
“Hei Long, aku akui kesetiaanmu. Aku akui kau benar-benar tidak melupakanku hingga membuatku bangga. Tapi, aku belum menyandang identitas sebagai seorang dewa kematian.” Ucap Lin Xuan dengan nada yang didengar oleh seluruh orang yang ada di sini kecuali Wue Yei.
“Tidak peduli apakah tuan dewa kematian atau bukan. Tapi hubungan erat antara tuan dan hamba tidak akan pernah putus. Hamba hanya ingin tunduk dan setia kepada tuan apapun identitas tuan, meskipun seorang iblis atau manusia sekalipun.”
“Tu-tunggu! Naga timur, apa maksud dengan semua ini? bukankah engkau adalah ras naga yang tidak akan tunduk kepada siapapun kecuali ras iblis. Ke-kenapa kau memberi hormat kepadanya?” Yuan Rong yang melihat semuanya, kepalanya terasa pecah. Dia terkejut saat naga itu justru tertunduk ke arah Lin Xuan dan menganggap Lin Xuan adalah tuannya.
Sehingga hal itu membuat Yuan Rong sebenarnya cukup tertekan dan tidak bisa berkata apa-apa lagi seharusnya. Kondisi dimana dia akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa, tapi siapa yang berpikir ternyata dihancurkan oleh sebuah kenyataan.
“Naga timur?!” Hei Long yang mendengar itu, dia benar-benar marah dan mengeluarkan auranya tepat ke arah Yuan Rong secara langsung.
Sehingga membuat Yuan Rong merasa terintimidasi dan mengeluarkan seteguk darah berwarna hitam.
“Jangan katakan ras naga hina itu di depanku manusia hina!”
Lin Xuan tersenyum, dia kemudian mengulurkan tangannya pada naga hitam yang memiliki nama Hei Long. Dia benar-benar senang, karena selama ribuan tahun dia sadari, pada akhirnya hewan peliharaannya tidak meninggalkan kesetian meskipun berbeda wujud.
Dan saat ini Lin Xuan menyadari bahwa, dia adalah reinkarnasi dewa kematian.
Dia benar-benar bangga. Permohonannya kepada sang celestial benar-benar terwujud, tidak heran perintah mutlak itu tidak ada yang bisa mengalahkannya. Jika tidak, mungkin dirinya akan sangat kesulitan untuk menghadapi sang legenda naga hitam.
Naga hitam sendiri yang memiliki nama Hei Long, bukanlah berasal dari aliran naga apapun. Entah itu barat ataupun timur. Wujudnya juga gabungan antara kedua ras naga itu, dimana naga timur lebih seperti seekor ular, sedangkan naga barat lebih mirip pada seekor reptil raksasa yang bersayap.
__ADS_1
Uluran tangan Lin Xuan membuat Hei Long bereaksi. Dia berubah menjadi kegelapan suci yang mana bagaikan hembusan udara yang begitu kencang. Kegelapan suci itu perlahan masuk ke dalam tubuh Lin Xuan seolah telah menjadi bagian dari dalam dirinya.
Dan yang pasti pecahan kristal itu menempatkan posisinya di dunia liontin mata ilahi. Dimana menyisakan tiga pecahan lainnya hingga membentuk sebuah kristal utuh yang akan menghubungkan ke dunia luar. Sayangnya, ingatannya tentang dunia luar itu masih belum pulih.
“Yuan Rong, aku kali ini benar-benar berterima kasih. Jika bukan karenamu, peliharaanku tidak akan bisa bangkit.” Lin Xuan mengangkat ujung bibirnya. Dia menatap Yuan Rong yang perlahan mundur ke belakang.
Siapa yang berpikir bahwa keadaan terbalik saat ini. Lin Xuan benar-benar jauh lebih mengerikan dibandingkan naga yang disembah. Sedangkan Fen Jihyang kakinya mendadak lumpuh, dia tidak bisa bergerak sama sekali melihat kekuasaan Lin Xuan.
Bagi mereka berdua, ini sama saja pengalaman yang buruk dan menyia-nyiakan. Bayangkan saja selama bertahun-tahun mereka berusaha untuk membangkitna seekor naga dan bahkan mereka melakukan penyembahan. Dan di penghujung, mereka mati-matian melawan sosok yang mengganggu kegiatan mereka.
Memang bahwa pada akhirnya berhasil, tapi naga tersebut justru tunduk kepada Lin Xuan. Seolah Lin Xuan sedang mempermainkan mereka.
“Ti-tidak, tolong! Tunggu, bukankah kami yang berusaha mati-matian untuk membangkitkan peliharaanmu. Setidaknya berterimakasihlah!” Ucap Yuan Rong yang mundur secara perlahan-lahan. Tubuhnya bergetar seolah menghadapi ancaman yang cukup luar biasa di hadapannya.
Tapi Yuan Rong baru menyadari saat ada jarak yang begitu dekat, sehingga dia langsung berusaha untuk mengeluarkan sebuah formasi chakra naga yang berwarna biru.
Sayangnya dalam sekali tebasan, Perisai itu hancur dengan cukup mudah dalam sekali tebasan. Apalagi pedang itu mengeluarkan sebuah api yang berkobar besar hingga mampu menyinari keadaan sekitar hingga lebih terang lagi.
Yuan Rong yang menerima serangan kejut itu, dia kesulitan untuk mengelak. Sehingga apa yang terjadi, dia terdorong ke belakang walaupun sudah mengangkat pedangnya. Itupun ketika dia menahan serangan pedang Lin Xuan, pedangnya langsung patah dan juga meninggalkan goresan luka berat pada perut Yuan Rong.
“Sialan! Kau benar-benar iblis!” teriak Yuan Rong dengan kesal. Tapi dia tidak akan bisa bertarung lebih berat lagi karena cacat yang ada di tubuhnya. Selain itu posisinya juga berada di bibir kawah karena dorongan Lin Xuan yang sangat kuat.
__ADS_1
“Iblis?” Tanya Lin Xuan. Lagi-lagi dia bergerak dengan sangat cepat ke arah Yuan Rong.
Tapi dengan sigap, Fen Jihyang menangkapnya menggunakan sebuah tali berapi yang merupakan bagian dari jurusnya sehingga membuat Lin Xuan terhenti di tempat.
Tentu saja itu membuat tatapan dingin dari Lin Xuan terlihat. Dia menarik tali, tidak peduli dalam kondisi berapi, yang membuat Fen Jihyang terseret ke depan. Barulah, di tangan Lin Xuan mengeluarkan sebuah api yang membara dengan warna merah pekat.
“Sialan, dia benar-benar menjadi lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya!” Ucap Fen Jihyang merasa kesal. Karena dalam keadaan bahaya, dia melepaskan tali itu dan bergerak ke arah Lin Xuan dari sisi lain.
Juga Yuan Rong bergerak dengan sangat cepat di arah berlawanan. Sehingga mereka berdua akan menyerang Lin Xuan dari sisi lain. Bisa dibilang untuk saat ini Lin Xuan benar-benar harus berhadapan dengan dua orang yang berada di ranah Dao Fusion.
“Tebasan pedang Vermillion!”
Mengambil gerakan memutar, serangan Lin Xuan membentuk pola 360 derajat untuk memberikan serangan secara langsung kepada mereka berdua. Sehingga untuk menghindari serangan itu, mereka langsung bergerak mundur.
Bersamaan itu juga, Lin Xuan fokus kepada Yuan Rong yang saat ini dia mengalami kecacatan. Apalagi dia juga sudah tak membawa pedang utuh karena sudah patah, itupun dia memegangnya menggunakan tangan kiri.
Siluet naga keluar dari Yuan Rong untuk menyerang Lin Xuan. Hal tersebut membuat Lin Xuan benar-benar tersenyum melihat kegigihan dari Yuan Rong, bahkan seharusnya Yuan Rong tahu bahwa jika Lin Xuan benar-benar melepaskan naganya, maka semuanya akan berakhir.
Dengan cukup mudah saat pedang Lin Xuan terangkat, siluet naga yang keluar itu pecah dan sama sekali tidak berguna. Bunyi nyaring terdengar hingga menggema di dalam kawah ini. Apalagi ledakan kecil tercipta saat api milik Lin Xuan membakar siluet naga tersebut.
“Yuan Rong! Matilah!” Lin Xuan menginjak permukaan tanah. Tatapannya masih sangat dingin, tapi tidak ada yang bisa melihatnya karena gerakannya terlalu cepat.
__ADS_1
Sedangkan Yuan Rong, dia menggertakkan giginya dan ingin kembali menyerang, sayangnya terlambat karena Lin Xuan sudah berada di samping sambil mengayunkan pedangnya secara horizontal.
“Tebasan lautan kematian!”