
Untungnya Lin Xuan menarik rantai itu dengan cukup kuat, sembari dia mengeluarkan sebuah aura untuk menghancurkan rantai itu. Barulah dengan mudah, dia bergerak ke arah Yuan Rong dengan kecepatan penuh.
Alhasil, mereka berdua kembali beradu pedang. Percikan api keluar saat dentuman itu berlangsung. Menghasilkan momentum yang cukup kuat dimana membuat Lin Xuan terdorong ke belakang dan justru semakin menjauhi pecahan kristal tersebut.
Yuan Rong berteriak dengan penuh semangat, dia memiliki ambisi yang kuat untuk membunuh Lin Xuan. Karena walaupun Lin Xuan masih tergolong muda, tapi dia menganggap bahwa Lin Xuan adalah lawan yang sepadan.
Meski juga itu sangat berbahaya bagi Yuan Rong sendiri. Jika masih muda saja sekuat ini, bagaimana dengan saat sudah dewasa nanti? Kondisi berbahaya seperti ini harus dia tumpas sehingga membuat Yuan Rong untuk memiliki keinginan untuk membunuh Lin Xuan.
Sedangkan Lin Xuan saat ini dia terus menerus terdorong ke belakang. Menerima momentum yang cukup kuat yang membuat dia tidak bisa bergerak kemana-mana. Masalahnya juga, qi yang dia miliki juga diserap hampir habis oleh Yuan Rong.
Tidak hanya Qi, baik itu energi fisiknya juga terkuras habis. Kekuatan Yuan Rong bukanlah lawan yang bisa disepelekan. Orang itu benar-benar memiliki kekuatan yang cukup tangguh yang membuat Lin Xuan merasa keberatan. Tapi demi naga itu tidak bangkit, maka Lin Xuan akan melakukan apapun.
Sulit sekali rasanya untuk menyerah. Kabur juga tidak mungkin. Apalagi dia bisa melihat bahwa Wue Yei dan juga Huang Yun bertarung mati-matian dengan patriark sektenya. Sehingga Lin Xuan juga mengalami dilema yang cukup besar.
“Aku sudah memberimu peringatan secara berkali-kali! Daripada kekuatanmu terbuang sia-sia. Sebaiknya kau menjadi bawahanku!” Teriak Yuan Rong kepada Lin Xuan.
Namun Lin Xuan benar-benar keras kepala. Dia tetap gigih dan tidak mau menuruti apa yang Yuan Rong katakan. Ya karena tidak mungkin dia menjadi bawahan seseorang sehingga daripada menjadi bawahan seseorang dia memilih untuk mati.
“Tebasan pedang vermillion!”
Tebasan pedang milik Lin Xuan tiba-tiba meningkat menjadi 60% dalam pemahamannya. Kekuatannya jauh lebih kuat dengan kobaran api vermillion yang jauh lebih kuat. Serangan itu kemudian bergerak ke arah Yuan Rong.
__ADS_1
“Formasi Chakra naga!”
Lagi-lagi sebuah formasi membentuk kubah muncul di sekeliling Yuan Rong. Dimana melindungi hal itu dari serangan Lin Xuan. Tapi, siapa yang berpikir bahwa formasi itu menjadi retak saat terkena serangan dari Lin Xuan?
Tidak mau mengambil sebuah resiko, Yuan Rong mengeluarkan tekniknya untuk menyerang Lin Xuan. Sebuah naga berwarna hitam muncul dari pedangnya, bergerak keluar dari formasi dan memberikan serangan ke arah Lin Xuan.
Lin Xuan mundur ke belakang dengan sangat gesit, menghindari serangan membabi buta dengan cukup lihai. Terlebih dia juga mengandalkan jurus sutra kecepatan untuk menghindari serangan dari Yuan Rong.
“Lautan kematian!”
Lagi-lagi Lin Xuan menebaskan pedangnya, mengeluarkan sebuah gelombang kegelapan yang membentuk sebuah ombak secara memanjang untuk menyerang Yuan Rong. Apalagi formasi Yuan Rong juga mengalami keretakan.
Yuan Rong menggertakkan giginya dengan cukup kuat, dia memegang pedangnya dengan cukup kuat sambil bergerak cepat ke arah Lin Xuan. Selain itu, dia juga memberikan sebuah serangan yang kuat tepat ke arah Lin Xuan sehingga membuat dinding kawah menjadi bergetar hebat.
“Gelombang Auman Naga!”
Dia mengulurkan tangannya, hingga kekuatan kuat yang berbentuk gelombang dilepaskan. Hal tersebut membuat Lin Xuan tidak sempat menghindar, yang mana membuatnya terdorong ke belakang dan juga membentur dinding.
Untuk kesekian kalinya, Lin Xuan memuntahkan seteguk darah. Tapi kali ini berwarna hitam yang menandakan bahwa dirinya memiliki luka dalam yang cukup berat. Apalagi dia merasa bahwa seluruh organnya rusak dan dihancurkan karena kekuatan Yuan Rong baru saja.
Saat Lin Xuan hendak bangkit karena serangan tiba-tiba dari lawannya, Yuan Rong melayang di atasnya. Mengulurkan tangan dan seketika tiga ekor naga bayang keluar melesat dengan kekuatan penuh. Sehingga mau tidak mau Lin Xuan harus segera menghindar dengan cukup cepat meskipun naga-naga itu mengejar.
__ADS_1
Sayangnya saat momen yang membuat Lin Xuan lengah, naga itu mendorongnya ke belakang. Kekuatan yang cukup besar yang membuat Lin Xuan sama sekali tidak bisa bergerak. Apalagi saat menabrak dinding, rasanya seperti tulang-tulangnya remuk karena terkena tekanan dari dua arah.
Tidak berhenti begitu saja ketika naga-naga bayang milik Yuan Rong juga melesat menabraki Lin Xuan secara membabi buta. Sehingga membuat Lin Xuan sendiri mengalami luka baik luar maupun dalam dengan kuat. Bahkan baru kali ini dia merasakan rasa sakit yang cukup kuat tapi dipaksa untuk tetap hidup oleh keadaan.
“Formasi penjara naga!”
Saat Lin Xuan dalam posisi sudah benar-benar lemah. Bahkan dia tersungkur ke tanah, sebuah cahaya berwarna biru muncul, membentuk sebuah kubah bagaikan penjara. Di berbagai sisi dalam kubah itu mengeluarkan sebuah rantai yang mengikat Lin Xuan.
Dimana rantai itu menyerap qi dengan sangat kuat. Bahkan energi qi itu justru mengalir kepada Yuan Rong yang saat ini hanya bisa tersenyum dan merasakan panen energi.
Lin xuan merasa setengah sadar, tubuhnya benar-benar kering. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dalam rantai penyerap qi ini, dia hanya bisa tersenyum, menatap Wue yei yang bertarung dengan patriark sekte.
Ia tidak menyangka bahwa hidupnya akan berakhir di sini. Padahal tujuannya dia masih ingin hidup adalah ingin menghancurkan daratan Mao, atau mungkin datang kepada gurunya ke wilayah dragon monarch. Tetapi itu mungkin hanya menjadi angan-angan belaka.
“Hahahaha!” Yuan Rong tertawa dengan cukup kuat, dia merasakan gejolak energi qi mengalir kepadanya dan memenuhi dantian miliknya. Rasanya entah kenapa dia seperti melakukan proses kultivasi sehingga dantiannya terus meningkat yang membuat dia merasa keenakan. “Ayo terus! Siapa yang berpikir dia dipenuhi oleh energi kematian yang cukup banyak! Dan pada akhirnya aku akan masuk ke dalam kultivasi Eternal Being bintang satu!”
“Tuan!” Teriak Wue Yei dari kejauhan. Tapi sayangnya dia tidak bisa menolong tuannya karena saat ini dia mengalami dilema dan juga krisis yang begitu berat. Di sebelahnya, Huang Yun juga merasa kelelahan karena patriark sekte seharusnya bukan lawannya.
“Kalian bukanlah lawanku! Hanya sekumpulan semut berani menantang naga? Kalian hanyalah murid, aku patriark sekte. Kekuatan kita tidak sebanding.” Ucap Fen Jihyang dalam kondisi bersedekap. Wajahnya terangkat dan menatap dua murid sekte yang benar-benar cukup bodoh.
“Apakah sekte mengajari pertarungan yang seperti itu?.” Sahut Fen Jihyang. Dia merasa benar-benar kecewa saat melihat dua murid sekte Langit Biru tidak memiliki pertarungan yang cukup menarik.
__ADS_1