Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Laporan Wue Yei


__ADS_3

“Kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?”


 “Maafkan aku tuan. Padahal tuan sendiri yang menolongku dan membawaku ke tempat ini sekitar tiga tahun yang lalu. Bagaimana mungkin Anda melupakan kejadian itu?”


Yuan Rong menatap serius Wue Yei dengan mengerutkan dahinya. Sehingga membuat Wue Yei harus menahan emosi dalam hatinya yang berat. Dia tidak tahu apakah perkataannya mampu membuat Yuan Rong melepaskannya atau tidak.


“Ah sudahlah, lagipula bawahanku benar-benar banyak. Tidak mungkin aku mengingatnya satu persatu. Ingatanku mungkin juga buruk tentang menolongmu. Sekarang pergilah.” Ucap Yuan Rong mengayunkan tangannya ke depan.


Wue Yei menghela napas. Sehingga dia berdiri dan sedikit memberi hormat, sebelum dia akhirnya pergi dengan selamat. Untung saja Fen Jhiyang tidak melihat semua ini. Barulah, saat dia keluar dari gunung Huanggua, dia membuang atributnya dan kembali berlari dan pergi ke arah dimana dia diperintahkan untuk menuju penginapan yang ditunjuk tuannya sebelumnya.


Tapi, dia belum berniat untuk kembali. Dia pergi ke sebuah ruangan penjara atau jeruji besi untuk melihat seseorang. Yang tidak lain adalah Huang Yun yang merupakan seniornya.


Meski ada penjagaan yang cukup ketat, karena Wue Yei menggunakan identitas bawahan, maka Wue Yei bisa masuk dengan cukup mudah ke dalam ruangan tersebut.


Di dalam ruangan itu, dia bisa melihat seorang tertunduk di pojokan. Wajahnya dipenuhi oleh kepasrahan yang membuat dia tahu bahwa kematian akan datang kepadanya kapan saja. Tatapannya kosong seolah merenungi nasib tentang bagaimana dia bisa berada di tempat ini.


“Sttt!” Wue Yei berdesis.


Huang Yun menatap ke luar jeruji, dia melihat seorang berjubah dengan penutup kepala yang hampir menutupi wajahnya. Dia tidak memiliki rasa kaget, mungkin waktunya sudah hampir habis yang membuat dia pasrah.


“Ini aku senior.” Katanya sambil membuka penutup kepalanya.


“Ju-junior!”

__ADS_1


“Sstttt!”


Huang Yun dengan dipenuhi rasa keterkejutan, dia kemudian mendekat ke arah besi dengan tatapan yang tak percaya. Air matanya mengalir dan berharap bahwa ini bukanlah suatu mimpi. “Junior, kupikir kau sudah mati.” Ucapnya lirih.


“Tidak senior. Senior tenang saja. Mungkin junior ini tidak bisa membawa senior untuk saat ini. Tapi bala bantuan akan segera datang. Apakah Senior mengingat peserta nomor satu yang melawan senior kala itu?”


“Lin Xuan?”


“Benar, Lin Xuan akan datang. Aku saat ini menjadi bawahannya karena aku tahu firasatku benar-benar buruk di sekte. Senior, semuanya akan berakhir.”


Huang Yun mengangguk. Dia menaruh kepercayaan kepada Wue Yei dan juga Lin Xuan. “Aku mempercayaimu junior.”


Di sisi lain pula, pada akhirnya Lin Xuan sudah keluar dari Liontin mata ilahi setelah satu hari di dunia nyata. Sebenarnya belum genap 24 jam, juga di dalam liontin mata ilahi, dia hanya menghabiskan beberapa minggu saja, dan hanya memakan waktu beberapa hari saja. Tapi baginya ini benar-benar sudah cukup saat ternyata dia sudah berada ranah Spirit Severing bintang lima.


“Akhirnya.”


Dia masuk ke dalam kedai tersebut, memesan makanan yang terbilang mahal dan juga populer. Barulah dia duduk di sebuah kursi untuk menikmati makanan tersebut.


Selain itu, dia berterus terang dan tidak ingin mendapatkan masalah. Yaitu dengan menunjukkan sedikit aura kultivasinya agar tidak ingin mendapatkan masalah seperti ada yang mengejeknya. Karena daripada memancing masalah, lebih baik dia juga membuang umpan masalah tersebut.


Lagipula, daripada dia menyembunyikannya, masalah juga akan meleber, salah satu orang yang sok kuat akan datang, dan mengganggunya. Kemudian apakah Lin Xuan harus marah dan merasa terganggu dan berakibat keluar? Yang menjadikan orang pengganggu tersebut marah dan terus merundung Lin Xuan.


Cukup rumit apabila harus membuat orang malu bahwa ternyata dirinya tidak sesederhana yang dikira. Daripada juga menimbulkan dendam yang melebar, menunjukkan sedikit kekuatan di awal seharusnya bukan masalah daripada dia harus menerima masalah itu sendiri.

__ADS_1


Sehingga dia juga sedikit membukka ranah kultivasinya, tapi tidak realitanya. Dia hanya menunjukkan bahwa dirinya adalah kultivator Nascent Soul bintang tiga. Karena jika orang tahu bahwa dirinya adalah seorang kultivator Spirit Severing, maka suasana akan menjadi ramai.


Pintu kedai tiba-tiba terbuka dengan bantingan yang cukup keras. Membuat semua orang langsung terkejut, terutama Lin Xuan yang menatap asal suara tersebut.


“Tuan!”


Wue Yei melihat sekeliling, mencari apakah keberadaan Lin Xuan ada di tempat ini? Untungnya sorot matanya tertuju pada sebuah meja, menampilkan seorang pria yang menatap sinis dirinya atas perlakuannya.


Orang-orang mungkin hendak mengkritik wanita itu. Tapi, melihat bahwa wanita itu berjalan ke arah seorang pria yang merupakan seorang kultivator Nascent Soul bintang tiga, mereka menjadi diam seribu bahasa dan tidak berani untuk mengkritik wanita tersebut.


Sehingga hal itu membuat Lin Xuan merasa tidak nyaman. Yang mana membuat dirinya ingin merundung Wue Yei atas perbuatannya.


“Apa yang kau lakukan!”


“Maafkan aku, aku memiliki berita yang cukup penting tuan. Ini tentang Yuan Rong dan juga gunung Huanggua.” Kata Wue Yei tanpa ekspresi. Juga, dia berkata dengan lirih seolah tidak ingin ucapannya terdengar oleh orang lain selain Lin Xuan itu sendiri.


“Katakan.” Ucap Lin Xuan dengan tatapan dingin. Lagipula, dia juga sudah mendapatkan informasi yang dia dapatkan bahwa ini ada hubungannya dengan Fen Jihyang.


“Malam nanti, tepat pada bulan purnama Yuan Rong akan melakukan ritual terakhir. Yang mana menggunakan tumbal dari Fen Jihyang!”


“Aku tahu bahwa ini ada hubungannya dengan Fen Jihyang. Tapi, apa katamu!?” Lin Xuan berdiri dari kursinya dan cukup merasa terkejut saat mendengar bahwa Yuan Rong akan melakukan ritual terakhir pada malam nanti. Sedangkan saat ini, hari sudah sore, bahkan menjelang malam yang membuat Lin Xuan benar-benar kalang kabut.


“Ini cukup menarik, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Ada sebuah pecahan kristal di tengah-tengah kawah gunung Huanggua. Selain itu, pecahan kristal itu memiliki gambar naga.” Jelas Wue Yei.

__ADS_1


Lin Xuan yang meneguk sebuah minuman, dia tiba-tiba menyemburkan minumannya hingga membuat baju Wue Yei basah. Matanya hampir keluar seolah tak percaya mendengarnya. Jelas ini adalah berita campur aduk, berita yang sangat baik dan buruk secara bersamaan. yang membuat dia benar-benar bersemangat mendengarnya.


Tidak sia-sia dia menyuruh Wue Yei untuk menyelidiki ini semua. Wajah Lin Xuan seolah dipenuhi senyuman pahit bagaikan orang gila, dia mengusap wajahnya sendiri karena dia tahu, bahwa itu adalah pecahan kristal milik dewa kematian, yang mana melambangkan naga hitam.


__ADS_2