
Lin Xuan masih fokus ke depan. Menatap tingkah Han Tianlong yang ketakutan sambil memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Sekaligus, binatang spiritualnya juga mati yang membuat jiwa Han Tianlong terluka.
Wujud Hei Long saat ini sangat kecil dibandingkan dengan ukuran normalnya. Ini mencegah agar kastil milik Han Tan tidak hancur seketika.
“Apa kesalahanku, kenapa putraku sendiri membunuhku?”
Han Tianlong tidak berdaya lagi, dia menyeret tubuhnya di genangan darah hitam yang ada di atas lantai. Tubuhnya kering sesaat dan tidak bisa lagi melakukan sesuatu.
Lin Xuan berjalan perlahan, sebenarnya dia menyadari bahwa apabila hanya sekedar racun yang diberikan oleh Han Tan, maka Han Tianlong masih bisa bertahan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Maka Lin Xuan akan turun tangan sendiri dan menghabisi Han Tianlong selagi dirinya tidak bisa bergerak.
Selanjutnya, untuk Yan Shiese, jujur itu sebenarnya bukan karena racun yang diberikan oleh Han Tan. Karena tidak mungkin Han Tan meracuni ibunya sendiri. Beberapa jam yang lalu, Lin Xuan memberikan sebuah racun yang sama untuk membunuh Yan Shiese.
Ini bertujuan agar rencana Han Tan terlihat sangat realistis, sehingga orang-orang bisa mempercayai bahwa pembunuhan ini dilakukan Han Yifan. Bagaimana tidak, orang-orang akan curiga mengapa kedua orang tua Han Tan meninggal di kastilnya, itu agar orang-orang menganggap bahwa ini adalah rencana Han Yifan.
Sama seperti Han Yifan membunuh orang terdekatnya dan membiarkannya di kastil agar orang curiga bahwa ini adalah perbuatan Han Tan.
Tapi, jelas ini akan membuat Han Tan merasa berat. Amarahnya akan memuncak, dan yang Lin Xuan inginkan benar-benar terjadi. Yaitu, perang saudara.
....................
Keesokan harinya, Han Tan tersenyum puas karena mungkin ayahnya sudah tiada. Jika memang begitu, dia bisa melakukan apa saja kepada Han Yifan seperti kekerasan agar dirinya bisa langsung menduduki tahta kekaisaran.
Tapi,ada yang aneh. Ini sudah menjelang siang dimana ibu yang ada di kamarnya sendiri histeris karena ayahnya tidak kunjung bangun-bangun. Hal tersebut membuat Han Tan merasa ada yang janggal sehingga dia mencoba mengecek, mengapa ibunya juga tidak kunjung bangun?
Secara seharusnya ibunya akan membangunkan ayahnya. Tapi karena ayah Han Tan sudah mati, ibunya pasti akan berteriak histeris karena menyadari bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Tapi, keadaan benar-benar sangat tenang.
__ADS_1
“Pintunya, sedikit terbuka. Ini tidak terkunci, siapa yang baru saja masuk dan keluar?” Han Tan mengerutkan dahinya.
Tapi saat dia membuka pintunya, lantai kamar bersimbah darah berwarna hitam. Kaisar tergeletak di lantai dengan beberapa luka lebam. Semua barang milik ibunya juga semuanya berantakan yang kemungkinan ada sebuah pertarungan yang besar di sini.
Akan tetapi, Han Tan tidak memperdulikan ayahnya yang jelas sudah meninggal. Yang dia permasalahkan, jika ada keributan yang ada di sini, seharusnya ibunya akan bangun dan berteriak histeris tadi malam. Anehnya, ibunya seolah masih mengambil posisi tertidur yang membuat Han Tan menjadi curiga.
“Ibu, bangun!”
Han Tan langsung histeris karena menyadari sesuatu. Wajahnya terlihat pucat bagaikan kertas kosong yang tak tergores apapun. Itu membuat Han Tan langsung menggoyangkan ibunya. Bahkan dia mengecek nadi ibunya sendiri untuk mengantisipasi hal yang tidak dia inginkan.
Tapi, ibunya sudah meninggal.
“Ibu .....!!”
Han Tan berteriak histeris, air matanya sebagai seorang pria menetes saat melihat ibunya terbaring tak berdaya dan kehilangan nyawanya. Dia, dia tidak menyangka bahwa rencananya akan berakhir seperti ini.
“Ibu, kenapa! Kenapa!”
Suara Han Tan terdengar hingga memenuhi isi kastilnya sendiri. Beberapa orang yang penasaran, termasuk pengikutnya menghampiri dan datang karena penasaran tentang apa yang terjadi kepada pangeran Han Tan.
Tapi, mereka semua seketika langsung menutup mulutnya seakan tidak percaya, bahwa kaisar dan permaisurinya sudah meninggal di dalam kamar permaisuri. Mereka semua langsung terdiam, membisu seribu bahasa karena kematian kaisar yang mengenaskan, tapi kematian permaisuri yang damai.
Pengikut Han Tan sebenarnya tahu bahwa pangeranlah yang berencana membunuh kaisar. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak tahu bahwa ada diluar dugaan bahwa ibu pangeran juga meninggal tanpa sebab.
Mereka tak kuasa melihat sang pangeran histeris, sehingga berusaha untuk segera menolong dan membawa mereka untuk mengurus pemakamannya.
__ADS_1
.............
Tiba-tiba hal tersebut membuat gempar seluruh kekaisaran Han. Berita kematian sang kaisar dan istri pertamanya menyebar dalam hitungan menit. Ini menjadi sebuah berita duka yang membuat keadaan menjadi hening.
Akibatnya, timbul sebuah kontroversi yang tiba-tiba menyebar. Kematian sang kaisar dan istrinya dinilai tak wajar karena malamnya pangeran Han Tan mengadakan sebuah jamuan untuk acara makan malam.
Awalnya mereka mengira bahwa ini adalah perbuatan pangeran Han Tan, tapi ada berita yang menyebar bahwa pangeran Han Tan benar-benar sangat histeris, dan dia pingsan tanpa dibuat-buat menurut tabib manapun. Jadi kemungkinan terbesar, ini adalah ulah dari pangeran Han Yifan.
Mereka semua langsung menuduh pangeran Han Yifan sebagai tersangka. Memang Han Yifan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau menggunakan racun, maka siapapun juga akan meninggal.
Semua orang kehilangan kepercayaan kepada HanYifan secara tiba-tiba, terutama rakyat kota Xiazing yang 90% sebelumnya adalah pendukung Han Yifan mendadak menaruh curiga yang cukup bera.
“Ini benar-benar realistis.” Lin Xuan tersenyum di balik topengnya sendiri.
Acara pemakaman tepat di belakang istana kekaisaran benar-benar cukup ramai. Dimana semua orang penting di kekaisaran hadir untuk menundukkan wajahnya sejenak di depan acara pemakaman yang terlihat sunyi ini.
Baik itu Xia Bao, Jin Wu dan putra putrinya Jin Hao dan Jin Xie, raja kota Xie juga datang untuk mengheningkan sejenak di acara pemakaman tersebut.
Tak terkecuali juga istri kedua yang menangis di pelukan putranya, yaitu Han Yifan membuat keadaan semakin mencengkam.
Han Yifan jujur, dia tidak bisa menyangka bahwa ayah dan ibu lainnya meninggal. Tapi apa yang membuatnya was-was adalah bahwa tuduhan ini dilontarkan kepada Han Yifan. Padahal Han Yifan sama sekali tidak melakukan apa-apa kepada kaisar dan istrinya.
“Tidak, sial tidak mungkin pangeran Han Tan melakukan hal senekat ini.” Pangeran Han Yifan membatin, dia hampir berpikiran bahwa pangeran Han Tan melakukan hal yang sama seperti dirinya yaitu menggunakan cara fitnah.
Tapi reaksi jujur Han Yifan sama sekali tidak memperdulikan kematian kaisar dan istri pertamanya. Karena kaisar dan istri pertamanya itu merupakan sosok yang dibenci Han Yifan. Mereka berdua adalah sosok yang semena-mena dan seperti menganak tirikan Han Yifan.
__ADS_1
Jika bukan karena ibunya yang menuntut keadilan, tidak mungkin pangeran Han Yifan menjadi kandidat untuk menjadi pangeran mahkota kekaisaran. Sehingga mau tidak mau kaisar harus menunjukkan kepada publik bahwa dirinya bersikap bijaksana dan juga adil.
Tapi tidak ada yang menyangka bahwa keputusan kaisar untuk membagi fraksi jelas akan merenggut nyawanya. Karena ini semua, atau mungkin permainan ini diambil alih seseorang yang sedang berdiri di belakang pangeran Han Tan dengan menggunakan topeng berwarna hitam.