Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Kebangkitan Sang Naga


__ADS_3

Juga getaran terasa berat. Seperti gunung ini hendak memuntahkan laharnya dan akan meletus. Tapi Yuan Rong tampak begitu tenang dan menatap ke arah kawah dan juga pecahan kristal mata ilahi. Sedangkan Fen Jihyang, dia juga tampak tenang dengan Wue Yei di sebelahnya dalam kondisi tak sadarkan diri.


Di tempat lain, Xia Bao benar-benar panik. Dia memang sudah mempersiapkan pasukan yang begitu banyak bahkan di depannya sudah berbaris setelah mengetahui bahwa klaim dari Lin Xuan itu benar. Tetapi, saat dia melihat ke arah selatan, sebuah luapan energi kegelapan keluar, meledak bagaikan gunung yang ingin meletus.


“Sialan, kita terlambat.” Kata Xia Bao dengan wajah bagaikan es yang membeku. Mulutnya bergetar dan menyadari bahwa mungkin kerajaan akan berakhir. Dia merasa bodoh, padahal sebelumnya dia sudah diperingatkan bahwa akan ada kekacauan yang muncul di gunung Huanggua.


Tidak hanya kerajaan saja, tapi para rakyat kota Xiazing, mereka melihat ke arah selatan tepat sebuah rembulan itu berada. Dimana rembulan semakin redup dan diserap oleh kegelapan yang meledak keluar dari puncak gunung Huangga.


Ada yang memicu kepanikan sehingga mereka memilih untuk keluar dan berlari untuk mencari tempat yang aman. Sayangnya ini adalah hal yang terlambat, kebangkitan seekor naga yang bahkan bisa menghancurkan satu kekaisaran jika memiliki kekuatan penuh.


Kemana mereka harus berlindung? Ketika seorang pemuda sudah memperingatkan, tapi dengan bodohnya sang raja mempercayai kesalahpahaman. Tidak ada yang menyadari bahwa ini akibat perbuatan Xia Zhen yang saat ini berdiri di atas balkon dengan senyuman cerah.


Padahal seluruh rakyat Xiazing tengah menangis dan berlari ke sana kemari. Tapi tidak ada yang berani menenangkan karena ini adalah kejadian yang begitu besar.


Xia Bao tersadar dari lamunannya. Dia menghadap ke arah para pasukannya dan berteriak. “Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Ini belum terlambat, ayo bergerak ke gunung Huanggua!”


Semua orang merasa cemas, tapi semangat mereka dibangkitkan sehingga mereka mulai berteriak. “Demi kota kerajaan, demi sang raja!”


Berbondong-bondong seluruh pasukan bergerak ke gunung Huanggua. Selama kekacauan besar belum terjadi, maka belum ada yang namanya sebuah keterlambatan. Tidak peduli apa yang terjadi, mereka harus mencegah ini semuanya.


Tapi, apakah mereka sanggup?

__ADS_1


...........................................


Lin Xuan juga menyadari bahwa dia berada di sebuah kubah formasi. Sedangkan tubuhnya dirantai dimana rantai itu menyerap qi nya. Namun, dia segera memperkuat tubuhnya hingga rantai itu putus. Kekuatan dahsyat bergejolak di dalam tubuhnya.


Satu persatu sebuah ingatan masa lalu terbuka meskipun dia hampir tidak bisa mempercayainya. Tapi kenyataannya memanglah begitu. Gurunya mengatakan bahwa apa yang dia lalui bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah skenario yang direncanakan.


Namun dia belum tahu skenario apa yang sebenarnya dibuat karena ingatannya masih belum terbuka sepenuhnya. Yang dia ingat, pertarungan dewa kematian dengan seorang demon of demon yaitu Yashimaru dan dia menyandang identitas sebagai Yama. Pertarungan yang melibatkan hari panjang itu terukir jelas di benaknya.


Hanya saja, dia masih belum mengingat semua kekuatan yang dia miliki. Hal tersebut membuat Lin Xuan merasakan keputusasaan.


Dia menatap pedang abad kematian yang berada di atas permukaan tanah. Kemudian dia memegangnya sehingga pedang itu kembali mengeluarkan sebuah reaksi yang tak terduga. Dimana cahaya berwarna merah darah, dengan pinggiran berwarna hitam yang menunjukkan pedang bagaikan neraka.


Yuan Rong benar-benar sangat terkejut. Kecepatan yang dilakukan oleh Lin Xuan sama sekali tidak dia rasakan sebelumnya sehingga apa yang terjadi, dia hanya terkena sebuah serangan kejutan. Yang mana Yuan Rong sendiri tidak sempat untuk bergerak.


Tapi dia hanya sempat untuk mundur beberapa langkah sambil mengangkat pedangnya. Sayangnya, ayunan tangan Lin Xuan benar-benar sangat akurat sehingga mampu menebas pergelangan tangan Yuan Rong.


Alhasil Yuan Rong terpukul mundur ke belakang. Tangannya mengeluarkan darah yang cukup banyak karena pergelangan tangannya dipotong oleh Lin Xuan. Dia tidak merintih kesakitan, namun ketika dia menatap mata Lin Xuan yang berwarna merah, dia seperti berhadapan dengan seorang dewa kematian.


Apalagi kekuatan Lin Xuan yang meningkat secara signifikan. Sehingga membuat Yuan Rong sendiri agak bergidik merinding melihatnya. Tapi, kemudian dia tertawa begitu lebar, seolah memberikan ancaman yang akan dia gunakan untuk mengintimidasi Lin Xuan.


“Kau ingin membunuhku? Terlambat! Kebangkitan naga timur tidak bisa dibatalkan. Semuanya sudah terlambat!”

__ADS_1


Suara gemuruh terdengar dari sebuah lahar, juga keluar seekor makhluk yang ukurannya benar-benar sangat besar. Warnanya hitam, tapi ada corak berwarna merah yang sangat mirip dengan lahar. Makhluk atau naga itu keluar perlahan, mengeluarkan aura yang cukup kuat sehingga terasa dalam radius puluhan kilometer.


Kemudian naga itu melesat keluar dengan cepat ke arah bibir kawah yang kemudian terbang di bawah rembulan. Seolah memiliki keagungan yang begitu luar biasa dengan kekuatan yang memukau. Bahkan siapa saja merasa takjub ditambah dengan takut secara bersamaan.


“Lihat! Lihat! Pujaanku telah bangkit. Kekuatan tak terbatas akan ada di tanganku!” Teriak Yuan Rong dengan penuh kebangaan.


Sedangkan Lin Xuan, dia berjalan ke arah pinggir. Menatap ke atas dan melihat mata naga yang menyala berwarna kuning tengah menatapnya. Lin Xuan juga menyipitkan matanya, saat kedua entitas itu saling menatap.


Kemudian, saat pecahan kristal itu terlempat. Lin Xuan menangkapnya dengan hati-hati. Dia menatapnya dan melihat pecahan kristal pertama yang menunjukkan sebuah identitas naga hitam peliharaan dewa kematian.


Fen Jihyang tersenyum. Meski dia bisa melihat Yuan Rong terluka, tapi semuanya telah berakhir sempurna. Meski hanya kendala di awal-awal, tapi itu sudah menunjukkan kekuatan yang begitu hebat.


Aliran penyembah naga timur didirikan lima tahun yang lalu. Dia dan Yuan Rong sebagai hamba yang setia baginya. Meski identitas lain mengatakan bahwa Fen Jihyang adalah seorang patriark, tapi itu memang. Keadaan tidak ada yang mengetahui bahwa patriark sekte itu justru menganut aliran sesat yang seharusnya dihindari oleh manusia.


Dia menganggap bahwa Lin Xuan dipenuhi keputusasaan. Karena tatapannya yang kosong.


Lin Xuan hanya fokus pada naga itu. Yang mana naga tersebut melesat masuk lagi ke dalam kawah dan berhenti tepat di depan Lin Xuan. Sorot matanya yang begitu tajam, semua orang bisa melihatnya, termasuk dengan Fen Jihyang dan juga Yuan Rong yang mana mereka tersenyum puas saat tujuannya benar-benar tercapai.


Di depan Lin Xuan, tiba-tiba naga itu menundukkan kepalanya. Seolah memberikan sebuah hormat antara bawahan dan tuannya. Kejadian tak disangka-sangka itu jelas membuat Fen Jihyang ataupun Yuan Rong merasa cukup kebingungan. Tapi, dia tetap terus melihat apa yang sebenarnya terjadi.


“Hormatku kepada sang dewa kematian. Hukuman berat bagi Hei Long memang sudah sepantasnya tuan berikan karena hamba gagal melindungi tuan dari kematian.”

__ADS_1


__ADS_2