
Wue Yei mendapati jalan buntu, tapi dia tahu di sekitarnya merupakan tempat yang luas dan hanya ada seseorang yang menggunakan pakaian yang sama seperti dirinya. Dia cukup bingung, tidak mungkin markasnya hanya sekecil ini.
Dia menyentuh dinding gua, namun, dalam sekejap dirinya mengalami sebuah kejutan yang begitu luar biasa. Dia melonjak jauh. Seolah dia tak berada di dunia ini, namun naik ke atas ke suatu tempat bagaikan teleportasi.
Dan, tak menyangka, dirinya berada di dalam kawah gunung berapi. Lebih tepatnya kawah gunung Huanggua. Di dalam kawah gunung Huanggua, terdapat sebuah tempat yang menempel pada dinding kawah. Sedangkan di tengah-tengah tempat terdapat sebuah lubang lubang besar yang merupakan akses langsung menuju kawah.
Sehingga tempat ini berada di atas lahar berapi.
Di sekitarnya terdapat banyak sekali orang-orang yang sama seperti dengan dirinya. Terlebih, rata-rata dari mereka adalah seorang kultivator Core Formation atau Nascent Soul. Wue Yei bertindak cukup tenang, dia melihat sekeliling dengan cukup waspada.
Namun, perhatiannya tertuju pada seseorang yang mengunakan setelan jubah. Tapi tak menutup kepalanya seperti dengan kultivator lainnya. Apalagi dia merupakan seorang Kultivator tahap Dao Fusion bintang sembilan yang seolah menjadi orang paling kuat. Apalagi sosok nya menjadi seorang yang begitu mencolok.
Rambut hitamnya terurai panjang, tapi dia juga memiliki janggut berwarna hitam yang begitu panjang setidaknya sepanjang dada. Menatap sebuah kawah gunung yang mengeluarkan hawa panas secara liar.
“Apakah dia Yuan Rong?” Pikir Wue Yei dengan penuh curiga.
Di sisi lain, dia baru menyadari bahwa di tengah-tengah, atau tepatnya terdapat sebuah benda melayang berwarna merah muda. Bentuknya seperti sebuah pecahan kristal. Dia menyipitkan matanya dan memperhatikan bahwa pecahan kristal memiliki corak naga.
Saat dia bergerak, tiba-tiba seorang pakaian bangsawan muncul di tempat persis Wue Yei muncul di tempat ini. Semua orang yang melihat hal itu, mereka langsung bertekuk lutut dan memberikan sebuah salam hormat kepada siapa yang baru saja datang.
Tentu saja Wue Yei melakukan hal yang sama, dia melakukan hal yang sama seperti bawahan Yuan Rong yaitu bertekuk lutut meskipun dia sama sekali tidak mengetahui siapa yang datang. Namun hanya sekejap, dia langsung berdiri sama seperti yang lainnya dan berpura-pura melakukan sesuatu untuk melihat apa yang dilakukan oleh orang tersebut.
__ADS_1
Di sisi lain, Yuan Rong yang melihat hal itu, dia bergerak ke arahnya dengan tatapan yang dipenuhi oleh senyuman.
“Xia Zheng, ada perlu apa kau datang ke sini? Bukankah sebentar lagi kau akan menduduki tahta raja kota menggantikan adik sepupumu? Hahaha, jika kau ingin mengucapkan rasa terimakasih, maka bukan waktunya.”
“Tidak tuan!” Ucap Xia Zheng. “Xia Bao sudah menaruh kecurigaan karena seseorang melaporkannya. Selain itu, dia meminta pengawalnya untuk datang ke gunung Huanggua untuk melakukan sebuah investigasi.” Sambungnya dengan sedikit panik.
“A-apa? Sialan, siapa yang berani melaporkan kejadian ini kepada adik sepupumu.”
“Tapi tuan, adik sepupuku adalah orang yang begitu tegas. Jika memang kejadian ini tidak terbukti, maka orang itu akan diberi hukuman berat karena memberikan sebuah laporan yang palsu.”
Mendengar ucapan Xia Zheng, Yuan Rong tersenyum. Jika seperti ini, dia bisa memanipulasinya dengan begitu mudah. Sehingga, dia memanggil salah satu bawahannya untuk melakukan tindakan mengecoh untuk membuat prajurit raja kota yang melakukan investigasi mempercayai tidak ada aktivitas mencurigakan di gunung Huanggua.
Salah satu bawahan Yuan Rong yang dia perintah, berkata sambil memberikan hormat. “Baik tuan, aku akan melakukannya sebelum prajurit dari kerajaan datang.”
“Jika tidak ada hal lain, saya undur diri.” Sambungnya.
Yuan Rong sudah begitu tenang. Dengan begitu tidak ada masalah hingga malam datang. Setidaknya jika sudah hampir ketahuan begini, maka dia akan mempercepat langkahnya dan menyelesaikan hingga malam hari ini.
Sedangkan Wue Yei yang menguping, dia benar-benar terkejut bahwa Xia Zheng, atau orang yang dia kenal sebagai kakak sepupu dari raja kota Xiazing, ternyata melakukan persekutuan dengan Yuan Rong. Bukan semata-mata, sejauh ini ternyata hanya untuk keperluan politik. Alias Xia Zheng ingin menyingkirkan tahta yang diduduki oleh adik sepupunya.
Hal ini merupakan informasi yang cukup menarik, yang bisa dia laporkan kepada Lin Xuan nantinya.
__ADS_1
Dan, tiba-tiba saat itu juga, muncul seorang lagi. Tidak, lebih tepatnya orang itu membawa dua orang wanita yang mana tangannya diikat oleh energi spiritual berwarna biru. Dua Wanita itu terlihat sangat murung dan terlihat pasrah.
Wue Yei yang melihat orang itu, dia mengalihkan wajahnya, berharap dia tidak diperhatikan oleh orang itu. Selain itu, dia juga menutup mulutnya karena tidak ingin mengeluarkan suara kaget yang mana dia benar-benar ingin berteriak. Sehingga, dia hanya bisa berteriak dalam hatinya.
“Ba-bagaimana bisa patriark Fen Jihyang ada di sini? Itupun dia membawa senior Huang Yun datang di tempat ini. Jangan-jangan.....”
Pikiran Wue Yei benar-benar cukup buruk. Dia memiliki ketakutan luar biasa saat dia berpikir bahwa seniornya, yaitu Huang Yun dijadikan sebuah tumbal oleh patriark Fen Jihyang. Dan apa yang dia kejutkan bahwa patriark Fen Jihyang ternyata bersekutu dengan Yuan Rong.
“Yuan Rong, maafkan aku. Seharusnya aku membawa muridku yaitu Wue Yei. Sayangnya dia dan keluarganya dibunuh habis-habisan oleh orang tak berjawab yang saat ini masih menjadi misteri. Tapi sebagai gantinya, aku membawa yang lain.” Kata Patriark Fen Jihyang.
Sementara itu, Lin Xuan sedang duduk bersila di dunia liontin mata ilahi dengan begitu tenang. Karena, sebelumnya dia mendapatkan giok darah yang mana itu merupakan sebuah sumber daya yang tidak bisa untuk tidak digunakan.
Hanya bermodalkan setengah koin emas, secara ajaib dia mendapatkan giok darah yang mana meskipun hanya berukuran ibu jari, ini merupakan giok yang cukup langka. Manfaat batu merah itu juga tidak main-main yang mana lebih baik dibandingkan dengan batu giok pada umumnya.
Selain itu, Lin Xuan juga langsung meletakkan giok darah pada titik dantiannya. Dia tahu dan menyadari bahwa lautan dantiannya terlalu luas. Sehingga proses kultivasi yang dia lakukan juga benar-benar lama dan menghabiskan waktu berhari-hari jika menggunakan energi biasa dan bukan energi kematian.
Dengan dantian yang terlalu luas, maka itu juga cukup merepotkan. Namun itu juga menguntungkan karena bisa diartikan bahwa teknik kultivasi yang dimiliki benar-benar kuat dibandingkan dengan kultivator yang memiliki dantian yang lebih sempat.
Sehingga, dengan adanya giok merah tersebut, maka proses kultivasi akan berjalan cepat meskipun memiliki dantian sebesar samudra, qi yang mengalir pada titik meridian juga jauh lebih cepat. Sehingga Lin Xuan tidak merasa khawatir apabila dia akan berkultivasi menggunakan energi biasa dan juga sumber daya.
Tanpa ada proses yang menyakitkan, Lin Xuan memejamkan matanya dan berusaha menggunakan giok darah itu dengan baik. Rasanya cukup lega, saat aliran meridiannya juga bisa diperbaiki secara optimal yang membuat dia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya.
__ADS_1