Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Di tengah malam, Lin Xuan duduk bersila, mencoba berkultivasi sambil berisitirahat di tempat ini. Sebenarnya dia bisa saja berada di liontin mata ilahi, tapi dia menyadari sesuatu bahwa liontin mata ilahi, tidak senyaman di dunia nyata. Apalagi udara di dunia nyata benar-benar segar dibandingkan dengan dunia liontin mata ilahi.


“Ada tamu yang tak diundang, kenapa malam-malam seperti ini harus membuatku sangat kerepotan?”


Lin Xuan membuka matanya secara perlahan saat insting binatang buasnya sempat merasakan apa yang namanya seseorang yang tak begitu dikenal yang tampaknya berada di atap seolah sedang memperhatikannya.


Dia langsung melompat di tempat ketika merasakan adanya sebuah bahaya yang begitu besar. Dan yang benar saja, sebuah ledakan pada dinding membuat Lin Xuan harus lagi melompat ke belakang agar tidak terkena sebuah serpihan-serpihan dinding itu.


“Ini lantai dua, yang benar saja.” Ucap Lin Xuan perlahan.


Pada dinding yang berlubang itu, muncullah tiga orang pembunuh bayaran yang masing-masing merupakan seorang kultivator nascent soul. Hal tersebut sepertinya akan membuat Lin Xuan merasa kerepotan karena jumlah yang tidak seimbang.


Tiga orang yang masuk melalui dinding yang baru saja diledakkan itu. Maka tidak ada cara lain selain melarikan diri melalui pintu yang ada di belakangnya.


Sayangnya itu tidak sesuai dengan dia rencanakan, dia sudah merasakan ada pembunuh bayaran yang aura kultivasinya tepat berada di Nascent Soul pula. Maka dari itu, Lin Xuan hanya bisa tersenyum pahit menerima hal ini.


“Tiga di depan, sedangkan ada dua orang yang menunggu di pintu. Sepertinya ini sudah direncanakan.”


Tak ada cara lain pula, sehingga Lin Xuan menarik pedang abad kematian dan berusaha untuk melawan mereka. Tapi perlu juga yang namanya sebuah rencana untuk menyelesaikannya.


“Jurus seribu pedang!”


Lin Xuan mengulurkan tangannya ke depan, dia sudah berencana mengeluarkan kemampuan ini lebih-lebih awal. Apalagi jurus ini merupakan tipe yang sangat merepotkan jika tidak memiliki pertahanan yang lebih.


“Perisai roh kura-kura!”


Salah satu dari mereka membentuk sebuah pertahanan yang begitu besar untuk menangkal seribu pedang yang keluar dari arah mereka. Namun, sebenarnya Lin Xuan sudah memperhitungkan akan hal itu, karena sebenarnya dia mengeluarkan jurus seribu pedang untuk mengganggu fokus mereka.

__ADS_1


“Dia lari melewati pintu tersebut!” Ucap salah satu dari mereka mereka yang menyadari bahwa pintu telah terbuka.


Rupanya memang Lin Xuan lari melewati pintu kamar penginapannya. Untuk melawan seseorang yang ada di belakang pintu itu, Lin Xuan sebelumnya membuka pintu secara spontan dan langsung bergerak dengan sangat cepat barulah dia mengayunkan pedang dari sisi samping untuk memberikan mereka kejutan.


“Perbedaan kultivasi, ditambah aku juga kalah jumlah. Bisa dibilang aku menyadari bahwa diriku masihlah sangat lemah.”


“Tinju raja api!”


Untuk menangkal tebasan pedang milik Lin Xuan, salah satu dari dua yang menjaga pintu tersebut melayangkan tinjunya pada pedang tersebut. Wajahnya benar-benar sangat yakin bahwa tinjunya mampu membuat pedang itu patah.


Cerobohnya bahwa dia sudah tidak memperhitungkan apa-apa lagi yang membuat orang itu benar-benar sangat yakin. Apalagi dia juga memiliki rekan yang lain yang mana juga memberikan sebuah jurus lain untuk menyerang Lin Xuan dari sisi lain.


“Tebasan pedang vermillion!”


Duarrr!


Dia yang terdorong ke belakang memilih untuk berlari selagi kobaran api yang cukup besar itu menghalangi pandangan mereka. Lin Xuan juga menggunakan kecepatan penuh untuk segera keluar dari penginapan ini atau yang terjadi akan banyak korban yang bermunculan.


Barulah, ketika dia berhasil keluar dari penginapan, dirinya bisa lebih tenang dan percaya diri untuk melawan. Dia berhenti dari kecepatan larinya dan menatap ke belakang. Tetapi seketika ada sosok lain yang ikut campur dalam masalah ini.


Seseorang yang tidak lain adalah aura Wue Yan, muncul menggunakan penutup wajah. Saat dia tahu Lin Xuan keluar, Wue Yan langsung muncul dan menghunuskan belatinya ke arah Lin Xuan. Untung saja Lin Xuan benar-benar sigap yang membuat dia bisa menghindar tepat waktu.


Dan saat itu juga, lima pembunuh bayaran datang dalam posisi mengepung Lin Xuan. Hal tersebut membuat Lin Xuan benar-benar merasa terpojok karena dia tidak ada kesempatan untuk berlari. Sehingga dia hanya bisa tersenyum kecut sambil memegang pedangnya kuat-kuat.


Ditambah dengan Wue Yan, maka musuh saat ini adalah enam. Dan yang paling lemah saat ini adalah Wue Yan itu sendiri.


Dia berpikir bahwa keluarga Wue itu tidak ada kapok-kapoknya, padahal dirinya sudah membunuh banyak pembunuh bayaran yang dikirim kepada dirinya, tetapi baik itu keluarga Wue atau Klan Siluman sama sekali tidak berpikir untuk berhenti. Maka dari itu, dia tidak heran mengapa Wue Yan ikut campur pada pembunuh bayaran tersebut.

__ADS_1


“Alunan tapak arwah!”


Wue Yan mengayunkan tangannya ke arah Lin Xuan untuk memberikan Lin Xuan sebuah serangan. Hal tersebut diperuntukkan agar Lin Xuan tidak bisa bergerak yang mana itu akan mempermudah dirinya atau pembunuh bayaran yang lainnya bisa membunuhnya.


Untung Lin Xuan bisa membaca pola serangan yang begitu lemah itu, sehingga dia bergerak dengan sangat cepat untuk menghindar dari serangan yang Wue Yan lempar. Sedangkan Lin Xuan juga bergerak dengan sangat cepat secara langsung ke arah Wue Yan.


“Lautan kematian!”


Dalam posisi jarak satu meter di hadapan Wue Yan, Lin Xuan dengan tatapan dinginnya menatap mata yang hanya tampak pada penutup wajah Wue Yan, seolah mengeluarkan sebuah aura kegelapan yang begitu kuat. Selain itu, dia juga mengeluarkan pola pedang secara horizontal dengan niat membunuh.


Namun, hal itu ternyata sudah diperhitungkan oleh pembunuh bayaran yang lainnya. Dimana ketika Wue Yan mengeluarkan jurusnya, mereka akan menghitung bahwa Lin Xuan menghindar dan bergerak ke arah Wue Yan, sehingga para pembunuh bayaran langsung bergerak cepat ke arah Wue Yan untuk menyerang Lin Xuan yang akan datang.


Itu membuat Lin Xuan cukup merasa salut. perhitungan mereka. Tapi tidak dengan raganya yang cukup terkejut saat di seluruh sisinya ada pembunuh bayaran yang melepaskan jurus andalan mereka dari jarak yang benar-benar sangat cepat. Sehingga tidak ada waktu untuk Lin Xuan membunuh Wue Yan.


“Oh ternyata memang begitu. Kemampuan binatang buas, aura raja hutan!”


Sebuah aura raja hutan yang begitu buas, bercampur dengan aura kematian yang begitu kental membuat keenam musuhnya yang hendak mengeluarkan jurus langsung terlempar sejauh beberapa meter ke belakang.


Lin Xuan tersenyum puas, padahal dia ingin menggunakan kemampuan binatang buas ini nanti-nanti atau tepat pada turnamen. Tapi sayangnya dia tidak bisa menahannya.


Sebuah kemampuan yang mana dia dapatkan bersamaan dengan insting binatang buas setelah dia meminum darah itu. Sehingga tidak hanya insting binatang buas, melainkan kemampuan binatang buas seolah sudah tercetak dalam pikirannya. 


"Aura kematiannya sungguh pekat, ini bukan aura manusia biasa!"


Wue Yan yang menyadari akan hal itu, tubuhnya benar-benar sangat lemas. Dia tidak begitu berdaya saat berada di hadapan Lin Xuan.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan Komentarnya:)


__ADS_2