
Lin Xuan sama sekali tidak menganggap itu serius, tapi menganggap ini semua mimpi karena melihat tingkah Mei Lin yang berubah seperti itu. Segera MeiLin juga menurunkan tangannya dan meminum teh untuk menengkan dirinya sendiri.
“Guru kau berbicara apa?”
“Guru serius, guru harus kembali karena ada sesuatu yang mendesak. Apakah kau menyadari bahwa guru bukankah seorang manusia, dewa atau iblis? Guru tidak bisa terus ada di daratan ini, aku harus kembali.”
Lin Xuan terdiam, tangannya bergetar seolah tidak bisa menerima apa yang gurunya katakan baru saja. Bahkan wajahnya juga menjadi seputih kertas karena perkataan Mei Lin yang menunjukkan sebuah keseriusan yang begitu mendalam.
Tapi, dia sama sekali tidak menunjukkan kelemahannya di hadapan Mei Lin. Dia menjadi tersenyum cerah, tapi hatinya memendam kesedihan yang kuat.
“Tidak apa-apa guru, aku juga tidak merasa keberatan. Lagipula guru juga akan berjanji untuk kembali. Namun, jika guru tidak kunjung kembali, aku juga akan menjemput guru di tempat guru berada.”
“Jangan sok kuat seperti itu. Dan, jangan penasaran siapa sosok gurumu yang sebenarnya. Kau akan mengetahui jika kau sudah merasa kuat.” Ucap Mei Lin dengan kembali menatap Lin Xuan dengan tatapan sinis.
“Tapi guru, aku memiliki permintaan terakhir kali sebelum Anda benar-benar pergi.” Lin Xuan kemudian mengeluarkan sebotol darah berwarna merah pekat yang dia dapatkan dari makam kuno sebelumnya. Meski memiliki ingatan di dunia ini dari Byakko bahkan setiap pemerintahannya, tapi dia tidak mengetahui dengan begitu jelas darah apa ini sebenarnya.
Instingnya berpikir bahwa darah ini memiliki esensi yang tidak bisa dianggap remeh sebelah mata. Apalagi aura yang bocor dari darah ini juga sangat pekat yang membuat dia sangat yakin.
Mei Lin menyentuh botol itu dan memandangnya dengan begitu hati-hati. Dia juga mengerti maksud dari Lin Xuan bahwa anak itu ingin menggunakan darah ini namun tidak bisa meminumnya secara langsung karena pasti akan sangat membahayakan.
“Ini sepertinya darah binatang buas? Apakah ratu Beast emperor memang sengaja menaruh darah ini agar ditemukan oleh Lin Xuan? Orang itu mempersiapkannya dengan sangat baik.” Batin Mei Lin sambil menyentuh dagunya.
Mungkin orang lain, dan Lin Xuan sempat berpikir bahwa darah itu harus diolah dengan sangat baik seperti dijadikan sebuah pil. Jika tidak, maka bisa berakibat fatal bagi penggunanya. Sayangnya, Mei Lin tidak berpikir demikian. Dia menyodorkan darah itu kepada Lin Xuan lagi dengan tatapan yang begitu meyakinkan.
“Kau bisa meminumnya secara langsung. Tapi ada efek yang bisa mematikan bagi orang biasa. Aku bisa menilai, jika itu dirimu, maka efeknya tidak akan membunuhmu. Lagipula, jika dibuat pil, maka manfaatnya akan pecah.” Jelas Mei Lin.
__ADS_1
“Benarkah? Jika memang begitu, terimakasih guru.” Lin Xuan menundukkan kepalanya.
“Aku akan pergi nanti malam. Jadi, aku masih memiliki waktu denganmu. Bagaimana dengan mengunjungi rumah lelang? Hari ini ada sebuah acara lelang besar.”
“Aku hanya bisa menurut kepada guru.”
Baginya menuju rumah lelang adalah hal yang kecil. Dia punya tumpukan emas dan platinum. Bisa membeli apa saja yang dia inginkan. Namun, dia juga perlu melihat-lihat barang apa yang akan dilelangkan nantinya.
Jika itu menarik baginya, maka Lin Xuan juga akan berani bersaing dengan orang lain meskipun dia adalah orang paling kaya di kota atau bahkan di daratan ini. Jadi dia tidak terlalu pusing untuk memikirkannya.
Beberapa waktu kemudian, Lin Xuan mengekor kemana perginya Mei Lin. Hingga akhirnya, dia masuk ke sebuah paviliun rumah lelang yang terlihat sangat ramai pengunjung. Tidak heran, kabar angin mengatakan bahwa rumah lelang kali ini memberikan beberapa barang yang sangat menarik, tapi dirahasiakan bentuk barangnya.
Hal tersebut tentu saja menarik perhatian beberapa orang yang tersorot di kota ini seperti keluarga raja kota Jin, keluarga Han serta keluarga Wue yang juga tidak ingin tertinggal dalam acara rumah lelang.
Tampak luar, paviliun rumah lelang ini tampak terlihat biasa saja. Namun, siapa yang berpikir saat dia masuk ke dalam, tampak terlihat sangat megah dengan ornamen penghias paviliun ini. Selain itu, saat dia masuk, seorang wanita yang menjadi pelayan paviliun ini datang menghampiri Mei Lin dan juga Lin Xuan.
“Melelang sesuatu?” Pikir Lin Xuan, namun ekspresi penuh tanda tanyanya dapat dibaca oleh wanita tersebut.
“Ya, Anda bisa menjual apa saja, seperti inti kristal binatang spiritual, batu giok, senjata, armor, atau mungkin kitab jurus. Itu semua tergantung seberapa bernilainya barang yang Anda jual tuan.”
Mei Lin kemudian merespon. “Aku ingin melelang sesuatu, tapi apakah bisa bertransaksi di tempat lain?”
“Tentu saja nona. Selama itu membuat Anda nyaman. Ikuti saya.”
Mei Lin mengangguk, kemudian, dia menjawab. “Tentu saja.”
__ADS_1
Mereka menuju lantai dua, tempat dimana para penjual barang bertransaksi dengan paviliun rumah lelang. Namun, paviliun rumah lelang dan juga penjual tidak bisa menentukan harga secara sembarang. Para pelayan paviliun rumah lelang pastinya akan menilai terlebih dahulu barang apa yang akan dijual oleh penjual.
Setelah mereka sampai, perempuan itu kemudian meminta Mei Lin untuk mengeluarkan sebuah barang yang akan dilelang di paviliun rumah lelang ini.
Mei Lin sudah mempersiapkannya sejak awal, karena dia tahu bahwa ketika dia pergi, dia harus meninggalkan sesuatu untuk Lin Xuan, yaitu berupa uang yang mana digunakan Lin Xuan untuk menghidupi dirinya untuk sementara waktu.
“Aku ingin menjual tanaman teh herbal ini.”
Mei Lin mengeluarkan beberapa lembar daun berwarna merah pekat bagaikan darah, selain itu corak yang terlihat bagaikan batik di setiap lembaran membuat mata perempuan itu terbuka lebar. Bagaimana tidak? dia sama sekali tidak bisa menebak, tanaman herbal apa itu?
“Nona, bisakah Anda menunggu sebentar?”
Sementara Mei Lin mengangguk, perempuan itu beranjak pergi dengan tergesa-gesa. Dia naik ke lantai tiga dengan pikiran kacau karena melihat tanaman herbal yang sama sekali tidak pernah dia lihat sebelumnya.
“Guru, sepertinya Anda memang hobi untuk mengoleksi tanaman teh.” Kata Lin Xuan kepada gurunya.
“Di cincin ruang milikku ada sekitar 18.000 jenis tanaman teh yang berbeda-beda. Tapi, melihat perempuan tersebut, apakah ada yang salah dengan tanaman herbal ini?”
“A-apa?”
Di sisi lain, perempuan tersebut datang menemui seorang wanita yang duduk santai. Yang mana wanita tersebut adalah pemilik paviliun rumah lelang berada.
“Madam, maaf mengganggu. Tapi, aku memiliki masalah.” Kata perempuan itu tergesa-gesa.
“Ada apa, setidaknya berbicaralah pelan-pelan. Katakan dengan hati-hati.” Tanya seorang wanita tersebut menghela napas.
__ADS_1
“Ada seorang wanita yang ingin melelang tanaman herbal yang katanya berjenis teh. Tetapi aku sama sekali tidak mengetahui, bahkan belum melihat sama sekali tanaman herbal tersebut.”