Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Urusan Ayah Dan Anak


__ADS_3

“Kau, jika memang begitu kau juga akan ku seret di dasar neraka dan mendapatkan penghakiman dari dewa kematian. Kau membunuh mereka semua Wue Yei!” Teriak Wue Dong sambil berusaha menghentikan darah yang keluar menggunakan qi yang tersisa dari tubuhnya.


“Hahahahaha.” Tiba-tiba Wue Yei tertawa dengan begitu keras, bahkan tawaannya seperti seorang penyihir yang baru saja melakukan sesuatu. Lin Xuan saja cukup kaget dengan tawa Wue Yei yang begitu tiba-tiba.


Lantas, dia juga berbicara, “Aku akui, bahwa terbunuhnya semua anggota keluarga Wue adalah kekuatan besar Lin Xuan. Tapi aku tahu bahwa Lin Xuan kepada kalian hanyalah sekedar balas dendam kecil karena kau hampir membunuhnya. Balas dendam paling besar adalah dariku, jadi aku bersumpah dengan penuh ragaku, bahwa semua perbuatan Lin Xuan yang membunuh seluruh anggota keluarga Wue, aku bersiap menanggungnya!”


“Kau, otakmu benar-benar hancur. Kau rela sumpah seperti itu hanya karena ....”


Belum Wue Dong menghentikan ucapannya, Wue Yei sudah mengakhiri hidup Wue Dong. Dia mendorong tangannya tepat pada perut Wue Dong dimana di tangan Wue Yei sendiri sudah mengeluarkan sebuah jurus yang dia miliki.


Serangan itu jelas menghancurkan seluruh organ dalam Wue Dong, bahkan tangan Wue Yei sendiri hampir menembus perut ayahnya hingga berdarah-darah. Keadaan seperti itu membuat Wue Yei merasa belum puas, dia terus mengeluarkan jurus tapak mawar dari tangan kirinya dan menyerang wajah Wue Dong hingga hancur.


Kemudian, dia mundur ke belakang, menarik tangannya yang penuh darah dan melihat kematian ayahnya secara tragis. Dia saat ini tersenyum puas, hatinya sudah tidak ada rasa mengganjal, wajahnya penuh kecerahan walaupun tatapan kematian di hadapannya.


Di sisi lain, Harimau spiritual yang Lin Xuan lawan juga perlahan menghilang menjadi sebuah abu yang perlahan di terpa angin. Menandakan bahwa pemilik harimau spiritual ini telah mati, di sisi lain dia menghela napas dengan lega, bahwa semuanya telah berakhir dengan sempurna.


Lin Xuan menaruh kembali pedang abad kematian pada lengannya, menjadikan sebuah tato seperti biasa dan bisa dilihat oleh orang manapun. Tapi sebagai gantinya, keadaan benar-benar gelap karena tidak ada pencahayaan apapun. Mungkin hanya ada aura kematian yang begitu kental, yang mana hanya Lin Xuan yang merasakan itu semuanya.


Dia ingin memanfaatkan ini semua, dengan masuk ke dalam liontin mata ilahi dan membiarkan semuanya bekerja. Cukup tidak masuk akal sebenarnya karena perbedaan dunia, tapi selama posisi Lin Xuan ganti dunia berada di tempat yang penuh aura kematian, itu tidak menjadi masalah.


“Sudah selesai, kau bisa kembali ke sekte. Kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, jadi jangan pernah menemuiku.” Ucap Lin Xuan kepada Wue Yei yang sedang mengambil semua harta yang ada pada cincin penyimpanan ayahnya.

__ADS_1


Namun, reaksi tak terduga datang pada Wue Yei, bahkan diluar akal pikiran Lin Xuan. Usai dia melucuti cincin penyimpanan milik ayahnya, dia mengambil sebuah sikap, duduk bertekuk lutut, menundukkan wajahnya dan juga matanya terpejam.


“Angkat aku jadi bawahanmu, aku siap mengikuti kemanapun dirimu berada dan melayani dirimu sebagai ucapan terimakasih yang begitu besar. Kehidupanku, juga berada di tanganmu.”


Lin Xuan menghela napas dan menatap Wue Yei dalam sebuah kegelapan, auranya penuh keyakinan seolah tidak ada kata bohong dalam hatinya. Namun, Lin Xuan juga tidak tahu harus berbuat apa.


“Kau memiliki sekte. Tidak mungkin kau meninggalkan sekte itu hanya ingin mengikutiku. Tapi, jika kau ingin bersikeras, buat aku bisa yakin dengan apa yang kau inginkan.” Ujar Lin Xuan.


“Sekte Langit Biru memusuhimu. Jadi kurang lebih dan tidak lama lagi, dia akan menggunakan diriku untuk membunuhmu. Daripada menjadi musuhmu, lebih baik aku menjadi musuh sekte. Aku bukanlah orang yang tidak tahu terimakasih. Lagipula matiku juga terikat sebuah sumpah, dimana semua perbuatanmu aku yang bertanggung jawab pada dewa kematian. Jadi, kehidupanku tidak lebih hanya sebuah petualang.” Wue Yei membalasnya dengan perkataan yang meyakinkan.


“Bangunlah, dewa kematian sudah tiada. Dia telah menjadi sebuah mayat, yang bahkan tulangnya juga sudah menjadi debu. Jadi sumpahmu hanyalah sebuah omong kosong yang tak pernah terwujud.”


Mendengar hal itu, Wue Yei membuka matanya lebar seolah tak percaya dengan apa yang Lin Xuan katakan. Tapi dia seolah bersikeras untuk tetap ingin menjadi pengikut Lin Xuan bagaimanapun caranya.


Belum selesai Wue Yei berkata, Lin Xuan memotong perkataan tersebut. “Aku tidak bilang menolak. Kembalilah ke sekte dan kemasi semua barang-barangmu. Dan juga, temui aku di pinggir hutan binatang spiritual yang terhubung dengan jalan kota.”


“Jangan bilang kau akan ....”


“Aku hanya menebak, jika ayahmu tahu dimana markas pembunuh bayaran siluman, maka kau juga tahu.”


Wue Yei kemudian tersenyum lega, tampaknya sosok yang ada di hadapannya bukanlah sosok yang gampang diremehkan. Bahkan dibandingkan dengan Fen Jhiyang yang keras kepala dan penuh ambisi, Wue Yei lebih baik memilih menjadi pengikut dari Lin Xuan. Tapi, saat dia tiba-tiba berdiri, dia sama sekali tidak melihat dimana keberadaan Lin Xuan berada.

__ADS_1


Bahkan kepergiannya saja, Wue Yei sama sekali tidak tahu. Harusnya jika memang pergi, keberadaan Lin Xuan tidak jauh dari sini. Tapi, Lin Xuan seolah menghilang bagaikan ditelan bumi.


“Bagaimana mungkin?”


Wue Yei terdiam sejenak, dia hampir tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dia rasakan. Ini sungguh tidak masuk akal bahkan patriark sekte tidak bisa sampai seperti ini. Setidaknya untuk pergi secara sembunyi-sembunyi, jejak sedikitpun pasti akan tampak. Tapi berbeda dengan Lin Xuan yang seolah seperti sebuah pergerakan cahaya.


.......


“Aku harus keluar sebelum dini hari, karena pagi hari tempat ini mungkin sudah ramai orang.” Ucapnya.


Posisi saat ini dia sudah berada di liontin mata ilahi dalam kondisi duduk bersila. Dia membiarkan seluruh energi kematian yang ada pada dunia luar menyerap masuk ke dalam liontin mata ilahi.


Untungnya dia merasa, saat dia masuk ke dalam liontin, liontin yang seharusnya jatuh, tapi menghilang seolah menjadi debu, tapi keberadaannya seakan masih ada dan nyata. Barulah saat Lin Xuan keluar, liontin tersebut muncul kembali sebagai kalung Lin Xuan.


Cukup praktis, sehingga Lin Xuan tidak perlu khawatir bahwa liontin ini ditemukan oleh seseorang dan memakainya. Sehingga dengan begitu tenang, dia berada di dunia ini dan menyerap energi   kematian melalui meridiannya dan mengubahnya menjadi energi   qi yang dahsyat.


Sangat disayangkan apabila tidak diambil dan diserap. Panen energi ini mungkin membuatnya melonjak jauh, menjadi seorang kultivator Spirit Severin dengan begitu mudah. Apalagi waktu yang dibutuhkan juga sangat cepat dibandingkan dengan menyerap energi biasa ataupun dibantu oleh sebuah sumber daya.


Nascent Soul bintang empat.


Sungguh begitu cepat, bahkan Lin Xuan merasa lonjakan seperti ini sangat menguntungkan baginya. Bahkan dia sempat berpikiran bahwa dia ingin membunuh seseorang lagi dan bisa menyerap energi kematiannya.

__ADS_1


Dan itu terus meningkat melebihi bintang empat.


 


__ADS_2