
“Masuklah saudaraku, bawahanmu ada di dalam. Selain itu, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu.”
Lin Xuan lantas masuk ke dalam istana kerajaan mau tidak mau. Lagipula dia ingin melihat kondisi Wue Yei yang mungkin sudah dalam kondisi sadar.
Di dalam kerajaan, Lin Xuan bisa melihat interior kerajaan begitu megah. apalagi dia duduk di sebuah kursi yang empuk dengan wangi harum. Jika kerajaan saja semewah ini, bagaimana dengan istana kekaisaran? dia tidak pikir panjang tentang hal itu semua.
Beberapa detik kemudian, Wue Yei keluar dari istirahatnya. Dia menunjukkan kondisi yang baik-baik saja dan dalam kondisi prima. Itu membuat Lin Xuan merasa cukup senang jika anak itu baik-baik saja.
“Tuan, aku kembali. Maafkan aku jika aku merepotkan tuan.” Wue Yei berkata dengan penuh penyesalan. Tapi beruntung baginya bahwa semua ini telah selesai. Bahkan saat dia bangun dan pelayan kerajaan menjelaskan, dia tersenyum dan menganggap ini bukan mimpi. Tapi apa yang dia sesali sebenarnya adalah, kematian senior Huang Yun itu merupakan sesuatu hal yang membuat dia terpukul. Apalagi kematian tersebut demi menyelamatkannya.
Sedangkan Lin Xuan mengangguk, diiringi dengan beberapa pelayan yang menuangkan minuman kepadanya dan Xia Bao yang duduk di depannya. Kini waktunya bersantai, tapi tampaknya Xia Bao seolah ingin berkata dengan cukup serius.
“Wue Yei, duduklah.” Ucap Xia Bao.
“Baik yang mulia.”
Tapi sebelum itu dia mengucapkan banyak terimakasih lagi kepada Lin Xuan. Jika bukan karena dirinya, kerajaan mungkin sudah hancur karena dipegang oleh Xia Zhen yang merupakan kakak sepupunya yang gila akan tahta.
Memang, jika ditelusuri, seharusnya tahta itu jatuh kepada Xia Zhen yang mana sebagai anak dari putra tertua kerajaan yaitu ayah Zhen. Sayangnya Ayah dari Xia Zhen memberikan gelar pangeran mahkota kepada Xia Bao. Jelas itu membuat Zhen sebagai putranya merasa terhina.
__ADS_1
Dan sampai saat ini, baik kematian orang tua Xia Zhen masih menjadi misteri dan penuh konspirasi. Bahkan kematian mereka juga dibarengi dengan kematian orang tua Xia Bao sehingga keadaan makin panas. Tapi, ada yang mengatakan bahwa kematian mereka berempat, diakibatkan oleh Xia Zhen yang memang memiliki maksud tersembunyi.
“Sekali lagi aku juga kembali mengucapkan beribu maaf Lin Xuan. Aku sempat menuduh dengan tuduhan yang tidak-tidak.”
“Yang mulia, langsung ke intinya saja. Aku tahu kau ingin berkata dengan serius di depan ku.” Ucap Lin Xuan sambil menyeruput minuman hangat yang baru saja disiapkan oleh sang pelayan.
“Sepertinya kau pandai untuk menebak.” Jawab Xia Bao.
Tanpa berbicara banyak, Xia Bao kemudian mengutarakan maksudnya baik kepada Lin Xuan ataupun Wue Yei yang ada di dekat mereka. “Aku ingin meminta bantuan kalian untuk mengantar adikku yaitu Xia Xinran ke istana kekaisaran.”
“Yang mulia. Ada ratusan orang mungkin bekerja di istana kerajaan. Tapi, kenapa harus kami?” Tanya Lin Xuan dengan tatapan sinis.
Tapi Lin Xuan berpikir, bahwa apa yang dikatakan raja kota ada benarnya bahwa ini adalah masalah keselamatan tuan putri. Raja juga tidak tahu tentang siapa saja orang yang merupakan pengikut Xia Zhen untuk selama ini. Sehingga apa yang raja takutkan apabila menyuruh orang yang salah, maka nyawa tuan putri akan terancam.
Mereka tidak tahu bahwa apabila jika pengikut Xia Zhen masih memiliki niat dendam.
“Maaf yang mulia. Tapi, aku sama sekali tidak bisa melihat dimana keberadaan tuan putri.” Potong Wue Yei dengan wajah penuh pertanyaan.
Xia Bao kemudian menghela napas. Dia menyentuh kepala nya seolah mengalami sakit kepala. Hal tersebut membuat Lin Xuan dan Wue Yei saling menatap karena penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
Xia Bao berkata, “Ini masalah politik. Apakah kalian pernah mendengar bahwa kekaisaran memiliki tiga fraksi untuk menentukan siapa pangeran mahkota mereka?”
Itu jelas, dengan adanya dua istri kaisar, jelas bahwa tidak mungkin bahwa pangeran pertama dari istri pertama kaisarlah yang menjadi pangeran mahkota. Atau yang terjadi akan ada perpecahan diantara istri lainnya. Sehingga sang kaisar membuat dua fraksi, dan jika setiap fraksi memiliki pengikut terkuat, maka putra dari istri tersebut akan diangkat jadi pangeran mahkota.
Terlihat adil, tapi juga di sisi lain terlihat sangat mengerikan.
“Kemudian, fraksi istri kedua dan pangeran Han Yifan mengincar adikku. Dengan bertunangan dengan adikku, maka sudah dikatakan kota Xiazing menjadi pengikut pangeran Han Yifan. Sebenarnya tidak sesederhana yang kalian kira, pertama, mereka benar-benar membuat pendekatan yang berlebihan, memberikan banyak bantuan kepada kota kerajaan Xiazing. Dan, setelah bantuan itu berlebihan, pada akhirnya mereka meminta adikku, yaitu Ran’er sebagai tunangan pangeran Han Yifan.” Ucap Xia Bao menjelaskan.
“Aku sebenarnya tidak menolak, tapi aku bertanya kepada adikku terlebih dahulu. Dia memang setuju, dan tidak menolak, lagipula siapa yang yang tidak ingin dinikahi oleh putra kaisar?. Pertunangan telah terjadi beberapa minggu yang lalu, tapi dia pada akhirnya pulang dengan raut wajah sedih, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang dia katakan dia hanya pulang untuk sementara.”
Lin Xuan dan Wue Yei mendengarkan dengan hati-hati penjelasan Xia Bao tentang pertunangan adiknya dengan PangeranHan Yifan. Mereka merasa semakin tertarik dengan intrik dan konflik di balik persaingan politik ini.
"Jadi, Pangeran Han Yifan dan fraksi istri kedua berusaha mendapatkan dukungan dari Kota Xiazing dengan cara menikahi tuan putri Xia Xinran," ucap Lin Xuan dengan serius. "Namun, ada sesuatu yang terjadi setelah pertunangan tersebut. Adikmu pulang dengan wajah sedih, dan kau tidak tahu apa yang terjadi padanya."
Xia Bao mengangguk, ekspresi khawatir tergambar di wajahnya. "Betul, aku sangat khawatir tentang kondisi adikku. Aku mencoba bertanya kepadanya, tapi dia menolak memberikan penjelasan yang jelas. Dia hanya mengatakan bahwa dia perlu waktu untuk berpikir dan merasa terbebani dengan tanggung jawab yang dihadapinya."
Wue Yei menambahkan, "Ini sangat aneh. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di balik layar yang membuat tuan putri merasa terganggu. Kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan membantunya jika dia dalam kesulitan."
Lin Xuan sebenarnya tidak memiliki niatan untuk mengantar tuan putri kembali ke kekaisaran Han. Hanya saja dia ingin sekali menuju kekaisaran untuk mencari binatang peliharaannya. Sehingga dia mau tidak mau akan pergi ke sana sambil mengantar tuan putri.
__ADS_1
Lagipula dia penasaran dengan seluk beluk politik kekaisaran. Ketika kekaisaran memiliki dua fraksi untuk memilih pangeran mahkota mereka, jelas itu akan mengundang konflik berat yang mana tak akan mereka sadari di masa depan.