Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Kompetisi Kultivator Muda (2)


__ADS_3

Begitu juga dengan ketiga lawan Lin Xuan yang lainnya yaitu berpikiran yang sama dengan peserta nomor empat tersebut bahwa Lin Xuan bukanlah seorang kultivator yang terlalu mudah untuk dilawan sehingga akan diurus paling akhir.


Lin Xuan hanya diam saja, tidak perlu banyak bicara dan membuang suara untuk hal-hal yang tidak berguna. Meski demikian, dia ingin mengakhiri pertandingan ini dengan sangat cepat sehingga bisa melihat kontestan lain.


“Mulai!” Teriak seorang wasit memulai sebuah pertandingan pada arena pertama ini.


Keempat peserta di arena pertama memilih untuk saling menyerang terlebih dahulu sehingga mereka berlari ke titik yang sama yaitu titik tengah tanpa menghiraukan Lin Xuan. Ini adalah kesempatan Lin Xuan karena bisa menyerang keempat sekaligus disaat mereka lengah.


“Pedang abad kematian!” Lin Xuan menarik tato di lengannya, memunculkan sebuah pedang bercahaya merah dengan aura yang cukup kuat. Tidak hanya itu saja, dia bergerak dengan sangat cepat ke arah empat kontestan lain sambil menebaskan pedangnya secara horizontal dengan jarak yang begitu jauh.


“Tebasan pedang vermillion!”


Sebuah kobaran berbentuk api vermillion menerjang ke depan, mengeluarkan suara yang begitu mistik ditambah dengan suara kobaran yang menggelegar. Empat peserta yang sebelumnya tidak fokus kepada Lin Xuan dan lengah, mereka semua terkejut dan langsung melompat ke samping kanan secara bersamaan.


Namun saat itu juga, Lin Xuan lagi-lagi bergerak dengan sangat cepat ke arah mereka, lagi-lagi mengeluarkan sebuah kobaran api yang membuat mereka tersentak kaget dan tidak sanggup untuk mengeluarkan perisai qi untuk melindungi mereka sendiri.


Semua peserta terhempas ke luar arena sekaligus, membuat Lin Xuan berbalik badan dan menghela napas dengan lega karena menyelesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Kemudian, dia juga meletakkan kembali pedang ke tempatnya.


“Tidak bisa dipercaya! Peserta nomor satu menyelesaikan pertarungan kurang dari satu menit!” Teriak wasit tersebut.


Tidak ada sorakan, tapi yang ada hanyalah keheningan, bahkan dari peserta lain. Pandangan Lin Xuan dari mereka tiba-tiba berubah 180 derajat. Namun, ada yang menyadari bahwa apa yang dikeluarkan oleh Lin Xuan bukanlah sesuatu sembarangan.


Setidaknya itu tidak akan sinkron apabila dikeluarkan oleh kultivator tingkat rendah, mereka menyadari bahwa Lin Xuan adalah seorang kultivator, namun bisa menyembunyikan kultivasinya dengan begitu baik. Kultivator setidaknya Dao fusion seperti para patriark sama sekali tidak mengetahui apa ranah kultivasi Lin Xuan apalagi di bawahnya.

__ADS_1


Tepukan tangan kemudian di awali oleh raja kota Jin Wu yang berada di kursi utama, memberikan sebuah apresiasi. Yang kemudian diikuti oleh penonton lainnya yang kemudian bertepuk tangan dan bersorak untuk Lin Xuan.


Kemudian, empat orang yang terhempas keluar dari arena digotong untuk diberikan sebuah perawatan karena kobaran api yang dikeluarkan oleh Lin Xuan seharusnya mampu membuat mereka terluka berat. Apalagi kondisi mereka tanpa persiapan.


Ji Huang berdiri dari tempat duduknya, begitupun dengan Chang Ai yang sama-sama terkejut. Mereka menyadari ada sesuatu yang diluar nalar.


“Cepat sekali! Kemudian apakah pedang yang dikeluarkan merupakan pedang spiritual tingkat legendaris? Itu pedang spiritual tingkat legendaris kan?” Tanya Ji Huang pada dirinya sendiri, namun Chang Ai mendengarnya. 


Sebenarnya Chang Ai berdiri bukan terkejut karena pedang tersebut, melainkan pola serangan yang terlihat elegan saat berusaha tidak menyerang lawannya dengan menggunakan pedang, melainkan sebuah jurus yang keluar dari pedang yang dia pegang. Namun, setelah mendengar dari pernyataan Ji Huang, Chang Ai menoleh ke arahnya dan kembali terkejut.


“Pe-pedang spiritual tingkat legendaris? Beberapa hari yang lalu kita menghadapi anak itu, dia juga menggunakan pedang yang sama, aku pikir itu bukan pedang spiritual apapun. Tapi mengapa Anda baru mengetahui bahwa itu pedang spiritual legendaris?”


“Aku tidak tahu, tapi aku hanya menebaknya. Karena jika itu memang senjata legendaris, dengan kemampuanku saat ini aku tidak akan bisa menganalisisnya.”


“Raja kota, siapa yang tidak bisa menolaknya. Aku tidak ingin yang lain, anak itu memiliki pedang spiritual yang tidak biasa, jelas dia juga bukanlah orang biasa.”  Ji Huang menjawab apa yang dikatakan oleh Jin Wu.


“Tidak bisa patriark, kau sudah memiliki tiga murid inti yang mana itu sudah terlalu kuat yang mana mereka semua merupakan kultivator Nascent Soul bintang sembilan. Apakah kau benar-benar serakah?”


Ji Huang tidak memperdulikannya, dia tetap akan memperkuat sektenya dengan mengambil Lin Xuan. Lagipula, Lin Xuan sudah pasti bahkan dia berani bertaruh secara 90% bahwa dia memenangkan pertarungan ini.


“Sebaiknya kalian jangan terlalu gegabah, apakah kalian tidak curiga semenjak kita menghadapinya? Semua kekuatannya berhubungan dengan kegelapan dan juga kematian.” Ucap Fen Jihyang yang tidak begitu senang.


“Lantas, apakah kekuatan berhubungan dengan cahaya akan selalu baik? jelas tidak, apakah kau mengingat cerita bahwa pemimpin naga timur terdahulu adalah naga cahaya? Berpikirlah secara rasional dan masuk di akal Patriark Fen Jihyang.” Jawa Ji Huang secara spontan.

__ADS_1


........


Lin Xuan kembali duduk, dia memperhatikan arena kedua dan arena ketiga yang sama sekali belum berhenti untuk menunjukkan siapa yang mampu untuk bertahan dalam satu arena. Untuk arena satu yang telah kosong, mereka mengisinya menggunakan peserta selanjutnya agar acara semakin cepat.


Dia kemudian menghela napas sambil mengomentari kemampuannya sendiri.


“Pemahamanku tentang teknik sutra kecepatan kini meningkat menjadi 80% sudah benar-benar sangat cepat hingga pergerakanku hampir tidak bisa dibaca dan diikuti. Sayangnya hanya teknik tebasan vermillion, pemahamanku masih rendah yaitu sekitar 10% saa.”


Tidak heran, nyatanya dia juga baru mempelajari teknik tebasan pedang vermillion baru-baru ini. Hal tersebut agar dia tidak terlalu mengandalkan kedua teknik yang menurutnya itu terlalu tinggi dan seharusnya dapat membunuh mereka kapan saja. Namun, dia cukup senang bahwa 10% sudah terlalu kuat.


Setiap pertarungan, Lin Xuan melihat bagaimana gaya bertarung mereka, ini memudahkan dia bisa menganalisis dan menggunakan pola pertarungan apabila salah satu dari mereka menjadi musuh Lin Xuan di babak selanjutnya.


Tapi, setelah melihat dengan seksama, tidak ada yang bagus, semua martial art yang mereka  keluarkan sama sekali tidak begitu mencolok dan hanya terlihat pasaran. Mungkin penyebabnya karena mereka bukanlah murid sekte atau keluarga tertentu yang mendapatkan pelatihan khusus.


Meskipun begitu, dia tidak ada niat atau sikap untuk meremehkan seseorang selemah apapun. Ajaran dari Zhang Wei bahwa pribadi seseorang harus selalu menghargai orang lain tidak peduli apa yang orang lain miliki.


Lin Xuan masih duduk diam di tempatnya, memperhatikan pertarungan selanjutnya dengan seksama. Dia mempelajari gerakan dan teknik lawannya dengan sangat teliti, mencari kelemahan dan kesalahan yang bisa dimanfaatkan untuk mengalahkan mereka dengan mudah.


Beberapa pertarungan berlangsung dengan cepat, hanya berlangsung selama beberapa menit sebelum pemenangnya ditentukan. Namun, ada juga pertarungan yang berlangsung cukup lama, menguras tenaga dan membuat penonton semakin terhibur.


Lin Xuan melihat beberapa peserta yang diperkirakan akan menjadi lawannya di babak selanjutnya. Dia mulai merencanakan strategi untuk menghadapi mereka, memikirkan serangan apa yang akan digunakan, gerakan apa yang akan dia buat, dan jurus apa yang akan dia keluarkan.


“Persetan sialan ini sangat membosankan. Lagipula aku ingin melihat kemampuan Wue Yan yang mana itu masihlah sangat lama.”

__ADS_1


 


__ADS_2