
Jelas Lin Xuan tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya. Jika dia mengatakan bahwa kebangkitan naga itu justru menguntungkan dirinya, maka besar kemungkinan bahwa kekaisaran menganggap bahwa dirinya adalah sebuah ancaman.
Apalagi naga, yang melaporkan kejadian bahwa akan ada kebangkitan naga timur adalah Lin Xuan, jika mereka justru melihat bahwa naga itu tunduk kepada Lin Xuan, maka bisa dipastikan bahwa Lin Xuan adalah seorang iblis. Sedangkan sebagian manusia anti terhadap iblis.
Maka pihak kerajaan akan membunuh Lin Xuan bagaimanapun caranya. Bila perlu kerajaan akan meminta kekaisaran turun tangan karena ini adalah masalah yang cukup serius dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Maafkan aku, andai saja aku menggubris ucapanmu.”
“Anggap saja ini bukan urusan kalian. Sudah, aku ingin membawa bawahanku ke tempat yang aman.”
Lin Xuan berkata seperti itu, memang pada dasarnya pecahan kristal itu adalah miliknya. Jika kerajaan tahu justru akan sangat merepotkan atau yang akan terjadi pihak kerajaan akan mengambilnya. Jadi tidak ada urusan sedikitpun dengan kerajaan.
Namun, dalam hati Lin Xuan masih sangat mengganjal, dan sedikit memiliki perasaan yang sedikit tidak nyaman kepada mereka. Bahkan mereka hanya sekedar cengar-cengir tanpa memiliki rasa bersalah setelah mengejar Lin Xuan secara mati-matian.
Apalagi namanya juga kotor di wilayah kota kerajaan Xiazing. Wajahnya juga terungkap secara terang-terangan. Sehingga apabila Xia Bao tidak membersihkan namanya, maka orang-orang akan memandangnya secara aneh.
“Tolong dia! Berikan wanita itu sebuah perawatan!” Teriak Xia Bao dengan suara lantang.
Lin Xuan hanya menurut dan tidak menolak. Lagipula Wue Yei juga membutuhkan pertolongan. Karena dia melihat secara sekilas bahwa Wue Yei dan Huang yun mati-matian melawan patriark sekte. Itupun pada akhirnya Huang Yun lah yang dikorbankan.Meres
Merespon perkataan Xia Bao tentang Wue Yei, Dia menyerahkan Wue Yei kepada mereka. Dimana Wue Yei dibawa ke kerajaan untuk disembuhkan karena lukanya.
Kemudian Xia Bao memberi aba-aba kepada mereka bahwa gunung Huanggua benar-benar aman dari ancaman kecuali erupsi karena banyak benda berjatuhan ke kawah. Baik itu bebatuan akibat getaran yang mengakibatkan dinding kawah bereaksi, atau mungkin akibat munculnya naga tersebut yang untungnya kerajaan tidak menyadarinya.
“Kau juga pergilah ke kerajaan. Kami akan memberimu sebuah pertolongan, karena kau terlihat terluka.”
__ADS_1
“Tidak! Aku akan kembali ke kerajaan esok untuk menjemput bawahanku. Aku ada keperluan mendesak. Dan aku hanya ingin mengucapkan sesuatu, dimana ini semua juga ikut campur kakak sepupumu.” Ucap Lin Xuan.
“Tapi ....”
Belum sempat Xia Bao melanjutkan ucapannya, Lin Xuan sudah tidak berada di tempat. Itu membuat Xia Bao benar-benar terkejut karena dia sebelumnya tidak sempat merasakan pergerakan Lin Xuan itu sendiri.
Dia menyadari, bahwa sebenarnya Lin Xuan bukanlah bukan seorang kultivator seperti apa yang dikatakan oleh kakak sepupunya. Dan, mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Xuan tadi. Dia tersenyum kecut saat kakaknya memang turut andil dalam insiden yang untungnya gagal terjadi ini.
Jelas itu tidak bisa dimaafkan. Pikirnya pantas saja dia mencegah investigasi. Lalu dengan berita bahwa tidak ada hal yang mencurigakan di dekat gunung Huanggua mungkin itu adalah manipulasi dari Xia Zhen itu sendiri.
.......................///////...................
Lin Xuan dalam posisi sudah menyendiri tepat berada di hutan biasa. Wajahnya hanya memandang rembulan purnama yang berwarna biru kemerah-merahan. Pikirannya sedikit tidak beraturan, apalagi setelah sadar dirinya siapa.
Meski begitu dia tidak terlalu kejut, apa yang sangat disayangkan sebenarnya adalah pikirannya yang masih terkunci sebagian. Mungkin jika tidak, seluruh kekuatan yang ada di kehidupan sebelumnya akan bisa dia miliki.
Retakkan itu semakin besar, dan Lin Xuan juga siap menarik pedangnya untuk mengantisipasi kejadian yang akan muncul secara tiba-tiba. Wajahnya begitu serius, apalagi dia sebenarnya tidak memiliki hati yang jernih apabila diganggu dalam waktu yang tenang untuk menenangkan diri.
Dan, ketika retakkan itu semakin besar. Muncul seekor manusia yang mungkin setengah kucing? Atau harimau? Tapi yang jelas manusia berjenis kelamin perempuan itu memiliki telinga runcing bagaikan kucing maupun kucing besar. Apalagi dia juga memiliki ekor putih bagaikan seekor harimau putih.
Salah satu gigi taringnya juga cukup pajang hingga keluar dari bibir. Membuat entitas tersebut cukup menggemaskan apabila dilihat secara sempurna. Tapi Lin Xuan tetap menganggapnya sebagai sebuah ancaman.
Tapi, tiba-tiba dia teringat sesuatu sehingga dia bisa berdiri normal seolah tidak akan terjadi apa-apa.
“Bya-byakko?” Kata Lin Xuan lirih.
__ADS_1
Setelah pertemuan terakhirnya saat berada di makam kuno, dia menjadi mengerti mengapa Byakko memberitahunya bahwa dirinya adalah orang terpilih. Apalagi Lin Xuan juga tidak perlu tahu siapa tuan Byakko dan pemilik makam kuno itu, karena sejatinya tuan dan pemilik makam kuno itu adalah Yama. Atau orang di kehidupan pertamanya.
Di depannya adalah Byakko, sosok berwujud kucing yang ada di makam kuno tersebut yang membantunya dalam segala sesuatu. Dan seperti, mengambil benda pusaka yang terjaga di dalam peti yang tidak lain adalah pedang abad kematian.
Jelas itu bukan sesuatu yang dianggap kebetulan, melainkan memang sudah direncanakan.
“Tuan, kau akhirnya mengingatku!” Byakko dengan wujud manusianya, dia melompat ke arah Lin Xuan bagaikan binatang peliharaan yang bertemu dengan tuannya. Apalagi Byakko juga menggerak-gerakkan ekornya seperti dia terlihat senang.
“Tu-tunggu!”
Terlambat, Byakko sudah bagaikan seekor kucing yang memeluk tuannya. Apalagi tangannya seperti kaki harimau yang terlihat menggemaskan, kulitnya terlihat lembut saat menyentuh kulit Lin Xuan.
Selain itu dalam wujud humanoid seperti ini, tubuhnya seperti anak berusia 13 tahun dan terlihat sangat kecil. Meskipun begitu, dalam pertarungan, kelincahannya tidak dapat ditandingi. Apalagi dalam pertarungan, dia bisa saja menjadi sangat buas dan mencabik-cabik mangsanya seperti seekor harimau yang mencabik-cabik rusa.
Tapi dia bisa jadi bersikap manja sama seperti kucing, bahkan tak segan-segan mengeluarkan wajah yang cukup menggemaskan dan menggoda. Walaupun identitasnya yang sebenarnya adalah ratu Beast emperor, yang mana itu sederajat dengan ratu dragon monarch.
Merasa risih, Lin Xuan mengangkat Byakko sama seperti mengangkat seekor kucing atau mungkin seekor mengangkat seekor anak kecil yaitu dengan mengangkat kedua ketiaknya. Juga saat itu wajah Byakko penuh dengan kebahagiaan saat Lin Xuan pada akhirnya bisa mengingat tentangnya, meski tidak sepenuhnya.
“Jangan bilang kau melihat semua aktivitasku Byakko. Itu melanggar privasi.”
“Jika tidak begitu, maka aku tidak bisa melihat tingkah keren tuan saat berhadapan dengan Hei Long. Selain itu, aku bosan menunggu Anda selama ribuan tahun, pertama bertemu sekalipun, aku harus menunggu tuan menyadarinya.”
__ADS_1
Fanart Byakko by Ai
Note: Sebelumnya namanya adalah Sphinx (Di makam kuno), dan Author ubah jadi Byakko.