Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Berebut Darah?


__ADS_3

Di sisi lain, posisi Lin Xuan setelah masuk ke dalam gerbang itu rasanya bagaikan terlempar dan masuk ke dimensi lain. Tubuhnya sedikit perih karena tekanan ruang yang sedikit tak tertahankan. Namun, itu tak berlangsung lama karena seolah dia jatuh dan menabrak sebuah lantai batu dengan cukup keras.


Dia berdiri, tubuhnya agak sakit karena terjatuh. Melihat sekelilingnya seperti sebuah ruangan bagaikan lorong yang tidak berujung.


“Makam ini memiliki aura kematian yang kuat. Aku penasaran tentang siapa yang menjadi mumi di tempat ini?” Batinnya sambil berjalan perlahan.


Sambil berjalan, Lin Xuan juga menunggu tentang ketiga murid yang seharusnya sudah masuk. Hanya saja, dia merasa bahwa semua murid muncul di tempat ini secara acak. Hal tersebut membuat Lin Xuan merasa lega, karena statusnya saat ini sebagai seorang penyusup.


“Tunggu, aku merasa kotak itu memancarkan Qi yang cukup kuat.”


Dia tersenyum, saat di depannya melihat  sebuah kotak dengan cahaya yang keluar di sela-sela kotak tersebut. tentu saja ini menarik perhatian Lin Xuan yang membuatnya langsung bergerak dan membuka kotak tersebut secara perlahan-lahan.


“Darah?” Lin Xuan mengerutkan dahinya. Dia sangat terkejut saat melihat cairan darah yang berada di sebuah botol bening.


Memang, Lin Xuan merasakan energi Qi yang bergejolak. Tapi dia tidak tahu ini darah apa? Dan yang pasti, darah ini sudah berumur ribuan tahun bertepatan dengan makam ini terbentuk.


“Hentikan!”


Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring. Lin Xuan bisa melihat seorang wanita dengan tatapan tajam seolah tidak membiarkan Lin Xuan menyentuh darah tersebut. Selain itu, di belakang wanita tersebut ada beberapa murid lain yang mengangkat pedang mereka.


“Itu Wue Yei, murid dari sekte langit biru.” Gumam Lin Xuan sambil menutup rapat kotak itu sambil membawanya pergi dengan sangat cepat. Tetapi, seketika dia terhadang oleh Wue Yei sendiri yang sempat mengejarnya dan berdiri di hadapannya.


Selain itu Wue Yei juga langsung mengeluarkan sebuah jurus tepat di hadapan Lin Xuan.


“Jurus tapak mawar!”

__ADS_1


Lin Xuan langsung menggunakan sebuah kecepatan lembut. Bahkan kecepatan tersebut tidak mampu diikuti oleh mata Wue Yei. Dia baru menyadari, bahwa Lin Xuan sudah berada di belakangnya dengan bersiap memegang sebuah pedang yang ada di selongsongnya.


Alhasil, tapak mawar milik Wue Yei hanya mengenai udara kosong dan tidak berdampak apa-apa. Jelas dia sangat terkejut dengan kemampuan Lin Xuan barusan. Serta Wue Yei tahu persis bahwa pemuda di hadapannya bukanlah dari sekte manapun.


“Bagaimana mungkin ada seorang penyusup sepertimu.” Kata Wue Yei dengan tatapan tajam sambil berbalik badan.


“Meski bukan dari sekte manapun tapi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.” Lin Xuan tersenyum. Dan bersamaan itu juga, bawahan Wue Yei sudah mengepung tempat Lin Xuan berdiri.


“Itu artinya sampah sepertimu tidak akan paham manfaat darah itu. Bahkan jika kau menelannya mentah-mentah akan membuat dirimu meledak.”


“Aku paham, terimakasih nona Wue. Ini menambah wawasanku sehingga aku menjadi lebih bersemangat untuk mengambil ini terlebih dahulu.” Lin Xuan masih menahan senyumannya.


“Cih, serang dia! Rebut darah itu!”


Murid sekte langit biru yang mengikuti Wue Yei kemudian bergerak dari berbagai sisi untuk menyerang Lin Xuan secara bersamaan.


Tentu itu semua sebagai sebuah pertahanan agar mereka langsung mundur dan menjaga jarak. Apalagi sebuah kobaran yang keluar pedang itu benar-benar sangat besar dan sama sekali tidak terkontrol.


“Jika aku memiliki jurus yang berkaitan dengan kemampuan ini, pastinya aku bisa mengontrolnya. Atribut ini tidak bisa dikontrol dengan mudah atau yang terjadi akan melahap diriku sendiri.” Batin Lin Xuan sambil menatap pedangnya yang terbakar.


“Jurus sutra kecepatan!” Ucap Lin Xuan bergerak dalam satu langkah.


Wue Yei membuka matanya lebar-lebar saat Lin Xuan bergerak dengan sangat cepat. Memang dia sama sekali tidak melihat bagaimana Lin Xuan bergerak, tapi kobaran api tidak bisa ditipu karena kobaran api tersebut meninggalkan jejak dan mengekor kemana perginya Lin Xuan.


“Tidak akan ku biarkan! Jurus pembelah hampa!” Wue Yei bergerak sambil mengayunkan tangannya. Tapi sayangnya terlambat.

__ADS_1


“Nona, dia, dia sangat cepat!” Teriak salah satu murid yang panik melihat kecepatan Lin Xuan.


Memang, memang bahwa Wue Yei mengayunkan tangannya bergerak mengikuti kemana perginya Lin Xuan. Tapi Lin Xuan sama sekali tidak bodoh karena dia berdiri di belakang pengawal Wue Yei, sehingga serangan Wue Yei lah yang mengenali temannya sendiri.


Slashhhh!


Sesaat itu juga, kobaran api meledak. Itu terpaksa membuat Wue Yei harus mundur beberapa langkah sambil menyadari bahwa dirinya baru saja membunuh murid sekte langit biru. Tetapi wanita rubah itu justru menyalahkan Lin Xuan seolah dialah yang membunuhnya.


 “Sial, kau, kau membunuh murid sekte langit biru! kau akan menjadi buronan!” Teriak Wue Yei dengan wajah yang merah marah. Melihat salah satu pengikutnya mati di depan matanya, Wue Yei benar-benar tak terima, kemudian dia bergerak dengan sangat cepat untuk menyerang Lin Xuan.


Beberapa jurus dia keluarkan, tapi Lin Xuan hanya mengandalkan atribut api dan juga jurus sutra kecepatan. Itu Pun bukan masalah bagi Lin Xuan sendiri karena baginya kecepatan Wue Yei benar-benar sangat lambat.


“Aku yang membunuh? Kau yang membunuh, karena seharusnya luka orang itu akan matang ketika pedangku membelahnya.” Jawab Lin Xuan sambil melompat mundur secara terus menerus untuk menghindari semua serangan Wue Yei..


“Kau iblis!”


“Memang, tapi kurang tepat. Sudahlah, aku tidak ingin membawa masalah banyak denganmu nona. Lagipula setelah ini kau tidak akan merasa bersalah karena pengawal seperti ini akan kau anggap tidak berguna setelah kau sudah merasa hebat. Kau merupakan tipikal orang yang seperti itu.” Kata Lin Xuan dengan sangat gesit.


Wue Yei benar-benar kewalahan menghadapi Lin Xuan. Baginya orang luar seperti Lin Xuan benar-benar sangat merepotkan. Tapi setelah dia mendengar dari kata guru, Wue Yei mengerti bahwa Lin Xuan merupakan murid dari sekte lain.


“Bahkan jika dia terbunuh oleh monster di tempat ini, apakah kau peduli? Aku bisa menebaknya tidak! Jadi jangan buang-buang waktumu. Tapi kau akan menyimpan dendam denganku, sehingga kau pasti akan menggunakan kematian sampah ini dan melaporkannya kepada sekte untuk membunuhku.” Sambungnya.


Kobaran api di pedang Lin Xuan semakin besar. Dia berusaha menekan qi nya sekuat tenaga untuk menghentikan kekuatan atribut api yang baru saja dia keluarkan. Atau yang terjadi api itu akan melahapnya sendiri. Barulah dia memasukkan pedangnya kembali.


Lin Xuan kemudian mempercepat langkahnya setelah dia terus mundur beberapa langkah. Melewati Wue Yei dengan sangat mudah sambil menyeret mayat yang baru saja Wue Yei bunuh dengan begitu mudah. Kemudian, Lin Xuan dengan dirinya menatap murid dari sekte langit biru lain yang sama sekali tidak berguna.

__ADS_1


Tapi dia tidak heran, kemungkinan mereka sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan Lin Xuan. Bahkan Wue Yei yang bisa mengikutinya sedikit hanya bisa tersenyum kecut. Padahal perbedaan kultivasi mereka juga sedikit mencolok.


“Selamat tinggal. Ku harap kita bertemu lagi.” Tatapan dingin Lin Xuan mendadak berubah menjadi senyuman manis, sebelum dia bergerak dengan sangat cepat.


__ADS_2