
Pembunuh bayaran itu bergidik ketakutan, tubuhnya bergetar saat Lin Xuan baru saja memotong tangannya hingga darah terus mengalir. Dan saat ini, posisi Lin Xuan juga hendak menggorok lehernya dan berusaha untuk mengatakan siapa pelaku di balik semua ini.
Kepalanya mulai pusing karena dia sudah kehabisan banyak darah, tapi pedang yang mengiris lehernya perlahan juga membuat dia dipaksa untuk sadar dan merasakan perih irisan tersebut.
“Kau punya waktu untuk berbicara, sebelum aku membiarkanmu kehabisan darah.” Ucap Lin Xuan.
“Lebih baik aku kehabisan darah dan mati.” Balasnya.
Sebuah kobaran api tiba-tiba muncul di tangan kanan Lin Xuan yang memegang pedang abad kematian. Kemudian kobaran itu menyambar lengan pembunuh itu dengan sangat cepat sehingga membuatnya berteriak.
Teriakan tersebut membuat Lin Xuan merasa tidak nyaman. Sehingga membuat pemuda itu semakin mengiris leher pembunuh tersebut dengan perlahan-lahan.
Lengan yang terbakar juga seketika langsung matang dan tidak mengeluarkan darah lagi. Tentu saja itu benar-benar menyakitkan dan orang lain apabila melihatnya pasti akan merasa sangat ngilu dan ingin pingsan.
Bagaimana tidak, bayangkan saja ketika memiliki luka, namun luka tersebut dipaksa dibakar agar luka tersebut matang dan tidak berdarah lagi. Jelas, itu sangat menyakitkan dan lebih baik mati daripada mendapatkan perlakuan hal tersebut.
“Jika memang begitu, apakah aku harus menyiksamu terlebih dahulu?” Ujar Lin Xuan sambil menarik dorong tangan tangan orang tersebut yang menyentuhkan pedang di lehernya yang perlahan teriris.
“Aghhh si-sialan, kau benar-benar kejam. Biarkan aku mati sialan! Aku memilih membisu dan mati daripada harus berkata yang sebenarnya.”
“Aku tidak sebodoh itu. Sebelumnya aku membiarkan orang sebelumnya mati karena orang-orang itu tidak akan berguna. Mereka adalah seorang pemula dan hanya melaksanakan tugas. Dan kau memiliki kultivasi lebih tinggi dari mereka, kau juga lebih dekat dengan tuanmu. Jadi seharusnya kau tahu siapa yang membayar dirimu?”
Lin Xuan semakin tegas, darah dari leher orang itu juga semakin banyak dengan luka yang semakin melebar. Jika musuhnya tidak bicara, maka Lin Xuan akan membuat keinginanya terwujud yaitu memilih untuk bisu karena tidak ingin berbicara.
“Ba-baik, aku akan berbicara.” Orang itu menyerah. Wajahnya juga berubah menjadi sangat pucat bagaikan kertas. Mungkin karena saking gemetarnya dihadapkan oleh dewa kematian, juga karena darah di tubuhnya habis terkuras.
__ADS_1
“Orang yang menyuruh dirimu adalah .....”
Belum selesai orang itu menjawabnya, sebuah anak panah melesat di belakang Lin Xuan seolah ingin membunuh pembunuh bayaran tersebut. Sayangnya Lin Xuan benar-benar pekka terlebih dahulu, sehingga dia bergerak ke samping sambil menyeret pembunuh bayaran yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Tampaknya pembunuh bayaran yang lainnya tidak ingin semua itu terkuak dan mereka bisa bekerja secara profesional. Tapi di hadapan Lin Xuan, dia sama sekali tidak peduli bahwa mereka tidak bisa bekerja secara profesional.
Setelah itu, salah satu pembunuh bayaran yang juga merupakan seorang kultivator Nascent Soul bergerak ke arahnya dari jarak yang begitu dekat. Bahkan busur panahnya tepat di hadapan Lin Xuan dengan posisi tali busur yang ditarik tanpa anak panah.
Dia tahu sekejap bahwa jurus kultivator tersebut berasal dari busur panah tersebut. Seperti ketika dia melepaskan tali busurnya, maka sebuah gelombang akan keluar dan membuat Lin Xuan terkena serangan tersebut.
Namun, secara refleks, Lin Xuan menghindar dengan bergerak sangat cepat sambil menyeret pembunuh bayaran yang ada di tangannya, kemudian dalam sekejap, baik Lin Xuan ataupun orang tersebut sudah berada di dalam dunia liontin mata ilahi untuk sementara waktu.
“Untungnya. Sudah kuduga di dunia ini aku bisa membawa orang lain.” Batinnya.
Pembunuh bayaran kini tampak kebingungan dan tertunduk di atas sebuah lantai.
“Katakan, kau tidak akan berkutik di tempat ini.”
“Ternyata benar, bahwa kau bukanlah orang biasa.” Jawabnya, dengan tubuh yang lemah. “Kau benar-benar tidak akan membiarkanku mati.”
“Katakan saja siapa yang menyuruhmu.”
“Wue Dong. Ya, dia tidak terima penghinaan yang kau berikan dan menyuruh asosiasi pembunuh bayaran Siluman untuk membunuh dan merebut apa yang kau punya. Termasuk platinum yang kau miliki itu!” Ungkapnya.
Tampaknya dia benar-benar mengatakan yang sebenarnya, karena dia tahu bahwa percuma untuk berusaha bunuh diri atau memaksa agar dirinya dibunuh. Orang di hadapannya bukanlah orang biasa, bahkan dalam sekejap saja sudah membawanya di ruangan yang sepertinya merupakan dunia lain..
__ADS_1
“Dan, nama tuanmu yang memberikanmu tugas?”
“Ma .... Ma Guang.”
Lin Xuan sudah merasa puas, sudah tidak ada pertanyaan yang penasaran yang terlintas di benaknya. Sehingga dia sudah merasa puas dengan jawaban bahwa yang membayar mereka adalah Wue Dong. Sosok yang bersaing dengan dirinya dalam acara lelang beberapa hari yang lalu.
Selain itu, Wue Dong juga merupakan orang tua dari Wue Yei jika anak perempuan itu adalah putri seorang patriark keluarga Wue. Batinnya bahwa anak dan ayah memiliki sifat yang sama saja, sama-sama arogan. Istilahnya bahwa buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Di sisi Lin Xuan berpikir tampaknya ayah dan anak sama saja bahwa mereka adalah tipikal orang yang begitu arogan. Jika memang begitu, maka sudah terpaut dengan begitu jelas bahwa sebenarnya keluarga Wue memang tipikal orang yang seperti itu.
Maka dari itu, terlihat bahwa di benaknya ada sesuatu yang menarik, walaupun sebenarnya dia belum pernah melakukannya sebelumnya.
Tanpa ingin mengotori ruangan pribadinya ini dengan darah dan mayat yang tergeletak, Lin Xuan menyeretnya keluar dalam sekejap ke dunia realita.
Kemudian, Lin Xuan memenggal orang tersebut menggunakan pedang milik orang itu sendiri. Dia menyadari bahwa sebenarnya orang itu mati saja daripada hidup dalam kecacatan. Sehingga dia tidak perlu merasakan sebuah kepedihan karena kekurangan yang diakibatkan oleh dirinya sendiri.
Apalagi posisinya sudah mengetahui bahwa Lin Xuan bukanlah orang yang bisa dilawan dengan mudah karena memiliki dunia lain. Sehingga apabila dibocorkan ke orang lain, maka nyawa Lin Xuan jauh lebih berbahaya.
Keberadaan Lin Xuan di dunia mata ilahi hanyalah beberapa menit, jadi di dunia realita ini tidak ada satu detik dia sudah kembali dalam posisi sudah memenggal pembunuh bayaran yang di interogasinya di belakang pembunuh bayaran yang lain.
Sehingga membuat pembunuh bayaran yang lain merasa terkejut bahwa Lin Xuan sudah berada di belakangnya dalam posisi sudah membunuh. Namun, dia juga tersenyum menyeringai.
“Apakah kau bodoh? Kau membunuhnya sehingga kau tidak dapat menerima informasi apapun.” Katanya tersenyum.
Lin Xuan berbalik badan dan mengembalikan pedang abad kematian menjadi bentuk tato. Dia sudah tidak tertarik untuk bertarung lagi karena dia sudah mendapat jawaban yang ada. Namun, saat pergi, dia berkata, “Katakan kepada Ma Guang agar mengirimkan orang yang lebih kuat dibandingkan kalian. Atau mungkin Ma Guang sendiri yang datang.”
__ADS_1
“Wue Dong ya, tampaknya kematiannya sudah bisa kutentukan. Kematian adalah hukuman paling ringan dibandingkan yang lainnya.” Sambungnya sambil beranjak pergi, meninggalkan sebuah mayat yang tergeletak dengan kepala terpisah dengan pembunuh bayaran lainnya yang hampir tidak percaya mendengarnya.