Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

“Sial, bagaimana mungkin pangeran lemah itu bisa berpikir sampai seperti itu. Tidak ada yang bisa menduganya.” Ucapnya Na Ran di dalam kamarnya. Dia mulai berpikir bahwa pangeran bukanlah seseorang yang bisa disepelekan.


Awalnya saat pangeran Han Yifan melakukan sesuatu, pasti dia akan membicarakan kepada pengikut, termasuk dirinya. Sehingga dia sudah mengetahui apa yang akan kemungkinan terjadi. Tapi untuk saat ini, pangeran Han Yifan benar-benar memanfaatkan apa yang namanya pengkhianatan.


Padahal dia sudah cukup yakin, dengan menjual harga resep itu seharga lima puluh koin emas kepada pengikut pangeran Han Tan sudah bisa membuatnya tidur nyenyak. Apalagi jika memang terjadi diluar rencana pangeran Han Yifan, seperti justru warga yang mendapatkan obatnya dari pangeran Han Tan, maka pangeran kedua itu tidak bisa berbuat apa-apa.


Memang betul, terkadang harus berpikir di luar dugaan. Selain itu, pangeran Han Yifan sudah menyiapkan rencana lain jika ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu jika gagal, ataupun berhasil. Tapi dia sungguh menyesali, kenapa pangeran Han Tan memberikan penawar itu dalam waktu yang dekat setelah wabah itu menyebar.


Sedangkan pangeran Han Yifan akan berniat memberikan penawar itu jauh lebih lama yaitu setidaknya lima hari setelah wabah itu menyebar. Sehingga tidak ada kecurigaan apapun.


“Sepertinya aku harus membocorkan ini. Tak apa lah, lagipula pangeran lemah itu tidak bisa berbuat apa-apa selama aku mendapatkan perlindungan dari pangeran Han Tan.” Ucapnya dengan cukup senang.


Na Ran bergegas untuk segera keluar dari kamarnya, tapi saat dia membuka pintu kamarnya. Seorang wanita tiba-tiba berdiri menatapnya dengan datar seolah ada sesuatu.


“Wue Yei? Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau harus menjaga nona Xia Xinran?”


“Jurus tapak mawar!”


Tanpa persiapan apapun dari Na Ran, dia mendapatkan serangan yang tak terduga dari Wue Yei, sehingga pria paruh baya itu terlempar ke belakang, menabrak sebuah dinding yang pada akhirnya memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya karena serangan tapak itu mengenai perutnya.


“Sialan, aku tidak tahu apa alasanmu menyerangku. Tapi apakah kau berpikir aku akan diam saja?” Ucap Na Ran dengan nada yang cukup tinggi.


Kemudian ketika dia berdiri, seekor ular berwarna hijau keluar. Yang mana ketika Na Ran mengulurkan tangannya, ular tersebut melesat ke arah Wue Yei dengan cukup cepat.


DI hadapan Wue Yei seketika terdapat sebuah mawar yang melingkar dengan ukuran besar. Selain itu mawar itu berdiri secara vertikal dan digunakan untuk menahan serangan dari ular tersebut.

__ADS_1


Alhasil terdapat sebuah ledakan kecil di dalam kamar tersebut. Sehingga membuat Wue Yei sendiri terdorong ke belakang. Tapi dia tidak langsung berdiri diam, dia bergerak dengan sangat cepat ke arah Na Ran sehingga membuat Na Ran sendiri cukup terkejut.


Na Ran bergerak lincah, yang mana dia juga ikut bergerak ke depan dan memberikan sebuah pukulan telak kepada Wue Yei. Sehingga membuat Wue Yei terlempar ke belakang.


“Ledakan Lotus!”


“Booom!”


Saat terlempar, siapa yang berpikir ternyata Wue Yei mengeluarkan sebuah lotus berbentuk cahaya yang menyilaukan. Tapi sebenarnya, lotus yang berada di dekat Na Ran, berbentuk seperti bunga lotus pada umumnya, tapi ketika perlahan mekar, membuat cahaya keluar dan menghasilkan ledakan yang cukup kuat.


Na Ran kembali membentur dinding, dia tidak menyangka bahwa kekuatan Wue Yei yang notabene hanyalah penjaga Xia Xinran sebesar itu. Padahal jika diukur, kultivasi Wue Yei hanyalah Nascent Soul bintang kedua, yang sangat berbeda jauh dengan dirinya yang merupakan kultivator Nascent Soul bintang lima.


“Sialan, dia benar-benar kuat.” Kata Na Ran dengan menggertakkan giginya. Selain itu posisinya juga terpojok sehinga dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Andaikan dia berada di luar, mungkin posisinya sungguh menguntungkan.


“Lagi-lagi, ternyata tidak ada orang yang bisa setia terhadap orang yang lemah. Menganggap bahwa kekuatan adalah segalanya. Tapi, bukankah kau berpikir bahwa pangeran Han Yifan adalah orang yang cerdas?” Tanya Wue Yei sambil mengangkat alisnya.


“Setidaknya yang menyebarkan wabahnya adalah kau. Jadi kapan saja, kau bisa dijadikan kambing hitam. Pertama, pangeran Han Yifan tahu bahwa kau adalah musuh dalam selimut, sehingga dia membiarkan wabah dan penawarnya kau pegang secara bersamaan. Tapi bodohnya, kau menyebarkan wabahnya dan justru penawarnya kau jual.” Kata Wue Yei.


“Tidakkkah kau berpikir bahwa pangeran Han Yifan adalah orang yang cerdas? Jika pangeran Han Yifan dituduh memberi wabah, maka dia sudah mempersiapkan kambing hitam bahwa kau yang menyebarkan wabah tersebut.” Sambung Wue Yei dengan memandangnya sinis.


“Bagaimana mungkin. Sial, aku termakan jebakannya!”


“Bersyukurlah pangeran Han Yifan masih cukup baik denganmu. Yaitu dengan membunuhmu. Sehingga kau tidak akan menjadi kambing hitam, bagaimana? Ini Benar-benar sangat menarik.”


Na Ran berteriak penuh emosi. Dia lantas melompat ke arah Wue Yei, dimana tangannya membentuk kepala ular berwarna hijau. Memberikan serangan yang cukup kuat, berharap serangannya itu berhasil dan mampu untuk melukai Wue Yei.

__ADS_1


Sejauh ini, dia tidak pernah apa yang namanya dijebak seperti ini. Apalagi oleh seorang pangeran yang menurutnya cukup lemah dalam hal kultivasi. Bahkan sebelumnya, dia menganggap bahwa kepintaran Han Yifan hanyalah keberuntungan hanya karena lawannya bodoh.


Tapi setelah dia mengetahui bagaimana kepintaran licik Han Yifan, dia menjadi sadar bahwa manusia itu benar-benar sangat berbahaya apalagi jika dia merupakan seorang kultivator tingkat tinggi. Sehingga, dia menyesal telah melakukan sebuah pengkhianatan kecil.


Wue Yei menghindar ke samping, menghindari pukulan yang cukup mematikan tersebut. tapi sebagai gantinya, tangan kirinya yang muncul sebuah bunga lotus langsung dipukulkan tepat pada perut Na Ran dengan sangat kuat. Sehingga membuat pria paruh baya itu mengeluarkan seteguk darah segar yang menyembur.


Tidak berhenti begitu saja, Wue Yei juga menangkap leher orang tersebut. Membantingnya tepat di atas lantai dengan cukup keras sehingga menghasilkan sebuah getaran.


“Matilah!” Kata Wue Yei dengan suara yang cukup rendah. DI sisi lain tangannya terus mencekik, ditambah kuku tajamnya menancap tepat pada pembuluh darah yang ada di lehernya.


Darah mengalir begitu banyak, sehingga membuat Na Ran tak sadarkan diri karena pembuluh darahnya sudah dihancurkan oleh Wue  Yei. Sehingga tugas Wue Yei untuk membunuh orang itu telah selesai.


Saat dia berbalik ke belakang, tiba-tiba dia dikejutkan oleh orang berjubah. Tapi setelah dia melihat sorot mata dan wajah orang tersebut, Wue Yei benar-benar senang. Bahkan dia langsung bertekuk lutut di hadapan orang tersebut.


“Aku memberi hormat kepadamu, tuanku.”


Lin Xuan berjalan ke arah Wue Yei, kemudian dia memerintahkan Wue Yei untuk berdiri.


“Kerja bagus sebelumnya. Sehingga kau menjadi dipercaya oleh Han Yifan.”


“Bukankah itu karena perintah tuan sendiri?” Tanya Wue Yei cukup penasaran.


Lin Xuan menghela napas, dia kemudian berkata, “Apakah kau menyukai pangeran Han Yifan?”


“Tuan berbicara apa? Jelas dibandingkan dengan pangeran Han Yifan, aku lebih menyukai tuan.”

__ADS_1


“Hahaha lucu. Jika kau menyukaiku kau akan malu untuk mengatakannya. Tapi katakanlah dengan jujur, apakah kau menyukai Han Yifan?” Lin Xuan mengulangi pertanyaannya.


Wue Yei kemudian memalingkan wajahnya, wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya diri untuk mengatakannya. Tapi, mau tidak mau dia mengatakannya, “Aku pernah melihat sorot mata itu, tapi aku tidak yakin sebelumnya. Lagipula, pangeran Han Yifan sudah memiliki seorang tunangan.”


__ADS_2