
“Sederhananya, pangeran Han Yifan sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup baik dari keluarganya sendiri. Bahkan ayahnya sekalipun. Aku juga pernah mendengar bahwa ayah kaisar mengatakan bahwa Han Yifan adalah produk gagal hanya karena kecacatan itu sendiri.Hanya ibunya saja yang peduli dengannya.”
“Kau pasti bertanya, mengapa dia menjadi kandidat pangeran mahkota. Itu karena Fang Yu Na adalah istri yang paling dicintai oleh kaisar. Jadi, seharusnya kau bisa menebaknya dengan sendirinya.” Sambungnya dengan perkataan yang cukup serius.
“Ya itu mungkin karena karma pangeran Han Yifan karena sebelumnya dia menjadi kaisar dan mencintai istri keduanya saja. Padahal istri pertamanya lebih mencintainya.” Lin Xuan tertawa lirih. Tapi perkataannya didengar oleh Shi Ji Ming.
“Apa maksudmu? Ku pikir perkataanmu benar-benar tidak jelas semenjak tadi.”
Lin Xuan kemudian menghela napas, dia lantas mengingatkan master alkimia tersebut. “Jadi, kapan kau akan membuat racun hati. Pak tua, aku bisa memberikan racun itu kepada pangeran Han Yifan. Dan bayangkan saja, jika dia sembuh, dia akan menjadi pangeran mahkota yang bijaksana, kuat dan berwibawa. Dibandingkan dengan Han Tan.”
“Baiklah, aku akan membuatnya. Tapi untungnya semua bawahannya tersedia di menara ini. Jadi jangan khawatir.”
.........
Malam hari, di kastil milik istri kedua kaisar. Pangeran Han Yifan sedang bercengkrama dengan ibu, dan tunangannya. Tapi sebenarnya tidak hanya mereka, tapi Wue Yei berdiri di belakang Xia Xinran untuk menjaganya setiap saat.
“Fan’er, ibu harap kau tidak menggunakan cara licik untuk melakukan sesuatu. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.” Fang Yu Na tertawa lirih, kemudian dia mengelus kepala Xia Xinran dengan lembut. “Kau juga memiliki seorang wanita yang mencintaimu apa adanya. Jadi, kota Xiazing akan mendukungmu penuh.”
Xia Xinran ikut tertawa lirih dengan elegan. Dia kemudian berkata, “Ibu benar-benar berlebihan. Bagaimanapun keadaan Yifan Gege, aku juga akan tetap menerimanya. Tapi .....”
“Tenang saja, semuanya akan berakhir. Tuduhan itu tidak terbukti kan.” Ucap Fang Yu Na.
Tiba-tiba, saat itu juga seorang pria datang dengan bertekuk lutut tepat di samping pangeran Han Yifan. Suaranya juga merintih yang membuat siapa saja tahu akan ada sebuah masalah.
“Pangeran, maafkan aku. Tapi bisakah aku berbicara berdua saja.”
“Paman Na Ran? Tentu saja.” Ucap pangeran Han Yifan sambil tersenyum. “Ibu, Xinran’er, kalian lanjutkan saja bercengkrama. Aku ingin membahas sesuatu.”
Xia Xinran dan juga Fang Yu Na mengangguk. Kemudian mereka saling menyesap teh dan kembali berbincang-bincang.
__ADS_1
Di tempat lain, Pangeran Han Yifan berdiri bertatapan dengan Na Ran di sebuah balkon kastil. Tatapan mata paman Na Ran seolah menunjukkan kekosongan, dan dia memiliki sesuatu masalah dan kesalahan secara bersamaan.
“Pangeran, maafkan aku. Tapi aku gagal menjaga resep itu dengan cukup baik.” Rintih Na Ran dengan suara penuh penyesalan. “Beberapa orang dari pihak pangeran Han Tan mengetahui akan hal ini, sehingga dia mengambil resep itu dan menyebarkan obat penawarnya di barat kota Qianting dan ujung timur kota Jinling.”
Na Ran berkata seperti itu dengan wajah yang memelas. Tapi sebearnya dia tahu bahwa pangeran Han Yifan tidak bisa berbuat apa-apa jika dirinya melakukan kesalahan. Itu juga karena apabila Han Yifan menyerangnya, maka besar kemungkinan Na Ran masih bisa menyerangnya secara langsung.
Jadi, dia sebenarnya masih bersikap santai akan hal ini dan menunggu bagaimana reaksi pangeran yang menurutnya lemah itu.
“Jadi, apa masalahnya?” Tanya pangeran Han Yifan.
“Pangeran, ini jelas akan membuat masalah yang besar. Karena dengan pangeran Han Tan memberikan penawar itu maka ....”
“Tidak ada masalah paman. Semuanya berjalan dengan lancar.” Potong pangeran Han Yifan dengan senyum cerah di ujung bibirnya.
“Ba-bagaimana bisa semuanya berjalan dengan lancar?” Tanya Na Ran dengan suara yang cukup panik. Dia merasa mungkin isi kepala pangeran Han Yifan benar-benar mengalami gangguan karena menganggap masalah tersebut sebagai bagian dari rencananya.
Pangeran Han Yifan tersenyum. Memang, ini adalah bagian dari rencananya dimana dia akan memperburuk citra pangeran Han Tan dengan cara memberinya sebuah kesempatan. Simpelnya, Pangeran Han Yifan tahu bahwa ada sosok yang mungkin sedang mengawasi, memata-matai atau bahkan musuh dalam selimut itu sendiri.
Kemudian, saat dia memberitahu sebuah wabah penyakit dan resep kepada Na Ran, dia memang sengaja untuk tidak berhati-hati kepada siapapun dan membiarkan dengan sengaja resep itu jatuh kepada pangeran Han Tan.
Wabah penyakit memang benar-benar terjadi, dan juga beberapa hari kemudian penawar sebuah wabah yang cukup sulit untuk disembuhkan itu tiba-tiba muncul. Hal tersebut tentu saja akan menimbulkan sebuah kontroversi tentang, bagaimana bisa wabah yang muncul dalam beberapa hari, penawarnya muncul secara tiba-tiba?
Satu persatu orang akan menyadari bahwa ini ada sebuah kejanggalan. Masyarakat juga berpikir cerdas, bahwa wabah ini memang diciptakan bersamaan dengan penawar tersebut. Sedangkan, penawar itu juga tepat berada di tangan pengikut pangeran Han Tan.
Maka itu sudah jelas, bahwa pangeran Han Tan sudah masuk ke dalam jebakan dimana orang-orang menganggap bahwa pangeran Han Tan lah yang menyebarkan penyakit, karena dia lah yang memegang penawarnya.
“Paman, hidup itu sederhana. Terkadang kau harus berpikir di luar otak untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Tapi, lupakan, kau bisa pergi.”
Paman Na Ran terdiam seribu bahasa dan tidak bisa berkata-kata lagi. Benar-benar, dia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Han Yifan sehingga bisa menimbulkan keadaan yang seperti ini. Dia juga sempat berpikir bahwa rencana yang dijalankan Han Yifan, tanpa orang kuat hanya akan menjadikan rencana itu sia-sia. Tapi siapa yang berpikir justru dia diluar nalar yang tak terpikirkan sama sekali.
__ADS_1
“Baiklah jika memang begitu, aku pamit undur diri pangeran.”
Pangeran Han Yifan mengangguk, dan membiarkan Na Ran pergi begitu saja. Dia kemudian kembali tersenyum dan menggelengkan kepala, “Setidaknya satu musuh dalam selimut akan terbunuh malam ini.”
Tapi saat itu juga, Xia Xinran muncul di balik pintu dengan Wue Yei.
“Yifan Gege, apa yang sebenarnya terjadi?”
“XIa Xinran’er, kembalilah ke kamarmu. Semuanya akan baik-baik saja.” Kata Yifan. “Wue Yei, bisakah kau tetap di sini? Aku ingin berbicara sesuatu.”
Xinran tampak murung, tapi dia langsung bergegas kembali ke kamarnya.
Sedangkan Wue Yei, dia melangkahkah kakinya ke depan, ke arah pangeran Han Yifan sambil bertanya, “Ada apa pangeran?”
“Kau adalah kultivator Nascent Soul, kumohon, bisakah kau membunuh Na Ran saat dia berada di ranjangnya?” Pinta pangeran Han Yifan.
“Jika itu perintah Anda, aku tidak akan menolak. Aku pamit undur diri dulu.”
“Tunggu!”
Pangeran Han Yifan lantas mengerutkan dahinya, dia menatap dengan seksama mata Wue Yei yang berkilauan bagaikan emas.
“Pangeran, jaga perilaku Anda, Anda sudah ....”
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Pangeran Han Yifan memalingkan wajahnya, kemudian dia membiarkan Wue Yei pergi. “Pergilah!”
Han Yifan kemudian menyentuh dagunya. Menatap Wue Yei seolah dia merasa cukup familiar dengan semuanya. Tapi, dia segera melupakan hal itu dan segera memikirkan sesuatu dikala dia sendiri.
“Pangeran Han Yifan!”
__ADS_1