
Waktu menunjukkan bahwa matahari sudah naik menjadi lebih tinggi. Siang hari sudah dimulai, dimana hawa panas mulai terasa begitu menyengat. Perjalanan mereka akhirnya telah sampai keluar di gerbang, yaitu gerbang kota Jinling yang menjadi tempat tinggal mereka sebelumnya..
Meskipun begitu, itu hanyalah permulaan. Di antara sebuah perbatasan, ada yang namanya sebuah wilayah silent path. Sebuah wilayah dimana tidak bertuan dan tidak diakui oleh kota manapun. Hal tersebut membuat mereka mengharuskan untuk berjalan, tapi tidak terlalu panjang karena wilayah silent path itu berjarak satu kilometer saja.
Sayangnya, wilayah silent path menjadi wilayah yang sangat membahayakan dan berbentuk seperti jalanan hutan, wilayah ini juga terhubung langsung dengan hutan binatang spiritual yang berada di selatan. Sedangkan kota Xiazing berada di barat kota Jinling.
Jadi beberapa orang yang ingin pergi ke luar kota, setidaknya mereka akan pergi pada siang hari. Itupun kebanyakan dari mereka masih menyewa seorang penjaga agar tidak diganggu binatang spiritual. Untungnya, hanya binatang spiritual tingkat biasa saja yang keluar menuju wilayah silent path.
Meskipun hanya binatang spiritual tingkat biasa, tetapi juga itu sangat membahayakan bagi orang biasa pula.
Kekaisaran Han memiliki tiga kota besar. Sedangkan pusat atau di antara tiga kota itu terdapat hutan binatang spiritual yang cukup dan sangat berbahaya. Jadi, sebenarnya Lin Xuan bisa saja menyeberangi hutan binatang spiritual dan mendapatkan perjalanan yang singkat. Sayangnya dia tidak ingin repot-repot mengeluarkan tenaga.
Di tengah-tengah perjalanan, dimana mereka menemukan sebuah jembatan kayu. Tapi Lin Xuan sama sekali tidak ingin menyeberangi jembatan kayu itu terlebih dahulu. Melainkan dia ingin turun dan duduk di pinggir sungai, di bawah pohon untuk beristirahat sejenak.
“Kita beristirahat sejenak.”
“Kemungkinan wilayah silent path akan habis dalam setengah perjalanan bos.”
“Aku tahu, tapi keluar dari wilayah Jinling yang jauh. Lagipula kau belum sarapan.” Balas Lin Xuan.
Lin Xuan kemudian duduk di pinggir sungai, dia mengambil sebuah air menggunakan tangannya dan mencuci wajahnya yang kotor secara berulang kali.
__ADS_1
“Bos, aku akan berburu sejenak. Tunggu aku, dan jangan kemana-mana.”
“Baik, berhati-hatilah.” Balas Lin Xuan kembali.
Sebenarnya masuk ke ranah Spirit Severing bintang satu, entah kenapa dia tidak merasakan rasa lapar dan dahaga lagi. Walaupun mereka sudah setengah hari melakukan perjalanan yang cukup panjang.
Namun, untuk keinginan merasakan itu tidak bisa dilawan. Percuma juga perut tidak berbunyi keroncongan, tapi lidah ingin merasakan sesuatu?
Tidak sampai lima belas menit, akhirnya Wue Yei menyeret seekor babi hutan yang merupakan seekor binatang spiritual biasa. Kemudian, Wue Yei mencacah daging tersebut menggunakan belati dari cincin penyimpanan untuk membentuk daging yang siap untuk dibakar.
Lin Xuan membantu membakarnya. Tapi setelah makan, hanya ada daging alot yang hambar dan tidak memiliki rasa apapun karena mereka tidak menggunakan bumbu apapun. Setidaknya juga, itu bisa mengisi perut mereka hingga tak mengganggu perjalanan.
Usai makan, barulah mereka melanjutkan perjalan mereka menuju kota Xiazing, yang mana perjalanan mereka tidak jauh lagi karena jarak yang akan memakan setengah perjalanan. Untung saja, tidak ada hambatan, yang begitu merugikan mereka, sehingga mereka bisa tenang dan tidak mendapatan masalah apapun.
Jelas itu membuat Lin Xuan cukup takjub melihatnya. Masalahnya raja kota Xiazing memiliki pikiran yang keren dimana mereka membuat tembok pembatas. Dan ini entah kenapa tidak diterapkan di kota Jinling.
Mungkin karena menganggap bahwa kota Jinling adalah kota yang aman dari serangan binatang spiritual. Tapi, siapa tahu di masa depan ada serangan seperti itu? Semua itu tergantung pola pikir masing-masing.
Saat mereka hendak memasuki gerbang, mereka ternyata dicegat oleh seorang penjaga tembok. Tampaknya cukup ketat, dan tidak bisa masuk secara sembarangan. Sehingga itu membuat Lin Xuan benar-benar heran.
“Maafkan aku tuan, nona. Tapi kalian harus membayar pajak terlebih dahulu, karena sepertinya kalian adalah orang luar. Jika kalian memang asli orang Xiazing atau ada hubungan dengan orang penting kota di Xiazing, maka tunjukkan giok lencana kalian.”
__ADS_1
“Tapi tuan, kami hanya petualang yang bahkan tidak memiliki bekal apapun. Kami juga tidak tahu bahwa ada pajak untuk masuk ke kota.”
“Sayangnya kalian tidak bisa masuk tuan, nona. Maafkan aku. Kalian juga tidak bisa menggunakan kekerasan, atau kami akan menyerang balik.”
Tanpa berpikir panjang, Lin Xuan mengeluarkan dua keping emas dari cincin penyimpanannya. Menyerahkan secara langsung kepada penjaga gerbang itu dan langsung masuk tanpa halangan.
“Tuan ini kebanyakan, aku belum mengatakan nominal pajaknya.” Teriak orang tersebut kepada Lin Xuan yang sudah masuk.
“Ambil, itu untukmu sisanya.”
Wue Yei benar-benar terkejut. Selain kuat, dan memiliki tampang yang bagus, siapa yang berpikir bahwa ternyata Lin Xuan adalah orang yang begitu loyal? Bahkan Lin Xuan seolah tidak mempedulikan berapa nominal pajaknya. Dan seharusnya, dia juga bertanya berapa pajak tersebut.
Hal tersebut membuat Wue Yei benar-benar penasaran seberapa kaya Lin Xuan sebenarnya? Karena jika mendengar berita sebelumnya, Wue Yei sempat mengetahui bahwa penyebab ayahnya tidak terima dan ingin membunuh Wue Yei karena kalah saing dalam merebutkan sebuah barang dengan harga dalam acara lelang.
Setelah beberapa jam berjalan, Lin Xuan dan Wue Yei akhirnya benar-benar tiba di kota Xiazing. Kota itu terlihat sibuk dan penuh kehidupan, dengan pasar yang ramai dan bunyi keramaian di jalanan. Lin Xuan dan Wue Yei melangkah dengan mantap di tengah kerumunan, menjaga keberadaan mereka tetap tak dikenal.
Kota itu ramai dengan keramaian dan kehidupan sehari-hari penduduknya. Lin Xuan memperhatikan dengan seksama sekelilingnya, tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul. Di sisi lain, Wue Yei mengikuti setiap langkah Lin Xuan dengan setia, matanya penuh kepercayaan dan keyakinan.
Mereka berjalan melintasi pasar-pasar yang ramai, di mana dagangan beraneka ragam dipajang di setiap toko. Bau rempah-rempah dan aroma makanan yang menggugah selera mengisi udara. Lin Xuan dan Wue Yei melewati kerumunan orang yang sibuk bertransaksi, tetapi mereka terus melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati, menjaga agar tidak mencolok di antara kerumunan.
“Kota seperti ini, penuh ketenangan, bahkan mereka sudah mewaspadai dengan membangun dinding untuk mengantisipasi bahaya dari luar. Namun, siapa yang berpikir akan ada bahaya dari dalam dengan kekuatan yang begitu besar?” Ucapnya dengan lirih, berharap tidak ada orang pun yang mendengar suaranya kecuali Wue Yei.
__ADS_1
“Apakah kita harus mengatakannya kepada raja kota tentang akan hal ini?”
“Jangan, usahakan jangan berkata kepada orang satupun di kota ini. Jika bawahan Yuan Rong ternyata mendengarnya, mereka pasti akan menggagalkan rencana dan mengganti rencana yang lain.”