
“Patriark! Bagaimana bisa ada seseorang dari luar sekte?” Teriak salah satu orang dalam sebuah ruangan dengan sedikit terkejut.
Sebuah layar baru saja memperlihatkan orang luar, yang tidak lain adalah Lin Xuan sedang melawan anggota sekte langit biru. Jelas, ini membuat orang-orang cukup terkejut saat mendapati ada penyusup atau orang luar masuk.
Sebelum itu, setiap sekte juga memasang sebuah segel kepada murid teratas agar bisa terhubung ke dalam ruangan ini. lebih tepatnya di sebuah ruangan pertemuan keluarga Jin yang merupakan raja kota Jinling yang menjabat saat ini.
“Aku tidak tahu, sialan tetua itu apakah tidak merasakan adanya seorang penyusup sebelumnya?” Teriak Fen Jhiyang yang merupakan seorang patriark dari sekte langit biru.
“Tapi menurutku dia sangat menarik. Mereka bisa menyiasati agar salah satu sekte Langit Biru terbunuh dengan menggunakan Wue Yei.” Kata Ji Huang tersenyum. Tampaknya patriark dari sekte pedang suci itu tersenyum melihat rendahnya kualitas sekte sebelah yang tidak lain sekte Langit Biru.
Tapi sayangnya dia tidak bisa tenang karena bisa jadi ini akan merembet ke arah muridnya. Bisa jadi penyusup itu mengambil keuntungan di saat murid-muridnya bertarung mati-matian melawan monster atau binatang spiritual.
“A-apa! Patriak Ji Huang, tolong jaga mulutmu!”
“Patriak sekte, ku harap kalian bisa tenang. Ini hanya kompetisi anak muda kan? Selain itu mungkin ini juga murni kesalahanku karena tidak menjaga ketat tempat tersebut. Jadi setelah ini, aku akan mencari tahu informasi tentang anak itu.” Kata raja kota menenangkan perselisihan mereka.
Sebenarnya raja kota atau Jin Wu hanya berat kepada sekte Pedang Suci dan juga Kuil Emas. Itu karena kedua putra dan putrinya berada di masing-masing sekte tersebut sebagai murid dalam. Sedangkan untuk sekte langit biru, raja kota hanya tidak terlalu memperdulikannya.
Hanya saja, dia akan tetap menghormati sekte Langit Biru agar tidak merusak reputasinya sebagai seorang raja kota Jinling.
“Sebaiknya kita melihat pada murid sekte lain untuk melihat perkembang mereka.” Kata raja kota ini mendamaikan suasana.
__ADS_1
.......
...****************...
Saat ini Lin Xuan menyeret salah satu pecahan tubuh salah satu murid sekte langit. Tujuannya hanyalah satu, dia hanya ingin mengambil sebuah cincin penyimpanan agar dia bisa membawa darah ini dengan begitu mudah.
Karena dia sendiri yakin bahwa darah di dalam kotak yang dipegangnya bukanlah darah biasa. Setidaknya dia bisa mendengarnya dari Wue Yei bahwa darah ini juga tidak bisa ditelan mentah-mentah. Itu artinya darah ini bisa digunakan apabila dibuat sebuah pil.
Dia menarik cincin tersebut dari tangan mayat murid sekte yang dia bawa. Saat dia gunakan, rasanya tidak ada apa-apa. Bahkan sulit baginya untuk menerobos masuk seolah ruang dalam cincin ruang itu tidak ada di pikirannya.
“Sial, kenapa tidak bisa? Apakah guru membohongiku?” Lin Xuan berdecak dan merasa kesal. Tapi tidak ada sebuah pilihan lain, dia tetap membawa cincin dan kotak itu dan segera pergi dari tempat tersebut untuk melakukan ekspedisi jauh ke dalam.
“Makam ini memiliki aura kematian yang cukup kuat dan seharusnya ada banyak sumber daya di tempat ini. Tapi mengapa tidak ada monster penjaga?”
Sesaat itu juga, Lin Xuan mendengar sebuah pertarungan yang tampaknya tidak jauh dari tempat ini. Dengan mengikuti pendengarannya, Lin Xuan akhirnya telah sampai di sebuah tempat, dimana di dalam tersebut terdapat sebuah ruang harta, yaitu sebuah tumpukan koin emas yang berserakan.
tapi, di tempat ini juga, terdapat sebuah pertarungan antara beberapa sekte langit biru dengan dua kadal raksasa yang terus menyemburkan api dari mulut mereka. Tampaknya, kadal itulah yang menjaga harta kecil ini agar tidak disentuh oleh manusia manapun.
Kadal tersebut sebenarnya juga tidak terlalu kuat atau lemah. Keduanya sama-sama merupakan hewan spiritual tingkat menengah bintang lima. Sehingga itu membuat mereka cukup kewalahan untuk menghadapinya. Bahkan, setelah Lin Xuan menyipitkan matanya sebentar, dia bisa melihat terdapat Huo Ran.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Huo Ran yang merupakan murid paling berbakat di sekte langit biru, dengan ranah kultivasinya adalah Core Formation bintang delapan sekalipun merasa sangat kesulitan. Bahkan dia sudah dibantu oleh murid lain untuk menghadapinya.
__ADS_1
“Tuan muda, cepat ambil beberapa kitab yang dirasa penting dan harta di tempat ini. Biarkan kami yang melawan kadal-kadal jelek ini! Kemudian Anda bisa pergi dengan tenang.” Teriak salah satu murid sekte Pedang Suci yang mana menjadi pengikut Huo Ran.
“Bodoh! Apakah aku sejahat itu. Kita bisa melawannya bersama-sama dan mengambil sumber daya di tempat ini bersama-sama. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika kalian terbunuh.” Teriak Huo Ran.
Pergerakan dan ayunan pedang dari Huo Ran terus dikeluarkan. Bahkan dia terus mengeluarkan jurus-jurus terbaiknya untuk melawan dua kadal raksasa yang melawannya. Beberapa murid sekte yang bersama dengan Huo Ran, mereka menggertakkan giginya, tapi mereka juga benar-benar menaruh hormat dengan tuan muda keluarga Huo karena masih memiliki perasaan.
Bahkan Lin Xuan yang ada di kejauhan hanya bisa tersenyum. Dia pikir semua manusia memiliki sifat yang sama dan monoton, tidak baik atau jahat yang menjadi mayoritas dewa atau iblis. Tapi siapa yang menyangka bahwa manusia memiliki sifat yang beragam, bisa kotor dan juga suci.
Tidak peduli apapun statusnya, Huo Ran memang patut diberi sebuah kehormatan.
“Sepertinya aku tidak boleh menyimpulkan terlalu cepat. Sebuah sikap itu relatif. Tidak selamanya semua orang harus berbuat baik untuk selama-lamanya. Tidak ada seorang manusia yang suci, yang seterusnya berbuat baik. Pun tidak ada manusia yang sepenuhnya kotor, yang seterusnya berbuat kotor. Manusia itu menarik, mereka bagaikan simbol Yin Yang.” Batinnya.
“Aku paham kenapa sekarang iblis dan dewa tidak seimbang sifat mereka. Iblis yang seharusnya monoton bersikap jahat, tapi mereka menjadi diselingi sifat baik. begitupun dengan dewa yang menjadi tidak selamanya suci. Karena generasi yang baru setiap entitas mereka sebenarnya juga berasal dari manusia yang memiliki ambisi dan tekad. Tidak heran.”
Tapi pada kenyataannya saat ini Huo Ran tidak berbuat buruk kepada murid lain, yaitu memanfaatkan kondisi dan situasi. Dia bukanlah orang yang egois dan mementingkan diri sendiri. Satu sifat itu sudah menunjukkan bahwa Huo Ran memiliki sifat dominan baik.
“Aku akan membantunya. Lagipula aku juga ingin inti hewan spiritual itu. Sepertinya menarik.” Ucap Lin Xuan sambil menarik pedang menggunakan tangan kirinya.
Sedangkan tangan kanannya dia fokuskan untuk memegang sebuah kotak. Jadi pertarungan ini bisa dibilang akan sangat merepotkan.
Seperti biasa, Lin Xuan mengalirkan qi ke dalam pedangnya. Sehingga pedang itu terbakar tak terkontrol hingga ingin melahap Lin Xuan sendiri. Tetapi Lin Xuan langsung menggunakan jurus sutra kecepatan untuk berada di bawah leher salah satu kadal itu dan berputar 360 derajat secara vertikal.
__ADS_1