Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Perjanjian Darah


__ADS_3

Hari esok, sebelum dini hari dimulai, Lin Xuan sudah keluar dari liontin mata ilahi. Dia tersenyum puas dan berusaha untuk meregangkan tubuhnya yang kaku karena beberapa hari tengah melakukan kultivasi dengan menggunakan energi kematian yang meluap.


Namun, sangat disayangkan sekali, bahwa Lin Xuan hanya sanggup untuk naik pada kultivasi Nascent Soul bintang sembilan. Dan hanya kurang satu bintang lagi, maka sudah dipastikan dia menjadi seorang kultivator Spirit Severing.


Di sekelilingnya hanyalah sebuah reruntuhan, dimana saat dia melihat, bongkahan dinding, dan puluhan mayat yang mati secara mengenaskan. Namun yang menjadi sangat aneh ketika mayat-mayat ini seolah kering seperti manusia yang tidak memiliki nutrisi ataupun gizi apapun.


Tapi, siapa yang peduli? Beruntung belum ada yang mengetahui ini semua karena pemukiman yang letaknya sedikit jauh dibandingkan dengan kediaman keluarga Wue. Selain itu juga, kemungkinan orang-orang mengetahuinya saat dini hari, saat orang-orang mulai pergi ke pasar dan melihat pemandangan yang begitu mengerikan.


Sehingga Lin Xuan langsung beranjak pergi dari tempat, segera menuju pinggir hutan binatang spiritual untuk menunggu Wue Yei. Namun, dia juga ingin berburu binatang buas untuk mengisi perutnya yang benar-benar lapar karena sudah menahan lapar selama berhari-hari di liontin mata ilahi.


Barulah, ketika tepat pada matahari terbit, Lin Xuan yang memanggang daging buruannya di pinggiran hutan binatang spiritual, didatangi seorang wanita yang tidak lain adalah Wue Yei. Yang mana dia berjalan di jalan setapak dan mendatangi Lin Xuan.


“Bos, ternyata kau datang lebih awal. Padahal aku sudah berpikir jelek bahwa dirimu pergi begitu saja.”


“A-apa? Bos, kau memanggilku bos?” Tanya Lin Xuan tidak percaya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Wue Yei baru saja. Mendengar ucapan tersebut sebenarnya membuat Lin Xuan sedikit merinding karena dia tidak terbiasa mendengarkannya.


Melihat respon Lin Xuan, Wue Yei kemudian memalingkan wajahnya, dia benar-benar menjadi canggung saat ternyata sebutan tersebut benar-benar aneh. “Ku pikir itu karena kau adalah atasanku. Daripada menyebutmu dengan sebutan tuan yang terlalu formal, lebih baik aku menyebutmu dengan sebutan bos.”


“Baiklah, sepertinya itu lebih baik dibandingkan dengan sebutan yang terlalu formal.” Balasnya.

__ADS_1


“Jadi, kau benar-benar lari dari sekte? Bagaimana nantinya jika patriark sekte mencarimu? Apalagi jika dia tahu kau berhubungan denganku.” Sambungnya sambil bertanya.


“Aku tidak peduli sama sekali.”


“Seharusnya kau memiliki alasan yang begitu jelas. Tidak, aku tidak masalah jika Fen Jhiyang memusuhiku karena sebelumnya kami sudah memiliki masalah. Tapi bukankah sangat tidak etis saat meninggalkan sekte itu? Lagipula kau adalah junior murid dalam, dimana kau memiliki sebuah potensi yang begitu baik di masa depan.” Balas Lin Xuan.


Wue Yei kemudian membalasnya kembali, “Aku seolah memiliki pikiran yang begitu buruk di masa depan seolah itu menjadi mimpi buruk. Jadi, daripada pikiran itu terus mengganggu, aku akan menghindarinya.”


“Sangat tidak masuk akal. Begini, kau boleh saja mengikutiku, namun aku tidak bisa melindungimu jika kau ada bahaya. Karena aku saat ini memiliki tujuan hidup dan tidak berlalu lalang bagaikan pengemis di pinggir jalan.”


Kemudian Lin Xuan kembali menceritakan bahwa tidak salah untuk mengikuti dirinya, karena dirinya memiliki tujuan yang jelas mengapa saat ini dia hidup. Jika dia tidak memiliki tujuan, maka dia akan menolak mentah-mentah untuk diikuti oleh Wue Yei daripada itu akan menyusahkan Wue Yei sendiri.


“Dan ini yang terakhir, jika kau ingin menjadi pengikutku, maka kau harus melakukan sebuah perjanjian yang terikat denganku. Ini mencegah adanya sebuah pengkhianatan yang mungkin terjadi di masa depan. Aku benar-benar menghindari itu semua.”


Lin Xuan benar-benar temperamen masalah kesetiaan, meskipun dia tidak pernah apa yang namanya dikhianati, tapi dia tahu bagaimana rasanya melihat sosok yang dia hormati dikhianati oleh rekan-rekannya. Apalagi rekannya memiliki tampang yang begitu manis, tapi nyatanya benar-benar menusuk.


Untung saja, Lin Xuan dapat menemukan sebuah buku yang berhubungan dengan ikatan perjanjian yang begitu ekstrem milik dewa kematian di liontin mata ilahi. Usai Wue Yei menyerahkan dirinya kemarin, Lin Xuan juga secara tak sengaja menemukan manual tersebut setelah melakukan kultivasi.


Kali ini dia menatap Wue Yei, seharusnya perempuan itu tahu bahwa perjanjian antara seorang rekan, atau mungkin bawahan kepada tuan tidak hanya melalui sebuah perjanjian tertulis bagaikan perjanjian perdagangan. Itu semua terlalu murahan dan selembar kertas dapat disobek kapan saja.

__ADS_1


Perjanjian yang cukup ekstrem, bahkan taruhannya tidak main-main. Seharusnya Wue Yei mengetahui akan hal itu jika memang dia pernah belajar di sebuah sekte. Maka dari itu, Lin Xuan menunggu apakah Wue Yei benar-benar bertekad untuk mengikuti Lin Xuan?


Tidak perlu menunggu satu menit, respon Wue Yei benar-benar sangat cepat. Dia berkata, “Aku tahu kau bukanlah orang yang sederhana. Kau benar-benar menghindari apa yang namanya sebuah pengkhianatan. Maka dari itu aku menerimanya, bahkan aku sudah berkata hidup ataupun mati ada di tanganmu karena matiku sudah tergambar di otakku.”


“Kau terlalu pesimis dalam kematian. Namun kau memiliki tekad yang begitu kuat, sehingga aku menerima kesetiaanmu. Wue Yei, bertekuk lututlah di hadapanku, bukan hanya sekedar sumpah ucapan, perjanjian ini cukup ekstrem.”


Wue Yei kemudian mengangguk, dia memejamkan matanya dan bertekuk lutut di hadapan Lin Xuan. Menunggu apapun yang diperintahkan oleh Lin Xuan.


Kemudian, Lin Xuan mengeluarkan sebuah manual yang memiliki sebuah aura yang cukup mencengkam dari liontin mata ilahi. Bahkan warna dari manual tersebut benar-benar dimakan usia dengan banyak bercak yang terlukis.


Dia mempelajari setiap langkah dengan penuh konsentrasi. Menggunakan energi kultivasinya yang dalam, dia mengaktifkan segel-segel yang tertulis dalam manual tersebut. Dalam beberapa saat, sebuah pola muncul tepat melingkari posisi Wue Yei secara horizon, dan juga bersinar dengan cahaya lembut.


Pola itu memiliki simbol-simbol kuno yang melambangkan kekuatan, kesetiaan, dan pengabdian. Lin Xuan mengenali lambang-lambang itu sebagai bagian dari perjanjian darah yang kuat.


Dia menutup manual tersebut, membiarkannya mengambang di udara seolah terlindungi oleh energi yang kuat. Barulah, kemudian Lin Xuan menggigit ujung jari tangan kirinya sehingga mengeluarkan sebuah darah. Darah tersebut dia jatuhkan pada pola di atas tanah yang melingkari Lin Xuan.


Reaksi yang tak terduga pada pola tersebut, dimana yang sebelumnya bercahaya berwarna kuning, kini berubah menjadi warna merah dan seolah membentuk sebuah kubah yang mana membungkus Wue Yei, tapi kubah itu perlahan menghilang bersama polanya.


Dalam pejaman mata Wue Yei, dia merasa telah membuka matanya dan berada di sebuah tempat entah berantah, namun saat dia mencoba menghadap ke depan, dari punggung Lin Xuan muncul ribuan rantai berukuran lengan orang dewasa. Rantai tersebut bergerak dengan sangat cepat dan mengikat Wue Yei hingga dia benar-benar tercekik dan tidak bisa bernapas.

__ADS_1


Untungnya, itu bagaikan sebuah angan-angan. Matanya terbuka lagi bahwa dirinya masih bertekuk lutut seolah tidak terjadi apa-apa. Pandangannya hanyalah sebuah kebingungan dan merasa bahwa itu hanyalah sebuah mimpi belaka.


__ADS_2