
Setengah jam Lin Xuan berekspedisi di tempat ini tanpa rekan. Sendirian, dan mendapatkan sumber daya tanpa rebutan, meskipun dia juga bertemu dengan anggota sekte lain, dan sekte lain terkejut dengan keberadaannya.
Jika bukan karena cincin ruang yang Lin Xuan bisa buka tadi, Lin Xuan tidak akan bersemangat seperti ini. Bahkan dia berdecak sangat kesal dan menyesali betapa bodohnya dirinya tentang konsep cincin ruang.
Saat ini Lin Xuan menemukan sebuah danau, dia ingin beristirahat sebentar untuk melepaskan penat setelah dia berekspedisi panjang di dalam makam kuno ini. Meskipun namanya memang makam, tapi tidak selamanya di dalamnya berbentuk seperti lorong, ada beberapa hutan kecil dan juga danau di dalam makam ini.
“Danau ini sangat se ....”
“Nona maafkan aku, aku juga ingin hidup.”
“Tunggu jangan lari, bagaimana kau akan menjelaskan kepada tetua, dan raja kota tentang hal ini?” Tanya murid sekte lain dengan kebingungan saat melihat murid sekte lainnya berlari meninggalkan nona muda keluarga Jin.
“Setidaknya aku hanya akan mendapatkan hukuman. Daripada aku mati, aku memilih dihukum.” Teriak murid lain dengan panik dan pergi berlari.
“Ah sialan, aku juga akan lari. Maaf nona muda!”
“Tidak, tolong jangan tinggalkan aku! Kakiku terluka!”
Di sisi danau yang lain, seekor ular besar dengan lebar satu meter berdiri di depan seorang nona muda yang kesulitan untuk berjalan. Dari kejauhan Lin Xuan bisa melihat dengan sendirinya bahwa kaki nona muda itu terluka cukup parah.
Sayangnya yang menjadi masalah adalah murid yang tampaknya dari sekte Kuil Emas itu meninggalkan nona muda dari keluarga Jin, Jin Xie yang merupakan adik dari Jin Hao. Wajahnya memang cantik, paras bagaikan bidadari dengan rambut yang terurai berwarna coklat, pantas saja banyak murid sekte kuil emas yang mengikutinya.
Tapi itu hanyalah pengikut sialan yang sama sekali tidak berguna. Ketika nona muda itu merasa kesulitan dan tidak bergerak, mereka justru pergi dengan begitu mudah seolah tidak bersalah.
Walaupun fakta mengatakan, sebenarnya terdapat beberapa segel yang terkunci pada murid dalam. Sehingga murid dalam yang lihat, semua itu terekam di pertemuan raja kota, dan para patriark sekte. Sayangnya tidak ada yang menyadari itu, bahkan para murid dalam sekalipun.
Lin Xuan yang memiliki rasa iba, dia kembali berdiri dari tempatnya. Tidak peduli apakah dia adalah seorang adik dari Jin Hao, nyatanya dia butuh pertolongan.
Sebuah teknik sutra kecepatan dilepaskan, dengan kecepatan tinggi, sebuah pukulan dari Lin Xuan juga melesat cepat memberikan sebuah tekanan yang besar pula. Sayangnya itu adalah seekor ular yang merupakan binatang spiritual menengah bintang kelima, jadi rasanya ini cukup sulit apabila dihadapi seorang diri.
__ADS_1
“Aku harus lari, sangat ceroboh untuk menghadapi seorang diri.” Batin Lin Xuan sambil berbalik badan dan melompat ke arah Jin Xie di saat ular itu sadar dan menyerangnya.
“Kau aman nona. Aku akan membawamu pergi.”
Jin Xie tenang sekarang saat orang asing datang dan membawanya pergi. “Te-terima kasih, tapi jangan gendong aku terlalu erat.” Katanya dengan sedikit malu.
Rasanya memang berat, tapi ini tidak seberat apabila menggendong sebuah batang kayu. Lin Xuan juga melihat ke belakang saat ular itu mengejar dan menyemburkan cairan hijau ke arahnya.
Dengan sangat cepat, Lin Xuan melompat ke depan dan ke samping. Beberapa bayangan tentang dirinya juga terbentuk ketika Lin Xuan bergerak dengan sangat cepat ke sana kemari secara berulang kali sehingga ular itu terkecoh tentang pergerakan Lin Xuan.
“Kita sudah aman, nona.”
“Turunkan aku sekarang! apakah kau ingin mencari sebuah kesempatan. Selain itu, kau siapa?”
Tanpa berpikir panjang, Lin Xuan langsung melepaskannya langsung. Sehingga Jin Xie terjatuh di atas tanah. Wajahnya langsung menunjukkan protes di hadapan Lin Xuan.
“Apakah kau bisa lebih halus lagi dengan wanita?”
“Bodoh.” Jin Xie memalingkan wajahnya. “Tapi terimakasih.”
Lin Xuan mengalirkan qi ke kaki Jin Xie yang terluka dengan hati-hati. Dia memang tidak tahu dengan proses penyembuhan, tetapi guru Mei Lin kerap kali juga memberikan pengobatan yang sederhana dengan mengalirkan qi untuk sementara waktu kepada dirinya yang kadang terluka saat latihan.
“Apakah kau bodoh? Itu sama sekali tidak berguna. Kultivasi kita sama, mengalirkan energi qi pada luka hanyalah sia-sia.” Jin Xie mengerutkan dahinya. Namun, seketika dia menyadari ada yang berubah, lebih tepatnya lukanya berangsur pulih. “Ba-bagaimana bisa.”
“Ini namanya teknik Qigong Healing, teknik pengobatan dasar ketika qi yang ku gunakan untuk memancing qi mu untuk menutupi luka luar. Sebenarnya sangat efektif apabila aku harus menyentuh tanganmu terlebih dahulu karena akan melewati meridian terlebih dahulu dan mengalirkannya tepat pada yang terluka. Tapi aku tidak ingin kau berteriak dan memukulku.”
“Kau bisa meminta izin jika memang begitu.” Ucap Jin Xie memalingkan wajahnya.
“Aku tidak ingin banyak drama.”
__ADS_1
“Kenapa kau menolongku? Biar kutebak, kau adalah penjilat. Kau ingin apa-apa dariku. Seperti mereka yang baik di depanku, tapi nyatanya, setelah kemungkinan aku tidak tertolong mereka akan pergi.” Kata Jin Xie dengan sedikit datar nada suaranya.
Lin Xuan menarik tangannya, kemudian dia berkata. “Mulutmu tidak bisa dikontrol. Jika kau berpikiran seperti itu, maka aku akan pergi. Aku juga tidak tertarik denganmu.”
Jin Xue terdiam, tidak ada yang menyangka akan ada seorang pria yang sama sekali tidak berucap manis di depan wanita untuk mengelabuhinya. Tapi pria di depannya adalah seorang yang berkata langsung bahwa dia tidak tertarik dengan dirinya dan pergi begitu saja setelah Jin Xie berkata yang tidak-tidak.
Hal tersebut tentu saja membuat Jin Xie merasa bersalah, dan kembali berucap saat Lin Xuan balik badan dan pergi.
“Tidak, aku hanya bercanda. Ku pikir kau akan mengeluarkan kata-kata manis untuk meyakinkanku ketika kau ingin apa-apa. Ternyata kau tidak. Tolong jangan pergi, aku tidak ada teman sekarang.”
Lin Xuan menghela napas. Kemudian dia kembali berbalik badan untuk menuruti apa yang Jin Xue katakan. Selain itu, dia juga duduk untuk melepaskan lelah karena ekpedisi ini.
“Tolong katakan siapa namamu, tuan. Aku akan terus mengingatmu.”
“Xuan, Lin Xuan.”
“Marga Lin? aku sama sekali tidak pernah mendengarnya di kota ini.” Kata Jin Xie kebingungan.
“Tidak, itu hanya marga asal-asalan yang diberikan oleh guru pertamaku sebelumnya. Karena pada dasarnya aku sama sekali tidak memiliki keluarga.” Balas Lin Xuan.
“Ah maafkan aku karena bertanya sesuatu yang bisa menyakitimu tuan Xuan.”
“Hahaha, aku juga tidak mempermasalahkannya.” Lin Xuan tersenyum dan tertawa lirih.
“Senyumannya .....” Mata jin Xie berbinar saat menatap lama Lin Xuan.
“Nona Xie awas!” Lin Xuan menarik tangan Jin Xie ke belakang. Pasalnya, dia bisa melihat sebuah pusaran aneh muncul seperti menuju ke tempat lain.
Sayangnya, pusaran itu berputar sangat kencang, bahkan hembusan angin yang sangat kuat tersedot hingga Lin Xuan dan Jin Xie sekalipun. Mereka berdua ingin memberontak, tapi tidak bisa.
__ADS_1
Lin Xuan juga menggunakan langkah kecepatan untuk menghindari pusaran gerbang ke tempat lain. Sayangnya, dia dan Jin Xie sudah tersedot terlebih dahulu dan terlempar di sebuah tempat.