
Acara telah berakhir, Lin Xuan dan Mei Lin bergerak menuju ke lantai dua untuk mengambil zirah es yang mereka beli. Tidak hanya mereka sebenarnya, melainkan orang-orang yang membeli barang lelang tadi.
Sekaligus, beberapa tamu khusus juga penasaran, apakah tamu khusus nomor sembilan memang mengeluarkan lima puluh koin platinum untuk membeli zirah es. Jika memang iya, tampaknya mereka pasti akan mengalami syok dan muntah darah karena itu seharusnya adalah suatu hal yang sangat mustahil.
“Lima puluh koin platinum.” Lin Xuan benar-benar mengeluarkan lima puluh koin emas di hadapan Madam Li untuk mendapatkan zirah es. Itu tentu saja juga di hadapan para tamu khusus yang ada di tempat itu dengan tatapan kosong seolah tidak begitu percaya. Karena tamu khusus nomor sembilan benar-benar serius.
“Ternyata Anda benar-benar sangat serius. Baiklah, aku menerimanya dengan senang hati.” Madam Li bersemangat.
Pada akhirnya, Mei Lin benar-benar sangat puas setelah dia memiliki zirah naga es yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Apalagi Lin Xuan membelinya dengan harga yang benar-benar sangat mahal. Siapa yang berpikir dengan kejutan seperti itu?
“Cari identitas anak itu. Dia hanya seorang kultivator core formation tahap ketiga. Kekayaan yang dia miliki tidak akan berguna jika dia sangat lemah. Jangan lupa rebut zirah es yang baru saja dia beli.” Kata seorang patriark keluarga Wue yang bernama Wue Dong.
“Baik tuan, aku akan menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh dan merebut apa yang dia miliki.” Kata bawahannya menuruti Wue Dong.
Malam hari kemudian, ketika matahari baru saja turun dan juga menenggelamkan dirinya, Lin Xuan berdiri dengan kuat saat melihat Mei Lin berdiri di depannya seolah sedang menunggu sesuatu. Kepergian yang akan dilakukan oleh Mei Lin, membuat Lin Xuan semakin yakin bahwa gurunya bukanlah sosok biasa, setidaknya kemungkinan dia setara dengan seorang dewa.
“Guru, kau benar-benar akan pergi ya. Ku pikir itu adalah sebuah candaan belaka.” Katanya dengan lemah.
“Nadamu jangan merasa sedih seperti itu. Ku pikir kau adalah seorang murid yang sok kuat.” Jawab Mei Lin dengan wajah yang begitu datar.
Suara gemuruh petir terdengar sekali dengan sangat keras, namun sebelum itu juga ada sebuah kilatan yang menyilaukan mata, bahkan Lin Xuan harus menutup mata dan telinganya untuk menghindari sesuatu yang tidak-tidak.
__ADS_1
Kilatan itu tiba-tiba juga menggemparkan seisi kota Jinling, ketika seluruh orang benar-benar terkejut saat mengetahui bahwa ada sebuah kilatan yang seolah merata melahap kota kecil di kekaisaran Han ini.
Diiringi oleh suara gemuruh petir, bagaikan sebuah bencana yang sama sekali tidak mereka harapkan. Beberapa orang bersembunyi di dalam rumah mereka masing-masing untuk menghindari sesuatu yang tidak-tidak.
“Ada apa ini? sangat jarang ada sebuah kilatan dan guntur sebesar ini. Apakah akan ada sesuatu?” Jin Wu, raja kota Jinling berdiri menghadap langit gelap. Dia juga baru saja melihat sebuah kilauan yang menyambar dan hampir membutakan mata. Dia sangat yakin jika orang biasa yang melihatnya, kemungkinan mata mereka akan rusak.
“Aku harap bukanlah pertanda yang buruk bagi kota Jinling.”
Di atas langit yang mana Mei Lin dan Lin Xuan berdiri, dua ekor naga muncul menunjukkan kekuasaannya. Terlihat sangat kuat, bahkan untuk meratakan kota ini kemungkinan hanya sekejap saja. Bahkan Lin Xuan sendiri terlihat merasa tidak berkutik saat melihatnya sekilas.
Salah satu naga itu terlihat di tubuhnya mengeluarkan petir-petir kecil yang terlihat sangat mengerikan. Lin Xuan tidak tahu, bagaimana jadinya jika kekuatannya yang seperti ini harus berhadapan dengan naga tersebut.
Tiba-tiba, saat mendekati Mei Lin, kedua naga itu berubah wujud menjadi seorang manusia yang mendarat dengan sayap indahnya. Kemudian, mereka berdua bertekuk lutut di hadapan Mei Lin bagaikan memberikan sebuah hormat.
“Aku mengerti, waktunya aku akan kembali.”
Mei Lin memejamkan matanya, di punggungnya tiba-tiba muncul sayap berwarna emas dan berkilau dengan sangat apik. Bahkan Lin Xuan sendiri benar-benar sangat terkejut saat melihat wujud Mei Lin yang menurutnya adalah seekor naga.
Jelas, itu membuat Lin Xuan sendiri semakin tertarik atas semua rahasia tentang siapa sebenarnya guru Mei Lin. Apabila naga yang ada di hadapan gurunya bertekuk lutut dan memberi hormat, serta memanggil Mei Lin dengan sebutan yang mulia.
“Pantas saja guru sangat marah apabila zirah sisik naga es dijual dengan sangat murah.” Batin Lin Xuan.
__ADS_1
Mei Lin perlahan mengepakkan sayapnya. Kemudian dia berbalik badan menatap ke bawah ke arah Lin Xuan. Dia sedikit mengangkat ujung bibirnya dan berkata. “Sampai jumpa kembali Xuan’er, senang bisa bertemu denganmu muridku. Aku akan kembali, namun jika aku tidak kunjung kembali jadilah kuat dan menjemputku.”
Mei Lin perlahan terbang tinggi secara mundur, senyumannya terlihat sangat tulus. Baru kali ini Lin Xuan bisa melihat senyuman seikhlas itu, secerah itu. Terlihat sangat indah bagaikan seorang malaikat.
“Jangan berpikir apa yang kau lalui semua ini adalah sebuah kebetulan.”
Sebelum pergi sepenuhnya, diikuti oleh kedua naga yang mengepakkan sayapnya, Mei Lin berkata demikian. Berkata kepada Lin Xuan yang membeku dan tidak bisa berkata sepatah kata apapun. Namun air matanya menetes, membuat dia tampak lemah.
Namun, tiba-tiba salah satu naga tersebut seolah menatap sinis Lin Xuan. Seolah memberikan sesuatu tersembunyi yang mencurigakan sebelum dia benar-benar pergi, seolah menunjukkan ketidak sukaan terhadap Lin Xuan itu sendiri. Namun, Lin Xuan menghiraukannya dan menganggap itu adalah hal biasa.
“Guru, dia benar-benar pergi. Aku sendiri lagi. Kenapa orang baik selalu meninggalkanku? Seperti tuan Zhang Wei dan juga guru Mei Lin.” Lin Xuan menyeka air matanya, dia berbalik badan dengan perasaan yang begitu sedih secara mendalam.
Dia berjalan dengan malas, tidak memiliki semangat hidup lagi setelah kepergian Mei Lin beberapa menit yang lalu. Seolah dia tidak memiliki tujuan apa-apa. Dia tidak tahu harus berbuat apa nantinya. Tapi dia terpikirkan sesuatu. Dia lupa bahwa dia harus mencari pecahan kristal hewan legendaris untuk membuka dunia luar liontin mata ilahi. Tapi, rasanya sungguh membosankan.
Saat itu juga, tiba-tiba lima orang dengan penutup wajah muncul secara mendadak di hadapan Lin Xuan. Pakaian mereka seperti seorang assassin, serta dengan pedang yang ada di punggung mereka. Masing-masing dari mereka juga merupakan seorang kultivator Core formation bintang 6-9.
Jelas-jelas itu membuat Lin Xuan menghentikan langkahnya dan menunjukkan kewaspadaan. Apalagi mereka tampak mencurigakan seperti seorang pembunuh bayaran yang mengincar dirinya.
“Ada apa?”
“Nak, sebaiknya kau menyerah dan mengikuti kami. Jika tidak, terpaksa kami akan melakukan cara yang kasar.” Kata orang pertama.
__ADS_1
Orang ketiga kemudian menambahkan. “Hanya seorang core formation bintang tiga, ini tidak sebanding dengan kami. Menyerahlah, maka semuanya akan mudah bagimu.”
“Pergilah, kalian semakin membuat suasana hatiku semakin buruk.” Ucap Lin Xuan dengan tatapan yang begitu datar.