Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Inti Makam Kuno


__ADS_3

Lin Xuan kemudian melirik ke belakang dan mencoba untuk berdiri. Memperhatikan Jin Xie yang berlari ke arahnya seolah terdapat sebuah kekhawatiran yang ada di matanya.


“Bodoh, bodoh, kau bisa terbunuh. Kenapa anak laki-lagi begitu ceroboh?”


“Itulah mengapa anak laki-laki memiliki umur yang pendek. Sudahlah, aku ingin mendapatkan sesuatu yang ku inginkan.” Lin Xuan berjalan dengan berat ke arah gerbang tersebut.


“Kau, kau sungguh tidak tahu diri. Seharusnya kau bisa memulihkan dirimu sendiri dasar bodoh!” Teriak Jin Xie yang mencoba untuk mencegah Lin Xuan.


Tapi Lin Xuan sama sekali tidak peduli. Dia sudah tenang untuk menyentuh gerbang yang dijaga oleh empat patung tadi.


Dia mendorong dan mengalirkan qi sedikit yang tersisa dalam dirinya. Dan hal itu memberikan sebuah reaksi pada gerbang. Semua pola menyala, membentuk sebuah lukisan yang tidak dapat ditafsirkan. Tapi ada sebuah titik berbentuk pentagon yang saling menghubungkan, yang mana ketika sudut terakhir terhubung, gerbang terbuka setelah Lin Xuan mendorongnya.


Tanpa berpikir panjang, Lin Xuan masuk ke dalam gerbang tersebut.


Tubuh Lin Xuan sepenuhnya masuk, tapi saat itu juga pintu gerbang tertutup dan menghasilkan sebuah dentuman yang begitu keras. Bahkan Lin Xuan terkejut saat mendengar dentuman tepat di belakangnya sendiri.


Di depannya terdapat sebuah altar, dikelilingi beberapa patung yang Lin Xuan rasa tidak memiliki kehidupan sama sekali. Semua patung itu ada di berbagai sisi menghadap ke arah altar, kecuali jalan menuju altar yang memiliki tangga di depan Lin Xuan sama sekali tidak ada patung.


Di sekeliling altar terdapat beberapa ruangan yang seolah mengelilingi tempat ini. Ruangan terbuka seolah menjadi pendukung di inti makam ini. Terdapat lima ruangan, dengan lima patung pula yang menghadap altar yang mana isinya pasti berbeda-beda.


Lin Xuan tidak ingin naik ke atas altar terlebih dahulu. Dia ingin masuk ke dalam ruangan pertama. Yang memang sangat dekat dengan dirinya saat ini kecuali ruangan kelima.


Di dalam ruangan pertama, ini membuat Lin Xuan setengah terkejut. Di ruangan ini bagaikan sebuah gudang giok. Semua giok bercahaya memancarkan warna utamanya. Lin Xuan juga merasakan bahwa semua giok ini memancarkan qi yang berputar-putar.


Dia sangat yakin bahwa berkultivasi di sini akan memberikan terobosan yang begitu jauh. Namun juga memerlukan waktu yang begitu lama. Sehingga dia tidak mengambil sebuah resiko, untuk berkultivasi di sini.

__ADS_1


Apa yang dilakukan hanyalah mengambil giok ini secukupnya. Setidaknya cukup membuat Lin Xuan merasakan terobosan.


Kemudian, dia menuju ruangan selanjutnya. Di dalamnya bagaikan gudang pedang, semua pedang seolah berkumpul di tempat ini dengan berbagai bentuk.


“Apa yang kau lakukan?”


Ucapan baru saja, membuat Lin Xuan menoleh ke belakang dengan rasa sedikit kaget. Lagipula dia sebelumnya juga tidak merasakan adanya sebuah aura atau kehadiran sebuah entitas. Sehingga dia sangat meningkatkan kewaspadaannya.


Namun dia hanya melihat seekor kucing yang bergerak ke arahnya. Tapi rasanya ini bukanlah seekor kucing biasa. Setidaknya merupakan seekor binatang spiritual yang Lin Xuan sulit untuk melihat tingkatan dari kucing tersebut.


“Maafkan aku, tapi aku ....”


“Tidak maksudku, jika kau menatap keempat dari lima ruangan ini hanya akan sia-sia bagiku. Naiklah ke atas altar tersebut.”


“Kau orang terpilih, berhasil menerobos ke sini bukanlah keberuntungan, tapi pilihan dari sebuah takdir. Seseorang dari dua alam yaitu Nirwana dan Mao mempercayaimu meskipun keberadaannya sudah binasa. Ini garis takdir yang baik.”


Dia tidak mengerti apa yang kucing itu katakan. Tapi dia sedikit mencerna bahwa dirinya adalah orang terpilih. Sayangnya, dia berpikiran atas dasar apa dia menjadi orang terpilih. Lagipula orang kuat bukan hanya dirinya. Mei Lin jika kuat, tapi kenapa bukan dia?


“Aku orang pilihan? Tapi atas dasar apa?”


Kucing itu menatap Lin Xuan dengan penuh kebijaksanaan. “Kamu orang pilihan karena kamu memiliki potensi yang luar biasa. Kamu memiliki kekuatan yang belum terungkap sepenuhnya.


Namun, kamu harus memahami bahwa kekuatan tidak selalu berdasarkan fisik semata. Itu datang dari kekuatan dalam dirimu yang sebenarnya. Kekuatan untuk melawan rasa takut, untuk menjaga prinsipmu, untuk memilih kebaikan daripada kejahatan. Kamu dipilih untuk mengemban tugas besar yang akan datang.”


Lin Xuan masih bingung dengan jawaban kucing itu. Namun, ada sesuatu yang terasa benar dalam hatinya. Dia merasa seperti ada potensi yang belum terungkap dalam dirinya, dan dia harus mengeksplorasinya lebih dalam. Dia juga merasa seperti ada tugas besar yang menunggunya di masa depan.

__ADS_1


Di atas altar, Lin Xuan bisa melihat sebuah patung yang berbaring. Tapi ini lebih mirip dengan sebuah peti mati. Apalagi di dalamnya terdapat sebuah energi kematian yang begitu kuat, sehingga membuat Lin Xuan sedikit sesak.


“Bukalah.”


Menuruti apa yang kucing itu katakan, dia membuka peti mati tersebut secara hati-hati. Pikirannya sudah kacau bahwa di dalamnya pasti ada jasad yang diawetkan. Tapi itu ternyata salah besar.


Tidak ada jasad, tidak ada tengkorak. Yang ada hanya sebuah cincin penyimpanan, dan batu berbentuk mata berwarna hitam dan merah, lebih tepatnya itu adalah sebuah liontin. Tidak hanya keduanya, tapi juga terdapat sebuah pedang.


Sebuah pedang dengan pinggiran berwarna hitam tipis, tapi warna utamanya adalah merah, jadi lebih cocok bagaikan sebuah bara api yang menyala. Di gagang pedang tersebut juga terdapat sebuah ukiran, dan simbol yang Lin Xuan tidak bisa pahami. Tapi yang pasti Lin Xuan berpikir bahwa pemilik pedang sebelumnya menyukai sebuah seni.


“Itu adalah pedang Abad Kematian. Sebuah logam tua yang dipanaskan terlebih dahulu di neraka selama seratus tahun, kemudian ditempa menggunakan bintang mati. Coba, angkatlah.”


Lin Xuan pun memegang gagang pedang dengan hati-hati. Dan mengangkatnya secara perlahan dan hati-hati juga. Meski tampilannya terlihat berat, tapi siapa yang berpikir bahwa beratnya sangat efektif untuk di pegang.


Tapi saat itu juga, apa yang membuat Lin Xuan terkejut adalah sebuah cahaya jingga keluar dari pedang tersebut. Cahaya tersebut bagaikan mengikat tangan dan tubuh Lin Xuan seolah tidak ingin melepaskannya. Dia menjadi bingung dan bertanya kepada kucing di sebelahnya.


“A-apa yang terjadi?”


“Jangan khawatir, bukankah sudah ku bilang kau adalah orang pilihan? Pedang itu menyukaimu. Dia menganggap dirimu adalah tuan yang baru. Seolah menjadi bagian dari jiwamu.” Jelas kucing tersebut. "Biasanya seseorang harus meneteskan darah pada pedang legenda, tapi kau seolah memiliki ikatan yang baik sebelumnya."


“Jika kau ingin, kau bisa meletakkan di tubuh pada bagian manapun. Itu akan membentuk sebuah tato yang bisa kau tarik kapan saja.”


Penasaran, Lin Xuan berpikiran untuk meletakkan pedang abad kematian ini di lengan bagian kirinya. Karena ini sangat efektif dan bisa ditarik kapan saja. Dan yang benar saja, pedang itu menghilang dan lengan Lin Xuan terdapat sebuah tato dengan bentuk pedang yang begitu keren.


“Ada cincin penyimpanan dan liontin mata ilahi. Itu semua milikmu.”

__ADS_1


__ADS_2