
“Benar juga, jadi jika kau menyukainya, mengapa kau tidak merebutnya dari Xia Xinran?” Lin Xuan tersenyum kecil.
“Tuan! Aku bukanlah wanita yang seperti itu! Bodoh, sebaiknya kau pergi saja!” Kata Wue Yei sambil pergi meninggalkan Lin Xuan sendirian.
“Kemungkinan besok lusa ada sesuatu yang cukup besar kepada Han Yifan. Berhati-hatilah!” Teriak Lin Xuan kepada Wue Yei yang pergi dari tempat dalam kondisi suasana hati yang cukup buruk karena perkataan Lin Xuan atau tuannya.
Wue Yei sama sekali tidak peduli, dia kemudian menyendiri dan menghela napas. “Di Kehidupan kedua ini, apa gunanya menjadi seorang ‘wanita kedua’ jika hanya akan berakibat sakit hati. Aku tidak ingin berkorban hanya karena melindungi seorang pria yang tidak mencintaiku.”
.................
Keesokan harinya, berita tentang wabah dan penawar itu benar-benar menggemparkan. Tidak hanya satu kota, tapi justru satu kota kekaisaran. Adanya penawar yang muncul dari jarak yang cukup dekat, membuat sebuah kontroversi besar-besaran terhadap pangeran Han Tan selaku yang memberikan penawar tersebut.
Semuanya menuduh pangeran Han Tan bahwa dialah yang menyebarkan wabah tersebut karena jarak antara penyebaran wabah dan penyebaran penawar itu benar-benar sangat dekat. Sehingga itu menaruh kecurigaan yang cukup besar dari masyarakat kepada pangeran Han Tan.
Apalagi terdapat sebuah isu dan kompor-kompor dari pengikut pangeran Han Yifan, dimana itu memang sikap dari pangeran Han Tan yang suka membuat sebuah masalah dan bersikap anak-anak. Persis saat dahulu-dahulu.
Semua orang berpikir bahwa pangeran Han Tan tidak layak menjadi seorang kaisar karena melakukan tindakan kejahatan yang membahayakan orang-orang.
“Sial! Kau, bukankah kau yang menyerahkan resep itu! Kau mengambilnya dari mana? Kau artinya dijebak dasar bodoh!”
Pangeran Han Tan, di dalam ruang pertemuan dia tersulut emosi yang cukup besar. Wajahnya memerah bagaikan terbakar amarah. Dia saat ini mencekik pria paruh baya yang tempo hari menyerahkan resep penawar tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
__ADS_1
Orang itu tidak bisa berkutik, selain itu juga dia tidak bisa untuk bernapas yang membuatnya hampir kehilangan akal. Tapi saat itu juga, pangeran Han Tan langsung membantingnya di atas tanah sehingga dia merasakan rasa sakit yang luar biasa.
“Cepat katakan, kau mengambilnya dari mana! Seharusnya kau tidak perlu menghiraukan tentang hal itu.”
“Maafkan aku pangeran, tapi aku mendapatkannya dari pengikut pangeran Han Yifan yang berkhianat. Dimana dia menjual resep itu kepadaku, sedangkan dia akan menyebarkan wabah itu. Hal tersebut digunakan untuk mencari perhatian kepada Anda.” Jawab orang tersebut berusaha tetap tegar.
“Cari dia! Kita harus membuat dia membuka mulut untuk mengatakan kepada publik tentang yang sebenarnya. Tidak peduli dia adalah pengkhianat Han Yifan dan menjadi pengikutku, tapi dia harus membuka mulut!” Teriak pangeran Han Tan dengan tersulut emosi yang cukup besar.
“Tapi ....” Orang itu berkata dengan ragu, sebelum kembali melanjutkan ucapannya. “Orang tersebut adalah Na Ran, yang mana publik tahu bahwa dia adalah pengikut setia dari pangeran Han Yifan. Sedangkan berita terbarunya, dia dikabarkan terbunuh.”
“Tunggu, bukankah itu bagus.” Kata pengikut lainnya. “Berita terbunuhnya orang itu sudah menunjukkan bahwa pangeran Han Yifan sudah menghapus jejak.”
Semuanya telah terjebak, bahkan Han Tan memukul kepalanya sendiri. Sekarang dia mengerti bagaimana konsep licik yang dibuat oleh pangeran Han Yifan itu sendiri. Dimana Han Yifan membunuh Na Ran di kastilnya sendiri agar orang-orang menaruh curiga bahwa ini adalah perbuatan lawan politik Han Yifan, yaitu Han Tan.
Karena orang-orang sudah tahu bahwa Na Ran adalah pengikut setia, bahkan penasihat dari Han Yifan. Sehingga tidak mungkin Han Yifan membunuhnya yang notabene berada di tempat terang-terangan yaitu di kastilnya sendiri. Sehingga, cerita akan dibuat bahwa pengikut Han Tan menyelinap dan membunuh Na Ran.
Permainan yang cukup simpel, tapi cukup membuat pangeran Han Tan memukul kepalanya sendiri karena dia pernah terpikirkan cara seperti itu selama ini.
Lin Xuan tersenyum, dia kemudian membatin. “Han Yifan, sial dia benar-benar licik. Sekali dayung, dua pulau terlewati.”
Pertama, Han Yifan sudah mengerti bahwa orang-orang sudah cukup pintar. Dimana orang-orang tahu bahwa jika ada sebuah wabah, apabila tidak cukup seminggu penawar itu turun, maka sudah dipastikan bahwa orang itu memang sengaja menyebarkan racun dan penawar hanya untuk pencitraan.
__ADS_1
Kedua, Han Yifan tahu bahwa Na Ran adalah pengkhianat, sehingga dia membuat Na Ran menjual resep tersebut kepada Han Tan. Dan ketika Han Tan menyebarkan wabah dan penawarnya sekaligus, maka kambing hitamnya adalah Han Tan yang dituduh sebagai pencitraan.
Ketiga, Han Yifan membunuh Na Ran. Tapi Han Yifan membiarkan mayatnya tetap berada di kamar, dan tidak membuangnya di tempat lain. Sehingga orang curiga bahwa ini adalah permainan politik dari pangeran Han Tan. Selain itu, di sisi yang tidak diketahui orang, bahwa Han Tan kehilangan bukti bahwa wabah itu disebar atas perintah Han Yifan.
Ini semua mungkin tidak luput dari lemahnya Han Yifan dan beranggapan bahwa pangeran tersebut adalah orang yang polos. Tapi nyatanya?
“Baiklah, sekarang aku yang akan bekerja.” Batin Lin Xuan yang melangkah sekali ke depan.
“Pangeran Han Tan. Bukankah sebaiknya kita menggunakan cara yang sama, yang dilakukan oleh pangeran Han Yifan?”
Semua orang mengalihkan perhatiannya kepada Yuan Xuan yang menggunakan sebuah topeng. Itu mengundang rasa penasaran mereka tentang bagaimana ide yang diberikan oleh kultivator Spirit Severing.
“Mudahnya, kita akan membuat seseorang di kastil Anda. Sehingga orang itu akan mengira bahwa itu adalah permainan Han Yifan yang ingin balas dendam. Tapi, rasanya tidak mungkin membunuh seseorang yang biasa-biasa saja. Tunggu, bukankah anggota kekaisaran rata-rata membenci pangeran Han Yifan?” Kata Lin Xuan.
“Tunggu, maksudmu, kita akan membunuh anggota kekaisaran yang membenci Han Yifan, dan memberitahukan kepada publik bahwa Han Yifan membunuh karena kebencian?” Tanya Chao Ba dengan serius.
“Hmm seperti itu. Tapi aku tidak tahu juga bagaimana reaksi kaisar nan .....”
“Benar, kaisar! Ini mungkin merupakan ide yang cukup ekstrem. Tapi ingat, kaisarlah yang melarang perang saudara. Tapi bagaimana jika tidak ada kaisar? aku bisa langsung menyingkirkan pangeran Han Yifan, ditambah, aku langsung bisa menduduki tahta kekaisaran!” Kata Han Tan dengan wajah penuh nekat.
Lin Xuan dibalik topengnya, dia tertawa lirih dan berkata, “Sial, mudah sekali menggiring perkataan pangeran ini hanya dengan sepenggalan kata.”
__ADS_1