Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Chp 70. Lin Xuan Vs Yuan Rong (2)


__ADS_3

“Hahahahaha! Wue Yei! Aku melakukan ini, agar sekte kita bisa menjadi yang teratas. Apakah kau masih bisa menerima penghinaan dari dua sekte yaitu Kuil emas dan pedang suci? Bedebah sialan itu membuatku naik pitam! Wue Yei, daripada kau menjadi beban keluargamu sendiri, bukankah sebaiknya kau menjadi seorang yang ditumbalkan!” Teriak Fen Jihyang.


Wue Yei menggertakkan giginya, kemudian dia berdiri dengan memasang sebuah kuda-kuda dan bersiap untuk melawan gurunya. Sedangkan Lin Xuan benar-benar mati-matian melawan Yuan Rong, dirinya akan berusaha mati-matian melawan gurunya.


Huang Yun juga berdiri, dia menyentuh pundak Wue Yei, yang mana tubuhnya sendiri bergetar. Tapi Huang Yun juga bertekad untuk melawan patriark bersama dengan juniornya yaitu Wue Yei.


“Junior, kita akan bertarung bersama-sama.”


Wue Yei mengangguk, kemudian, mereka berdua bergerak dengan sangat cepat ke arah patriark sekte. Tidak peduli bahwa patriark benar-benar sangat kuat, tapi mereka tidak akan menyerah. Hal itu agar membuat patriark tidak ikut campur dengan pertarungan antara Yuan Rong dan juga Lin Xuan.


Sedangkan Fen Jihyang, mereka bisa menghindari satu persatu serangan dari mereka dengan mudah. Apalagi dia tahu jelas bahwa perbedaan kultivasi yang cukup mencolok.


“Rantai Cahaya Ilahi!”


Rantai rantai keluar dari tangan Fen Jihyang, yang kemudian melesat ke arah dua mantan muridnya. Akibatnya, rantai itu berhasil mengikat Huang Yun dengan sangat kuat, hingga dia benar-benar tercekik dan kesulitan untuk bernapas.


Sedangkan Wue Yei, dia mengeluarkan sebuah atribut petir untuk menahannya, kekuatan petir dari tangannya bergejolak dan merambat untuk menyerang Fen Jihyang. Barulah dia bergerak ke araH Huang Yun untuk melepaskan ikatan rantai itu.


Kemudian, baik itu Huang Yun ataupun Wue Yei, dia bergerak dari kedua sisi untuk melancarkan serangan mereka. Sedangkan Fen Jihyang masih berdiri dan tidak berpindah tempat seolah menganggap remeh mereka. Tapi tatapan Fen Jihyang benar-benar serius.


Suara dentuman pertarungan dari ke empat belah pihak. Menimbulkan suara yang begitu menggema. Apalagi pertarungan mematikan dari arah Lin Xuan yang mana dia cukup kesulitan untuk memberikan serangan kepada Yuan Rong yang benar-benar sangat kuat.

__ADS_1


Pergerakan Lin Xuan juga masih bisa dibaca, apalagi kekuatan pedang yang tiba-tiba muncul di tangan Yuan Rong yang mana juga mampu mengimbangi pedang abad kematian yang dipegang oleh Lin Xuan.


Sehingga serangan rentetan pukulan pedang begitu nyaring. Bahkan sangat cepat yang hanya memunculkan suara dentuman besi yang kuat. Terlebih, kekuatan pukulan pedang dari Yuan Rong juga cukup kuat sehingga membuat Lin Xuan terkadang sedikit terdorong ke belakang dan tidak diberi sebuah waktu.


“Kekuatan naga kegelapan!”


Yuan Rong mundur sejenak, dia mengulurkan tangannya dan memunculkan sebuah siluet naga yang bergerak cepat ke arah Lin Xuan. Sehingga dengan cukup cepat Lin Xuan menebaskan pedangnya untuk memberikan sebuah tebasan pedang vermillion.


Lagi dan lagi, kekuatan saling beradu hingga gunung Huanggua benar-benar bergetar. Yuan Rong merasa cukup kerepotan masalahnya lawannya benar-benar mengganggu ritualnya. Apalagi mampu membuat semua bawahannya terluka, dia bisa yakin bahwa lawannya bukanlah orang biasa meskipun dia tidak bisa melihat apa kultivasinya.


“Apa yang kau lakukan! Berhentilah, dan jadi bagianku. Jika kau bergabung denganku, kekuatan besar akan kau miliki. Nak, kau memiliki potensi yang cukup kuat.”


Lin Xuan mundur ke belakang untuk menjaga jarak. Napasnya terengah-engah. Baru kali ini dia mendapatkan situasi yang cukup serius dan juga tidak bisa diremehkan dengan begitu mudah. Juga ini merupakan kali pertamanya melawan seseorang yang diluar ambang batasnya. Setidaknya kemampuan terbaiknya adalah lari dan membawa pergi batu tersebut.


“Sial, andai kau tahu bahwa yang akan kau bangkitkan bukanlah seekor naga biasa.”


“Hahaha, ayolah nak. Jika kau bergabung denganku, mungkin kau akan menjadi lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya.” Ucap Yuan Rong.


Lin Xuan menatap Yuan Rong dengan kehati-hatian dan ketegangan. Dia merasakan tekanan yang luar biasa dari kehadiran orang itu, seolah-olah ada kekuatan yang begitu kuat dan misterius menyelimutinya.


Namun, meskipun terdampar di situasi yang sulit, Lin Xuan tidak menunjukkan ketakutannya. Dia menyadari bahwa tindakan dan keputusannya akan menjadi penentu nasibnya sendiri. Dia harus menghadapi ancaman ini dengan kepala dingin dan mengambil tindakan yang tepat.

__ADS_1


"Dalam dirimu, aku melihat kekuatan yang kuat, tetapi aku juga melihat kegelapan yang mengancam," ucap Lin Xuan dengan suara tegas. "Aku tidak akan pernah bergabung denganmu. Aku akan melindungi apa yang berharga bagi ku dan menghentikan rencana jahatmu."


Yuan Rong tersenyum dengan penuh kepuasan. "Kamu bisa mencoba. Tetapi ingatlah, kekuatan sejati ada di tangan yang kuat. Kau takkan pernah mampu menghadapinya."


Yuan Rong masih tersenyum sinis saat melihat Lin Xuan mundur dan mencoba menjaga jarak. Dia melangkah maju dengan langkah yang mantap, menghadapi Lin Xuan yang terengah-engah.


"Dengan kekuatanmu yang sedemikian rupa, kau berpikir bisa melarikan diri dariku? Nak, kau telah menyentuh sesuatu yang jauh di luar batasmu," ucap Yuan Rong dengan suara bergetar.


Lin Xuan merasa adrenalinnya meningkat saat dia menyadari bahwa situasi ini semakin serius dan mematikan. Dia bisa merasakan kekuatan luar biasa yang terpancar dari Yuan Rong, yang melebihi apa pun yang pernah dia hadapi sebelumnya.


Kemudian, Yuan Rong lagi-lagi menebaskan pedangnya, kekuatan energi yang cukup besar berwarna hitam. Apalagi kekuatan yang cukup cepat sehingga membuat Lin Xuan sendiri merasa cukup kewalahan untuk menahannya.


“Lautan kematian!”


Untung yang kedua kalinya Lin Xuan menebaskan pedangnya kembali. Mengeluarkan kekuatan itu untuk menahan kekuatan Yuan Rong yang cukup besar. Sayangnya, hanya jurus Yuan Rong yang mampu terkalahkan, sedangkan Yuan Rong membuat sebuah formasi yang mana mampu untuk menahan kekuatan Lin Xuan itu.


Tapi, formasinya retak yang membuat Yuan Rong benar-benar terkejut. Siapa yang berpikir ternyata kekuatan itu benar-benar cukup mematikan? Dalam kondisi seperti itu, dia tidak habis pikir dan memfokuskan pandangannya ke arah Lin Xuan.


Lin Xuan yang mendapatkan kesempatan, dia berlari untuk mendapatkan pecahan kristal tersebut sebelum naga hitam benar-benar bangkit jika ada kesalahan. Sayangnya Yuan Rong sudah bergerak dalam kegelapan, dan muncul di depan Lin Xuan dalam posisi mengayunkan pedangnya.


Lin Xuan mengangkat pedangnya untuk menahan serangan pedang tersebut. Sehingga membuat dia terdorong ke belakang karena pukulan yang cukup kuat dari Yuan Rong. Kemudian.

__ADS_1


“Formasi Penjara Naga!”


Lin Xuan tiba-tiba berada dalam sebuah kubah berwarna biru, yang mana dia tidak bisa bergerak. Tiba-tiba juga sebuah rantai berwarna biru dengan membentuk seekor naga keluar yang mana menyerap energi qi nya seolah terserap oleh rantai tersebut. Bahkan tubuhnya benar-benar merasakan perih yang begitu luar biasa.


__ADS_2