
“Wue Yei, segera cari informasi yang mendalam di seluruh kota ini, kau tahu penginapan itu?” Kata Lin Xuan sambil menunjuk penginapan yang tampak cukup ramai. “Kau bisa kembali dan berkumpul di tempat itu dalam waktu tiga hari ke depan. Lebih cepat lebih baik, jika kau mendapatkan informasi yang cukup bagus tentang Yuan Rong, maka aku akan memberikanmu kristal legenda lagi.”
Mendengar hal itu, Wue Yei benar-benar bersemangat tentang apa yang diperintahkan oleh Lin Xuan. Bahkan dengan hadiah kristal legenda tersebut, membuat Wue Yei akan bekerja lebih secara paruh waktu.
“Tentu, aku akan kembali kurang dari tiga hari.” Ucap Wue Yei dengan penuh semangat. Kemudian dia beranjak pergi dari tempat, membelakangi Lin Xuan dan melakukan tugas yang datang darinya.
Sedangkan Lin Xuan, dia juga akan mencari.informasi tersebut. meskipun dia sama sekali bingung bagaimana mengawali mencari informasi. Selain itu, dia juga tidak tahu arah menuju gunung Huanggua yang menjadi markas mereka.
Lagipula, daripada menyergapnya secara langsung, bukankah lebih baik menyusun sebuah persiapan yang mumpuni? Maka dari itu, dia bergerak mencari tempat tersembunyi untuk melakukan latihan secara tertutup di dunia liontin mata ilahi. Setidaknya memakan waktu selama dua hari di dunia nyata, atau enam bulan di dunia liontin mata ilahi sudah begitu cukup.
Tapi dia mengurungkan niatnya. Daripada harus berlatih, maka berjalan-jalan di kota Xiazing tidaklah begitu buruk. Tidak, lebih baik dia melaporkan ini semua kepada Raja Kota. Masalahnya ini demi kemaslahatan umat manusia terutama kota Xiazing.
Lagipula dia juga tidak tahu bahwa seberapa banyak pasukan Yuan Rong nantinya. Sehingga daripada dia harus melawannya sendirian, maka lebih baik dia meminta raja kota mengirim pasukannya untuk mengamankan aliran penyembah naga yang membangkitkan naga timur ini.
Ya, dia sudah bertekad seperti itu. Sehingga dia berusaha untuk mencari jalan dan bertanya kepada orang lain menuju kerajaan. Dia tidak memiliki waktu yang banyak, setidaknya dia juga tidak tahu jika ternyata bahwa ritual kebangkitan naga timur akan dimulai malam nanti. Siapa tahu?
Wajah Lin Xuan dipenuhi dengan keseriusan, setelah berjalan tidak terlalu panjang, dia akhirnya berdiri di depan sebuah gerbang dengan pasukan penjaga yang berdiri sekitar lima orang membawa pedang dan perisai.
“Berhenti di situ! Apakah kau tidak tahu bahwa ini adalah arena kerajaan!” Teriak seorang penjaga yang menghentikan pergerakan Lin Xuan.
“Maafkan aku, ini adalah keadaan yang cukup genting.” Kata Lin Xuan. Namun dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada para penjaga. Kepercayaan Lin Xuan kepada mereka benar-benar minim, sehingga apabila ini bocor dan juga terdengar di telinga Yuan Rong, maka mungkin dia akan mengeluarkan suatu hal yang tak terduga.
__ADS_1
Jika dia bisa berbicara langsung dengan raja, maka raja akan mempersiapkan pasukannya secara langsung. Tapi, sepertinya Lin Xuan juga tidak menyadari akan ada sesuatu hal yang tidak akan dia kira, yang mana akan keluar sesuai dengan pemikirannya. Mungkin begitu?
“Aku ingin membahas sesuatu dengan raja Xia.”
“Apa urusanmu bertemu dengan raja Xia Bao? Jika kau membual dengan alasan yang tidak jelas! Kami akan melakukan dengan cara kekerasan.” Kata prajurit dengan wajah yang cukup serius.
Wajah Lin Xuan juga serius, tapi sungguh perkataannya tidak bisa dia katakan untuk saat ini secara langsung di depan wajah mereka. Sehingga untuk menghadapi mereka, Lin Xuan langsung mengeluarkan sebuah aura kultivasi yang cukup berat untuk mengintimidasi mereka.
......
Seorang pria muda, berumur sekitar 25 tahunan duduk dengan santai, di depannya hanyalah perkamen yang harus dia baca mengenai wilayah yang dia kuasai saat ini. Mahkota dengan jubahnya juga terlihat sangat pas, seolah menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang raja kota yang dicintai oleh rakyat.
Siapa yang berpikir di antara raja lainnya, raja kota ini benar-benar sangat muda. Di umur yang berada di kepala dua, dia sudah sanggup memimpin kerajaannya karena ayahnya yang sudah meninggal.
Sebuah ketukan pintu terdengar, mengganggu fokus sang raja kota yang sedang sibuk. Tapi dia tidak merasa terganggu dan memandang arah pintu yang terbuka setelah terdorong oleh seseorang yang baru saja mengetuk pintu tersebut.
“Ada apa?”
“Maafkan aku yang mulia. Tapi ada sedikit masalah di depan, dimana ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Para prajurit justru melarangnya dan berakhir prajurit itu menggunakan kekerasan. Namun, justru para prajurit itu kalah dan orang itu masih menunggu izin untuk masuk.”
Xia Bao mengerutkan dahinya. Kemudian berkata, “Izinkan dia masuk. Mungkin ada sesuatu yang penting sehingga orang itu ingin bertemu denganku.”
__ADS_1
“Dimengerti. Jika memang begitu, aku pamit undur diri, maaf mengganggu waktu Anda.” Orang itu memberi hormat, dan perlahan berjalan mundur sambil menutup pintu ruangan.
Dengan izin sang raja, Lin Xuan diperbolehkan masuk ke ruangan. Dia melangkah dengan mantap, memasuki ruangan yang dihiasi dengan kemewahan dan wewangian yang khas kerajaan.
Xia Bao, sang raja kota, menatap Lin Xuan dengan keingintahuan. Wajahnya yang muda dan berwibawa mencerminkan kepemimpinan dan kebijaksanaannya. Dia menunggu dengan sabar untuk mendengar apa yang Lin Xuan ingin sampaikan.
Lin Xuan menghela napas dalam-dalam, menyadari bahwa momen ini penting dan dia harus berbicara dengan hati-hati. Dia melangkah mendekati singgasana tempat Xia Bao duduk dan memberikan salam hormat yang sopan.
Namun, dia sama sekali tidak menggunakan etiket kerajaan. Dia tidak ingin bertekuk lutut kepada siapapun bahkan kepada seorang raja atau bahkan kaisar sekalipun. Wajahnya masih menjunjung kepercayaan bahwa manusia memiliki tingkatan paling rendah, walaupun sebenarnya dia merasa manusia lebih baik dibandingkan dengan seorang iblis.
"Demi hormat, Raja Xia Bao, Aku adalah Lin Xuan. Aku datang ke sini dengan maksud yang sangat penting yang berhubungan dengan keamanan kerajaan. Aku meminta kesempatan untuk berbicara langsung dengan Anda tentang hal ini."
Xia Bao mengangguk dengan serius, memberikan Lin Xuan izin untuk melanjutkan. Dia ingin mendengarkan apa yang Lin Xuan sampaikan, mengingat kata-kata para prajurit yang menggambarkan situasi yang tidak biasa di luar.
“Lancang! Mana etiket dan sopan santunmu! Kau sama sekali tidak bertekuk lutut di depan sang raja!” Teriak seorang pengawal.
“Katakan.” Ucap Xia Bao serius tanpa menghiraukan ucapan dari pengawalnya sendiri.
Lin Xuan menatap raja dengan tatapan yang tulus dan berkata, "Raja Xia Bao, aku telah menemukan adanya ancaman serius terhadap kerajaan ini. Seorang individu bernama Yuan Rong sedang merencanakan untuk membangkitkan naga timur dengan menggunakan manusia sebagai tumbalnya di gunung Huanggua. Aku tidak tahu kapan kejadian itu akan terjadi, namun sedia kala Anda mengerti tentang pepatah sedia payung sebelum hujan.”
“A ...”
__ADS_1
Belum selesai Xia Bao menjawab, seorang pria muda yang juga merupakan seorang bangsawan datang. Mengganggu ketenangan percakapan antara Lin Xuan.dan Xia Bao dengan tenangnya.
“Adik, apakah kau percaya begitu saja dengan ucapannya. Dia bahkan sama sekali tidak menunjukkan etika sebagai seorang rakyat jelata kepada seorang bangsawan.”