Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Kau Benar-benar Iblis


__ADS_3

“Tebasan pedang vermillion!”


“Pukulan ganda tapak harimau!”


Kedua jurus itu saling beradu, menimbulkan sebuah gelombang yang menghempaskan reruntuhan dinding di sekitar. Tapi tidak dengan Lin Xuan, dimana dia masih berdiri tegak sambil posisi menebaskan pedangnya secara terus menerus ke depan.


Begitupun dengan Wue Dong yang tidak menyerah, cahaya api menjadikan penerangan baginya, tidak ada rasa takut untuk mundur, yang ada hanya ambisi, kebencian dan juga amarah yang mendalam. Jurusnya terus dia keluarkan, menyerang, ataupun menahan terus dilakukan.


“Menyerahlah! Kau hanyalah kultivator yang berada di ranah Core Formation, tidak mungkin untuk mengalahkan spirit severing sepertiku!” Teriak Wue Dong dengan segala amarahnya.


“Bagaimana mungkin Core Formation membunuh keluargamu dalam dua kali serang, menghancurkan kediamanmu juga dengan sekejap mata. Wue Dong, kau berhadapan dengan orang salah!” Kata Lin Xuan dengan senyum sinisya.


Keduanya saling beradu, tidak ada yang mengalah. Tapi posisi saat ini, Wue Dong lah yang begitu dirugikan. Dia seolah terus mundur karena terpukul oleh serangan Lin Xuan yang membabi buta. Bahkan semua jurusnya dapat dipatahkan oleh Lin Xuan dengan mudahnya.


Pikirannya kacau balau, tidak bisa berpikir tenang yang berdampak pada kemampuan serangannya. Berbeda dengan Lin Xuan yang begitu santai, berpikir optimis yang membuatnya bisa maju ke depan dan menyerangnya.


Perbedaan kultivasi bukanlah halangan, justru kultivasi Lin Xuan yang berada di ranah Nascent Soul bisa melebihi kultivator Spirit Severing. Jadi tidak heran mengapa dia bisa mengimbang Wue Dong dengan enak.


Pertarungan mereka terjadi belasan menit, Wue Dong ambruk ke belakang dalam posisi benar-benar terpojok. Energi qi nya terkuras habis, napasnya juga tidak bisa terkontrol, berbeda dengan Lin Xuan yang masih berdiri tegak dengan pedang di tangannya.


“Sialan! Kau benar-benar iblis!”    


“Iblis? Aku bisa menjadi iblis, manusia ataupun dewa dalam satu waktu, tergantung bagaimana sikap orang kepadaku.”

__ADS_1


Tak ingin menyerah, Wue Dong berdiri lagi dengan sangat sigap, dia dengan begitu cepat bergerak ke arah Lin Xuan dengan melayangkan sebuah pukulan mematikan yang berasal dari jurusnya. Dia juga mengeluarkan sebuah teriakan untuk membangkitkan sebuah kekuatan amarah yang cukup besar.


Tak berbeda dengan sebelumnya bagi pandangan Lin Xuan, Wue Dong hanyalah seorang pria lemah yang sok kuat dan ingin menindas apa saja. Wajahnya juga cukup payah untuk menunjukkan sebuah emosi yang tak terkontrol.


Maka dari itu, Lin Xuan langsung mengeluarkan sebuah tendangan fisik, yang membuat Wue Dong terlempar ke belakang. Mungkin bisa saja Lin Xuan menghabisinya dalam sekali tebas menggunakan sebuah lautan kematian semenjak tadi, tapi dia ingin menghibur diri dahulu dan membuat Wue Yei merasa cukup puas dengan ini semua.


Lantas dia juga bergerak dengan sangat cepat ke arah Wue Dong yang terlempar, dia menggunakan pukulannya untuk membuat Wue Dong terbanting di atas reruntuhan. Hasilnya, Wue Dong memuntahkan seteguk darah segar.


“Aghhh.” Wue Dong berteriak kesakitan, dia tidak menyangka bahwa dirinya benar-benar menjadi bulan-bulanan seseorang remaja berusia enam belas tahun seperti itu. Wajahnya seolah tak berdaya lagi.


“Hahahaha, hahahaha.”


Tiba-tiba Wue Dong tertawa lebar seolah pikirannya sudah menunjukkan tanda-tanda kegilaan. Mungkin itu adalah hal yang wajar karena dia baru saja kehilangan seluruh keluarganya yang dibunuh secara brutal seperti ini.


Tapi yang terjadi adalah, sebuah aura yang cukup besar keluar, membuat Lin Xuan terlempar ke belakang sejauh beberapa meter. Dia juga mengerutkan dahinya seolah ada yang melindungi diri Wue Dong.


Dan itu benar saja, ketika seekor harimau hitam, keluar dari tubuh Wue Dong bagaikan keluar dari sebuah sarang. Harimau itu juga mengeluarkan aura hewannya untuk mengintimidasi Lin Xuan.


Tapi Lin Xuan sama sekali tidak terpengaruh, dia bisa melihat dengan jelas bahwa harimau itu merupakan seekor binatang spiritual tingkat langka bintang tiga, atau setara dengan kultivator spirit severing bintang tiga pula.


Menghadapi aura binatang buas seperti itu, lantas Lin Xuan juga mengeluarkan sebuah aura raja hutan yang cukup buas, hal tersebut membuat binatang spiritual itu langsung tertunduk seolah terintimidasi dengan tekanan aura yang cukup besar.


Sayangnya, harimau spiritual itu tidak menyerah, usai Lin Xuan menghentikan auranya. Dia bergerak secepat bayangan ke arah Lin Xuan, bahkan dalam sekejap, harimau itu sudah berada di depan mata dan hendak mengayunkan kukunya.

__ADS_1


Lin Xuan mundur menjaga jarak, dia juga mengibatkan pedangnya untuk memberikan sebuah kerusakan pada harimau tersebut. Sayangnya harimau itu bisa menghindar dengan secepat kilat dan bergerak ke belakang untuk mengayunkan kukunya.


Tidak berhenti begitu saja, tampaknya saat Lin Xuan fokus mengikuti kemana perginya harimau spiritual. Wue Dong juga bergerak tepat di depannya sembari mendorong tangannya yang dilapisi tapak harimau.


Lin Xuan lantas mengambil gerakan memutar sambil menebaskan pedangnya. Tidak lupa dia juga mengeluarkan sebuah tebasan pedang vermillion yang mana saat ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya. Sehingga, tidak hanya Wue Dong, melainkan harimau spiritual itu hampir terluka berat terkena sebuah irisan pedang yang dilapisi vermillion.


Putaran pedang dengan vermillion menunjukkan sesuatu yang begitu indah dari luar, bagaikan sebuah pola seni yang tidak bisa untuk diabaikan. Bahkan gerakannya begitu cepat seolah tangan penggunanya begitu elastis.


Tapi dibalik keindahan itu, terdapat korban yang berteriak kesakitan.


Harimau spiritual berdarah-darah, sedangkan tangan Wue Dong juga putus bagian kanannya, hingga dia berteriak kesakitan. Darah mengalir dengan begitu deras dengan daging gosong yang tampak karena terkena api pedang.


“Apa yang dibanggakan dengan kemampuan rendah seperti ini? percuma juga mengeluarkan binatang spiritual, lagipula kau juga sudah begitu lemah.” Kata Lin Xuan dengan lirih.


“Wue Yei, cepat selesaikan urusanmu kepadanya. Aku hanya perlu balas dendam, tidak butuh untuk membunuhnya. Jadi itu hanya tugasmu.”


Lin Xuan menatap ke samping, melihat Wue Yei yang takjub dan berdecak kagum dengan kekuatan Lin Xuan yang begitu besar dan mengerikan. Bahkan tatapannya seolah menunjukkan bahwa dia melihat seorang iblis ataupun dewa kematian yang bercampur menjadi satu.


Tapi dia juga sangat antusias dengan perkataan Lin Xuan bahwa dia akan mengakhiri kehidupan ayahnya. Balas dendam yang selama ini dia pendam akhirnya akan terlaksana saat ini, sehingga dia bergerak maju dengan senyuman cerah di wajahnya.


“Yoo harimau jelek, kau berurusan denganku.” Kata Lin Xuan berbalik badan. Sedangkan dia menyerahkan urusan Wue Dong kepada Wue Yei.


“Wue Yei, kenapa kau tega melakukan ini semua. Kau telah memutuskan keturunan leluhur Wue.” Kata Wue Dong dengan pedih saat melihat Wue Yei berjalan pelan ke arahnya.

__ADS_1


“Sebaiknya kau bertanya kepada seorang dewa kematian di neraka tentang apa yang telah kau perbuat sehingga menimbulkan dendam dariku.”


__ADS_2