
“Baik terimakasih telah menjaga semua warisan dewa kematian Byakko.” Ucap Lin Xuan sambil mendudukkan Byakko.
Dia sendiri juga kemudian duduk di sebuah batang kayu dalam kegelapan malam dan tak ada sedikitpun cahaya kecuali sinar rembulan. Itupun cahayanya tidak dapat menembus rimbunnya pepohonan yang begitu lebat.
Byakko tersenyum senang sambil menutup matanya, gigi gingsulnya keluar. Memang menggemaskan, tapi Lin Xuan tahu bagaimana apabila Byakko menunjukkan kemarahannya dan mencabik-cabik apapun yang mengganggunya. Sekilas dia memiliki wajah yang cukup lucu, tapi dia bisa menjadi seekor monster yang bisa mengamuk kapan saja.
Apa yang disukai Byakko sebenarnya membelai kepalanya. Dan Lin Xuan bisa mengingat hal itu di kehidupan pertamanya. Sehingga untuk menyampaikan rasa terimakasih, Byakko akan kecewa apabila tuannya tidak mengelus kepalanya.
Sehingga dengan menggigit bibirnya, Lin Xuan mengelus kepala Byakko dengan tangan bergetar. Lagipula di kehidupan yang ini, dia belum pernah membelai seorang perempuan, lebih tepatnya humanoid harimau putih.
“Byakko, apa yang terjadi setelah kematian Yama? Aku tahu lima ribu tahun yang lalu ada perang besar antara naga timur dan juga naga barat, tapi perang itu terjadi setelah kematianku. Jadi, aku tidak tahu apa-apa tentang penyebabnya.”
Byakko yang sebelumnya mendengkur dan memejamkan matanya, kini dia langsung membuka matanya untuk merespon apa yang Lin Xuan tanyakan. Dia menarik napas sebelum kemudian berbicara secara blak-blak an.
“Ini akibat kematian tuan itu sendiri. Yang mulia atau God of gods, tidak terima dan melangsungkan peperangan. Itu juga membuat dragon Monarch tidak bisa menahan amarah, sehingga perang berkecamuk. Tuan, saat itu aku sebagai bawahan kesayangan tuan juga tidak bisa menahan amarah, sehingga yang terjadi aku mengerahkan pasukan hewan buas. Kami semua menyerang daratan Mao tidak peduli apapun yang terjadi.”
Kejadian itu membuat Yashimaru tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Dia juga mengerahkan pasukannya untuk mencegah kedatangan pasukan dewa yang tidak bisa menahan amarah karena Yashimaru sendiri membunuh dewa kematian. Dia mengerahkan Dragon emperor, sehingga peperangan semakin menjadi-jadi.
Byakko terus menceritakan bahwa peperangan yang dihasilkan membuat celah antar ruang terbuka begitu lebar. Gerbang antara tiga daratan juga terbuka, yang mana seharusnya daratan Jian tidak terlibat karena manusia tidak memiliki kesalahan apa-apa.
__ADS_1
Peperangan yang terjadi berhari-hari, tidak ada yang namanya keseimbangan. Dragon Emperor lari dari daratan Mao, tapi Dragon Monarch mengejarnya. Kesalahan paling fatal akibat terbukanya antar ruang, naga timur yang dipimpin oleh dragon emperor lari dan berhenti di daratan para manusia untuk mengumpulkan tenaga.
Sayangnya peperangan kembali terjadi saat naga barat yang dipimpin oleh dragon monarch menemukannya. Sehingga perang besar terjadi lagi di daratan Jian ini. Sedangkan di daratan Mao, peperangan tidak bisa dihentikan. Ribuan pasukan baik pasukan dewa ataupun iblis merenggut banyak korban.
Antara iblis dan juga dewa, satu iblis satu dewa, dan yang paling menakutkan adalah pertarungan antara God of gods dan juga demon of demons. Dewa tertinggi, Zeno melawan Iblis tertinggi, Yashimaru, yang mana pertarungan itu mungkin juga tidak hanya menghancurkan daratan iblis.
Pertarungan dua entitas paling tinggi keluar dari semesta, menghancurkan planet dan juga sistem semesta yang lainnya. Bahkan bisa dibilang lebih menakutkan dibandingkan pertarungan antara dewa kematian dan juga Yashimaru itu sendiri.
Dan, pertarungan yang tak ada hentinya, jelas membuat Celestial marah besar. Dimensi waktu terhenti, tapi kesadaran antara dua entitas masih hidup. Mereka kala itu merasakan kekuasaan Celestial yang hebat, bahkan demon of demons dan god of gods tidak bisa berkutik.
Disaksikan oleh kedua belah pihak, bagaikan sebuah layar lebar yang menunjukkan Zeno dan juga Yashimaru, sebuah cahaya mengikat mereka berdua. Ruang dimensi pecah dan kemudian cahaya tersebut menyeret mereka masuk ke dalam dimensi tersebut.
Dan, apa yang dikatakan oleh Celestial? Dia berkata, “Dimana kekuatan dewanya para dewa? dimana kekuatannya iblis para iblis? Peraturan sudah mutlak, seharusnya kalian berdua tidak melakukan pertarungan atau yang terjadi kehancuran akan timbul sebesar ini. Hahahaa ini sangat lucu, baiklah aku akan menyediakan panggung untuk kalian berdua!”
“Panggung sepuluh ribu tahun. Kalian akan dipaksa untuk bertarung, tapi tidak ada kematian di panggung itu. Dan sebagai konsekuensi lainnya, antar ras iblis dan dewa, mereka tidak diizinkan untuk melakukan pertarungan atau panggung akan bertambah seribu tahun.”
Kembali ke cerita Byakko, mendengar hal itu Lin Xuan menjadi merinding. Padahal dia juga berharap kepada celestial untuk diberi kesempatan kedua, tapi siapa yang berpikir ternyata apabila seorang dewa menyerang iblis, atau mungkin sebaliknya, maka hukuman antara god of gods akan bertambah menjadi seribu tahun.
“Hanya kurang 5000 tahun lagi sebelum semuanya berakhir tuan.”
__ADS_1
“Sialan, padahal aku ingin bertarung lagi dengan Yashimaru kembali! Tidak peduli bahwa kekuatannya setara dengan god of gods.”
Melihat wajah putus asa dari Lin Xuan, Byakko kemudian tersenyum cerah. Bahkan wajahnya seolah ingin menghibur Lin Xuan. Dia lantas berkata, “Maka dari itu tuan di kehidupan kedua lahir. Mungkin ini ada campur tangan Celestial. Apa tuan tidak pernah tahu siapa ayah dan ibu tuan di kehidupan kedua?”
“A-apa? Orang tuaku? A-aku tidak mengetahuinya.”
“Lantas klan Lin? Siapa yang memiliki anda sandarkan? Dan aku punya pertanyaan. Di antara jajaran para dewa, siapa yang memiliki marga Lin?”
Mendengar hal itu, Lin Xuan terdiam sejenak dan mengingat. Di antara jajaran para dewa, siapa yang memiliki nama awalan Lin? Barulah, saat dia mengingat semuanya, matanya terbelalak seolah tidak mempercayainya sama sekali.
“Lin Tian dewa bintang? A-ayahku dewa bintang?”
Byakko tersenyum dan mengangguk berulang kali seolah mengiyakan apa yang Lin Xuan katakan. Tapi memang fakta yang disembunyikan memang begitu, dan Lin Xuan baru mengetahuinya bahwa dirinya adalah putra dewa bintang yaitu Lin Tian.
“Tidak mungkin. Dan, siapa ibuku?”
“Tapi, sayangnya kami tidak ada yang tahu siapa ibu Anda. Yang pasti saat itu sebenarnya dewa bintang melakukan hal terlarang yaitu mencintai seorang wanita iblis. Kami tidak tahu siapa iblis itu, hanya saja satu hal yang tidak dapat dihindari. Rasa cinta antara dewa bintang dan iblis tersebut, melahirkan seseorang yang tidak lain adalah Anda.”
“Kemudian, aku, dragon monarch dan beberapa dewa lainnya mungkin sempat berpikiran bahwa itu adalah suatu hal yang baik. Hal tersebut akan melahirkan sosok setengah dewa dan setengah iblis. Dan kami yakin, itu adalah proses dari kebangkitan sang dewa kematian.”
__ADS_1