Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Racun Bekerja


__ADS_3

Sebuah ruangan tiba-tiba dipenuhi oleh sebuah aura yang cukup kuat. Semua orang, terkecuali Yuan Xuan merasa terintimidasi oleh aura sang kaisar cukup kuat. Bahkan Han Yifan sendiri merasa terkejut dan hampir muntah darah.


Tapi melihat semua orang tersiksa, Kaisar menghentikan tingkahnya. Sambil berkata, “Mana sopan santunmu? Pangeran Han Tan memanggilmu! Pangeran Han Yifan, jika kau merasa seperti orang tak berguna kau bisa pergi.”


“Kanda, jangan terlalu kasar kepadanya.” Fang Yu Na menatapnya dengan penuh melas.


Tapi kaisar sama sekali tidak memperdulikannya. Dia tetap memandang pangeran Han Yifan dengan tatapan yang cukup sinis.


“Hahaha maafkan aku semuanya. Aku hanya sempat berpikir bahwa jamuan makan malam ini tidak perlu apa yang namanya sebuah perbincangan. Bukankah etiket kekaisaran mengajarkan untuk tidak berbicara di depan makanan yang disajikan? Jadi maafkan aku, aku menerapkan sebuah etiket seorang bangsawan. Bahkan babi sekalipun tidak akan berisik saat ada makanan di hadapan mereka.” Han Yifan tersenyum ramah


“Kau .....” Han Tan naik pitam ketika satu meja disamakan dengan sebuah babi.


Tapi hal tersebut dipotong oleh sang kaisar. “Benar, sebaiknya jangan berbicara di depan makanan.”


Han Tan jelas marah, bahkan suara gertakan giginya hampir terdengar dalam satu meja. Tapi dia juga tidak menunda-nunda waktu dimana ayahnya harus memakan makanan yang ada dalam perjamuan tersebut.


Setidaknya Han Tan sudah menyiapkan makanan khusus ayahnya. Bahkan dia meletakkannya sendiri dengan menambahkan bubuk racun mematikan yang itu sanggup membuat ayahnya tidak akan hidup esok hari.


Dia juga tahu bahwa racun itu hanya bekerja beberapa jam setelah makanan itu masuk ke dalam mulut.


“Aku mengerti, baiklah, silahkan dimakan-makanannya para tamu sekalian.”


Semua orang mengangguk, tapi Han Yifan hanya fokus makanannya dan tidak berselera terlebih dahulu. Matanya waspada dan melihat keadaan sekitar seolah dia ingin melihat apakah ada sesuatu yang cukup mencurigakan atau tidak?


Sementara Han Tan, fokusnya masih ada di depan, dia mencuri pandangan pada ayahnya dan memastikan bahwa makanan itu telah dimakan. Dan, ketika ayahnya benar-benar lahap, Han Tan hanya tersenyum puas.


..................

__ADS_1


Malam hari, kaisar Han Tianlong berada di kamar ibu Han Tan. Dimana Yan Shiese benar-benar senang saat Han Tianlong atau sang kaisar mau menyempatkan diri untuk tidur dengannya.


“Yang mulia, apakah kau tidak ingin bermain denganku?” Kata Yan Shiese dengan wajah menggoda.


“Shiese’er padahal kau sudah tua. Tunggu, tapi entah kenapa aku benar-benar mengantuk. Tubuhku rasanya tidak enak.” Kata kaisar menola rayuan Yan Shiese.


Yan Shiese sepertinya juga mengalami hal yang sama, dia benar-benar sangat mengantuk dan pada akhirnya tidur di atas sebuah ranjang dan memejamkan matanya. Sedangkan sang kaisar sendiri, dia merasa ada yang tidak beres.


Jantungnya berdetak lebih kencang, matanya benar-benar perih dan tidak bisa melihat keadaan sekitar. Dan perlahan, dia merasakan jantungnya seperti hampir meledak yang membuat kaisar itu tidak bisa menahan rasa sakit.


“Sial, sebelumnya aku tidak pernah merasakan rasa sakit seperti ini. Apa yang terjadi sebenarnya?” Batin Han Tianlong dengan wajah pertanyaan.


Perlahan, mulut Han Tianlong mengeluarkan darah. Saat dia menadahi darahnya, dia menyadari bahwa yang keluar dari tubuhnya adalah darah hitam. Jelas itu membuat Han Tianlong menyadari sesuatu?


“Aku diracun?”


Dengan tubuh bergetar, kaisar itu kemudian duduk dan mengambil posisi lotus dan berusaha untuk memulihkan diri.


“Aghhh!” Han Tianlong kembali memuntahkan darah berwarna hitam yang membuatnya semakin was-was.


Tubuhnya merasakan rasa sakit yang cukup luar biasa. Sehingga untuk berkonsentrasi sekalipun dia tidak bisa fokus. Apalagi jantungnya yang rasanya seperti meledak.


Tiba-tiba saat itu pintu terbuka lebar. Menunjukkan seseorang pria berjubah ditambah topeng yang sama seperti Han Tianlong lihat. Dimana pria bertopeng itu berdiri di belakang Han Tan tadi.


“Kaisar, bagaimana racunnya? Sungguh ironis ketika putramu sendiri justru meracunimu.”


Han Tianlon terkejut mendengarnya, di sisi lain rasa sakit, dia hampir tidak percaya bahwa putranya sendiri yang telah meracuninya. Jelas itu membuat Han Tianlong tidak bisa menerima akan hal itu.

__ADS_1


“Yan Shiese.” Kaisar Han Tianlong merintih dan bergerak di atas kasur untuk memanggil istrinya.


“Yan Shiese tidak akan bangun, maksudku bangun selamanya. Karena aku sendiri yang memberinya racun. Hmm ini benar-benar menarik.” Lin Xuan tertawa lirih.


Han Tianlong lantas menggertakkan giginya. Kemudian dengan sisa tenaganya dia bergerak ke arah Lin Xuan dengan sangat cepat dan tanggap. Tapi sangat disayangkan bahwa pergerakannya benar-benar sangat lemah dan kurang bertenaga.


Sehingga saat mendekat tepat ke arah Lin Xuan, Lin Xuan dengan sigap mengangkat lututnya sehingga serangan lutut Lin Xuan tepat mengenai perut Han Tianlong. Itu membuat Han Tianlong memuntahkan seteguk darah dan terlempar ke belakang.


Lin Xuan cukup yakin bahwa serangan itu mampu menghancurkan organ dalamnya. Apalagi racunnya sudah menyebar dengan pesat dan membuat organ-organnya rapuh.


Tapi Han Tianlong sama sekali tidak menyerah, dia masih berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Yaitu sebuah pedang berwarna biru dengan ukiran yang terlihat sangat mencolok.


Han Tianlong lantas bergerak ke arah Lin Xuan dengan sangat cepat. Dia bergerak ke arah samping Lin Xuan untuk memberikan sebuah serangan frontal. Tidak peduli bagaimana nasib dirinya nanti, tapi setidaknya dia harus bisa membunuh sosok yang ada di depannya tanpa berpikir panjang.


Untungnya Lin Xuan masih bisa mengikuti kemana perginya Han Tianlong. Sehingga dia menghindar ke arah samping dan memberikan sebuah balasan dari belakang. Itu menunjukkan serangan secara dadakan yang membuat Han Tianlong benar-benar terkejut akan hal itu.


Pola serangan yang tidak bisa dihindari dari Lin Xuan membuat Han Tianlong tersungkur di atas tanah. Itu membuat Han Tianlong kembali merasakan rasa sakit yang teramat berat. Apalagi dia tidak bisa bergerak secara penuh karena batasannya akibat sebuah racun yang dia alami.


“Keparat! Kau tidak tahu bahwa kau berhadapan dengan siapa?!” Han Tianlong mencoba untuk berdiri.


Sedangkan Lin Xuan, dia membuka sedikit topengnya, menunjukkan matanya yang tajam bagaikan seekor binatang buas yang hendak mencengkram mangsanya. Selain itu, Lin Xuan juga mengeluarkan sebuah aura yang cukup mengerikan.


“Kau juga tidak tahu berhadapan dengan siapa? Panggil aku dewa kematian.” Ketus Lin Xuan menyeringai.


Seekor ular berukuran dua kali lipat dari manusia muncul dari tubuh Han Tianlong. Anggap itu adalah binatang spiritual kontrak miliknya. Tapi itu memang, Han Tianlong tidak memiliki cara lagi mengeluarkan sebuah binatang spiritual.


Ular tersebut merupakan binatang spiritual tingkat langka, yang mana bergerak dengan sangat cepat ke arah Lin Xuan. Itu membuat Han Tianlong tersenyum puas dan beranggapan bahwa Lin Xuan sudah berakhir.

__ADS_1


Happp! Boooom!


Dalam sekejap, Hei Long keluar dari wujud Lin Xuan, yang mana dia langsung menggigit leher ular tersebut dan membantingnya tepat di atas lantai. Sehingga sebuah getaran berat terasa di seluruh kastil terasa yang membuat semua orang menatap ke area sekitar.


__ADS_2