Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Serangan Tak Profesional


__ADS_3

Lin Xuan berkata dan berpikir demikian. Ini hanyalah masalah kecil dalam politik kekaisaran dalam merebutkan posisi pangeran mahkota apabila dibuatkan fraksi seperti itu. Apalagi jelas-jelas bahwa tuduhan tersebut tidak bisa terbukti secara valid.


“Aku pikir begitu, tapi pangeran Han Yifan memulangkan ku untuk sementara waktu dan memintaku kembali dalam seminggu lagi.” Ucap Xia Xinran dalam kereta.


Mendengar hal itu, Lin Xuan beranggapan bahwa pangeran Han Yifan hanya sekedar membuat Xia Xinran bisa lebih tenang dan tidak terbebani sesuatu apapun. Masalahnya, saat dipulangkan sekalipun, Xia Xinran terlihat begitu susah dan tidak bisa berlagak tenang, apalagi sudah diberi waktu selama satu minggu.


Sebenarnya Lin Xuan tidak ingin bersiap naif dengan ikut campur masalah politik kekaisaran dan kerajaan kota. Bahkan pikirnya itu bisa mengakibatkan perang saudara yang bisa membuat kekaisaran Han berada dalam ambang kehancuran.


Apalagi dia sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan kekaisaran, atau kerajaan Xia. Tidak ada balas budi juga yang membuat seharusnya Lin Xuan tidak perlu ikut campur.


Tapi melihat kondisi Han Yifan, dimana pangeran tersebut adalah pangeran yang cukup lemah, tapi dia terlihat bisa memanipulasi keadaan sekitar. Membuat Lin Xuan sedikit tertarik. Dia ingin membuat Han Yifan membalas budi sesuatu kepadanya dengan lebih besar. Bukan harta, kekuatan, melainkan sebuah dukungan.


Otak pangeran itu bisa main, dan memang tidak mengandalkan kekuatan dan segi kultivasi. Tapi sangat disayangkan apabila Han Yifan dibunuh oleh fraksi pertama istana kekaisaran. Maka yang terjadi istana akan diisi oleh pimpinan bodoh yang sama saja membuat kehancuran.


“Tuan putri awas!”


Sebuah ledakan dari sisi kanan kereta, tepat pada tempat duduk Lin Xuan. Dan secara sigap, Lin Xuan sendiri mendekap Xia Xinran yang membuat mereka terlempar keluar dari kereta secara bersamaan. Begitu juga dengan Wue Yei yang langsung sigap di luar sambil memasang sebuah kuda-kuda.


Para prajurit kerajaan juga telah dikalahkan secara cepat sehingga mereka telah tumbang. Ini memungkinkan ada sebuah serangan mendadak dari luar. Pun di dalam, jelas itu tidak mungkin karena semua orang yang tengah menjaga rombongan telah dikalahkan dalam sekejap.


Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ledakan itu mengeluarkan asap yang berupa obat bius atau racun yang mampu melumpuhkan mereka dalam sekejap. Untung saja baik Lin Xuan, Wue Yei atau Xia Xinran tidak terkena asap itu.


Lin Xuan berdiri di depan Xia Xinran. Sorot matanya terlihat fokus untuk mencari keberadaan seseorang atau mungkin lebih yang menjadi pelaku utama dalam penyerangan secara mendadak ini.

__ADS_1


“A-apa yang terjadi?” Tanya Xia Xinran dengan wajah cemas.


“Hanya masalah kecil. Jangan khawatir tuan putri. Wue Yei, jaga tuan putri dengan baik.” Kata Lin Xuan sambil melirik ke belakang.


Dia juga melesat ke belakang, ke arah sosok pria bertopeng yang hendak menghunuskan sebuah pedang ke arah tuan putri Xia Xinran. Untungnya itu dicegah oleh Lin Xuan yang langsung mencekik orang tersebut. Kemudian, Lin Xuan membantingnya di atas tanah hingga menimbulkan sebuah retakan pada tanah tersebut.


“Arghhh!”


“Bisakah seseorang mengirim naga untuk membunuh sang naga juga?” Tanya Lin Xuan kepada seseorang yang merasakan rasa sakit yang cukup berat.


Tapi, sebuah formasi tercipta melalui segel tangan seseorang. Membentuk sebuah penjara tinggi transparan yang mengurung Lin Xuan dan yang lainnya. Hal tersebut dibuktikan ada empat orang lainnya yang berdiri di setiap sudut untuk membentuk sebuah formasi persegi guna membuat putri Xia Xinran tidak lari.


Lin Xuan melihat sekeliling. Kemudian dia menarik pedang abad kematian untuk menghancurkan semua formasi yang memenjarakan dirinya ataupun Xia Xinran dan Wue Yei.


Tapi belum sempat menyadari kemana perginya Lin Xuan, salah satu orang lebih menyadari. Secara cepat bahwa kepala tiga rekannya sudah terlepas dari tubuhnya. Dan, beberapa mili detik setelah itu, dia melihat sosok Lin Xuan yang bermanuver tepat di depan matanya dengan mengayunkan pedangnya secara miring.


Barulah, dia merasa bahwa dirinya terjatuh. Namun di sisi lain dia melihat tubuhnya tetap berdiri dengan bagian atas yang mengucurkan sebuah darah segar. Dan setelah itu, dia menyadari bahwa dirinya telah terpenggal.


“Ce-cepat sekali.” Reaksinya lambat.


Putri Xia Xinran tercengang. Kemampuan Lin Xuan seolah tak tertandingi. Itu membuat Xia Xinran merasa penasaran apa sebenarnya tahap kultivasi milik Lin Xuan.


Lin Xuan kembali kepada seseorang yang masih hidup tadi. Tubuhnya tak mampu bergerak dengan ketakutan yang begitu luar biasa. Bahkan dibalik topeng terlihat begitu pucat karena merasa lari pun percuma jika lawannya memiliki kecepatan seperti itu.

__ADS_1


Dia membuka topeng orang tersebut, memperlihatkan sosok pria paruh baya yang terlihat pucat dan penuh ketakutan. Apalagi saat menatap mata Lin Xuan yang menyala dan tajam bagaikan ada sosok besar di belakangnya.


“Tuan, bisakah aku mencabik-cabik orang ini?” Tanya Hei Long yang ada di dalam diri Lin Xuan.


“Ini hanyalah masalah kecil. Aku akan memanggilmu jika ada masalah besar.”


“Aku mengerti tuanku.” Jawabnya.


Kembali fokus, Lin Xuan menyeret orang itu pada Xia Xinran ataupun Wue Yei. Guna mendapatkan informasi dengan mengintrogasinya. Apalagi dalam sesi penyiksaan itu sungguh menyenangkan bagi Lin Xuan itu sendiri.


“Katakan, apakah tujuanmu adalah tuan putri Xia Xinran?” Tanya Lin Xuan penasaran.


Orang itu mengangguk dengan lemah, sambil menjawab gagap, “I .... Iya.”


Xia Xinran menutup mulutnya seolah tak percaya. Padahal dia tidak pernah menyinggung siapa-siapa, tapi kenapa dirinya menjadi target pembunuhan seseorang? Hal tersebut membuat Xia Xinran menggertakkan giginya kesal dan bertanya, “Siapa pelaku utamanya.”


Lin Xuan yang semuanya cepat selesai, dia menaruh ujung pedangnya tepat pada leher orang tersebut sebagai sebuah ancaman apabila dia tidak ingin menjawab. Itu memicu sebuah ketakutan yang cukup besar pada orang tersebut.


Sudah jelas bahwa orang tersebut bukanlah seorang pembunuh bayaran yang handal. Karena jikapun orang itu benar-benar andal, sudah dipastikan bahwa dia akan meminum sebuah pil bunuh diri karena tidak ingin memberitahukan secuil informasi kepada mereka.


Jadi dia menjawab saja, karena ini berhubungan dengan nyawa. “Han Tan, pangeran dari fraksi pertama. Dia melakukan ini agar tidak ada hubungan lagi dengan kota Xiazing, sehingga dia menyuruh kami untuk membunuh tunangan dari pangeran Han Yifan. Selain itu pula, raja Xia Bao akan menuduh bahwa Han Yifan tidak bisa menjaga tuan putri Xia Xinran.”


Lagi-lagi Xia Xinran cukup kaget. Padahal dia hanya seorang tunangan, tapi kenapa secara tiba-tiba dia diseret dalam masalah politik kekaisaran?

__ADS_1


__ADS_2