
Lin Xuan mengangkat sebuah cincin penyimpanan yang ada di atas peti mati. Dia melihatnya dengan seksama karena cincin itu memiliki sebuah corak yang unik. Dia sudah mengira bahwa pemilik sebelumnya sangat menyukai sebuah seni.
Dia tersenyum dan penasaran dengan apa isinya. Sehingga, dia melukai jarinya untuk meneteskan pada cincin penyimpanan tersebut. Kemudian, setelah dirasa bahwa cincin itu sudah menganggap bahwa dirinya adalah seorang tuan, Lin Xuan kemudian menggunakannya dan menelusuri apa yang ada di dalamnya.
Mata Lin Xuan seketika terbuka sangat lebar, wajahnya membeku hingga dia tidak bisa menggerakkan mulutnya untuk berbicara sedikitpun. Pasalnya, di depannya terdapat gunungan emas dan platinum yang begitu banyak.
Kemungkinan dia bisa menjadi orang paling kaya di dunia ini. Dia bahkan sudah berpikiran dan kebingungan untuk diapakan semua harta ini. Karena diberikan kepada semua orang itu sangatlah tidak mungkin atau yang terjadi semua harga emas dan platina di depannya bisa rusak.
“A-aku tidak bermimpi kan. Ini ....”
Lin Xuan bertanya kepada kucing setelah dia keluar dari kesadaran cincin penyimpanan. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat baru saja. Bahkan dia memukul pipinya sendiri dan memaksa dirinya untuk sadar.
“Tentu saja bukan, apa yang kau pikirkan? Di dalam cincin itu terdapat gunungan emas dan platinum. Serta puluhan inti binatang spiritual tingkat langka dan legendaris.”
Anak itu hampir gila mendengarnya. Tapi dia juga tidak bisa larut dalam kegilaan itu. Apa yang dia lakukan adalah memindahkan semua sumber daya yang ada di cincin penyimpanan lama ke cincin penyimpanan yang baru. Dan cincin penyimpanan yang lama, dia menghancurkannya karena dianggap tidak begitu berguna.
“Dan kau bisa berkultivasi dengan tenang di liontin mata ilahi.”
Liontin berbentuk mata merah memang memukau dan menarik bagi Lin Xuan. Tapi dia tidak tahu kegunaannya sebelum kucing spiritual itu kembali menjelaskan lebih lanjut.
“Sesuai namanya, itu adalah alam dengan kesadaran ilahi. Sebuah kesadaran yang lebih dalam dibandingkan alam bawah sadar. Kau bisa masuk ke dalamnya dan berkultivasi dengan tenang.” Ucap kucing tersebut.
Kucing tersebut kembali menjelaskan untuk masuk ke dalam liontin mata ilahi harus melalui pikiran yang begitu tenang. Anggap saja liontin itu adalah bagian dari diri sendiri, bagian dari sebuah jiwa milik diri sendiri. “Ini seharusnya mudah dan tidak perlu praktik yang panjang,” itulah yang diucapkan kucing tersebut.
Lin Xuan berusaha keras dengan menutup matanya, dan saat itu juga ada sebuah energi yang seolah menghubungkan antara kesadaran Lin Xuan dan liontin itu.
Tubuhnya bagaikan terjun bebas ke dunia lain. Tidak, lebih tepatnya saat dia membuka matanya, dia berada di sebuah tempat tertutup bagaikan ruangan luas dan tidak ada satupun luar ruangan yang terlihat. Di sekelilingnya hanya terdapat beberapa buku dan lembaran.
__ADS_1
Kemudian, dia menatap salah satu sisi, melihat sebuah pintu yang tertutup rapat. Dia bergerak ke arah pintu tersebut, dan mendorong atau menarik gagangnya. Tapi, sekuat apapun dia berusaha, itu tidak akan membuat pintu itu terbuka, kecuali ada sesuatu yang tertuju pandangannya.
Ada sebuah bagian yang hilang dari pintu tersebut. Dia mengamatinya dengan jelas, apa bagian yang hilang ini sebenarnya? Sesaat ketika dia ingin keluar, dia terlempar ke dunia nyata dengan wajah kebingungan.
“Ada sebuah pintu, di dalamnya ada bagian yang hilang sehingga aku tidak bisa membukanya dan keluar.” Ucap Lin Xuan dengan rasa penasaran.
“Aku tidak tahu pasti, tapi sepertinya ada rahasia lain tentang isi liontin mata ilahi. Tunggu, jika tidak salah bagian yang hilang itu adalah sebuah kristal yang menggambarkan empat hewan spiritual misterius. Sayangnya kristal itu juga terpecah menjadi empat bagian dan menyebar di daratan ini.” Jawab kucing tersebut.
“Kristal yang menggambarkan empat hewan spiritual misterius? Si-sial, aku sepertinya harus mendapatkan untuk membuka rasa penasaranku di dunia luar alam kesadaran ilahi.” Lin Xuan bersemangat.
“Hahaha baguslah, itu lebih baik daripada kau tidak memiliki tujuan hidup selain menjadi kuat dan menjadi orang yang terpilih.”
“Katamu empat dari lima ruangan di sekitar ini sia-sia bagiku. Apa maksudnya?” Tanya Lin Xuan mengingat perkataan kucing tadi.
“Ruangan pertama hanya giok, ruangan kedua senjata kelas rendahan, ruangan ketiga adalah sebuah kitab yang mungkin tidak cocok untukmu, ruangan keempat adalah tanaman obat. Dan ruangan yang terakhir adalah sebuah air terjun dengan esensi murni. Hanya ruangan terakhir yang kau butuhkan saat ini.”
Sebelum Lin Xuan kembali bertanya, kucing itu kembali menjelaskan memotong pertanyaan Lin Xuan.
Lin Xuan mengerutkan dahinya. Dia segera melompat dari altar dan menuju ruangan kelima. Saat dia masuk, dia tidak menyangka ada sebuah air terjun dengan air yang mengalir entah kemana. Aroma yang harum seperti ada bunga melati pada air terjun ini membuat Lin Xuan merasa candu.
Tanpa berpikir panjang, dia melepaskan pakaian atasnya. Duduk di atas sebuah batu dan menerima air terjun yang menimpa dirinya. Kemudian, dia fokus berkultivasi dan memperbaiki tubuh bagian luar dan dalam yang hampir hancur karena pertarungan dengan empat patung penjaga tadi.
...****************...
Beberapa menit yang lalu, Jin Xie tidak tahu harus berbuat apa setelah Lin Xuan dengan bodohnya masuk ke dalam gerbang dalam kondisi terluka berat. Air matanya menetes saat melihat anak laki-laki itu begitu ceroboh.
Namun, saat itu juga, rombongan dari ketiga sekte muncul secara bersamaan, terutama dengan para murid dalam yang bergabung masuk ke dalam sekte ini.
__ADS_1
“Kacau sekali di sini, siapa yang baru saja bertarung hebat di tempat ini?” Tanya Wue Yei dari sekte langit biru dengan penuh penasaran.
“Dia seharusnya adalah orang hebat. Kemungkinan patung-patung itu juga hidup dan ada orang yang melawannya. Bahkan kemungkinan juga aku tidak sanggup untuk melawannya.” Kata Huo Ran.
“Tuan muda Huo terlalu merendah. Lantas siapa yang menghancurkan tempat ini?”
Jin Hao yang melihat adiknya tampak lumpuh, menghampirinya dengan penuh cemas. Apalagi setelah melihat keempat patung yang hancur di depan mereka yang menandakan ada pertarungan berat di sini.
“Adik, apa yang terjadi? Kenapa kau bisa di sini terlebih dahulu.”
“Seseorang telah bertarung hebat dengan empat patung tersebut, bahkan dia hampir mati di buatnya. Dia sebelumnya yang menolongku dari kematian. Tapi sayangnya dia masuk ke dalam gerbang itu seolah menjemput kematiannya sendiri.” Jin Xie berusaha menjelaskan.
Semua orang membuka matanya lebar-lebar, terutama Wue Yei dan juga Jin Hao. Bahkan Wue Yei menyadari ada sesuatu di balik gerbang itu apabila dijaga dengan sangat baik oleh empat penjaga patung tersebut.
“Siapa yang menolongmu?” Tanya Wue Yei dengan geram. Harta seperti ini seharusnya jatuh ke tangannya, bukan orang lain.
“Dia adalah orang luar, bukan dari ketiga sekte manapun.”
Mendengar jawaban dari Jin Xie, Huo Ran dan Wue Yei terkejut. Dia menyadari bahwa hanya ada satu orang luar yang masuk ke dalam makam kuno ini. Wajah Wue Yei berubah menjadi masam, tangannya mengepal dengan erat dan bergerak ke arah gerbang tersebut.
“Tidak akan ku biarkan!”
“Jurus tapak mawar!”
Wue Yei berpikiran untuk menghancurkan gerbang itu sekaligus dengan bertujuan merebut harta di baliknya dari orang luar tersebut. Tapi, siapa yang berpikir jika dia justru terpental dengan sangat hebat saat tangannya menyentuh gerbang tersebut.
Sedangkan Jin Hao, dia tidak tahu siapa orang luar itu. Namun dia juga menyadari seharusnya ada harta yang berlimpah jika dijaga oleh empat patung yang memiliki aura yang begitu kuat. Sehingga, dia berlari dan melepaskan jurusnya untuk menghancurkan gerbang itu.
__ADS_1
......................
Jangan lupa Like dan Komentarnya agar author lebih bersemangat lagi. Selain itu, selamat hari raya idul Fitri untuk kaliam semua🙏🥲