Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Alat Fen Jhiyang


__ADS_3

“Yaaa, terimakasih untuk para penonton sabar menunggu. Siapa yang berpikir bahwa puncak pertandingan ini terjadi tepat menjelang matahari terbenam. Terimakasih juga untuk orang penting yang mau menunggu acara ini hingga selesai.”


“Puncak acara ini, atau babak terakhir dalam kompetisi ini. Tiga arena kini dicampur menjadi satu, sehingga menjadikan arena benar-benar cukup luas untuk pertandingan. Bisa kita lihat, dari arah timur, masuk peserta pertama dengan kultivasinya yang masih misteri hingga menjadi sebuah kompetitor favorit.”


Semua orang berteriak dengan cukup meriah, saat melihat seorang pemuda, yang tidak lain adalah Lin Xuan masuk ke dalam arena yang cukup luas dalam posisi menyeret pedang dengan aura yang cukup kental.


Aura wajahnya yang tidak bisa ditebak, dimana tatapannya cukup serius, tapi ada sebuah senyuman di bibirnya secara melengkung ke bawah. Seolah ada sesuatu yang akan terjadi nantinya.


“Di sebelah barat, seorang putra penerus keluarga Wue, yaitu Wue Yan juga masuk ke dalam arena. Meskipun dia adalah kultivator Core Formation bintang tiga, tapi siapa yang berpikir dia bisa mengalahkan kultivator di atasnya?”


Sorakan terdengar sekali lagi yang menunjukkan ada beberapa pendukung Wue Yan, terutama berfokus pada keluarga Wue dan juga rakyat yang lainnya. Namun anehnya, Wue Yan masuk ke dalam arena dengan tatapan yang cukup ragu.


Saat ini Fen Jhiyang tersenyum karena dia sudah memberikan sesuatu barang berharga kepada Wue Yan, sedangkan Wue Dong juga memberikan senjata racun kepada Wue Yan. Tampaknya kedua orang tua itu memberikan sesuatu kepada Wue Yan karena kebencian mereka yang sama-sama merujuk kepada Lin Xuan.


Namun, baik Fen Jhiyang sama sekali tidak mengetahui bahwa Wue Dong memberikan sebuah senjata beracun kepada Wue Yan, begitupun dengan Wue Dong yang sama sekali tidak mengetahui bahwa patriark dari sekte Langit Biru itu diam-diam bersekutu dengan Wue Yan.


“Yoo, bagaimana rasanya terkena sebuah aura yang cukup berat?” Tanya Lin Xuan dengan tatapan yang terangkat.


Wue Yan terkejut, dia tidak tahu harus berbicara apa karena dia memang merasakan aura kematian yang cukup berat kepada Lin Xuan kemarin. Tapi, dia sama sekali tidak menunjukkan wajahnya kepada Lin Xuan karena dia tidak ingin identitasnya terkuak. Namun, apa yang membuatnya terkejut adalah ucapan Lin Xuan yang seolah dia mengerti bahwa dirinya lah yang menyerangnya kemarin.


“Tenang saja, aku akan mengimbangimu. Aku akan menahan diri saat awal-awal pertarungan, agar menjadi lebih menarik.” Sambungnya.

__ADS_1


Pernyataan itu justru membuat Wue Yan merasa ngeri, bahkan dia menelan ludah secara kasar. Tapi, dia mencoba untuk menenangkan diri karena dia mendapatkan sebuah benda dari ayahnya dan patriark sekte langit biru. Sehingga dia hanya percaya diri dan mengangkat pedang beracunnya untuk bersiap pada pertarungan ini.


“Mulai!”


Lin Xuan menghadapi Wue Yan di arena, senjata mereka siap. Kerumunan terdiam saat kedua kompetitor saling menatap, mengantisipasi pertempuran epik yang akan terungkap.


Tiba-tiba, Wue Yan meluncurkan serangan ganas, menyerbu ke arah Lin Xuan dengan kecepatan yang menyilaukan. Lin Xuan melompat mundur, menghindari serangan tepat pada waktunya. Dia mengaktifkan kemampuan pedangnya untuk meluncurkan rentetan tebasan mematikan. Sementara Wue Yan menyerbu ke arahnya sekali lagi, memaksanya untuk menghindar dan menenun melalui gerakannya.


Apa yang menjadi fokus bagi Wue Yan adalah membuat Lin Xuan terluka melalui pedangnya. Dengan begitu, maka racun yang ada pada pinggir pedang tersebut mampu untuk masuk dan akan memperlemah Lin Xuan secara perlahan-lahan.


Sedangkan Lin Xuan, dia hanya menebaskan pedangnya secara santai, meski bisa dibilang sangat mematikan, bahkan mampu membuat Wue Yan cukup kewalahan dan sulit untuk bergerak sama sekali.


“Tebasan pedang vermillion!”


“Alunan tapak arwah!”


Dia mengayunkan tangannya tepat pada Lin Xuan, seolah memberikan sebuah tekanan yang begitu besar bagi Lin Xuan itu sendiri. Namun, itu bukan apa-apa bagi Lin Xuan karena Lin Xuan menebaskan pedang abad kematiannya ke atas, sehingga tapak arwah itu hancur menjadi serangan yang tak begitu berguna.


“Pukulan ganda tapak harimau!”


Tak berhenti begitu saja, Wue Yan melesat ke depan,  melepaskan kemampuannya sendiri, ledakan energi dahsyat yang mengirimkan gelombang kejut ke seluruh arena. Lin Xuan memanggil lautan kematiannya, menciptakan penghalang energi gelap yang melindunginya dari serangan itu.

__ADS_1


Alhasil, Wue Yan terpental ke belakang dengan kondisi yang begitu menyedihkan. Dia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Pikirannya kacau, lawannya tidak begitu seimbang, bahkan menggoresnya sedikit saja tidak mampu.


Lin Xuan dan Wue Yan berdiri saling berhadapan di atas arena, mata mereka saling menatap dengan tatapan tajam. Mereka sama-sama tahu bahwa ini adalah pertarungan terakhir dalam kompetisi ini.


“Kau sudah sampai di titik ini. Kau seharusnya tidak bertahan lebih lama lagi,” kata Lin Xuan sambil memegang pedang abad kematian dengan kuat.


“Sialan! Tapi, apakah kau pikir, kau akan menang?” Wue Yan berkata dengan nada yang cukup tinggi, kemudian dia mengeluarkan sebotol yang berisi puluhan pil berwarna hitam. Tanpa berpikir panjang, dia membuka mulutnya dan menuangkan pil-pil itu dan membuang wadahnya.


“Itu yang diberikan oleh patriark Langit Biru? bukankah itu lebih condong pada kemampuan sekte aliran hitam?”


Namun, dia juga merasakan sebuah aura yang cukup besar bergejolak, sehingga dia langsung melompat mundur untuk menghindari sesuatu yang terjadi.


Setelah meminum pil terlarang, perubahan dalam Wue Yan menjadi sangat mencolok. Wajahnya yang sebelumnya tenang dan penuh misteri berubah menjadi terdistorsi oleh aura yang mengerikan. Matanya memancarkan kilatan merah yang menakutkan, memberikan kesan bahwa jiwa yang gelap telah menguasainya.


Tubuh Wue Yan mulai membesar dan otot-ototnya menegang dengan kekuatan yang luar biasa. Pakaian yang sebelumnya ia kenakan menjadi terlalu kecil untuk menampung tubuhnya yang membesar. Kulitnya berubah menjadi warna kehitaman dan ditutupi oleh tanda-tanda kekuatan yang terpancar dari dalam.


Semua orang yang melihatnya menjadi panik, begitupun dengan raja kota yang tidak menyangka akan menjadi seperti ini di ujung pertandingan. Selain itu, Wue Dong juga terkejut saat anaknya berubah menjadi lebih mengerikan, jujur, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Kericuhan terdengar begitu intens, semuanya menjadi panik saat Wue Yan berubah menjadi sesuatu yang begitu mengerikan. Semua mendesak agar pertandingan ini dihentikan, tapi berbeda dengan lin Xuan yang berkata dengan tegas untuk tidak menghentikan pertandingan ini.


Apalagi Wue Yan yang mendadak menjadi seorang kultivator Spirit Severing yang mana itu melonjak tinggi dari ranah asalnya, mungkin itu berasal dari puluhan pil yang dia minum. Tapi Lin Xuan dengan keyakinan bahwa itu bersifat sementara.

__ADS_1


 


__ADS_2