
Wajah Jin Hao menunjukkan kekecewaan dan ketidak terimaan. Dia juga tidak menyangka bahwa aura nya sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun kepada Lin Xuan. Dan untuk wanita itu atau Mei Lin, Jin Hao menyadari ada perbedaan di antara keduanya. Yaitu menunjukkan situasi bahwa Mei Lin tidak sesederhana yang dia kira.
Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Jin Hao tidak terima perlakuan yang memalukan dari Lin Xuan. Meski tidak tahu namanya, tapi yang pasti Jin Hao benar-benar menandai wajah Lin Xuan.
“Tuan, apakah kita harus mengikuti mereka untuk mencari identitas mereka?” Tanya pengikut Jin Hao.
“Tidak, wanita itu tidak bisa diremehkan. Dengan tidak begitu tampak ranah kultivasinya, serta dia juga tidak terpengaruh auraku, bisa dipastikan tidak sesederhana yang kau kira.” Jin Hao menggertakkan giginya sebelum melanjutkan ucapannya.
“Tapi tandai wajah anak itu. Aku tidak terima dengan perlakuan seperti ini. Baiklah, lupakan itu, aku ingin makan ditemani oleh wanita di lantai atas. Aku butuh energi untuk masuk ke dalam makam kuno nantinya.”
......................
Ketika langit yang sebelumnya berwarna biru, kini perlahan berubah menjadi orange. Lin Xuan akhirnya bisa menemukan posisi makam kuno ini berada dengan mengikuti beberapa anggota sekte yang berangkat.
Keberadaan Lin Xuan terlihat aman, itu karena Mei Lin memasang segel formasi yang membuat Lin Xuan tidak terdeteksi. Bahkan saat mengikuti tetua sekte sekalipun, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Lin Xuan dan Mei Lin mengikuti mereka bagaikan Assassin.
Tapi itu justru membuat Lin Xuan heran. Yaitu tentang seberapa sakti gurunya? Bahkan beberapa sekte tidak bisa mendeteksi keberadaan Lin Xuan karena segel formasi yang dipasang oleh Mei Lin.
Kini mereka berdua berada di atas pohon, sebuah hutan belantara yang dipenuhi oleh semak-semak tapi juga ramai seseorang. Tampaknya Lin Xuan melihat anggota dan tiga sekte yang tampaknya berselisih, bukan melalui pertarungan, tapi saling sindir.
“Kau lihat? Itu adalah makam kuno yang ditemukan. Aku berpikir bahwa makam ini sebelumnya tersembunyi karena letaknya di dalam hutan belantara seperti ini. Makam kuno itu tidak sesederhana seperti liang lahat yang berukuran dua meter, tapi jauh lebih luas.”
“Makam kuno itu sepertinya memiliki beberapa tempat atau beberapa lantai. Setiap lantai ku harap kau bisa berhati-hati karena pasti ada penjaganya. Tapi jika kau tidak mampu, itu sama sekali tidak masalah.”
Lin Xuan mendengarkan arahan Mei Lin dengan sangat hati-hati. Terlihat seperti sebuah tumpukan batu, tapi Lin Xuan juga bisa merasakan lautan kematian yang terpancar dari mulut tumpukan batu itu. Disekitarnya terdapat reruntuhan seperti piramida yang tampaknya tidak terlalu penting.
__ADS_1
“Di dalamnya terdapat sumber daya yang melimpah. Apakah perlu aku meminjamkan cincin penyimpanan untukmu?” Tanya Mei Lin.
“Tidak perlu guru, aku akan berusaha dengan caraku sendiri. Tapi, bisakah Anda mengajariku tentang bagaimana caranya untuk memaksa masuk ke dalam cincin penyimpanan milik seseorang?” Jawabnya sambil bertanya kembali.
“Selama orang itu mati, hubungan dengan cincin penyimpanan juga mati. Tapi juga tidak menghilangkan isi cincin penyimpanan itu.” Jawab Mei Lin. “Tunggu, jangan bilang kau akan ....”
“Jangan khawatirkan aku guru.” Potong Lin Xuan.
......................
“Panatua sekte Pedang Suci, dan tetua sekte Langit Biru, ternyata kalian benar-benar berani datang ke tempat ini. Padahal sekte Kuil Emas lah yang menemukan tempat ini sebelumnya.” Kata Seorang tetua dari sekte Kuil Emas yang mendampingi murid-murid mereka datang ke makam kuno ini.
“Jaga ucapanmu!” Ucap tetua pedang suci dengan nada tinggi. “Sekte Pedang Suci adalah sekte paling berkuasa di kota ini. Jadi jangan berpikir untuk menguasai tempat ini sendirian. Jika aku sudah arogan, maka aku akan menekan kalian berdua untuk pergi dari tempat ini.”
Tetua dari langit biru yang mendengar itu menghela napas, posisinya sebagai sekte peringkat ketiga di kota ini hanya bisa mendengar perdebatan mereka semua. Dia juga sedikit menyadari diri, tetapi siapa yang berpikir bahwa murid paling berbakat di sekte Langit Biru datang dengan penuh percaya diri?
Wanita ini penuh percaya diri menatap serius tetua sekte Kuil Emas, dan dia sama sekali tidak begitu gentar akan hal tersebut meski tetua sekte kuil emas menatapnya dengan tatapan tajam langsung.
“Kau ....”
“Hahaha, nona Wue Yei, sepertinya Anda benar. Ah sangat disayangkan mengapa nona secantik Anda bergabung di sekte langit biru. Padahal Anda sangat cocok masuk di sekte pedang Suci.” Ucap tetua Pedang Suci dengan senang memotong ucapan dari Tetua sekte Kuil Emas.
Karena dia tahu bahwa Wue Yei merupakan seorang yang sangat berbakat. Meskipun dia masih begitu muda dengan umur tujuh belas tahun, wanita itu setidaknya sudah berada di tahap Core Formation tahap ke lima.
Tetua pedang suci tampaknya adalah orang yang begitu serakah. Sebagai seorang tetua dari sekte Pedang Suci, tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya dia merekrut orang-orang dengan latar belakang tinggi seperti Jin Hao dan murid lainnya yaitu Huo Ran yang mana sebagai anggota keluarga Huo yang mendominasi.
__ADS_1
Meskipun sebenarnya mereka adalah murid dalam junior di masing-masing sekte.
Sekaligus sebenarnya keluarga Wue juga merupakan keluarga terkuat. Jadi tetua Pedang Suci cukup menyayangkan bahwa perempuan itu tidak berada di sektenya.
Lin Xuan tidak bisa menahan tawa kecil saat melihat betapa sekte besar yang seharusnya menjaga kedamaian dan harmoni di antara mereka justru terlibat dalam konflik kecil dan saling sindir satu sama lain.
Gurunya memperhatikan mereka dengan lebih serius. "Lin Xuan, jangan tertarik dengan konflik mereka. Ingat, kita di sini untuk tujuan tertentu dan tidak boleh terlibat dalam masalah mereka."
Lin Xuan mengangguk. "Murid mengerti, guru.”
Dan bersamaan itu juga, perdebatan dan saling sindir itu tidak berlangsung lama, ketika seorang tuan muda atau anak walikota yaitu Jin Hao datang dengan wajah terangkat. Dan kemudian, disusul Huo Ran yang merupakan murid paling berbakat sebagai peringkat pertama di sekte Pedang Suci.
“Cih, Huo Ran dia benar-benar mencari muka. Seharusnya aku merupakan murid peringkat pertama karena statusku. Sialan! Ini semua karena perbedaan kultivasi yang menonjol.” Batin Jin Hao menatap jijik laki-laki yang berdiri di sampingnya.
“Hormat para tetua dari ketiga sekte. Sebaiknya kalian tidak terlalu gegabah. Ini hanya kompetisi kecil-kecilan, jadi tidak perlu konflik seperti ini. Selain itu, tampaknya matahari hendak terbenam, pintu masuk ke dalam makam kuno juga akan terbuka.” Ucap Huo Ran tanpa memberikan sebuah ekspresi apapun.
.....
Lin Xuan juga bersiap-siap, matahari sudah hampir turun dan suasana juga semakin gelap. Sebuah tumpukan batu yang diduga sebuah makam itu bercahaya, terciptalah sebuah array di atas tanah dengan ukiran tulisan kuno yang terlihat begitu rumit.
Batu itu seolah perlahan terbuka setelah tulisan kuno itu bercahaya satu persatu seolah baru saja melepaskan segelnya. Dan tidak itu saja, di dalam batu yang bergeser itu hanya dipenuhi tempat gelap, bagaikan sebuah pintu portal ke dunia lain.
Semua sekte berebut untuk masuk, tapi ketiga sekte memprioritaskan murid dalam untuk masuk terlebih dahulu. Tapi, baik itu Huo Ran. Jin Hao dan juga Wue Yei, serta murid paling jenius sekte Kuil Emas hendak masuk, sebuah hembusan angin begitu kencang menerpa mereka. Siluet hitam bergerak dengan sangat cepat masuk ke dalam tanpa berpikir panjang.
“Apa itu tadi? auranya begitu kuat!” Kata Jin Hao mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Tetua sekte Pedang Suci kemudian menambahkan, “Tidak mungkin ada penyusup, aku tidak merasakan apapun. Ah sialan, lupakan itu, cepat masuk!”