
DI gerbang keluar, Lin Xuan tidak sengaja berpapasan dengan Wue Yei. Tatapan masing-masing yang begitu datar seolah terdapat perang dingin di antara keduanya. Namun, Wue Yei langsung mengawali pembicaraan sebelum Lin Xuan benar-benar pergi.
“Selamat, ku pikir kau akan terbunuh ketika berhadapan dengan Wue Yan.”
“Apa kau mengkhawatirkanku?” Ucapnya sambil berhenti berjalan.
“Tidak. Tapi aku lebih senang kau hidup dibandingkan dengan dia yang hidup.” Balasnya tenang.
Lin Xuan menghela napas, lantas dia kembali berkata, “Tunggu setidaknya esok malam. Kau jangan berada di sekte, tapi di kediamanmu. Akan ada sesuatu yang menarik.”
Wue Yei terdiam, tatapan mata Lin Xuan yang seolah menunjukkan ekspresi yang begitu serius membuatnya kagum. Apalagi perkataannya menggema di dalam telinganya yang membuat wanita itu benar-benar begitu bersemangat. Jelas, dia akan menunggu acara tersebut dan akan menikmatinya.
Tidak ada jawaban dari Wue Yei, Lin Xuan kemudian beranjak pergi dari tempat tersebut. Dia sudah mendapatkan hadiah yang dia dapatkan yaitu kristal 4 warna. Sehingga dia akan berkultivasi dengan kristal tersebut, ditambah dengan mengambil beberapa kristal legenda yang ada di cincin ruangnya.
Sangat disayangkan sekali, energi kematian dari Wue Yan juga tidak bisa diambil. Andai dia memiliki sebuah artefak yang bisa menyerap sebuah energi sehingga membuat dia bisa membawanya dengan begitu instant dan menyerapnya kapan saja.
Dia lantas mencari tempat bersembunyi, segera masuk ke dalam sebuah liontin ilahi untuk melanjutkan proses kultivasinya. Kali ini mungkin dia akan panen, tetapi untuk sementara waktu dia akan menahan diri untuk melakukan sesuatu. Pembantaian? Jelas.
“Semakin tinggi tingkat kultivasi, maka semakin lama pula naiknya. Aku sudah berada di Nascent Soul, setidaknya untuk naik satu tingkat membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sebelumnya.” Ucapnya sambil menatap kristal empat warna tersebut.
__ADS_1
Lin Xuan duduk tenang di tengah ruangan kultivasi yang sunyi, mengarahkan perhatiannya pada kristal empat warna yang dia dapatkan sebagai hadiah dari kemenangannya dalam kompetisi kultivator. Kristal itu berada di depannya, memancarkan cahaya lembut yang memenuhi ruangan.
Dia merentangkan tangannya di atas kristal itu, merasakan energi yang terpancar darinya. Sentuhan lembutnya menyentuh permukaan kristal, dan seketika itu juga, keempat warna di dalam kristal itu mulai berputar dengan kecepatan yang semakin meningkat.
Lin Xuan mulai mengalirkan aliran qi ke dalam kristal, membiarkan kekuatan kristal menyatu dengan qi. Saat itu terjadi, keempat warna kristal itu menyala terang dan memancarkan kilatan spektrum warna yang memukau.
Lin Xuan menutup mata, merasakan gelombang qi yang mengalir melalui meridian dan berhenti pada ruang dantian. Setiap selnya terasa terhubung dengan kekuatan alam yang terkandung dalam kristal. Energinya terasa meningkat dan berkobar-kobar seiring dengan setiap napas yang diambilnya.
Dia mulai memusatkan pikirannya, fokus pada kultivasi yang sedang dilakukan. Dalam kultivasi mendalam, Lin Xuan merasakan kehadiran energi murni yang mengalir ke dalam dirinya. Dia masih tetap fokus dan melanjutkan proses kultivasi.
Barulah tepat beberapa hari berlangsung, Lin Xuan membuka matanya dan tersenyum begitu puas. Siapa yang berpikir bahwa kristal ini benar-benar memiliki kandungan energi yang cukup banyak? Apalagi energi yang terkandung juga mampu membawanya ke ranah Nascent Soul bintang dua dengan begitu mudah.
Dengan begini, menghadapi seorang Spirit Severing, setidaknya bintang lima juga tidak masalah. Seperti patriark Wue Dong yang berada di Spirit Severing bintang lima. Namun, masih ada waktu dua bulan di dunia liontin mata ilahi agar dia bisa berada di waktu malam hari esok hari untuk di dunia nyata, maka dari itu, dia memanfaatkan sesuatu untuk berkultivasi lebih lanjut.
Keesokan harinya.
Wue Dong, yang mengenakan jubah hitam dengan lambang keluarga Wue yang khas, melangkah maju menuju makam putranya. Tatapannya penuh kebencian saat ia meletakkan seikat bunga hitam di atas makam. Sejenak, ia terdiam dalam kesedihan yang mendalam, kemudian ia mengangkat kepalanya ke langit.
"Dia adalah anakku yang paling berbakat... Dia seharusnya menjadi penerus keluarga Wue." gumam Wue Dong dengan nada yang penuh amarah. "Tapi Lin Xuan, kau telah merenggut hidupnya dengan kekuatanmu sendiri. Kau akan membayar atas segala tindakanmu!"
__ADS_1
Suara gemuruh petir bergema di langit, mencerminkan kemarahan yang membakar dalam hati Wue Dong. Angin semakin kencang, mengibarkan jubah hitamnya dengan ganas. Tetapi di tengah amarah dan kesedihan yang menyelimuti hatinya, Wue Dong juga merasakan kelemahan dan kerentanan. Kekalahan putranya oleh tangan Lin Xuan telah meruntuhkan ambisi dan kebanggaannya sebagai ayah dan patriark keluarga Wue.
Dalam kesunyian pemakaman, Wue Dong bersumpah untuk mengambil balas dendam. Dia merencanakan cara untuk menghadapi Lin Xuan dan memastikan bahwa pembunuh putranya akan merasakan penderitaan yang tak terhingga. Dengan langkah yang mantap, ia meninggalkan makam Wue Yan dengan tekad yang tak tergoyahkan.
Di malam hari, di kediaman Wue. Berita duka terdengar dalam satu keluarga, mereka benar-benar tidak bisa menahan isak tangis saat kepala keluarga utama baru saja kehilangan putranya. Jelas itu menjadi sebuah berita yang cukup buruk dan memungkinkan mereka tidak bisa menerima itu semua.
Benar saja, penatua pertama keluarga Wue memukul meja cukup keras, usai pemakaman yang mereka langsung lakukan pada pagi tadi. Wajahnya mudah ditebak bahwa dia menunjukkan sebuah keemosian yang begitu mendalam.
“Perang, ini merupakan penghinaan yang begitu besar kepada keluarga Wue! Kita benar-benar harus mencari anak itu meskipun berada di lubang semut sekalipun.” Ucap penatua pertama.
“Tapi, dimana anak itu? Kita sudah membiarkan beberapa orang dari keluarga Wue datang untuk mencarinya. Dia seharusnya tidak jauh dari kota ini, tapi mereka sama sekali tidak kunjung kembali untuk.” Penatua kedua juga berbicara, dia jelas tidak membiarkan hal ini.
“Aku sudah menyuruh para keluarga Wue untuk kembali dan tidak perlu repot-repot untuk mencari Lin Xuan.”
Tiba-tiba, pintu ruang pertemuan para penatua dan patriark keluarga Wue terbuka lebar. Memperlihatkan seorang wanita yang cantik dan juga elegan memasuki ruangan tersebut dengan tatapan begitu datar.
Mendengar hal tersebut, tentu saja itu memicu amarah seorang patriark yang tidak lain adalah Wue Dong. Dia langsung berteriak, “Lancang! Siapa yang membiarkan dirimu masuk! Apakah kau masih menganggap dirimu sebagai seorang keluarga Wue? Bahkan menghadiri pemakaman adikmu saja tidak! dan, apa yang baru saja kau lakukan!”
“Dengarkan aku dulu ayah sialan! Aku kemarin memiliki komunikasi kepada Lin Xuan bahwa dirinya akan datang ke sini pada malam hari untuk melakukan balas dendam setelah apa yang kau perbuat yaitu mengirimkan pembunuh bayaran. Jadi, daripada membuang tenaga untuk menyuruh mereka, aku sudah menyuruh mereka untuk kembali.”
__ADS_1
“Hahaha bagus, kau mendapatkan informasi yang bagus Wue Yei. Dengan begini, maka kita akan menyambutnya dengan cukup baik.” Kata Penatua pertama.
Wue Dong yang mendengar itu, dia tersenyum puas tanpa tahu malu. Dia tidak menyangka bahwa putrinya benar-benar berguna. “Hahaha maafkan ayah putriku, ayah hanya sedang mengujimu. Tidak ku sangka kau memiliki komunikasi dengannya dan mengatakan bahwa dia akan kesini untuk balas dendam. Baik, aku akan mempersiapkan penyambutan ini dengan begitu baik.”