
Perjalanan menuju ibukota Qianting dibilang cukup lama. Bisa dibilang rombongan kekaisaran dan putri Xia Xinran berhenti berulang kali. Sedangkan Lin Xuan juga mengimbangi pergerakan mereka dengan juga berhenti. Tapi sebisa mungkin Lin Xuan tidak menampakkan wujudnya di depan mereka semua.
Namun karena bisa dibilang sangat lama, Lin Xuan bergerak terlebih dahulu. Mengikuti setapak jalan yang ada untuk menuju wilayah ibukota. Sehingga dia bisa tiba tepat di depan gerbang kota Qianting sebelum menjelang siang hari.
Sebelumnya Lin Xuan menyembunyikan topengnya terlebih dahulu sebelum dia muncul di depan para penjaga gerbang. Sehingga ini akan menunjukkan bahwa Lin Xuan hanyalah warga lokal jika hanya dengan menunjukkan lencana yang baru saja dia dapatkan sebelumnya.
Pemandangan gerbang ibukota kekaisaran sungguh berkesan. Ketika terdapat sebuah tembok yang cukup tinggi dengan konsentrasi qi yang menekan dari segala sisi. Sehingga apabila ada serangan binatang spiritual, maka wilayah paling aman adalah kota Qianting sebagai ibukota kekaisaran.
“Tuan, bisakah Anda menunjukkan lencana Anda?”
Lin Xuan lantas menyerahkan sebuah lencana giok yang didapatkan dari orang yang mengincar Xia Xinran tadi. Sehingga para penjaga gerbang tersebut mengangguk dan mempersilahkan Lin Xuan dengan mudahnya.
“Silahkan masuk tuan.” Katanya.
“Terima kasih.” Balas Lin Xuan.
Barulah Lin Xuan masuk ke dalam kota Qiantin dengan mudah.
Kali ini dia hanya perlu menuju kastil dari fraksi istri pertama. Karena dalam pikirnya, sang kaisar pasti membuatkan kastil yang berbeda untuk istri-istrinya. Sehingga sangat jarang istri-istri kaisar berada dalam satu tempat di istana utama kecuali ada keadaan tertentu seperti pertemuan keluarga.
Sangat disayangkan apabila kaisar memiliki dua istri apalagi setiap istri memiliki putra laki-laki seperti ini. Ini mungkin memicu penyesalan sang kaisar karena mungkin telah menikah sebanyak dua kali sehingga membuatnya harus pusing kepala karena memikirkan siapa yang cocok menjadi pangeran mahkota.
__ADS_1
Karena masalahnya, jika hanya memiliki satu istri dan banyak putra itu masih lebih baik dibandingkan dengan dua istri, tapi masing-masing istri memiliki satu putra. Karena jika dia memiliki satu istri dan banyak putra, maka salah satu putra bisa diangkat menjadi pangeran mahkota dan penerus tahta kekaisaran, sedangkan saudara-saudaranya akan memiliki kehidupan yang terjamin dan menjadi bangsawan seperti ksatria.
Tapi, bagaimana jika salah satu putra pada salah satu istri yang menjadi penerus tahta? Maka di masa depan, saudara dan ibu tirinya akan dianggap tidak akan berguna lagi dan dibuang dari kekaisaran. Sehingga ini memicu masalah yang begitu serius seperti perang saudara dan pemberontakan yang besar.
Bahkan belum ada keputusan dari kaisar sekalipun, yang mana terbentuknya fraksi oleh kaisar itu sendiri, sudah jelas era perang dingin yang akan memicu perang saudara akan dimulai.
Apalagi yang sebelumnya pangeran Han Yifan sama sekali tidak tertarik, tapi setiap kali pangeran Han Tan selalu mengintimidasinya, itu membuat Han Yifan juga tidak diam meskipun dia lemah. Buktinya dia berhasil mendapatkan hati Xia Xinran dan membuat kota Xiazing mengikuti fraksinya.
Tidak mudah apabila seorang kultivator yang mengalami kecacatan bisa mendapatkan hati seorang wanita putra bangsawan. Bahkan jika Xia Bao terlihat buruk, maka pangeran Han Yifan akan ditolak mentah. Memang dia tidak membutuhkan apa yang namanya pamer akan kekuatan. Tapi, bagaimana jika menggunakan cara pendekatan?
Manipulatif yang dilakukan Han Yifan sungguh sederhana. Dia hanya menggunakan hal kecil yang diberikan oleh Xia Xinran seperti sebuah perhatian, kemudian memberikan segala sesuatu yang lebih besar yang kemungkinan membuat Xia Xinran bergantung kepada Han Yifan.
Dia percaya bahwa Xia Xinran adalah wanita yang tulus akibat manipulatif yang dia buat. Membuat Xia Xinran tidak memandang apa yang dimiliki oleh Han Yifan.
Kembali lagi kepada Lin Xuan, sebelumnya dia tidak langsung menuju kastil istri pertama kaisar untuk melapor keadaan kepada pangeran Han Tan. Daripada terlalu tergesa-gesa, lebih baik dia mencari makan untuk mengenyangkan perutnya sendiri. Teringat, bahwa dia bukanlah seorang kultivator Dao Fusion yang bisa menahan lapar hingga berbulan-bulan.
Di atas meja makan, Lin Xuan memasang telinganya baik-baik setelah hidangan tersajikan. Memandang kesana kemari bagaikan seorang mata-mata yang haus akan sebuah informasi yang cukup beredar.
“Sederhananya, 90% Kota Jinling adalah pendukung pangeran Han Tan karena memandang pangeran dari kultivasinya. Kekuatan juga sangat berpengaruh bagi sistem kemajuan kerajaan tidak peduli bagaimana sifat Han Tan yang terjadi. Di sisi lain pula, 90% Kota Xiazing adalah pendukung Han Yifan karena hubungan pertunangan.”
“Serta sisanya adalah kota Qianting, dimana separuh dari penduduk kota pendukung pangeran Han Tan, dan separuh lagi adalah pendukung dari pangeran Han Yifan. Keadaan ibukota juga seolah menjadi dua kubu yang seolah benar-benar memanas.”
__ADS_1
Lin Xuan semakin tertarik. Pilihan bagi masyarakat ini benar-benar sangat sulit seolah tidak ada pilihan lain. Karena masing-masing pangeran memiliki kekurangan dan kelebihan yang mendasar. Tapi selama bisa diperbaiki, maka Lin Xuan sudah tahu mana yang harus dia pilih.
Sikap memang tidak bisa diperbaiki, itu sudah mengakar pada Han Tan. Tapi jika kultivasi milik Yifan yang terhambat, itu bisa dibilang mudah. Ditambah kelebihan Han Yifan adalah kepintarannya. Maka pangeran yang paling unggul adalah, Han Yifan.
.........
“Bagaimana, perkembangannya Tan’er?”
Mendengar hal itu, seorang pemuda dengan wajah yang penuh energik. Dia tersenyum dan berbalik badan, menatap seorang wanita paruh baya yang tak meninggalkan kesan cantiknya. Rambut pirang yang diikat, ke belakang. Pakaian berwarna hijau muda yang terkesan alami dan cerah.
“Ibu tenang saja, aku sebagai pangeran pertama dari istri pertama kaisar akan memenangkan kandidat ini.”
Wanita tersebut, yang tidak lain adalah istri pertama kaisar. Yan Shiese lah namanya, dia tersenyum puas saat putranya berkata dengan penuh percaya diri. Harapannya terlalu besar, karena dia adalah istri pertama. Selain itu dibandingkan putra kaisar lainnya, putranya lah yang paling kuat.
Entah apabila yang terpilih adalah putra istri kedua kaisar, maka dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Tapi yang pasti dia akan kehilangan mukanya dari istri pertama. Lagipula seharusnya dia merasa berhak.
“Han Yinfan hanya unggul dalam segi pikiran. Tapi dia tidak memiliki pendukung yang kuat. Sedangkan aku, aku adalah pangeran paling kuat, tetapi pendukungku juga rata-rata adalah seorang kultivator yang kuat.” Ucapnya.
“Menangkan kandidat ini. Itu akan membuat kakekmu di kekaisaran Yan akan bangga. Atau jika sebaliknya, kita tidak tahu bagaimana reaksi kakekmu itu.”
“Sudahlah, aku sudah yakin. Karena aku adalah anak pertama. Kultivasiku jauh lebih unggul daripada anak ja*ang itu. Ibu aku ingin sendiri.” Kata Han Tan pergi meninggalkan tempat.
__ADS_1