Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Suasana Hati Yang Buruk


__ADS_3

“Hahaha, kau sepertinya anak yang begitu keras kepala. Baiklah jika begitu. Kami tidak akan segan!” Orang ke lima menarik pedangnya, kemudian dia bergerak dengan sangat cepat bagaikan Assassin. Bahkan jika itu orang biasa, pergerakannya terlihat sangat samar.


Tanpa berpikir panjang lagi, Lin Xuan menarik pedang abad kematian dari tangannya, kemudian dia menebaskan pedangnya secara horizontal.


“Jurus lautan kematian!”


Sebuah siluet hitam dengan aura yang begitu mengerikan bergerak secara horizontal ke arah orang ke lima itu. Gelombang kegelapan juga membuat sebuah gelombang kejut seperti terpaan angin yang begitu mengerikan. Bahkan orang kelima itu tiba-tiba bergidik merinding, namun dia segera bergerak dengan sangat cepat ke atas sambil melepaskan jurus ke arah Lin Xuan.


Orang ketiga juga bergerak ke belakang, dengan sangat cepat dia sudah membuat pedang yang dipegangnya sudah berjarak beberapa inci dari leher Lin Xuan itu sendiri.


Untungnya Lin Xuan sudah bergerak dengan sangat-sangat cepat. Dalam sekejap, menggunakan jurus sutra kecepatan dia sudah melangkah di depan orang kedua dengan mata yang seolah menyala. Tatapan yang begitu mengerikan seolah ada kesan jangan diganggu.


“Jurus seribu pedang!”


Lin Xuan mengalirkan qi pedang abad kematian dan mengayunkan tepat di leher orang kedua yang ada di hadapannya dari jarak yang benar-benar sangat dekat. Namun itu bukan tanpa alasan karena dia juga hendak menyerang orang pertama yang berada di belakang orang kedua.


“Matilah!”


Ribuan pedang tiba-tiba tercipta di sekitar Lin Xuan dengan ukuran dan bentuk yang sama persis dengan pedang abad kematian. Bahkan terlihat sangat mengerikan yang membuat orang kedua pun bergidik ketakutan apalagi dari jarak yang begitu dekat.


“Kau lupa masih ada kami!” Orang ketiga dan ke empat bergerak di kanan dan kiri secara berurutan, kemudian ada orang kelima yang menyerang dari arah belakang.


Lin Xuan melirik ke belakang, tetapi seribu pedang tidak bisa dihilangkan sehingga dengan sangat cepat bergerak dan menghancurkan orang kedua dengan begitu mudahnya. Kekuatan yang begitu mengerikan, bahkan orang pertama yang berada di belakang orang kedua harus menerima sebuah serangan beruntun meskipun tidak separah orang kedua.


Dia hanya beruntung karena dia mampu bergerak dengan sangat cepat karena pekerjaannya adalah seorang assassin atau pembunuh bayaran. Bahkan hatinya ketar-ketir dengan kekuatan Lin Xuan yang berusaha akan menghabisi dirinya.

__ADS_1


Posisi Lin Xuan sendiri saat ini menjaga jarak, pikirnya saat ini sudah mudah karena dari pihak musuh sudah kehilangan satu orang. Sehingga hanya tersisa empat orang saja yang mana Lin Xuan sudah berniat menghabisinya secara cepat.


“Katakan siapa yang memerintahkan kalian. Cepat katakan karena suasana hatiku saat ini benar-benar sangat buruk!” Lin Xuan berkata dengan nada yang rendah. Tapi dari nada yang rendah itulah terdapat sebuah kengerian yang dapat didengar oleh siapapun.


“Hah, jangan anggap kau menang karena berhasil membunuh salah satu dari kami dan membuat satunya terluka berat. Anggap saja itu adalah suatu kebetulan karena kami sebelumnya sangat meremehkan dirimu.” Kata orang ketiga.


Namun, tepat orang itu menyelesaikan sebuah ucapannya, Lin Xuan sudah bergerak dengan sangat cepat dalam kedipan mata. Tampaknya suasana hatinya tidak bisa untuk dikompromi sehingga dia tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang.


Selain itu, dia memposisikan ujung pedangnya tepat pada leher orang ketiga yang membuat orang ketiga itu benar-benar sangat terkejut karena kecepatannya tidak bisa dilihat dengan mata biasa.


“Jangan melenceng dari pertanyaanku sialan, katakan saja siapa yang menyuruhmu.”


Namun, Lin Xuan tidak sadar, bahwa orang ke lima dari arah kanan melepaskan sebuah jurus ke arah Lin Xuan. Sehingga Lin Xuan tidak sanggup untuk langsung membunuh orang ketiga. Alhasil, dia hanya terlempar ke samping dengan rasa sakit yang ada di tubuh bagian kanannya.


Dia berusaha untuk berdiri sambil menyentuh pundaknya yang sangat sakit. Jelas dia tidak menyerah, dia menganggap itu adalah kecerobohannya karena tidak menghitung apa yang akan terjadi.


Apa yang terjadi selanjutnya? Yang terjadi Lin Xuan menggigit bibir bawahnya, seketika pedang abad kematian juga berkobar mengeluarkan api yang mana saat ini jauh lebih terkontrol dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh pernapasan sebuah atribut yang lebih terkendali karena Byakko.


“Jurus lautan kematian!”


Untuk menahan jurus dari mereka bertiga, Lin Xuan langsung menebaskan pedangnya secara horizontal yang saat ini sedang terbakar. Sehingga saat ini menimbulkan sebuah gelombang kegelapan dengan suhu panas yang meningkat secara signifikan.


Gelombang tersebut membuat udara terbelah, bahkan dampaknya bisa membuat pohon-pohon terbelah dengan sangat mudah. Bahkan jurus yang mereka keluarkan juga terpecah bagaikan cahaya yang pudar.


Sayangnya, mereka melompat ke atas dengan sangat cepat. Namun, itu tidak mengubah fakta bahwa mereka terkena sebuah dampak suhu ekstrim yang hampir membakar mereka.

__ADS_1


Dan tidak berhenti begitu saja, Lin Xuan juga melompat ke atas sambil mengayunkan pedang secara vertikal. Sehingga membuat api yang ada di pedangnya juga ikut terayun bagaikan kobaran yang tengah menari.


“Tidak mungkin  dia adalah seorang Core Formation bintang ketiga. Aku, harus sekuat tenaga untuk lari dan melaporkan kejadian ini semua kepada atasan.” Ucap orang pertama yang sedari tadi dia hanya menonton karena tubuhnya yang terluka berat.


Lagipula dia juga hampir tidak percaya saat kematian hampir merenggut dirinya. Apalagi jurus seribu pedang yang dikeluarkan, seolah dirinya sedang berhadapan dengan dewa kematian.


Dia juga sudah sangat yakin, meskipun perbedaan kultivasi yang mencolok, dan perbedaan jumlah, para pembunuh bayaran ini tidak akan mampu untuk menghadapi anak berumur 16 tahun itu. Sehingga jalan terbaiknya adalah lari dan melaporkan itu semua agar pemimpin mereka menyuruh yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka itu sendiri.


Orang pertama itu berusaha untuk berdiri dan kemudian berjalan selagi target mereka seolah sedang menyiksa rekannya yang lainnya. Sehingga dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan memilih untuk pergi dari pertarungan ini daripada dia harus terbunuh.


Kembali pada Lin Xuan, tidak menunggu waktu yang lama dia sudah membuat ketiga orang sama sekali tidak berkutik dan kehabisan cara untuk menyerang. Mereka hanya diam ditempat sambil melihat seorang remaja dengan menyeret pedang yang terbakar.


Cahaya dari api itu, membuat mata Lin Xuan seolah menyala bagaikan sosok yang ingin membunuh mereka bertiga. Kengerian juga terpancar membuat bulu kuduk mereka berdiri.


“Aku ulangi pertanyaanku sekali lagi. Katakan siapa yang menyuruh kalian.”


“Kami lebih baik mati daripada harus menjawab pertanyaan bodohmu itu.” Ucap orang ke lima dengan tekad yang begitu keras.


“Baiklah, aku sangat yakin bahwa pemimpin kalian tidak akan tinggal diam dan mengirimkan seseorang yang jauh lebih kuat. Jadi sebaiknya kau menunggu teman kalian di dasar neraka tersebut.” Balas Lin Xuan dengan tatapan yang dingin.


“Jurus seribu pedang!”


Kali ini seribu pedang yang dikeluarkan jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan sebelumnya. Dimana semua pedang yang keluar justru terbakar seperti pedang abad kematian yang saat ini dipegang oleh Lin Xuan.


Kekuatan yang mengerikan itu kemudian melesat, menyayat mereka secara perlahan-lahan hingga mereka semua berteriak kesakitan. Tapi itu hanya bertahan beberapa detik karena pedang-pedang itu sudah menghancurkan tubuh mereka bagaikan sebuah daging cincang sebelum menghilang bagaikan bayangan yang sirna.

__ADS_1


“Jurus seribu pedang. Itu adalah jurus yang sangat mengerikan dan menguras qi. Aku harus bijak menggunakannya.”


__ADS_2