Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Hukuman Xia Zhen


__ADS_3

“Sialan, kenapa semuanya menjadi sangat rumit?” Lin Xuan menggertakkan giginya. Kali ini dia tidak tahu sekarang apa tujuan hidup utamanya. Tapi, dia tiba-tiba mengingat, jika dia masih memiliki niat untuk membunuh sosok yang membunuh Zhang Wei. Jelas-jelas itu tidak bisa dimaafkan.


Tapi Lin Xuan menyentuh kepalanya sendiri seolah dia mengalami sakit kepala. Karena sebenarnya dia tidak menyangka tentang identitas dan jati diri di kehidupan keduanya bahwa itu sangat mengesankan. Dimana percintaan antara seorang dewa dan juga iblis, menghasilkan seorang buah hati yang mengerikan.


Pantas saja, dia bisa menyerap energi kematian seperti apa yang dilakukan iblis dalam berkultivasi. Dan yang membuatnya khawatir, setelah dia keluar dari ranah kultivasi Emperor Supreme, dia akan berada di kultivasi Iblis yang diawali dengan Lesser Demon ataupun berada di jalur kultivasi dewa yang diawali dengan saint god?


Lin Xuan menghela napas. Dia ingin melupakan itu semua terlebih dahulu dan memikirkan sesuatu yang lain. Sehingga dia kembali menatap Byakko yang saat ini sedang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.


“Byakko, bisakah aku meminta bantuanmu?”


“Tentu saja tuan, suatu kehormatan bisa menerima perintah dari Anda.” Ucap Byakko dengan senang.


“Sebelum mengalami kematian, aku membuang empat binatang peliharaan dengan menyegelnya dengan kristal yang ada di liontin mata ilahi. Dan siapa yang berpikir ternyata semua itu terlempar di daratan Jian. Byakko, bisakah kau membantu mencariku dimana keberadaan Cyberius, Rubah ekor sembilan, dan juga Phoenix berada? Atau mungkin jika kau sudah menemukan jejaknya, kembalilah.”


Byakko tersenyum dan menggerakkan ekornya dengan cepat. Senyumnya kembali lebar da juga ceria. Itu membuat Lin Xuan benar-benar tenang.


“Tentu saja tuan, dengan senang hati aku akan mencarikan untuk Anda.”


Lin Xuan lagi-lagi membelai rambut putih Byakko dan telinga runcingnya. Entah kenapa jika membelai rambut Byakko seperti ini, itu membuat hatinya menjadi lebih tenang dibandingkan dengan sebelumnya.


“Aku akan pergi terlebih dahulu. Jaga dirimu baik-baik ok?”

__ADS_1


Lin Xuan kemudian menghilang, atau lebih tepatnya dia berada di Liontin Mata Ilahi untuk berkultivasi sejenak.


Keesokan harinya, ketika keadaan sudah mulai normal. Meskipun ada titik khawatir yang ada dalam diri orang-orang kota Xiazing. Kejadian pada malam hari tepat dari arah gunung Huanggua itu sempat membuat mereka was-was.


Di sisi lain, ada berita yang cukup menggemparkan bahwa kakak sepupu raja kota Xia Bao, alias Xia Zhen mendapatkan hukuman penjara seumur hidup karena bertindak sebagai pengkhianat di dalam area kerajaan. Selain itu, untuk mengantisipasi bahwa Xia Zhen kabur, maka dia dicacatkan kultivasinya sehingga menjadi orang tak berguna.


Sebelumnya Xia Zhen hendak lari dari kerajaan saat Xia Bao kembali dan juga mengecamnya. Tetapi semua prajurit kerajaan dikerahkan untuk menangkap kembali Xia Zheng sebagai seorang pengkhianat.


Bahkan Xia Zhen saat ditangkap, dia memberontak dengan begitu kuat, mengecam kalimat yang tidak-tidak dan memberikan sumpah serapah yang Xia Bao tidak hiraukan. Tatapan Xia Bao kini terlihat dingin, saat menatap Xia Zhen ada di balik jeruji penjara.


“Xia Bao, aku tegaskan bahwa Yuan Rong tidak akan memaafkanmu! Ini semua belum berakhir!”


“Yuan Rong? Siapa yang kau maksud? Lin Xuan telah kembali dan berkata bahwa naga timur telah gagal dibangkitkan. Itu sudah jelas bahwa dalang di balik ini semua sudah terbunuh. Kakak sepupu, mendekamlah di penjara. Aku tidak peduli apa kata mendiang paman dan bibi tentang ini semua!”


“Xia Bao!”


Xia Bao berhenti sejenak, tetapi tidak berbalik untuk menatap Xia Zhen. Dia tetap tenang dan tegar di hadapan penghinaan dan amarah sepupunya yang tertahan di balik jeruji penjara.


"Dengar baik-baik, Xia Zhen," ucap Xia Bao dengan suara tegas. "Aku tahu bahwa kau terbakar oleh kemarahan dan dendammu, tetapi perlu kau ingat bahwa tindakanmu sendiri yang telah membawamu ke keadaan ini. Kau telah memilih jalannya sendiri, dan sekarang kau harus menanggung konsekuensinya."


Xia Zhen merasa semakin terhina mendengar ucapan Xia Bao, tetapi tidak ada yang dapat dia lakukan saat ini. Keadaan yang dia ciptakan telah membalikkan nasibnya, dan dia menyadari bahwa tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk melawan.

__ADS_1


"Dalam penjara ini, kau akan menghabiskan sisa hidupmu sebagai orang yang cacat" lanjut Xia Bao dengan tenang. "Aku tidak peduli dengan ancamanmu atau janji-janji kosong yang kau ucapkan. Aku hanya peduli dengan keamanan kerajaan dan rakyat."


Dengan itu, Xia Bao melanjutkan langkahnya, meninggalkan Xia Zhen yang terjebak dalam amarah dan ketidakberdayaannya. Di dalam hatinya, dia berharap bahwa masa depan kerajaan dan keluarganya akan terbebas dari ancaman yang pernah ditimbulkan oleh Xia Zhen.


............................................................


Lin Xuan telah kembali, dia berjalan menuju ke kerajaan tanpa adanya halangan dari para penjaga. Sehingga dia bisa masuk dengan mudah ke kerajaan. Karena ucapan Xia Bao kemarin bahwa apabila Lin Xuan ingin masuk ke kerajaan, maka haruslah dibiarkan karena Lin Xuan bukanlah sebuah ancaman yang begitu besar.


Tapi tetap, beberapa penjaga langsung memanggil sang raja dan menginformasikan bahwa Lin Xuan datang ke kerajaan. Sehingga dari pintu istana, Lin Xuan sudah disambut hangat oleh Xia Bao yang berdiri dengan senyumannya.


“Akhirnya kau datang saudaraku. Aku sungguh menyesal karena tidak mempercayaimu sebelumnya. Aku katakan, bahwa kau adalah pahlawan di kota Xiazing, sehingga namamu tidak tercemar lagi di kota Xiazing.”


Mendengar hal itu, suasana Lin Xuan menjadi buruk. Padahal kemarin dia dipandang dengan tatapan dingin. Bahkan Xia Bao sendiri dengan penuh keberanian mengeluarkan aura kultivasi yang tak sebanding dengan dirinya. Tapi sekarang, justru Xia Bao seperti seseorang yang bermuka dua.


“Andai saja kau keluar, mungkinkah kota Xiazing bisa diratakan Hei Long?” Tanya Lin Xuan kepada peliharaannya.


Ucapan Lin Xuan hanya terdengar oleh Hei Long saja. Sehingga Xia Bao dan para prajuritnya tidak bisa mendengar apa ucapan Lin Xuan yang sebenarnya. Lagipula mereka tidak menyadari bahwa ancaman naga itu sebenarnya bersemayam di dalam tubuh Lin Xuan.


“Maafkan aku tuan, tapi untuk saat ini aku belum bisa melakukan hal demikian. Aku baru keluar dari tidur lama, jadi kekuatanku tidak sekuat dulu. Namun jangan khawatir, karena kekuatanku akan kembali secara bertahap.” Kata Hei Long di dalam diri Lin Xuan.


Lin Xuan menghela napas. Tapi bukan berarti dia mempermasalahkannya. Lagipula yang menyegel Hei Long dan binatang peliharaan yang lainnya di pecahan kristal adalah dirinya. Jadi dia tidak bisa menyalahkan hal ini kepada siapapun.

__ADS_1


Kali ini dia kembali fokus kepada Xia Bao. Merespon apa yang Xia Bao katakan, Lin Xuan kemudian menjawab, “Tanpa basa-basi, aku datang untuk menjemput bawahanku, Wue Yei.”


__ADS_2