkan dengan dunia luar, energi kehidupan dan konsentrasi energi qi saling berdampingan, sehingga Lin Xuan sendiri sangat mudah untuk menerobos ranah. Ditambah, dengan perbedaan waktu yang mencolok, dimana 3 bulan di dunia ini sama dengan satu hari di dunia luar membuatnya sangat mudah.


Selain itu, lehernya juga bisa digerakkan dengan mudah ke kanan dan ke kiri, tubuhnya jauh lebih ringan dengan penglihatannya yang jauh lebih jernih dibandingkan dengan sebelumnya.


Selama berhari-hari, dia merasakan rasa sakit yang dialami pada panca indera, yang membuat dia putus konsentrasi untuk berkultivasi. Dan setelah berhari-hari, rasa sakit itu bisa berakhir dan dia bisa melanjutkan kultivasi dengan sangat mudah.


“Aku seperti memiliki kemampuan binatang buas. Panca indraku jauh lebih tajam.” Batin Lin Xuan merasa ada yang aneh.


“Aku cukup malas untuk keluar. Bagaimana jika mempelajari tebasan vermillion yang ku temukan di makam kuno tersebut.”


Kemudian Lin Xuan mengeluarkan sebuah kitab yang merupakan buku jurus tebasan pedang vermillion. Karena ini sangat cocok dengan atributnya sehingga bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Selain itu, dia juga ingin memiliki banyak jurus agar tidak terlena dengan satu jurus saja.


Dengan perlahan, Lin Xuan membuka kitab tersebut dan membacanya dengan hati-hati. Setiap tulisan dia cermati dan dia peragakan dalam otak dan membayangkan terlebih dahulu bagaimana pola pergerakannya.


Jurus Tebasan Vermillion adalah salah satu jurus serangan yang terlihat sangat kuat. Jurus ini membutuhkan konsentrasi qi yang kuat dan teknik pedang yang terampil. Ketika digunakan, pedang akan melepaskan aura merah yang mengesankan, yang kemudian akan diterjangkan ke arah musuh dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Sesuai namanya yaitu vermillion, merujuk pada legenda binatang api pada cerita kuno, aura merah tersebut mirip dengan burung vermillion yang terbang mengikuti irisan pedang dan bersiap untuk melahap lawannya.

__ADS_1


Saat jurus ini dilancarkan, tebasan pedang yang sangat kuat akan tercipta, yang bisa menghancurkan apapun yang ada di depannya. Bahkan tanah dan batu bisa pecah dan hancur jika terkena serangan ini. Selain itu, tebasan pedang ini bisa menghasilkan ledakan energi yang sangat kuat, yang bisa menyebabkan kerusakan besar pada musuh.


Namun, karena kekuatannya yang sangat besar, Jurus Tebasan Vermillion juga membutuhkan kekuatan fisik dan konsentrasi yang besar dari penggunanya. Jika tidak digunakan dengan benar, jurus ini bisa membahayakan penggunanya sendiri. Oleh karena itu, hanya kultivator yang sudah sangat terampil dan berpengalaman yang bisa menggunakan jurus ini dengan efektif.


Ini adalah sedikit kesimpulan yang didapatkan saat Lin Xuan membaca sebagian kitab tersebut sebelum dalam hal yang serius untuk menghadapi tebasan pedang vermillion.


Rasanya, ini jauh lebih mudah dibandingkan dia mempelajari jurus sutra kecepatan untuk mempercepat langkahnya.


“Ini sangat mudah, lebih mudah dibandingkan yang ku kira. Apakah ini karena aku sudah memiliki atribut dasar api?”


Apa yang dilakukan Lin Xuan sekarang adalah menarik pedang abad kematian. Pedangnya kemudian berubah menjadi merah secara tiba-tiba, dan terbakar pula secara tiba-tiba.


“Tebasan pedang vermillion!”


“Bagus, ternyata semudah ini. Aku hanya perlu mengasahnya agar lebih baik kembali.” Ucapnya sambil memasukkan kembali pedang abad kematian di lengannya.


Saat dia hendak keluar, dia merasa ada yang aneh, dia kembali menggerakkan pergelangan tangannya dan menatapnya lama sebelum dia menyadari sesuatu.


“Kemampuan hewan buas seolah bisa menyembunyikan aura dan tidak terdeteksi. Selain itu, aku juga bisa menekan kultivasiku hingga tidak bisa terlihat oleh sesiapapun. Jelas ini sangat membantu. Insting ku juga meningkat lebih baik.”


Barulah saat itu Lin Xuan keluar dari dunia liontin mata ilahi dan menyadari bahwa dirinya masih berada di tempat dia bertarung empat hari yang lalu jika dihitung di dunia ini. Beberapa mayat yang ada di tempat ini sepertinya juga sudah dibawa pergi oleh orang-orang disekitar.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, perutnya juga berbunyi keroncongan yang menandakan bahwa dirinya tengah lapar. Jelas itu membuatnya kerepotan karena dia benar-benar masih sangatlah lemah. Setidaknya seorang kultivator Spirit severing ke atas bisa menahan lapar lebih lama.


Mau bagaimana lagi, sehingga dia memutuskan untuk mencari kedai terdekat untuk mengisi perutnya. Namun saat berjalan, dia tiba-tiba kehilangan semangat karena tidak ada gurunya yang ada di sandingnya. Tatapannya jauh lebih muram dibandingkan sebelumnya, bahkan tanpa mengeluarkan aura sekalipun, Lin Xuan sudah terpancar sebuah aura tidak nyaman bagi orang sekitar.


“Jangan berpikir untuk kembali guru, tapi akulah yang akan datang sendiri.” Batinnya sambil berusaha untuk tersenyum. “Duniamu butuh dirimu, karena ketika kau pergi keseimbangan duniamu seolah akan hancur.”


Daripada memikirkan hal demikian yang sama sekali tidak berguna, dia memilih untuk mengisi perutnya.


Di sisi lain, Wue Dong dengan penuh emosi menghampiri markas asosiasi pembunuh bayaran yang letaknya sendiri berada di tengah hutan. Masalahnya, ini sudah lima hari tapi tidak ada kabar sekalipun tentang kematian Lin Xuan yang menjadi targetnya.


“Tuan Ma Guang, aku sudah memberikanmu waktu selama lima hari. Tapi, apa ini?!”


“Patriark Wue Dong, bersabarlah sedikit. Anak itu menghilang bagaikan ditelan bumi. Empat bawahanku juga dibunuh, dan aku mengirimkan dua lagi yang jauh lebih kuat, tapi sampai saat ini mereka sama sekali belum kembali.” Jawab Ma Guang.


“Aku tidak bisa tenang seperti itu. Ini menyangkut harga diri karena dia sudah menghinaku.”


“Tenang, begini saja. Berikan aku sepuluh koin emas lagi dan aku akan menyelesaikannya dua hari lagi.”


“Kau memerasku?” Tanya Wue Dong dengan tatapan yang begitu sinis.


“Jika tidak mau, tidak masalah tuan. Masalahnya anak itu tidak lemah. Bayangkan dia adalah seorang core formation bintang 3, namun bisa mengalahkan lima orang yang kultivasinya jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.” Balas Ma Guang.

__ADS_1


Wue Dong kemudian menggertakkan giginya. Kemudian dia melemparkan kantong emas ke samping Ma Guang dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Selain itu, dia kembali berkata, “Dua hari. Selain itu dua hari lagi walikota Jinling mengadakan pertandingan antar anak muda non sekte. Aku tidak ingin dia menunjukkan batang hidungnya. Alias dia sudah tidak ada.”


__ADS_2