
Malam hari telah tiba, dimana perjamuan atau pesta makan malam yang diadakan di kastil milik pangeran Han Tan sendiri. Dimana pesta perjamuan itu sendiri mengundang sang kaisar dan juga saudara sebapak pangeran Han Tan, atau yang dikenal dengan pangeran Han Yifan.
Keadaan hening di dalam kastil pangeran Han Tan. Tapi seketika mereka menjadi ricuh dan penuh hormat saat seorang pria paruh baya dengan sebuh pakaian ala kekaisaran. Dan pakaian tersebut terlihat sangat megah, elegan dan menawan yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang kaisar dari kekaisaran Han.
Rambut setengah putih, serta wajah yang hampir keriput menunjukkan bahwa sang kaisar mungkin berumur 40 an tahun. Pakaian kaisar Han Tianlong mencerminkan keagungan dan kekuasaannya. Dia sering mengenakan jubah sutra yang berwarna merah maron dengan bordiran emas yang rumit, melambangkan statusnya sebagai kepala negara.
Di pundaknya, terdapat lambang naga terbang yang melambangkan keturunan kekaisaran dan kekuatan yang dimilikinya. Dia juga mengenakan mahkota kekaisaran yang menghiasi kepala, yang memperkuat kehadiran kekaisarannya.
Han Tan dan ibunya, Yan Shiese lantas menyambut kedatangan kaisar mereka. Dimana itu membuat kaisar cukup senang. Apalagi melihat putra pertamanya, yaitu pangeran Han Tan yang terlihat sangat berwibawa dan menjadi seorang pangeran yang berbakat. Apalagi yang membuat Han Tianlong bangga adalah, putranya adalah seorang kultivator Nascent Soul bintang sembilan.
“Hormat untuk ayahanda yang mulia kaisar.”
“Hormat untuk yang mulia.”
“Yan Shiese, kau benar-benar sangat cantik. Haha, aku akan tinggal di kastil ini untuk sementara waktu.” Kata Han Tianlong dengan ucapan cukup menggoda.
“Yang mulia, mulut Anda benar-benar manis. Aku tidak bisa menolaknya sayang.” Yan Shiese tertawa lirih.
“Ayah, aku sudah mempersiapkan kursi untukmu.”
Han Tianlong sambil menggandeng Yan Shiese, dia dan istri pertamanya lantas duduk di kursi yang paling megah di depan meja perjamuan yang dipenuhi oleh makan-makanan enak, terlihat lezat dan benar-benar sangat mewah.
Tapi beberapa saat kemudian, rombongan pangeran Han Yifan juga menginjak karpet merah, dimana dia masuk ke dalam kastil milik Han Tan untuk memenuhi undangan yan pangeran Han Tan berikan.
__ADS_1
Semua orang menyoroti sebuah pintu utama, dimana pangeran kedua menggunakan setelan pakaian yang tampak elegan, berwarna biru dengan tatapan yang santai. Tapi dia tidak menunjukkan raut wajah bagaimanapun.
Orang melihat pangeran Han Yifan seperti orang yang culun, lemah dan sama sekali tidak berwibawa. Mungkin hanya sedikit pengikut pangeran Han Yifan yang ada di tempat itu, terutama beberapa orang yang ada di belakangnya.
Meski pandangan orang seperti itu, ya, tidak ada yang menyadari bahwa nama Han Tan tercemar adalah hasil perbuatannya tanpa harus dia terjun ke lapangan secara langsung. Beberapa orang cukup tahu bahwa Han Yifan adalah pangeran yang licik, pintar, manipulatif dan bisa menang tanpa membutuhkan kekuatan apapun.
Pangeran Han Yifan datang, menggandeng seorang wanita yang tampil cantik dan sangat elegan, terlihat manis dan siapa saja mungkin sangat kagum. Dan orang-orang juga tahu, bahwa wanita itu adalah Xia Xinran, yang tidak lain adalah tunangan pangeran Han Yifan yang merupakan tuan puri kota kerajaan Xiazing.
Di sampingnya juga terdapat seorang istri kedua kaisar, yang tidak lain adalah Fang Yu Na.
“Hahaha, saudaraku. Ku pikir kau sama sekali tidak datang memenuhi undangan dariku.” Han Tan masih duduk di kursinya. Dia sama sekali tidak menyambut kedatangan Han Yifan sama sekali.
Han Yifan tidak peduli, dia kemudian duduk disebuah kursi yang terlihat kosong saja. Tapi saat dia berjalan ke arah kursinya, dia tak sengaja menatap Yuan Xuan sejenak. Barulah dia duduk dengan ditemani oleh Xia Xinran.
“Kanda, maafkan aku karena aku terlambat.”
“Tidak apa-apa, aku memaklumi akan hal itu. Terlebih lagi, kau datang di hadapanku adalah sebuah anugrah.” Han Tianlong berkata sambil mengangkat dagu Fang Yu Na perlahan.
“Baiklah ayah, aku mengundang ayah untuk jamuan ini karena tujuanku adalah meminta maaf. Ayah sudah tahu kan bahwa orang-orang menuduhku bahwa aku telah menyebarkan wabah tersebut? tapi, anggap saja itu iya, dan aku sudah bertanggung jawab dengan memberikan penawar itu. Mungkin terlihat ceroboh, tapi aku benar-benar meminta maaf kepadamu ayah atas kelalaianku.”
Han Tan berdiri dari tempatnya, dia lantas membungkukkan badannya untuk memperlihatkan sebuah drama kolosal yang terlihat omong kosong.
Pengakuan tersebut tentu saja membuat Han Tianlong tersenyum, tapi memang begitulah logatnya. Kaisar itu hanya memperdulikan anak pertamanya tidak peduli apapun kesalahannya. “Tidak apa-apa. Ayah tahu bahwa kau melakukan hal itu hanya untuk mencari pendukung di wilayah tersebut. Ayah akui bahwa itu adalah ide cemerlang, di sisi lain cukup buruk, tapi kau berani mengakui kesalahan. Jadi anggap saja itu adalah pembelajaran untukmu.”
__ADS_1
“Terimakasih ayah. Jadi yang ayah maksud aku terlihat bisa memiliki rencana tertentu dan berpotensi di masa depan?”
“Bisa dibilang iya. Cobalah untuk membuat rencana itu menjadi rencana yang positif. Tapi ayah tetap menghargai itu.”
“Hahaha, itu lebih baik dibandingkan dengan pangeran yang hanya diam saja.” Ucap pangeran Han Tan dengan nada yang cukup tinggi sambil menatap pangeran Han Yifan.
Seluruh pengikut Han Tan tertawa cukup lebar saat Han Tan sebenarnya menyinggung pangeran Han Yifan. Terlebih lagi, pangeran Han Tan berharap bahwa pangeran Han Yifan kesal karena Han Tan dipuji. Sehingga hal tersebut memicu Han Yifan mengakui perbuatan liciknya di depan umum agar bisa dipuji oleh kaisar.
Tapi reaksi pangeran Han Yifan justru tak terduga. Dia tidak menatap ke depan, fokus Han Yifan terlihat sinis saat melihat atap sekeliling. Pandangannya benar-benar buruk, tapi tidak diketahui oleh siapapun. Justru dia membatin.
“Sungguh ironis, arsitektur kastil ini sama sekali tidak memperhitungkan nilai estetika pada bagian atap kastil ini. Terlihat sangat monoton dan membosankan.”
Pangeran Han Tan merasa cukup kesal saat pangeran Han Yifan sama sekali tidak menghiraukan dan terpancing emosi. Sehingga pangeran Han Tan kembali berkata berharap bahwa pangeran Han Yifan berkata sesuatu agar bisa menjadi bahan untuk dipermalukan. “Pangeran Han Yifan, apa rencanamu terhadap pendukung-pendukungmu yang semakin bertambah karena nama baikku tercemar?”
“Sial, ada jaring laba-laba di sudut atap yang merusak pandangan. Apakah Han Tan sama sekali tidak memikirkan kebersihan pada kastilnya?” Han Yifan membatin sambil mengerutkan dahinya.
“Tunggu, apa? Pilar emas tersebut retak? Apakah pilar itu palsu? Ah tidak, ternyata itu hanya sebuah coretan saja. Jika itu kastil ku maka aku akan menyuruh seseorang untuk menghapusnya.”
“Pangeran Han Yifan!” Panggil Han Tan yang melihat pangeran Han Yifan yang tidak menggubris.
“Tapi dipikir-pikir atap penyangga tersebut dicat berwarna biru laut, pasti sangat keren. Ah, aku teringat di kastilku, itu membuat aku ingin merenovasi beberapa bagian.” Pangeran Han Yifan tersenyum seperti orang gila.
“Yifan Gege!” Panggil lirih Xia Xinran sambil menyenggol Han Yifan.
__ADS_1
“Pangeran!”