Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Menolak Dan Hadiah


__ADS_3

“Itu benar, putramu sudah melanggar pertarungan sejak awal, patriark Wue Dong. Jadi kompetisi sudah berakhir semenjak tadi. Sehingga bagian ini hanyalah sebuah hiburan untuk para penonton.” Ji Huang selaku patriark sekte Pedang Suci angkat bicara.


“Ha-hanya hiburan? Sialan, kalian menganggap bahwa anakku sebagai ajang hiburan?” Wue Dong benar-benar berada di puncak amarah, dia benar-benar ingin mengamuk dan menghancurkan tempat ini. Tapi dia tahu batasan dan langsung melompat menuju mayat anaknya.


Tak tahan membendung air mata, Wue Dong juga berusaha untuk menggabungkan kepala anaknya dengan tubuh utamanya. Tapi sayangnya area luka itu berubah menjadi debu sehingga sebagian kepala Wue Dong juga menghilang, begitupun dengan tubuhnya.


“Ti-tidak, Wue Yan jangan seperti ini!”


Wue Dong berteriak dan berharap bahwa anaknya bisa hidup lagi, sayangnya itu tidak mungkin terjadi, bahkan keajaiban para dewa sekalipun seolah tidak bisa menolongnya kembali. Jelas hal tersebut membuat Wue Dong tersulut amarah, sehingga dia membawa pergi mayat putranya sambil melirik ke arah Lin Xuan dengan tatapan penuh ancaman.


Tidak ada sorakan di sini, itu karena semua orang baru saja melihat sebuah adegan yang begitu mengerikan. Tapi kemudian raja kota Jin Wu berdehem untuk mencari sebuah perhatian.


“Tanpa menunggu lama-lama, pemenangnya kali ini adalah peserta nomor satu, yaitu Lin Xuan. Hadiah juga langsung diberikan, yaitu sebuah kristal 4 warna yang mana itu merupakan salah satu inti binatang spiritual Kijang emas yang. ditambah dengan 100 Koin emas.” Kata Jin Wu sambil bertepuk tangan, “Selamat untukmu.”


“Anak muda, kau juga sungguh berbakat, aku sebagai seorang patriark sekte Pedang Suci juga mengundangmu untuk menjadi murid dalam. Bahkan jika kau bisa mengalahkan murid inti, maka kau akan menjadi murid inti dengan begitu mudah.” Patriark Ji Huang menawarkan.


“Meskipun tidak sebaik sekte pedang suci, kau juga bisa bergabung dengan sekte Kuil Emas. Masalah harta, sekte kuil emas adalah rajanya.” Patriark Chang Ai juga berkata.

__ADS_1


Namun, yang menjadi aneh bagi Lin Xuan adalah, tiba-tiba patriark Fen Jhiyang juga berdiri dengan tatapan yang begitu meyakinkan. “Bergabunglah dengan sekte Langit Biru. Dengan adanya kau, maka sekte langit biru akan berada di puncak, aku berjanji akan memberikanmu sebuah tempat yang layak.”


Semua orang benar-benar terkejut saat peserta nomor satu sanggup membuat ketiga sekte mengundangnya untuk masuk ke dalam sekte masing-masing. Jelas itu akan membuat iri dengki peserta lain yang dikalahkan karena betapa beruntungnya peserta nomor satu.


Tapi, Lin Xuan sama sekali tidak yakin dengan sekte Langit Biru, masuk ke dalam sekte tersebut sama saja mencari mata. Masalahnya dia bisa melihat niat terselubung dari Fen Jhiyang yang seolah bertindak menjadi kawan. Padahal dia baru saja ingin membunuh Lin Xuan.


Meskipun begitu, Lin Xuan sama sekali tidak memiliki niatan ke sekte manapun.


“Sebelumnya terimakasih kepada patriark sekte manapun, tapi aku sama sekali tidak ingin bergabung ke sekte manapun. Dan untuk raja kota, aku hanya akan menerima permata 9 warna saja.”


Itu semua membuat para penonton benar-benar terkejut mendengarnya, tidak terkecuali raja kota dan patriark sekte yang lainnya. Selain itu, bergabung dengan sekte besar di kota ini melalui jalur undangan sebenarnya merupakan sebuah kehormatan yang besar dan seseorang tidak akan mendapatkannya.


“Hei, apakah kamu bodoh? Mendapatkan undangan dari ketiga sekte dan langsung menjadi murid dalam adalah impian semua orang.” Jin Hao yang mendengar itu, dia juga berteriak dengan begitu kencang. Padahal dia berharap bahwa Lin Xuan masuk ke dalam sekte pedang suci, sehingga Jin Hao bisa menuntaskan apa yang dia masalahkan dengan Lin Xuan tempo hari.


“Tuan muda, kita pernah bertemu kan. Apakah tuan muda mengingat, bahwa orang yang Anda ganggu adalah guruku? Kesimpulannya, aku sudah mempunyai seorang guru. Jadi aku tidak membutuhkan seorang guru lain.”


Reaksi dari ketiga patriark sekte tampak terkejut, dia benar-benar tak mengira bahwa Lin Xuan memiliki seorang guru. Hal tersebut membuat dia berpikir bahwa guru Lin Xuan itu bukanlah orang yang sembarangan, setidaknya melatih seorang anak berusia belasan tahun dan memiliki kemampuan tinggi bukanlah sesuatu yang bisa mereka lakukan.

__ADS_1


Tapi tiga patriark sekte sangat menyayangkan akan hal ini, namun mereka tidak bisa memaksa. Kecuali Fen Jhiyang sebagai seorang patriark sekte Langit Biru merasa cukup jengkel. Masalahnya dia berniat mengundang Lin Xuan, karena apabila anak itu bergabung, maka dia bisa membunuhnya secara perlahan.


“Apakah gurumu tidak pernah mengajarkan sopan santun?” Fen Jhiyang lantas mengeluarkan sebuah aura intimidasi yang kemudian dia arahkan kepada Lin Xuan. Tentunya hal tersebut membuat semua orang kebingungan mengapa Fen Jhiyang mendadak seperti itu.


Tapi, yang menjadi hal aneh adalah, tidak ada reaksi apapun yang diberikan oleh Lin Xuan. Padahal Ji Huang ataupun Chan Ai jelas sedikit merasakan intimidasi tersebut. Namun, Lin Xuan yang menerimanya justru sama sekali tidak berpengaruh apapun.


Tatapan Lin Xuan berubah menjadi sinis, wajahnya terangkat saat Fen Jhiyang mengeluarkan aura intimidasinya secara mendadak. Jelas ini membuat Lin Xuan merasa sedikit terhina, apalagi sudah membawa-bawa gurunya.


Dia kemudian membalas, mengeluarkan sebuah aura intimidasi yang cukup besar, yang cukup kuat, bahkan tidak hanya Fen Jhiyang yang merasakannya, tapi ketiga patriark serta raja kota yang ada di tempat. Namun, Lin Xuan sama sekali tidak menargetkan penonton.


Aura yang terpancar membuat aura Fen Jhiyang langsung berhenti. Tapi sebagai gantinya, mereka semua mendadak merasakan sebuah aura yang cukup berat, bahkan raja kota hampir muntah darah merasakannya. Putra raja kotapun, dia mengeluarkan darah segar dari hidungnya karena aura ini benar-benar sangat berat.


“Si-sial, aura intimidasinya tidak bisa diremehkan.” Kata Chang Ai.


“Lin Xuan, hentikan, tindakanmu sudah membuat orang-orang ketakutan.” Kata Ji Huang dengan tubuh gemetar, meskipun dia masih berdiri tegak.


Lin Xuan menghentikan aura intimidasinya, menatap Fen Jihyang yang mendadak terdiam dengan tubuh yang sedikit gemetar. Namun, masalah kebencian itu, dia tetap tidak bisa menghentikannya.

__ADS_1


“Baiklah, kami juga tidak memaksa dirimu masuk ke sekte manapun karena alasan utamanya adalah kau memiliki seorang guru. Jika berkenan, kau bisa mengunjungi sekte pedang suci dengan gurumu.”


Kemudian, sesaat kemudian, beberapa orang datang, membawa sebuah kotak berbentuk kaca. Di dalamnya terdapat satu kristal, yang mana setiap sisi sampingnya memiliki empat warna yang berbeda-beda bagaikan sebuah pelangi yang bersinar, bahkan Lin Xuan saja terpana dengan keindahan kristal tersebut.


__ADS_2