Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Informasi Mengenai Rubah Ekor Sembilan


__ADS_3

“Byakko menemukan rubah ekor sembilan.”


Byakko berkata demikian. Itu membuat tatapan Lin Xuan langsung menoleh ke arahnya dengan wajah yang cukup senang.


Lantas Byakko menjelaskan bahwa di arah Selatan terdapat sebuah desa terpencil, yang masih berada di dalam wilayah kota Qinling. Dimana desa tersebut, memiliki satu keluarga yang bisa dibilang dijauhi oleh penduduk setempat.


Bagaimana tidak? Seperti yang dijelaskan Byakko bahwa keluarga tersebut memiliki seorang anak, dimana anak itu diduga mengalami sebuah kutukan yang membuatnya dijauhi oleh warga sekitar.


Beberapa orang juga percaya bahwa bahwa ada roh jahat yang melekat pada anak itu, sehingga anak itu bisa mengamuk kapan saja yang membuat penduduk desa itu was-was dan memilih untuk menjauhi saja daripada mengalami hal yang tidak-tidak.


Roh jahat itu adalah rubah ekor sembilan.


Sungguh kasihan! Itulah yang dipikirkan oleh Lin Xuan baru saja. Dimana disingkirkan oleh sosial merupakan sebuah musibah dan sesuatu yang menyakitkan. Itu membuatnya semakin tertarik, juga karena dia harus mendapatkan apa yang menjadi miliknya, yaitu rubah ekor sembilan tersebut.


Tapi yang menjadi pikiran bagi Lin Xuan, tentang mengapa Kitsune ada pada tubuh seorang bocah? Itu membuatnya sempat penasaran dan ingin sekali untuk segera ke sana.


“Byakko ikut ya tuan?” Byakko menatap Lin Xuan dengan mata berkaca.


Dia sudah pasti tahu bahwa tuannya, Lin Xuan akan datang ke desa tersebut untuk mengambil Kitsune. Dan yang pasti, dia ingin menjadi teman Lin Xuan atau lebih tepatnya ingin bersama tuannya secara terus menerus.


Lin Xuan sebenarnya merasa tidak keberatan. Jujur saja, dibandingkan dengan Wue Yei, Byakko lebih berguna dan tidak meninggalkan beban yang berat. Bisa dibilang Byakko bisa menjaga dirinya sendiri sehingga membuatnya sama sekali tidak cemas.


Bahkan apabila Lin Xuan bertarung dengan Byakko, maka Lin Xuan mengakui bahwa dirinya akan kalah telah untuk saat ini. Kemampuan dari binatang imut itu tidak bisa diremehkan, bahkan membuat iblis kecil merasa bertemu dengan sosok yang mengerikan apabila Byakko harus mengamuk.

__ADS_1


Dia bukanlah seseorang yang disepelekan, meskipun tubuhnya seperti seorang anak berusia 11 tahun, dan sikapnya terlihat masih anak-anak, Byakko bisa menjadi seorang yang jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan seorang pria tua yang sudah melakukan kultivasi bertahun-tahun.


Dikehidupan sebelumnya, Byakko sendiri pernah menghadapi setidaknya seratus pasukan sendirian dengan luka yang cukup ringan. Tapi bukan itu yang membuat gempar, pasukan itu benar-benar rata dan tidak meninggalkan korban hidup satupun.


Hanya mengandalkan cakar, taring dan kekuatan spiritualnya, dia sudah dijuluki sebagai seorang ratu kekaisaran binatang buas.


Orang berpikir bahwa Byakko yang merupakan kecil seharusnya tidak cocok untu menjadi seorang maharani atau ratu kekaisaran binatang buas. Tapi faktanya bahwa seluruh rakyatnya bergerak dan mau menghormati Byakko dengan penuh hormat.


Tapi Lin Xuan juga tidak menyangka bahwa Byakko mau meninggalkan kekaisaran hanya untuk menjaga makam kuni milik Yama dan kini berpetualang bersamanya. Jelas sebenarnya itu jauh lebih membuat bahagia dengan mengikuti tuannya dan bersikap manja dibandingkan dengan menjadi seorang maharani.


Yang menadi masalah adalah wujud dari Byakko yang terlalu mencolok. Bahkan fisiknya benar-benar berbeda dibandingkan dengan manusia lainnya. Dia benar-benar menonjol seperti ekor, dan daun telinganya yang membuat Lin Xuan merasa tidak nyaman apabila harus mengajaknya.


“Wujudmu ....”


“Sudah, ini seharusnya tidak terlalu mencolok kan?”


Yang benar saja, Byakko hanya sekedar menyembunyikan telinga dan kucingnya. Tapi wujudnya masih serba putih seperti pakaian loreng dan rambut berseri yang terlihat tidak biasa. Tapi setidaknya itu bukanlah sebuah masalah yang besar, dan Lin Xuan hanya bisa tersenyum kecut.


“Ba-baiklah.” Lin Xuan mengangguk.


“Desa tersebut bernama desa Baihu. Setidaknya Byakko perlu waktu lima hari hingga berhasil menyelidikinya.” Kata Byakko.


Lin Xuan tahu bahwa Byakko sebenarnya ingin dipuji, bahkan dia menggigit bibir bawahnya dan menunjukkan taringnya di samping Lin Xuan untuk mencari muka dengan menggunakan wajah imutnya.

__ADS_1


Jadi Lin Xuan langsung mengelus kepala Byakko dengan lembut bagaikan mengelus seekor kucing yang sedang manja. Selain itu juga, Lin Xuan juga menggandeng tangan Byakko seperti menggandeng anak kecil.


Jelas itu membuat Byakko merasa cukup kegirangan. Lin Xuan hanya tersenyum karena sifat Byakko benar-benar kekanak-kanakan meskipun umurnya adalah ratusan ribu tahun, sulit untuk menghilangkan sikap anak-anaknya kecuali kamu membuatnya marah besar.


“Tapi, bagaimana keluarganya bisa mendapatkan uang sementara tetangganya sama sekali tidak mendukung?”


“Yang Byakko dapatkan, kepala keluarganya menjual hasil perkebunan ke luar kota. Mekipun membutuhkan perjuangan keras karena apabila di desa, mereka akan dijauhi.”


Sepertinya cukup mudah apabila harus menjual barang dagangan ke kota terdekat, seperti Qinling. Tapi juga memerlukan sebuah transportasi yang memadai. Menginat bahwa tersebut sepertinya dicampakkan, siapa yang berpikir bahwa sang kepala keluarga harus berjalan kaki sejauh puluhan kilo meter? Sedangkan sang istri menjaga anaknya karena takut anaknya akan keluar dari rumahnya.


Orang-orang sudah didoktrin buruk bahwa anak itu bisa mengamuk kapan saja. Tapi Lin Xuan tidak tahu asal muasal bagaimana anak itu memiliki rubah ekor sembilan di dalam dirinya? Tapi baginya, juga tidak menutup kemungkinan bahwa anak itu pasti juga akan mengamuk dan tidak ada yang bisa menandinginya.


Bayangkan saja, rubah ekor sembilan atau Kitsune bukanlah sosok yang mudah diremehkan seperti mengangkat sebuah telunjuk. Bahkan Lin Xuan juga tidak tahu jika tiba-tiba Kitsune mengamuk. Tapi untung saja dia memilik Byakko dan Hei Long.


Malam itu, mereka berjalan tanpa memerdulikan istirahat. Lagipula saat ini Lin Xuan berada di kota Qinling jadi tempat tersebut sama sekali tidak cukup jauh. Selain itu juga, menurut Byakko desa itu berdekatan dengan perbatasan kekaisaran Fang.


“Tuan, Byakko lupa memberitahumu.”


Lin Xuan menoleh ke arah Byakko dengan rasa penasaran. Dia melihat bahwa Byakko sedang memainkan hidung dan telinganya. Sedangkan Lin Xuan sendiri juga amat teramat pekka, sehingga dia berhenti sejenak dan mengawasi keadaan disekitar.


Lagipula jalan pada malam hari ini benar-benar sangat sepi, dia juga menyadari bahwa jalan satu-satunya ini terlihat sangat suram dan sintrum. Tidak ada pencahayaan sedikitpun atau penerangan yang menerangi jalan. Setidaknya selama Byakko ada, masalah jalan gelap itu tidak masalah. Walaupun Lin Xuan juga bisa melihatnya.


“Disekitar sini ada beberapa perampok. Itulah mengapa tidak ada orang lewat selain kita karena mereka takut dengan para perampok harta itu.” Byakko menatap ke atas dan menatap wajah Lin Xuan.

__ADS_1


Lin Xuan juga mengerti, barulah dia berbicara dengan lantang. “Keluarlah, tidak ada gunanya bersembunyi dari kami.”


__ADS_2