
Kadal itu memang terlempar ke atas, tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi kerusakan yang terjadi pada kadal tersebut.
“Cepat bantu dia, biarkan aku yang mengurus kadal yang satu ini.” Teriak Huo Ran menghela napas dengan begitu lega.
Meski dia sebenarnya juga tidak tahu siapa orang itu baru saja, tapi Huo Ran yakin bahwa dia adalah orang baik. Jadi dia sama sekali tidak mempermasalah apapun. Masalahnya dia melihat bahwa Lin Xuan memiliki kultivasi yang jauh lebih rendah darinya, bahkan seharusnya binatang spiritual yang mereka hadapi bukanlah lawan yang sepadan seperti Lin Xuan.
Apalagi Lin Xuan juga memegang sebuah benda, sehingga dia sedikit kesulitan untuk bertarung dengan begitu leluasa. Untungnya beberapa murid sekte Pedang Suci yang berada di bawah perintah Huo Ran membantunya, sedangkan Huo Ran sendiri menghadapi kadal yang lain dengan dibantu beberapa.
“Ku pikir dia akan mengambil kesempatan ini.” Batin Lin Xuan sambil mengayunkan pedangnya secara terus menerus.
Dengan begini, kedua kadal penjaga yang merupakan binatang spiritual menengah bisa di atasi meskipun mereka cukup kesulitan. Jika bukan karena Lin Xuan, Huo Ran mungkin juga akan kesulitan untuk mengatasi kedua-duanya langsung. Apalagi beberapa murid sekte yang mengikutinya tidak bisa terus di andalkan.
“Terima Kasih atas bantuannya tuan. Ngomong-ngomong sepertinya Anda dari luar, apakah benar? Karena aku sama sekali tidak melihat Anda dari sekte manapun.” Kata Huo Ran sedikit membungkukkan badannya.
Lin Xuan yang fokus untuk mencari inti binatang spiritual, yang ada di kepala kadal. Namun dia juga tidak menghiraukan apa yang Huo Ran katakan.
“Aku hanya orang biasa. Tapi aku juga berminat untuk masuk ke dalam tempat yang dipenuhi sumber daya ini. Enak saja para sekte bisa menguasainya sendiri.”
“Tapi melihat dari kemampuan Anda seharusnya bisa masuk ke dalam sekte Pedang Suci tuan.” Balas Huo Ran.
“Entahlah, aku hanya ingin kebebasan. Menurutku belajar dengan alam sebagai guru adalah suatu hal yang menarik. Kita bisa membuat siapa saja menjadi seorang guru. Meski sebenarnya aku juga punya guru sendiri.” Ucapnya.
“Gurumu pasti seorang petualang yang hebat. Jika tidak, dia pasti sudah menjadi tetua sekte tertentu.”
__ADS_1
Selang tidak lama kemudian, Lin Xuan akhirnya bisa mendapatkan dua inti binatang spiritual berwarna hijau gelap menyala dari kedua kadal tersebut. Qi yang bergejolak di dalamnya, membuat Lin Xuan seolah bernapsu dan tidak sabar untuk menyerapnya cepat-cepat.
“Aku ambil ini saja ya. Untuk semua harta di sini, kalian bisa mengambilnya.” Ucap Lin Xuan kepada murid sekte Pedang Suci. Kemudian, Lin Xuan memasukkan kedua inti itu ke dalam kotak yang berisi darah sebelumnya.
Mereka sama sekali tidak mempermasalahkannya. Lagipula tujuan mereka bukanlah inti binatang spiritual yang ada pada dua kadal tersebut, melainkan harta dan kitab yang ada di tempat ini. Tapi melihat ada ada puluhan kitab jurus yang berserakan di antara tumpukan harta, Lin Xuan juga berubah pikiran.
“Tidak, maksudku aku juga akan mengambil kitab. Tapi tenang saja, aku hanya akan mengambil satu.”
“Tidak masalah tuan, kau bisa mengambil sesukamu. Kita bisa membaginya di sini.” Ucap Huo Ran.
Lin Xuan beranjak ke tumpukan harta dan kitab kuno yang berada di tempat tersebut. Dia berusaha untuk mencari apa yang cocok dan menarik baginya untuk digunakan. Bahkan apabila itu cocok dengan atributnya, itu sangatlah baik karena selama ini Lin Xuan kesulitan untuk mengontrol api yang dia keluarkan.
Tangannya saja berulang kali terus mengalami luka bakar ketika dia mencoba untuk menekan qi yang dia aliri di pedang justru bertambah bergejolak. Tidak heran posisi saat ini tangan Lin Xuan agak kehitaman apabila dilihat oleh orang lain.
“Aku juga tidak memiliki barang apapun kecuali cincin yang tidak berguna ini untuk menyimpan benda. Ah bisa-bisanya aku mengambil ini.”
“Jurus Tebasan Pedang Vermillion? Kenapa buku sebagus ini berada di tumpukan kitab jurus tingkat rendah yang kurang berguna?” Pikirnya dengan cukup penasaran. Tanpa berpikir panjang, Lin Xuan memasukkan kitab jurus itu ke dalam kotak.
“Huo Ran! Jangan berpikir untuk bisa menguasai tempat ini sendirian.”
Sebuah teriakan seketika mengganggu fokus mereka. Tidak terkecuali Lin Xuan yang merasa cukup femilier dengan suara tersebut. Tapi dia sama sekali tidak peduli dan langsung beranjak pergi. Lagipula dia sama sekali tidak ingin mencari masalah dengan anak penguasa kota itu.
“Kenapa murid sekte yang mengikutimu berkurang secara drastis. Kau tidak bisa menjaga mereka dengan baik. Apa yang akan kau katakan kepada tetua sekte nantinya?”
__ADS_1
“Ini bukan urusanmu.” Jin Hao menepuk pundak Huo Ran, “Aku bisa mengkambing hitamkan dirimu, berhati-hatilah jika berucap. Meski kau peringkat satu murid dalam, tapi jika aku berubah menjadi murid inti kau bisa apa.”
“Sebaiknya kau menjaga sikap. Aku juga tidak peduli apakah kau merupakan seorang anak dari penguasa kota.” Jawab Huo Ran dengan tatapan dingin dan beranjak pergi. “Sebaiknya jangan terlalu gegabah untuk menjadi murid inti. Dengan kultivasi milikmu, kau tidak bisa menggeser mereka. Mungkin jika mereka para murid inti diizinkan masuk di tempat ini, maka kau tidak akan berguna.”
“Jaga mulutmu! Aku bisa menghabisimu di tempat ini Huo Ran.”
“Tuan muda, jangan membuang-buang waktu. Masih banyak yang bisa ditelusuri.”
.......
“Jika bukan karena anak penguasa kota itu pasti aku tidak terlalu tergesa-gesa. Wajahku sudah ditandai dengan mudah sebelumnya.” Batin Lin Xuan.
Di tangan kirinya terdapat sebuah kitab yang berisikan jurus teknik tebasan pedang vermillion. Itu membuatnya lebih tenang karena dia bisa membuat atributnya lebih bergaya dalam dunia kultivasi ini.
Ini juga perlu apabila menghadapi musuh di masa depan, sebuah teknik atau jurus sangat diperlukan. Barulah orang itu bisa disebut berbakat karena menguasai jurus yang berbeda-beda. Sayangnya terkadang ada beberapa jurus yang memang tidak cocok dengan teknk kultivasinya, bahkan juga atributnya sendiri.
Tentu itu sangat merepotkan bagi seseorang yang haus akan kekuatan.
Sambil berjalan, Lin Xuan membaca kitab itu dengan seksama. Dia membacanya dengan hati-hati dan serius serta tidak melewatkan satu huruf pun dalam sebuah kata. Meskipun ini sangat sulit karena baginya tidak bisa berkonsentrasi di area yang seperti ini.
“Kalimat yang digunakan dalam kitab ini masih bisa dicerna dengan mudah. Bisa dibilang juga menguasai jurus ini memerlukan dua sampai tiga hari. Aku akan menyimpannya terlebih dahulu.”
“Tunggu dulu, sialan! Dari tadi aku lupa mengapa aku tidak bisa membuka cincin penyimpanan ini. Sampai kapanpun aku juga tidak bisa membukanya jika aku tidak meneteskan darah. Betapa bodohnya diriku ini ya guru.”
__ADS_1